
Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Anin baru pulang kuliah. Dia langsung menuju kamarnya dan bergegas untuk mandi. Dia meletakkan seluruh barangnya di atas kasur, dan mencari handuknya dia langsung menuju ke toilet.
Ceklek..
Anin membuka pintu kamar mandi
"Aaaahhh.." teriak Anin dan sontak langsung menutup matanya. Dan menutup pintu kamar mandi
"Kenapa nin?" tanya mama yang langsung berlari ke tempat Anin
"Itu.. Itu.. Itu siapa ma di kamar mandi"
Ceklek..
Seorang pria yang lumayan tinggi dengan rambut yang basah keluar dengan handuk yang ia kalungi
Anin melihat pria itu, dia seperti pernah melihat pria itu sebelumnya
"Ehh nak azril, sudah mandi ya?" ucap mama
"Tunggu? Az Siapa?" tanya Anin sepertinya dia pernah mendengar nama itu, dia berusaha mengingat ingat
"Azril" ucap mama
"Azril kakaknya Azura temennya firli? Ka Azril?" ucap Anin yang akhirnya mengingat nama dan wajah itu
"Diaa dia ngapain ma disini?" tanya Anin masih heran
"Inii dia itu anak teman lama mama. Teman mama nitip dia tinggal di sini karena dari sini ke tempat kerjanya deket. Dia niatnya juga mau ngekos disini. Kebetulan kan ada kamar kakakmu yang kosong. Lumayan buat nambah nambah biaya hidup kita." ucap mama menjelaskan pada Anin
"Ohh" ucap Anin dan langsung pergi ke kamar mandi
"Nak Azril juga nanti terbiasa sama sikap Anin, untuk sekarang maklumi dulu ya." ucap mama kepada Azril yang sedari tadi hanya diam.
Sebenarnya Azril sedikit shock ketika Anin menerobos masuk ke kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi dengan terbalut handuk dan akan memakai kaos tiba tiba saja Anin masuk. Azril lupa mengunci kamar mandinya, itu sebabnya Anin bisa masuk tanpa mengetuk.
__ADS_1
___
Anin merebahkan di kasur setelah mandi. Dia merasa segar dan tenang, lalu iapun mulai berpikir "kenapa semua hal yang terjadi sangat kebetulan.. Haaahh aku harus bisa membiasakan diri ada orang lain di rumah ini."
Tak lama kemudian matanya mulai terpejam.
Keesokan paginya Anin terlambat bangun. Dia benar benar bingung, waktu menunjukkan pukul 07.20 kelas dimulai pukul 08.00 dia harus berjalan ke stasiun dan itu membutuhkan waktu yang lama. Dia benar benar panik. Sampai saat ia keluar rumah terlihat Azril sedang memanaskan motornya. Tanpa pikir panjang
"Tolong, tolong anterin aku ke stasiun terdekat. Nanti aku bayar." ucap Anin sambil menepuk pundak Azril
"Kamu kenapa? Telat ya?" tanya Azril
"Iya cepetan tolong anterin nanti aku bayar." ucap Anin
Azril pun dengan secepatnya mengantar Anin dan memberikan helm untuk Anin
Saat di jalan Azril bertanya dimana kampus Anin. Anin memberitahu Azril dan dengan secepatnya ia menancap gas seraya berkata
"Aku anter sampe kampus aja" ucap Azril
Sementara itu
"Ini anak kemana ya? Apa udah berangkat duluan?" ucap Gavin yang matanya tak henti mencari keberadaan Anin di stasiun kereta sudah sampai jadi Gavin memutuskan untuk berangkat karena dia sendiri pun takut terlambat.
Tak sampai 40 menit Azril dan Anin sudah sampai di kampus. Waktu menunjukkan pukul 07.56
Anin terburu buru turun dari motor dan berusaha melepaskan helm
"Sini sini deh, aku bantu. Kamu tenang dulu terlambat ga di hukum pancung kan" ucap Azril membantu Anin melepaskan helmnya. Karena memang helmnya sedikit susah untuk dibuka, Azril melakukannya secara perlahan
Ctek..
Helmnya berhasil terlepas
Anin terlihat mencari sesuatu di tasnya. Lalu dia pun memberikan senyuman seperti orang bodoh pada Azril
__ADS_1
"Kak, aku bayarnya di rumah aja ya? Aku ga bawa dompet. Dan sekarang aku mau pinjem uang kakak dulu boleh ya? Nanti dirumah aku ganti"
Azril terkejut, lalu menyentil jidat Anin
Takk..
"Makanya bangun pagi biar ga telat, dan gausah gaya mau ngebayar orang segala" ucap Azril
"Aw sakit.. Iyaiya.. Sekarang pinjem dulu, cepetan aku udah telat nih"
Lalu Azril mengeluarkan lembaran merah
"Cukup ga?"
"Iya makasih.. Daahh" ucap Anin sambil pergi berlari meninggalkan Azril dan sambil berlari dia sedikit tersandung tapi tak sampai jatuh
"Heheh dasar cewek ceroboh. Kaya anak kecil" ucap Azril dalam hati sambil tersenyum
Ia pun pergi melanjutkan perjalanannya dengan motor harleynya.
Saat berada di lorong Anin yang sedang terburu buru tiba tiba ada yang menarik tangannya
"Ciyee telat ya hahaha" ternyata itu adalah Gavin yang menggodanya
"Kamu sendiri masih bawa tas, telat juga kan?" ucap Anin
"Heh, ini tu gara gara kamu. Aku nungguin kamu di stasiun. Tau gitu aku minta anterin sopir aja" ucap Gavin
"Hahahaha sukurin. udah ah, udah jam 8 lewat nih aku telat" ucap Anin dan akan bergegas pergi
"Yaudah. Nanti makan siang bareng ya, bye" ucap Gavin.
Mereka berjalan terpisah ke fakultasnya masing masing.
Bersambung...
__ADS_1