Aku Diantara Mereka

Aku Diantara Mereka
Masuk kuliah


__ADS_3

Merekapun telah menyelesaikan makan siangnya. Dan melanjutkan perjalanan. Gavin mengajak Anin ke sebuah taman, mereka berjalan jalan melihat sekeliling, hingga mereka melihat bangku di taman itu. Mereka duduk bersama. Anin langsung mengeluarkan barang dari tasnya yang membuat Gavin kaget


"What.. Walau jalan beginipun kamu masih bawa sketch book?" ucap Gavin heran


"Yaa apa salahnya sih. Ini juga bukunya yang ukuran kecil, satu pensil dan satu penghapus. Ga terlalu banyak juga. Kamu sendiri juga kemana mana bawa kamera itu terus." ucap Anin sambil mulai menggambar sebuah pohon yang dibawahnya ada sebuah kolam air. Kolam itu berisikan beberapa ikan dan di pinggir kolam itu terdapat rerumputan dan bunga yang tumbuh. Anin merasa itu sangat bagus untuk dijadikan objek.


Dia menggambar dengan serius dan lagi lagi sepasang mata mengawasinya dengan sangat inten.


Cekrek..


Saking takjubnya Gavin mengabadikan setiap momen menarik yang dipancarkan oleh Anin. Dia memotret Anin lagi secara diam diam. Lalu Gavin hanya bisa melihat Anin dengan seriusnya menggambar. Dan sesekali melihat pensil Anin yang menari di atas kertas dengan begitu indahnya.


"Apa sih yang kamu gambar?" tanya Gavin


"Itu tuh, kolamnya" ucap Anin masih serius menggambar. Gavin ikut memotret objek yang sama dengan yang Anin gambar. Lalu Gavin berdiri dan mulai melakukan hobbynya. Dia memotret sana sini. Lalu Anin telah menyelesaikan gambarnya, dan Gavin juga telah menyelesaikan foto fotonya itu. Mereka mengobrol lagi, membicarakan masa SMA mereka.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.05


"Wak udah sore nih. Pulang yuk." ucap Anin


"Oiya gak kerasa ya udah jam segini aja. Yuk deh kamu aku anter pulang." ucap Gavin

__ADS_1


"Ehh gausah deh, kita pulang aja kerumah masing masing. Aku bisa naik bis."ucap Anin


"Udah gapapa ayokk aku anter aja" ucap Gavin.


Anin hanya bisa terdiam sesaat dan mempertimbangkan kata kata Gavin. Hari akan semakin gelap. Akan bahaya juga jika dia pulang sendirian naik angkutan umum. Lalu Anin pun meberima tawaran Gavin. Mereka lalu pulang. Dan Gavin mampir sebentar ke supermarket untuk setidaknya membawa buah tangan untuk mama Lina.


Merekapun melanjutkan perjalanan. Mereka hanya bicara seputar pendidikan dan rencana mereka setelah ini. Sampai tak terasa mobil Gavin telah sampai dirumah Anin. Mereka turun, mama Lina menyambut kedatangan Anin dan mama begitu terkejut melihat Gavin. karena baru kali ini Anin membawa seorang pria main ke rumahnya. Mama menawarkan Gavin untuk makan malam dirumah mereka sekedar untuk mengucapkan terima kasih karena telah mengantar Anin pulang. Lalu Gavin hanya bisa menerima tawaran dari mama Lina.


Mereka makan malam bersama, makanan kesukaan Anin sudah ada di atas meja. Anin sangat menyukai udang, apalagi udang saus tiram. Saat sudah ada udang saus tiram di pinggir nasinya, apapun yang orang bicarakan tak akan dia dengar. Seakan dunia hanya milik Anin dan sepiring nasinya.


"Maaf yaa.. Mama gak tau kalo bakal ada tamu, jadi mama masak cuma segini." ucap mama pada Gavin.


Gavin tak merasa keberatan, karena memang makanan kesukaan Gavin pun sama, udang. Semua menu olahan udang Gavin sangat menyukainya. Gavin dan Anin pun makan dengan lahap, mama hanya bisa melihat tingkah konyol mereka. Anin dan Gavin masih saja bercanda walau sedang berada di meja makan.


Dia lalu merebahkan badannya di kasur, dan mulai bermain ponselnya. Anin lalu mulai mengetik pesan


"Terima kasih udah repot repot anterin aku." pesannya pada Gavin. Lalu dia pun mandi dan memutuskan untuk tidur lebih awal.


---


Gavin pun sampai dirumah. Dia masuk ke rumah terlihat mami papi dan seno tengah asyik mengobrol di ruang keluarga, Gavin hanya bisa memberi salam dan langsung lari menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


Dia merebahkan badannya, dan mencharger ponselnya, karena di jalan tadi ponselnya lowbat. Lalu dia melamun sambil menatap langit langit kamarnya. Dia mengingat saat bersama Anin, mengingat senyum Anin dan tingkah laku Anin. Dia tersenyum sendiri akan hal itu. Gavin juga menyadari bahwa sikap Anin tak lagi menjadi seorang gadis bodoh yang pemarah. Dia berubah menjadi gadis yang baik hati, tapi tetap saja bodoh. Gavin jadi bingung, seperti apa sifat Anin yang sebenarnya, dia makin penasaran seperti apa Anin. Gavin terus berfikir, dan dia pun tertidur.


Gavin bahkan belum melihat chat dari Anin.


Keesokan paginya, Gavin baru mengecek ponselnya. Dia melihat pesan dari Anin, dan baru membalasnya. "oke.." ucap Gavin.


Anin membaca chat dari Gavin, ditorehkannya senyuman manis. Lalu Anin mulai mengerjakan kegiatannya sehari hari.


---


5 bulan kemudian...


Tak terasa sudah 5 bulan berlalu. Anin berhasil masuk ke universitas impiannya. Dia sudah mulai masuk kuliah beberapa hari lalu. Memiliki teman baru dan lingkungan baru. Anin masuk ke jurusan desain, karena memang itu keahliannya. Dia sangat senang bisa masuk ke kampus impian dan diterima di jurusan yang sangat ia minati. Tapi ternyata tak sebagus ekspektasinya, tanpa diduga ternyata dia satu jurusan oleh Novi, temannya semasa SMA dulu yang selalu bersaing akan segala hal. Saat hari pertama dia memasuki kampus dan melihatnya menuju kelas yang sama, rasanya dia ingin segera cepat lulus dari kuliahnya.


Dimulai dari hari pertama masuk kuliah, mereka tak bertegur sapa sama sekali. Sifat Novi yang selalu ingin lebih unggul dari Anin, membuatnya semakin sombong dan menganggap remeh Anin.


Anin sendiri merasa terganggu oleh sikap Novi waktu di SMA justru malah sengaja mengungguli setiap mata pelajaran, dan membuat Novi kesal. Civil war antara Anin dan Novi tak berhenti sampai di SMA, bahkan berlanjut hingga ke masa kuliah.


Bersambung....


__ADS_1


"hi readers... ini masih cerita awalannya aja yaa.. aku bakal usahain buat bikin cerita yang semenarik mungkin untuk readers. konflik sebenarnya di novel ini belum sepenuhnya aku keluarin nih.. ohya jangan lupa like nya yaww


lop yu all 😘"


__ADS_2