Aku Diantara Mereka

Aku Diantara Mereka
Alasan Seno


__ADS_3

BRAKKK.....


Suara pintu dibanting oleh seseorang dari luar


"Sialan, siapa sih yang ganggu gue lagi maen!! Lo.."


Buk.. Bukk..


Pria itupun ditinju oleh orang yang baru datang itu


Anin berusaha melihat siapa yang datang, tapi ia tak mampu untuk membuka matanya. Dia pun pingsan karena kesakitan dan kelelahan waktu berusaha melepaskan diri.


Pria yang baru saja datang itupun ngambil tasnya dan mengeluarkan jaket dari dalam tas, untuk menutupi robekan baju Anin. Lalu pria itu menggendong Anin ke mobilnya kemudian membawa Anin ke rumah sakit. Pria itu membawa Anin ke UGD untuk segera diobati. Lalu pria itu mengurus administrasi dan langsung pergi, tanpa memberi tahu identitasnya.


---


Anin pun tersadar, dia bertanya pada suster apa yang terjadi, dan siapa yang membawanya ke rumah sakit. Tapi suster hanya menggeleng karena tidak tau siapa pria itu. Suster pun beranjak keluar setelah mengobati luka yang dialami Anin.


Anin sangat penasaran, siapakah pria baik hati yang sudah menyelamatkannya terhindar dari mala petaka. Dia mengingat lagi kejadian yang telah ia alami. Untung saja pria itu datang, karena hampir saja kesucian Anin diambil oleh pria brengsek yang menyekapnya itu.


Sungguh geram hati Anin, dia merasa jijik dengan pria brengsek yang telah menyekapnya. Tanpa sadar Anin meneteskan air mata dalam kesunyian ruang itu. Dia tak tau apa yang akan terjadi jika pria baik itu tidak datang.


"Beruntung ada kamu yang datang menolongku, siapa kah kamu? Bagaimana aku harus berterima kasih? Dimana aku harus mencarimu? Aku bahkan tak mengetahui seperti apa wajahmu" ucap Anin dalam hatinya.

__ADS_1


Dia pun teringat, ia belum memberi mamanya kabar. Anin pun langsung menelpon mama Lina, meminta mama Lina datang ke rumah sakit, dan membawakannya baju ganti. Karena bajunya yang sekarang telah rusak karena dirobek pria yang menculiknya itu.


---


Tak beberapa lama, mama Lina pun sampai di ruang UGD. Ia terkejut melihat keadaan putrinya yang begitu kacau. Raut wajah kekhawatiran tergambar jelas di wajah mama Lina. Ia langsung bertanya apa yang terjadi.


Anin mulai menceritakan semua kejadian buruk yang meninpa dirinya pada mama Lina. Ia menangis dalam pelukan mamanya itu. Karena ia belum pernah mengalami kejadian ini. Untunglah tak sampai merenggut kesucian miliknya, karena ada seorang pria baik hati yang menyelamatkannya.


Awalnya mama Lina begitu terkejut dengan cerita Anin, tapi dia sedikit tenang saat Anin bilang ada pria baik yang menyelamatkannya. Mama Lina masih memeluk Anin dan berusaha menenangkan putrinya itu. Sunggu sakit hati mama Lina, dia tak tau apa yang akan terjadi jika saja pria itu tak datang. Apa yang akan ia jelaskan pada Farah saat mereka bertemu nanti.. Tanpa sadar mama Lina pun meneteskan air matanya, sambil memeluk Anin dengan begitu erat. Seakan dia tak mau sesuatu hal terjadi lagi yang dapat membahayakan Anin.


---


Sementara ditempat lain. Gavin sedang marah marah di dalam mobil.


"Argghhh.... Seno tolol.. Masih aja sih dia ngelakuin kebiasaan buruknya!! Gua Harus nyelametin berapa banyak lagi cewe yang bakal dia pake.. Tolol Seno, tolol!!..." ucap Gavin sambil memukul stir mobilnya. Dengan geramnya Gavin menambah kecepatan mobilnya menuju rumah.


Gavin pun sampai di rumah setelah beberapa menit. Dia membanting pintu rumahnya dan berteriak


"Bang!! Kluar lo Bang!! Seno turun lo!!" teriak Gavin memanggil Seno


Seno pun turun menyusuri anak tangga. Ia yang masih kesakitan karena tinjuan sang adik,


"Sssttt... Apaan sih lo, brisik banget!! Ada apaan sih!??" tanya Seno pura pura tak tau

__ADS_1


"Gausah pura pura bego bang, emang gua gatau lu udah..." ucap Gavin, saat mau melanjutkan kalimatnya, mulutnya ditutup oleh Seno


"Ssttt.. sttt... IyaiyAa gua ngaku, tapi lo jangan brisik gitu dong.. Nanti mama papa denger, bisa gawat gua. Gua ngelakuin itu, karena gua punya alesan" ucap Seno seperti meminta perdamaian


"Ckk.. Ah apaan sih, bau tangan lo bego!


Emang apa alesan lo sampe hampir gituin anak orang lagi?" ucap Gavin sambil melepaskan tangan Seno dari mulutnya


"Ohh hehe sori, abis dari toilet tadi.


Jadi gini, dari awal gua liat dia tuh ada suatu ketertarikan sendiri. Tadinya gua mau ngedeketin dia, tapi pas gua liat badannya gua malah khilap. Untung aja lo dateng dan bikin gua sadar, makasih ya ma bro." ucap Seno sambil menepuk pundah Gavin


"Halaahh.. gue kira alesan apa, yang selama ini lo liat dari cewe kan emang itu smua. Trus alesan kuat lo buat ngejelasin ini smua apaa?" ucap Gavin sambil melepaskan tangan Seno dari pundaknya


"yaa itu alesan gue, ada suatu ketertarikan tersendiri dan kaya ada yang beda gitu dari dia pas ngeliat tingkahnya sama mukanya." ucap Seno sambil memalingkan wajahnya dari Gavin


"udahlah, capek gua abis ujian, mau istirahat.


Lo sih tadi, kan gua minta lo jemput gua. Tapi tiba tiba lo malah nyulik cewe." ucap Gavin sambil meninggalkan abanganya dan menuju kamar.


Bersambung...


__ADS_1


Jangan lupa di like and comment yaa readers. Biar ga sepi sepi amat. Jadi aku juga semangat untuk ngelanjutin nulis novel ini 😚 mohon dukungannya readers


Lopyu all ❤❤❤


__ADS_2