Aku Diantara Mereka

Aku Diantara Mereka
Tentang pengkhianatan


__ADS_3

Setelah beberapa menit lina dibangunkan oleh suster lain untuk dipertanyakan kelanjutan jenazah Farah


"Bu maaf" ucap suster sambil menepuk pundak Lina yang tengah tertidur


"Iya sus kenapa?" tanya lina heran sambil berusaha sadar


"Untuk jenazah pasien di ruang ICU mau dibawa pulang dan dimakamkan sendiri atau di bantu oleh pihak rumah sakit?" tanya suster


Sungguh terkejutnya Lina, dia malah melupakan temannya yang masih di ICU itu dan malah tertidur "mibta bantuan dari rumah sakit untuk dimakamkan saja sus" ucap lina karena memang Farah tidak memiliki keluarga lagi selain temannya itu.


"Ohh baiklah kalau begitu harap ibu mengurus keperluan dan kelengkapan data dari pasien" ucap suster, sambil mengantarkan Lina untuk mengurus semua dokumennya.


---


Pagi pun tiba dan ambulance membawa Farah ke pemakaman dan mengubur jenazahnya disana. Dibantu dengan beberapa tetangga Farah. Pagi itupun menjadi pagi yang amat menyedihkan untuk Lina, dia terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Farah. Air mata menetes begitu derasnya. Terasa teriris hatinya ketika melihat sahabatnya itu harus dikubur. karena kesalahan kicil yang dibuatnya membuat dia harus kehilangan sahabatnya yang begitu berarti.


"Maafkan aku, farah.. Maafkan aku, farah.. Maafkan aku" kata itu yang selalu diucapkan wanita itu dalam hatinya.. Dia masih mengingat kejadian kemarin yang begitu disesalinya

__ADS_1


~Flashback~


"Aku harus bagaimana, semua ini begitu menyiksaku, aku ingin mati saja, tidak ada gunanya lagi aku hidup. Aku marah akan diriku ini. Aku telah gagal. Aku gagal, aku tak kuat akan smua ini.. Aku harus apa, harus bagaimana, kenapa dia bisa tega meninggalkan aku dan anak kita lin.. Aku benci dia, aku benci.. Aku mau mengakhiri hidupku ini, aku mau mati..." ucap Farah ditelfon, sambil menangis tersedu sedu. Ia marah akan dirinya. Ia putus asa akan kehidupannya ini.


"Kamu bisa gak sih kalo nangis tuh gausah ngancem mau mati. Jangan mati mulu pikiran kamu. Aku ga suka kalo kamu selalu bilang mau mati, aku capek dengernya. aku ini sahabat kamu. Aku gamau kehilangan kamu hanya karna cowok brengsek kaya Hadi. Udahlah biarin aja dia ama jalang itu. Dia udah menghianati kamu, dia udah ninggalin kamu sama anak yang ada di kandungan kamu. Buat apa kamu nangisin dia terus.. Ini udah 3 bulan setelah kejadian itu. Kamu sebulan lagi tuh mau melahirkan, pikirin aja diri kamu sendiri dan anak kamu itu. Gak usah pikirin hadi sama si wanita jalang itu, toh mereka udah punya anak baru hasil perbuatan busuk mereka" ucap Lina menasehati sahabatnya yang sedang tertekan


"Aku cuma ga nyangka sama mas hadi, dia tega ngelakuin itu dibelakang aku.. Padahal aku sangan mencintai dan mempercayai dia, lin. Kenapa dia tega ngelakuin itu. Aku ga kuat menghadapinya sendiri, aku ga kuat kalo begini terus, rasanya kalau gaada bayi ini aku mau mati saja" ucap Farah masih meraung raung


Mengingat kejadian 3 bulan lalu dimana ada seorang perempuan dan seorang anak lelakinya datang tiba tiba dan menghampiri suaminya, dia berkata bahwa ia sedang hamil 9 bulan anak Hadi dan dia meminta pertanggung jawaban atas semunya. Buah hasil penghianatan busuk antara Hadi dan wanita bernama Gita, janda beranak 1 yang tengah mengandung 9 bulan anaknya hadi. Tanpa banyak bicara Hadi langsung pergi begitu saja meninggalkan Farah yang sedang mengandung juga. Karena pada dasarnya Hadi sudah tidak mencintai Farah karena suatu alasan tertentu yang tak Farah ketahui. Hanya Hadi yang mebgetahui alasan kenapa dia meninggalkan Farah tanpa alasan.


"Tuhkan, kamu mengancam mau bunuh diri lagi. Sudahlah terserah kamu, lakukan semua sesuka hatimu, dan tak usah dengarkan nasehatku yang tak berarti ini."


Farah p.o.v


Tut.. Tut.. Tut... Tut.. Ah lihatlah bahkan sahabatku sendiri pun mematikan ponselnya, dia tak memperdulikan aku lagi. Hidupku ini sangatlah tak berarti. Semua orang yang kusayangi pergi meninggalkanku. Aku memang tak berguna. Beberapa saat lagipun aku akan dilupakan, aku akan kesepian. Tak ada lagi orang lain yang mengingatku. Sahabatku, suamiku, ayah ibu ku, mereka pergi meninggalkanku. Semua orang bahkan tak mengerti rasa ini, aku tersiksa, mereka menganggap masalahku adalah sepele. Tapi aku tak kuat menahan ini sendirian. Apa salahku Tuhan... Hingga kau membuatku berada dalam kesepian ini. Aku terpuruk Tuhan.. Aku merasa kosong.. Aku putus asa akan hidupku ini.. Tak ada lagi semangat dalam hidupku ini.. Tuhan... Tolong dengarkan aku sekali saja.. Duniaku berada dalam kegelapan saat ini.. Setidaknya berilah aku secercah harapan untuk bahagia.. Atau ambillah saja nyawaku, agar aku bisa damai, tanpa memiliki beban kehidupan ini.


Hanya kamu nak, hanya kamu penyemangat hidup mama. Mama mohon jangan tinggalkan mama dalam kesendirian, jangan lupakan mama

__ADS_1


Mama disini takkan meninggalkan kamu seperti papamu.


Farah p.o.v end


Fiiitttttt............ Suara teko yang mendidih. Farahpun beranjak dari lantai tempatnya duduk dan meratapi nasibnya itu. Dia bangun untuk mengangkat teko dan akan membuat teh untuk menenangkan diri.


Dia mengambil lap untuk mengangkat teko itu agar tidak terlalu panas, sambil melamun, ia masih bersedih akan hal yang telah terjadi. Tapi saat akan mengangkatnya dengan lap dia lupa mematikan kompor, dan dia kaget karena uap teko itu mengenai tangannya. Sontak dia langsung membanting teko itu. Dan dia terkena cipratan air panas. Tanpa ia sadari lap itu malah jatuh ke kompor, sehingga menimbulkan kobaran api.


Awalnya Farah tak menyadari adanya api, dia masih sibuk kesakitan karena air panas yang mengenai kulitnya. Tak lama api itu menyebar begity cepat ke atas dan Farah baru menyadarinya. Api semakin mejalar kemana mana. Farah terjebak di dapur yang penuh api itu. Dia panik dan kebingungan dia harus apa. Kemudian dia menyadari handphonenya masih ada dikantong. Tanpa pikir panjang, karena panik dia lupa menghubungi pemadanmn kebakaran. Dia justru menelpon Lina.


Tapi karena lina masih kesal dengan tingkah laku farah selalu ingin Mati, lina pun mengabaikan telpon dari Farah. Ia meninggalkan ponselnya di kamar Dan malah makan malam bersama anak lelakinya. Berkali kali farah mencoba menelponnya tapi tak diangkat, sampai akhirnya farah merasa pusing karena terlalu banyak menghitup asap, diapun tak sadarkan diri.


Para warga menyadari bahwa tetangganya tengah mengalami kebakaran. Dan si pemilik rumah masih terjebak didalam. Merekapun berjibaku memadamkan api. Dan ada pula yang memanggil damkar dan ambulance. Tak butuh wantu lama damkar dan ambulance datang.


---


"Apa ini? 8 missed call? Banyak sekali. Dia kenapa lagi" baru saja Lina akan menelpon balik, tiba tiba ada telpon dari tetangganya Farah. Dia memberi kabar bahwa rumah farah kebakaran. Dan sekarang Farah tengah dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar yang lumayan parah, dan membuatnya dalam keadaan kritis. Sontak Lina kaget dan langsung terkulai tak berdaya, dia jatuh terduduk di lantai. Dia menangis sejadi jadinya. Dia menyesal atas apa yang telah ia katakan pada Farah. Ia lupa bahwa sesungguhnya pribadi Farah sangatlah rapih. jadi Ia mengira Farah sengaja bunuh diri. Tanpa pikir panjang ia langsung berpamitan pada anaknya dan bergegas ke rumah sakit.

__ADS_1


~flashback end~


Siapa sangka bahwa itu adalah telepon terakhir dari Farah. Dia tak menyangka akan semua ini. Lina terus menyalahkan dirinya atas semua hal yang telah terjadi. Ia bersumpah akan menebus kesalahannya dengan merawat anak perempuan Farah.


__ADS_2