Aku Diantara Mereka

Aku Diantara Mereka
Ujian


__ADS_3

Setelah asyik berbincang saat makan siang. Mama Lina dan Anin pulang ke rumah. Mereka mulai sibuk dengan kegiatannya masing masing. Anin mempersiapkan untuk ujian masuk universitas yang akan dilaksanakan 3 hari lagi. Ia pun mulai serius belajar dan belajar saja.


Hingga hari ujian pun tiba.


Anin sangat gugup, takut ia tidak akan mendapat universitas incarannya. Tangannya begitu dingin, jantungnya berdegup kencang. Seakan akan ia seperti akan menghadapi kematian. Tapi itu semua hanyalah bayangan Anin, dan hanyalah ketakutan Anin semata. Ketika ia melihat soalnya, sangat mudah dia menjawabnya. Meski dia sendiri tidak yakin jawabannya benar atau tidak, yang penting untuk menjawabnya sangat mudah.


Pada dasarnya Anin tergolong anak yang pandai di sekolahnya. Ia mahir dalam segala mata pelajaran, namun hobi Anin sendiri adalah menggambar. Anin tumbuh menjadi gadis cantik nan imut. Wajahnya yang baby face membuatnya dibilang imut oleh beberapa orang terdekatnya. Ia memiliki kulit putih dan rambut panjang, ditambah dengan poni menutupi keningnya, membuat ia semakin imut. Matanya yang sedikit sipit dan bola mata berwarna coklat. Bibir nya yang tipis, dan hidung yang mancung. Juga Badannya tidak terlalu ramping, tapi begitu proporsional dengan tingginya. Membuat ia menjadi idaman para lelaki disekolahnya sewaktu SMA.


Anin gadis imut yang sederhana. Dia tak suka berfoya foya, dia hidup sewajarnya sebagai seorang anak dari seorang janda ber anak 2. Hanya dengan menorehkan prestasi belajarnya, maka ia baru akan menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Sifatnya sendiri polos, tapi tak terlalu naif. Apa yang salah, maka salah dan apa yang benar maka benar. Dia juga bukan gadis yang lemah dan selalu menangis. Dia hanya akan menangis jika ia berada di titik terlelah menghadapi masalahnya, dan ia hanya akan menangis sendirian tanpa harus diketahui orang lain, kecuali kakaknya atau orang yang ingin dia tunjukkan kesedihannya. Dia gadis yang selalu membawa keceriaan di wajahnya, bertutur baik, namun sedikit ceroboh dalam beberapa hal.


---


Ringgg...


Waktu ujian pun selesai. Dia harus segera pulang dan menceritakan semuanya ke Mama Lina. Betapaa besarnya perjuangan dia untuk ujian. Dia bisa menjawab soal tanpa masalah, tapi untuk urusan benar atau salah dia tak tahu..


waktu telah menunjukkan pukul 12.15 siang, perutnya sudah keroncongan sedari pagi. karena terlalu banyak berfikir membuatnya lapar.


Saat dia hendak berjalan ke halte bus terdekat. Dia merasa aneh, seperti ada yang mengikutinya dari belakang. Dia pun menyadari, bahwa jalan yang sedang ia tempuh itu begitu sepi. Ketika itu sangat kebetulan sekali tali sepatunya copot. Tiba tiba...


Nafasnya sesak, matanya mulai gelap. Ia menyadari ada yang menyekapnya dari belakang. Dia berusaha meronta, tapi tenaga laki laki itu lebih kuat, hingga ia pun sudah tak berdaya, dan pingsan.

__ADS_1


---


Anin tersadar. Dia tak tau saat ini ia ada di tempat seperti apa, gelap dan sangat berantakan.


"Dimana ini? Apakah ini gudang? Aww kepalaku sakit sekali, aku harus secepatnya keluar dari sini." gumam Anin dalam hati, sambil beranjak dari tempat duduknya, tiba tiba


Brukk...


Dia didorong, agar tetap berada di posisinya. Tempatnya sungguh gelap, Anin tak bisa melihat siapa orang itu. Hanya ada setitik cahaya yang menyorot mata pria itu. Matanya berwarna coklat dan begitu tajam menatap Anin, sungguh matanya memiliki ciri khas tersendiri.


Tanpa membuang waktu, pria itu langsung membuka baju Anin secara paksa, anin begitu kaget. Dia berusaha melepaskan diri, ia meronta sekuat tenaga, ia memukul wajah dan badan pria itu berkali kali.


"Sialan, apa yang kau lakukan brengsek! Lepaskan aku, biarkan aku pergi! Jangan macam macam kau lelaki biadap!! Lepaskan aku, brengsek!! Jangan sentuh aku!!" teriak Anin sambil memukul badan tegap pria itu.


Pria itu mulai meraba ke bagian sensitif Anin. Anin terus meronta melepaskan diri, Anin begitu takut atas apa yang tengah menimpa dirinya. Namun tak berguna, pria itu masih terus melancarkan aksinya.


Brukk... Anin dipaksa untuk tiduran agar mempermudah aksi si pria.


"Lepaskan aku brengsek!!"


Plak.. plak.. Pria itu menampar Anin agar Anin diam dan menurut, Pria itu masih saja mempermainkan bagian sensitif Anin dengan kasar. Hingga tibalah waktunya pria itu mau bermain dengan area bawah Anin. Saat pria itu hendak membuka celana nya.. Tiba tiba

__ADS_1


Braakk....


BERSAMBUNG


Hai readers, aku lupa untuk memberi tau seperti apa gambaran kak Gryfan sebelumnya.. Jadi aku kasih taunya sekarang aja ya..


Dia adalah seorang pria tampan yang telah lulus kuliah jurusan kedokteran


Matanya belo tapi sedikit sayup, tapi begitu tajam saat memandang, sehingga membuat kita merasa damai ketika menatap matanya.. Uuhh gimanaa gitu rasanya 😁... bibirnya tidak terlalu tipis, juga tidak terlalu tebal. Hidungnya mancung, karena dia dokter jadi dia pake kacamata (cuma untuk baca sih). Wajahnya kaya ala ala timur tengah gituu, kira kira readers bisa bayangin ga, kaya apa wajahnya ka Gryfan?


Untuk tingginya 173 cm dan beratnya 62 kg. Nah karena dia calon dokter, tau kesehatan, jadi dia tu sering olahraga, makanya badannya itu uwaahh. 😜


Gimana menurut kalian?


Dan untuk Anin sendiri karena matanya sedikit sipit, wajahnya baby face dan berponi, jadi wajahnya ala ala cina/korea gitu.


Tingginya Anin 165 cm dan berar badannya 50kg


Mungkin untuk beberapa tahun kemudian, akan bertambah tinggi dan berat badan mereka


Sekian dulu yaa penjelasannya... Jangan lupa like and comment

__ADS_1


Selamat berdelusi 😆


Lop yu all ❤


__ADS_2