Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Mall


__ADS_3

Setelah mbak Ratna mendapatkan apa yang diinginkannya kehidupan ayu mulai tenang, ayu menjalankan semua pekerjaan dengan sangat baik.  Hari-hari terus berganti tanpa terasa waktu terus berlalu sudah hampir enam bulan kehidupan ayu tenang tanpa gangguan dari mbak Ratna, ayu masih terus mengirim kan uang setiap bulannya. Karena bagi ayu memberikan kedua orang tuanya uang setiap bulan merupakan bakti nya sebagai seorang anak walaupun yang di berikan oleh nya tidak seberapa. Meskipun begitu ibu dan bapak tidak pernah sekalipun menghubungi dirinya bahkan mereka tidak pernah mau mengangkat telepon darinya. Ayu masih tetap menyayangi mereka dan merindukan mereka.


"Yu, mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" Ajak salah satu teman kerja nya yang bernama Desi.


"Langsung pulang aja gue Des. Capek banget." Tolak ayu karena dirinya merasa lelah akibat ramainya pengunjung yang datang hari ini.


"Ya udah kalau gitu. Mau bareng sama gue enggak?" Tawar Desi, hari ini Desi membawa sepeda motor nya.


"Boleh Des, tapi gue enggak merepotkan elo kan?" Ucap ayu.


"Ya ampun, repotin gimana sih. Wong kita aja jarang kerja bareng. Mumpung lagi bareng aja nih jadwal kerjanya." Ucap Desi.


"Udah cepetan, kayak sama siapa aja sih elo." Ucapnya lagi.


Tak mau menunggu lama, ayu langsung duduk di jok belakang. Dirasa ayu sudah duduk, Desi mulai menyalakan mesin, dan melajukan motornya menuju tempat tinggal ayu. "Besok elo libur kan yu?" Tanya Desi 


"Iya Des, besok gue libur selama seminggu. Pengen istirahat. Udah beberapa bulan gue enggak ambil jatah libur." Jawab ayu.


"Widih enak. Elo juga sih beberapa bulan ini kerja terus udah kayak kerja rodi, tiap hari kerja dan kerja. Jangan-jangan elo habis di putusin sama pacar elo ya? Jadi cari kesibukan dengan bekerja." Canda Desi.


"Pacar apaan sih Des, Deket sama cowok saja enggak apalagi pacar. Pengen fokus gue cari cuan. Biaya hidup mahal boss." Ucap ayu menanggapi candaan Desi.


"Beugh... Gaya elo. Padahal banyak cowok yang mau Deket sama elo. Cuma elo nya aja yang enggak peka. Maka nya jadi cewek yang peka dong. Biar punya pacar wkwkwkwk." Ujar desi


"Hah... Masa sih? Kok gue enggak merasa ya? Apa bener gue enggak sepeka itu?" Tanya ayu.


"Ember... Baskom... Gayu... Gentong... Elo itu emang enggak pernah peka. Padahal banyak rekan kerja yang naksir dan pengen Deket sama elo. Tapi emang dasar elo nya saja yang cuek dan bahkan terkesan menghindar dari kaum Adam." Ucap Desi.


"Yeeeee... Bukan menghindari dari kaum Adam Bu. Tapi emang gue nya saja yang enggak paham." Kilah ayu.


"Tau ah... Terserah situ lah." Jawab Desi sewot. Ayu tersenyum geli mendengar jawaban sewot dari Desi. 


Dirinya bukan tidak sadar akan apa yang Desi ucapkan sangat benar. Hanya saja Ayu sangat menyadari kalau dia memang sengaja menghindari kaum laki-laki. Bukan karena trauma ataupun ayu memiliki orientasi menyimpan. Ayu tidak ingin menghabiskan sisa waktunya hanya untuk berpacaran. Buat apa pacaran lama-lama kalau nikah nya dengan orang lain. Buat ayu akan lebih menyenangkan jika berpacaran setelah menikah. Jika ada seorang laki-laki yang menyukainya dan mencintai nya, maka laki-laki tersebut bisa langsung meminangnya di hadapan bapak dan ibunya.


Tak terasa motor yang di bawa Desi sudah sampai di depan pagar kontrakan miliknya. Ayu langsung turun dan menyerahkan helm ke tangan Desi. "Makasih ya Des, buat tumpangan nya." Ucap ayu berterimakasih.

__ADS_1


"Iyo sama-sama. Selamat beristirahat ya Bu. Sampai ketemu Minggu depan." Jawab Desi lalu menyalakan mesin motornya.


"Iya sampai ketemu Minggu depan" jawab ayu. Desi melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Ayu melihat motor yang Desi bawa menghilang dari pandangan nya.


Setelah kepergian Desi, ayu melangkahkan kakinya menuju salah satu warung makan yang ada di depan kontrakan nya, dan memesan makanan yang akan di santap nya nanti malam. Tak lupa ayu membeli beberapa cemilan dan kopi untuk temannya saat mengerjakan tugas-tugasnya nanti malam. 


Seusai membayar, ayu mulai melangkahkan kakinya menuju kamar kost miliknya, ayu memasukkan kunci kamar dan memutar kunci hingga pintu bisa terbuka.  Ayu meletakkan semua barang bawaannya nya di atas meja lalu menutup pintu dan menguncinya kembali dari dalam. Ayu mengambil handuk miliknya dan mulai membersihkan kan diri. 


Setelah mandi, ayu mengenakan pakaian tidur nya dan mulai melaksanakan shalat. Sehabis sholat ayu menyantap makanan yang telah di belinya sambil membuka laptop jadul miliknya dan mulai mengerjakan pekerjaannya. 


Keesokan harinya ayu mulai merapikan seluruh kamarnya, dan menyuci baju miliknya. Setelah menyelesaikan semua tugasnya ayu merebahkan dirinya di atas kasur. 


Kring.


Ayu yang terbangun karena bunyi dering dari handphone miliknya langsung mengambil dan mengangkat nya. "Assalamualaikum." Jawab ayu.


"Wa'alaikum salam yu, elo baru bangun tidur ya?" Jawab dari seberang.


"Iya kenapa lun?" Tanya ayu yang masih setengah sadar.


"Temenin gue ke mall dong. Gue mau beli baju. Mau ya?" Ucap Luna 


"Ya elo mandi dulu sana. Gue 30 menit lagi sampai ke kostan elo nih." Jawab Luna.


"Ya udah tunggu gue ya. Gue siap-siap dulu." Jawab ayu.


"Siap gue tungguin ya. Assalamualaikum." Ucap Luna.


"Wa'alaikum salam." Jawab ayu sambil meletakkan handphone miliknya di sebelah bantal. 


Ayu bergegas memberanikan diri dan bersiap-siap untuk menemaninya Luna jalan-jalan ke mall. Setelah 30 menit, ayu berjalan menuju depan pagar kostan menunggu Luna. Tak beberapa lama mobil yang di bawa oleh Luna berhenti didepannya. Ayu langsung memutarin mobil dan membuka pintu mobil lalu duduk di sebelah Luna.


"Lama ya nunggu nya?" Tanya Luna.


"Enggak kok Lun, pas banget malah." Jawab ayu.

__ADS_1


"Syukurlah aku pikir kamu nunggu lama tadi." Ucap Luna.


"Enggak Luna. Oh ya emangnya kamu enggak ke cafe hari ini?" Tanya ayu yang bingung.


"Ke cafe kok, ini aja baru habis dari cafe. Aku baru ingat kalau nanti malam papa sama mama mengajak aku untuk makan malam dengan teman lamanya." Jawab Luna.


"Wih, roman-roman nya ada yang mau di jodohin nih. Aku berharap kamu dapat jodoh yang sesuai dengan keinginan kamu lun." Ledek ayu.


"Asyem kamu yu. Aamiin. Doa in saja siapa tahu papa dan mama jodohin aku dengan cowok yang sesuai dengan kriteria aku ya yu." Jawab luna


"Aamiin." Jawab ayu.


Sesampainya di mall, ayu dan Luna berjalan menuju salah satu butik. Luna mencoba beberapa gaun yang dia sukai. Setelah menemukan dress yang ingin di gunakan nya. Luna memilih salah satu dress yang sangat sesuai dengan karakter ayu. Dan menyuruh ayu untuk mencobanya. Tentu saja ayu menolaknya karena ayu tidak ingin di cap orang yang memanfaatkan sahabatnya. Tapi dengan bujuk rayu dan desakan dari Luna ayu terpaksa mencoba dress tersebut. 


Dress lengan panjang yang tidak terlalu menonjolkan lekuk tubuh milik ayu sangat cocok di gunakan ayu. Luna langsung meminta salah satu karyawan butik untuk membungkus nya dan membayar dress milik nya dan milik ayu.


Setelah menyelesaikan pembayaran ayu dan Luna berkeliling mengitari mall sambil melihat beberapa barang yang lucu dan unik. Tanpa di sadari oleh ayu, ayu menabrak tubuh seseorang sehingga dirinya hampir terjatuh. Untung saja orang tersebut dengan sigapnya merangkul tubuh ayu sehingga ayu tidak terjatuh ke lantai.


Ayu yang menyadari dirinya berada di dekapan seorang laki-laki sontak langsung menjauhkan dirinya. "Maaf mas, maaf saya tidak sengaja." Ucap ayu dengan membungkukkan badannya.


"Tidak apa-apa nona." Jawabannya.


"Pak max?" Ucap Luna.


Ayu yang mendengar nama max langsung mengangkat kepalanya dan melihat sosok laki-laki yang tadi sudah dia tabrak tersenyum kepada nya. "Apa kabar Bu Luna." Tanya max.


"Baik pak. Bapak kemari untuk berbelanja ya pak" tanya Luna basa basi.


"Iya..." Ucap max tanpa meneruskan perkataannya karena terdengar suara wanita yang sedang memanggil dan menuju kearahnya.


"Max. Kemana saja sih. Aku cari-cari, kok kamu malah ada disini." Tanya wanita itu yang tidak menyukai keberadaan ayu dan Luna saat dirinya melihat mereka.


Karena melihat wanita tersebut menunjukkan tanda ketidaksukaannya terhadap ayu dan Luna. Luna pamit undur diri dari hadapan max. "Kalau begitu kami pamit dulu pak. Permisi pak dan ibu." Ucap Luna sopan begitu pula dengan ayu.


Max yang menyadari hal tersebut menahan emosinya, karena max tidak menyukai apa yang telah di perbuat oleh wanita tersebut terhadap Luna dan ayu, terutama ayu.

__ADS_1


Sepeninggalan ayu dan Luna, max langsung melepaskan tangan sesil yang melingkar di tangan nya. Dan berjalan menjauhi wanita tersebut. Melihat max yang berjalan menjauhi dirinya sesil langsung bergegas menyusul max.


Ayu dan Luna berjalan menuju restoran karena mereka sangat kelaparan akibat berkeliling mengitari mall. Sesampainya di restoran Luna langsung memesan makanan untuk dirinya begitupun dengan ayu. Tak beberapa lama makanan yang mereka pesan telah tiba di hadapan mereka. Ayu dan Luna langsung menyantap nya dengan penuh semangat, karena cacing-cacing didalam perut mereka telah meronta-ronta untuk minta di isi. Sehabis makan, Luna berjalan menuju kasir untuk membayar semua tagihan makanan mereka. Sehabis membayar ayu dan Luna menuju basemen tempat mobil Luna di parkir.


__ADS_2