
Setelah mendengar ucapan ayu, max terdiam dalam pikiran nya "apa nona ayu sudah memikirkan nya dengan matang?"
"Sebaiknya nona ayu memikirkan nya kembali, saya akan memberikan apa pun yang nona ayu inginkan. Bahkan saya tidak mempersoalkan jika nona ayu menghabiskan semua uang milik saya untuk beli semua barang-barang yang nona ayu inginkan. Saya hanya ingin nona ayu menjadi istri saya dihadapan semua relasi-relasi saya, dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang akan menawarkan putrinya kepada saya. Bisa di bilang nona ayu sebagai tameng saya. Bagaimana?"
Braaaak
Mendengar ucapan max, emosi ayu bergejolak. "Maksudnya apa gue sebagai tameng dia. Memang nya gue ini apa an?" Batin ayu sambil melotot kearah max dengan penuh amarah.
"Maksud bapak apa bilang begitu? Memang nya bapak pikir saya ini apa? Bapak kan kaya? Seharusnya bapak bisa mencari wanita lain yang mau dengan semua harta kekayaan yang bapak punya." Omel ayu dengan penuh emosi.
"Tapi yang saya ingin kan untuk menjadi istri saya cuma anda nona ayu." Ujar max tenang
"Apa bapak pikir saya mau jadi istri bapak? Tentu saja tidak." Balas ayu
Mendengar jawaban ayu, urat diwajah max mengeras. Ingin rasanya max membawa ayu kedalam kamarnya agar wanita yang dia inginkan berada didalam genggaman nya. Hanya saja hati nuraninya melarang max untuk melakukan tindakan tercela itu. Dirinya masih memiliki dua orang putri yang sangat dia sayang. Jika slmax melakukannya bukan hanya putri-putrinya yang membencinya bahkan kedua orang tuanya juga akan membencinya. "Sabar max... Sabar... Ini semua cobaan... Tahan amarah mu max." Batin max menekan gejolak emosi didalam dadanya akibat penolakan dari ayu.
"Kalau begitu saya pamit undur diri dulu pak." Ucap ayu kepada mas setelah menekan emosi di dalam dada nya.
"Saya akan antar nona ayu pulang. Biar bagaimanapun saya bertanggungjawab atas keselamatan nona ayu." Jawab max
"Memang sudah seharusnya. Bapak harus wajib mengantarkan saya pulang. Kan bapak yang mengajak saya kemari." Ucap ayu angkuh
Mendengar ucapan ayu sudut bibir max berkedut. Max mengepalkan tangannya untuk meredakan emosi di hatinya. "Ini cewek bener-bener pengen di bawa ke kamar apa ya? Nantangin banget" batin max.
"Tapi sebelumnya bolehkan makanan yang belum di makan saya bawa pulang? Mubazir kalau enggak di habiskan." Dengan tidak ada malu nya ayu meminta max untuk membungkus makanan yang ada di meja. "Lumayan makanan enak buat di makan dirumah nanti." Batin ayu.
Bibir max berkedut untuk kedua kalinya, "tentu saja boleh nona ayu. Lukas tolong suruh pelayan untuk membungkus semua makanan supaya di bawa pulang sama nona ayu."
__ADS_1
Setelah pelayan selesai membungkus semua makanan yang sudah disuruh oleh max, max mengantarkan ayu hingga kedepan rumah kontrakan nya. "Terima kasih banyak atas traktiran nya pak max."
"Sama-sama, saya harap nona ayu mau memikirkan nya kembali."
Tidak mau mendengarkan jawaban dari ayu max menyuruh Lukas mengemudi mobil nya pulang ke rumah. Ayu yang di tinggalkan oleh max hanya terdiam, padahal dia ingin langsung menjawab. "Dasar laki-laki gila. Udah di bilangin enggak mau tapi masih saja maksa." Dumel ayu kesal.
Ayu masuk kedalam kamarnya dengan perasaan kesal, baru kali ini dia menemukan laki-laki yang mau menang sendiri. Sesampainya di kamar Ayu membersihkan dirinya. Air dingin membasahi tubuh nya membuat amarah ayu seketika hilang. Sehabis mandi ayu mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi hari nya ayu bekerja seperti biasanya, suasana dapur cafe yang sibuk membuat ayu bahagia. Ayu membersihkan dan memotong sayuran yang akan di gunakan oleh kepala koki. Suasana kafe sangat sibuk ada perjamuan makan karyawan kantor dan beberapa pelanggan yang datang menikmati waktu makan siang.
Karena kesibukannya didapur ayu melewatkan makan siang nya. "Mbak istirahat dulu, makan dulu nanti di lanjutin lagi kerjanya" ujar Indri salah satu karyawan yang bekerja di dapur
"Iya mbak, ayu makan dulu ya. Cacing-cacing didalam perut udah mulai demo nih." Jawab ayu sambil tersenyum.
"Iya gih sana makan dulu. Daripada nanti cacing nya berantem. Mendingan di isi dulu itu perut." Ujar Indri membalas guyonan ayu.
"Ayu!!"
"Loh bapak. Ngapain bapak disini?" Tanya ayu bingung. Dirinya yang baru berjalan dari dalam kafe karena sudah waktunya pulang. Kaget dengan kedatangan max yang tiba-tiba.
"Saya kemari mau antar kamu pulang " ungkap max.
"Enggak usah pak, rumah kontrakan saya Deket kok." Tolak ayu.
"Enggak apa-apa. Apa kamu sudah makan?" Tanya max.
"Belum pak, kenapa bapak mau traktir saya lagi?" Jawab ayu tanpa rasa sungkannya.
__ADS_1
"Jika kamu enggak keberatan."
"Baik lah pak." Ayu tidak menolak tawaran makan gratis. "Lumayan bisa irit uang makan" batin ayu.
Max mengajak ayu makan di salah satu restoran yang tidak jauh dari tempat kerja ayu. Max memesan sesuai dengan apa yang ayu pesan. Tak beberapa lama pesanan mereka sudah dihidangkan. Ayu yang memang sudah kelaparan langsung melahap habis makanan miliknya.
Sehabis makan max memesan makanan untuk di bawa pulang ayu. Lalu membayar semua makanan. Max mengantarkan ayu sampai kedepan rumah kontrakan ayu.
"Ayu, apa kamu sudah memikirkan ajakan saya?"
"Maksud bapak? Ajakan untuk menikah?"
"Iya"
"Maaf pak saya menolak. Bapak sudah tahu kan alasan penolakan saya?"
"Kalau saya bisa melakukan alasan yang kamu sebutkan. Apa kamu mau menerima saya?"
"Apa bapak yakin? Kalau bapak yakin. Mungkin. Akan saya pertimbangkan kembali. Tapi kalau bapak enggak yakin sebaiknya bapak lupakan saja. Saya tidak mau memaksakan apa yang saya percayai kepada orang lain. Bapak sebaiknya mengenal dulu dan mempelajarinya dengan baik dan memperdalamnya. Saya enggak mau bapak mengikuti kepercayaan saya hanya demi bisa menikah dengan saya. Saya mau bapak melakukannya demi diri bapak sendiri dan apa yang bapak percayai." Ucap ayu
"Baik lah, saya mengerti. Saya sudah mulai mengenal dan mempelajari tentang ilmu agama."
"Sebaiknya bapak mempelajari nya dengan orang yang lebih mengerti dan paham dengan ilmu agama. Boleh saja melalui buku. Tapi alangkah baiknya bapak juga belajar dengan yang lebih ahli. Itu sih masukan dari saya."
"Saya paham. Terima kasih sudah memberikan masukan kepada saya. Tapi kamu tidak keberatan kalau saya mengantar dan ajak kamu makan?"
"Ooh tentu saja tidak keberatan pak, saya malah senang karena saya bisa irit ongkos dan juga uang makan. Sebelumnya terima kasih ya pak udah traktir saya makan dan antar saya pulang " jawab ayu santai dan jujur. "ditraktir makan enak siapa yang mau nolak" batin ayu.
__ADS_1
Max yang mendengar jawaban ayu seketika sudut bibirnya berkedut.