Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Kedatangan Mbak Ratna


__ADS_3

Hari terus berlalu, ayu yang telah mengetahui kebenarannya mulai tidak memperdulikan permintaan ibu dan mbak nya. Setiap kali mbak ratna menghubungi ayu, tidak pernah sekalipun ayu mengangkat nya. Kebohongan yang telah dilakukan oleh ibu dan mbak ratna sangat menyakitkan bagi dirinya. Jika saja ibu lebih jujur dan bisa bersikap adil antara dirinya dengan ketiga saudaranya yang lain, jika saja ibu tidak menuruti kemauan mbak ratna mungkin ayu akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan ibunya. Tapi sekarang ayu sudah tidak memperdulikan semua itu. Ayu hanya ingin membuktikan kepada ibu dan bapak nya jika ayu pantas untuk bahagia.


Seperti biasa ayu berangkat bekerja setelah dirinya sarapan nasi uduk langganan nya. Rasa gurih dan lezat selalu membuat ayu ketagihan untuk membelinya. Ayu tidak pernah malu jika ia memesan dua piring sebagai pengganjal perutnya bahkan ayu meminta ibu penjual nasi uduk menyiapkan nya untuk bekal makan siang. 


Sesampainya di kafe, suasana masih terbilang sibuk karena banyak karyawan yang sedang membersihkan semua meja dan menata kursi, serta ada juga yang lagi membersihkan lantai. Ayu menyapa semua teman- teman kerjanya dan berjalan menuju ruang ganti pakaian yang terletak dilantai tiga yang sudah disiapkan oleh Luna. Ayu meletakkan tas nya ke dalam locker. 


Ayu berjalan dan turun menuju dapur, ayu membantu menyiapkan semua peralatan masak yang akan di gunakan nantinya. Ayu bekerja sebagai pembantu juru masak. Ayu mulai menyiapkan semua bahan-bahan makanan dan menyucikannya.


Ayu sangat gemar memasak, ketika salah satu yang membantu koki nya berhenti bekerja, Luna yang kebingungan meminta tolong kepada ayu untuk untuk membuat lowongan kerja melalui sistem online. Ayu yang memang bisa memasak, menawarkan dirinya membantu koki untuk sementara waktu. Untung saja ayu bisa mengikuti dan melaksanakan apa yang diminta oleh koki. Jadi Luna hanya perlu mencari karyawan yang bertugas sebagai pelayan. Sedangkan ayu memulai kerjanya sebagai asisten koki.


Seperti biasa suasana kafe sangat ramai, banyak pengunjung yang datang. Bukan hanya sekedar berkumpul bersama teman-teman mereka, tapi ada juga yang sekedar mengisi perut mereka. Ayu yang berada di dapur sibuk menyiapkan menu makan yang di pesan. 


Sore harinya, setelah semua pekerjaan beres ayu melangkahkan kakinya menuju kost-an nya. Sesampainya didepan kost-an ayu melihat mbak ratna berdiri di depan sebuah mobil. Seketika raut wajah ayu berubah drastis, ayu tahu tujuan kedatangan Mbak Ratna ketempat tinggalnya. 


"Mbak" tegur ayu.


"Baru pulang kamu, yu?" Jawab mbak ratna jutek.

__ADS_1


"Iya mbak, jam kerja ayu sampai sore. Mbak datang sendiri kesini? Gimana keadaan bapak dan ibu?" Tanya ayu


"Ohh.. mbak sendirian saja kesini. Bapak sehat, ibu masih sakit dan dirawat. Kamu kapan mau kirim uang buat ibu? Udah hampir dua Minggu loh. Kalau ibu enggak di operasi takutnya nanti malah penyakit ibu semakin tambah parah yu?" Ucap mbak ratna langsung meminta uang kepada ayu.


"Mbak tahu tempat tinggal ayu dari mana?" Tanya ayu heran.


"Ya dari ibu lah. Masa dari orang. Gimana yu? Kamu udah dapatkan uang nya?" Tanya mbak Ratna dengan juteknya karena ayu terlalu bertele-tele.


"Oh dari ibu... Mbak mau masuk dulu atau duduk dulu di bangku situ?" Tanya ayu sambil menunjukkan salah satu kursi bangku yang tersedia di depan kostnya.


"Maaf mbak, kalau 20juta ayu enggak punya. Ayu udah coba pinjam ke teman-teman ayu. Hanya saja mereka juga enggak punya uang segitu. Ayu cuma punya uang 500rb ini juga buat uang makan ayu." Jawab ayu berbohong.


"Loh kamu gimana sih yu? Kamu kan bisa kasbon sama tempat kamu bekerja? Mana alamat tempat kerjaan kamu? Biar mbak sendiri yang kesana buat minjam." Ucap mbak ratna mendesak ayu.


"Maaf mbak, ditempat kerjaan ayu. Karyawan tidak boleh kasbon sebelum bekerja selama satu tahun. Sedangkan ayu baru bekerja beberapa bulan. Kalau mbak masih nekat juga silahkan mbak datang saja ke alamat ini." Ujar ayu sambil menyerahkan satu brosur yang ada didalam tasnya. Ayu memang menyimpan brosur tempatnya bekerja karena ayu ingin mempromosikan nya ke beberapa kenalan yang pernah menggunakan jasanya.


"Hah.... Kamu ini gimana sih yu? Kan udah dari kemaren mbak minta nya? Lalu sekarang gimana dong masa sih kamu enggak mau usaha sama sekali?" Sewot mbak Ratna kesal, karena ayu tidak memenuhi keinginannya.

__ADS_1


"Ya ayu juga bingung mbak? Kenapa mbak enggak minjam dulu sama temen mbak atau pun mas? Kalau enggak mbak suruh mas jual mobil miliknya buat biaya pengobatan ibu." Jawab ayu.


"Apa? Gila kamu... Ogah mbak ngutang-ngutang sama temen-temen mbak. Bisa malu mbak nantinya. Dan mas juga enggak mungkin mau mobilnya dijual. Bisa-bisa mbak di bentak habis-habisan. Ogaaah." Jawab mbak Ratna dengan penuh kesalnya.


"Lalu gimana mbak? Ayu juga enggak tahu lagi musti cari kemana? Temen-temen ayu semuanya juga pada kesulitan keuangan. Lagi pula temen-temen mbak kan semuanya pada berduit." Jawab ayu dengan entengnya.


"Enak aja kamu kalau ngomong. Mbak nya malu kalau sampai minjam ke temen-temen mbak. Dah lah, mbak pulang dulu. Pokoknya mbak enggak mau tahu gimana caranya kamu harus dapat itu uang. Kalau sampai ibu kenapa-kenapa itu semua salah kamu." Jawab mbak Ratna emosi.


"Mbak, jangan semua di bebankan ke ayu dong. Mbak kan anaknya ibu juga. Lagi pula selama ini ibu selalu menuruti semua maunya mbak dan mas. Seharusnya mbak juga ikut membantu ayu dong. Ayu saja pusing mikirin. Kok mbak malah seenak-enaknya menyuruh ayu." Bantah ayu kesal dengan ke egoisan mbak Ratna 


"Kamu.... Arrrgh.. pokok nya mbak enggak mau tahu. Minggu depan uang nya harus ada." Ujar mbak Ratna sambil membuka pintu mobil dan menutup pintu dengan keras. Lalu menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil menjauh dari kost-an ayu.


"Astaghfirullah alazhim." Ucap ayu melihat sikap mbak Ratna.


Setelah kepergian mbak Ratna ayu terduduk di kursi depan kostnya, ayu benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi keluarga nya. Jika dia menuruti kemauan mbak Ratna, kemana ayu harus mencari uang segitu banyak. Uang tabungan miliknya masih lah sangat kurang. Belum lagi untuk mencukupi biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kemana ayu harus mencari uang sebanyak itu.


Terdengar alunan suara dari masjid membuat ayu tersadar dari lamunannya. Ayu bergegas masuk ke dalam kost-an menuju ke kamarnya. Dan bergegas membersihkan diri serta melaksanakan sholat. Seusai sholat ayu mengeluarkan laptop miliknya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang selama ini telah ayu tekuni demi mendapatkan uang tambahan.

__ADS_1


__ADS_2