Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Ajakan Pertemuan


__ADS_3

Sehabis belanja Luna mengantarkan ayu menuju kost-an. Sesampainya di depan pagar, ayu keluar dari mobil "Makasih ya lun."


"Sama-sama say. Selamat istirahat. Sampai ketemu besok.. oke" Luna pun mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya kembali menuju rumah.


Setelah kepergian Luna, ayu melangkahkan kakinya masuk menuju kamarnya. Ayu membersihkan dirinya dan mengganti pakaian tidur. Setelah membersihkan diri ayu mulai membuka laptop jadul miliknya dan mengerjakan semua pekerjaan yang belum selesai dia kerjakan, hanya tinggal beberapa pekerjaan yang harus ayu kerjakan. Menulis skripsi milik orang lain menambah wawasan ayu dan juga membuat laporan keuangan restoran milik Luna yang sudah Luna percaya ke ayu. Ayu mengerjakan dengan penuh semangat. Otak nya encer membuat ayu mudah untuk mempelajari semuanya dan menyerap semua ilmu yang di dapat.


Setelah semuanya selesai ayu mematikan tombol power laptop miliknya dan mulai berselancar ria di media sosialnya melalui handphone murah yang dia beli dulu sudah bertahun-tahun handphone miliknya menemani nya. Tanpa sengaja ayu melihat branda media sosial milik mbak Ratna dan juga keluarga nya. Mereka saat ini sedang berliburan di salah satu pulau yang sangat terkenal di Indonesia yang di sebut kebanyakan orang pulau Dewata. Pulau yang memiliki keindahan alam serta nuansa budaya yang banyak di sukai oleh wisatawan asing dan juga domestik, banyak turis yang berdatangan ke pulau tersebut.


Foto-foto yang menampilkan kebahagiaan satu keluarga membuat sesak dihati ayu. Ibu dan bapak sangat nampak bahagia, senyum bahagia yang tidak pernah mereka tunjukkan kepada ayu selama ini malah terpampang jelas di foto tersebut.


(Senang nya bisa berlibur bersama putra dan putri kesayangan kami. Sukses terus buat ketiga anak bapak dan ibu. Ibu dan bapak sangat menyayangi kalian.)


Jleb, hati ayu terasa perih. Seperti ada pisau yang mengiris-iris hatinya sakit tapi tidak berdarah. Ayu merasa dirinya bukanlah anak kandung bapak dan ibu. Apakah dirinya hanya anak yang dipungut oleh bapak dan ibu. Tidak tahan dengan foto kebahagiaan yang terpampang jelas di matanya ayu memencet tombol keluar dari aplikasi.


Air mata ayu mengalir dengan deras, sesak didalam dada membuat nya ingin berteriak. Sakit, sangat sakit. Ayu menangis dalam diam sambil memukuli dadanya yang sesak. Hingga tak lama ayu tertidur dengan air mata yang masih mengalir disudut matanya.


Suara-suara adzan mulai terdengar, ayu membuka kedua kelopak matanya. Ada jejak air mata di kedua sisi matanya. Mata nya merah karena menangis. Ayu memaksakan dirinya menuju kamar mandi dan membasuh mukanya dengan air, tak lupa pula ayu mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat.


Sehabis sholat ayu membersihkan dirinya dan memoleskan wajahnya dengan makeup. Dan mengenakan pakaian kerjanya. Selesai bersiap, ayu mengambil tas miliknya yang sudah dia rapikan. Dan keluar dari kamarnya menuju warung nasi uduk langganan nya.


"Bu, nasi kuningnya satu bungkus jangan lupa sambelnya. Makan disini saja. Minumnya es teh manis."


"Siap neng, nanti ibu siap kan."


Ayu duduk di salah satu meja di pojokan, tempat biasanya ayu duduk. Tak beberapa lama pesanan siap. Ibu warung meletakkan nya di atas meja, tak lupa pula es teh manis yang telah ayu pesan. Ayu langsung memakannya.


Selesai makan ayu membayar dan berjalan menuju tempat kerjanya. "Selamat pagi"


"Pagi mbak ayu. Sudah sarapan belum?"


"Sudah tadi sebelum kesini, saya sudah sarapan."


"Oh iya mbak ibu Luna sudah di ruangan nya. Tadi beliau bilang, kalau mbak sudah datang disuruh keruangan ibu Luna."

__ADS_1


"Ok, makasih ya udah disampaikan pesan nya. Kalau gitu saya keruangan ibu Luna dulu."


Ayu melangkahkan kakinya menuju ruangan Luna. Tidak biasanya Luna datang pagi-pagi. Biasanya Luna datang sebelum jam makan siang. Ada apa ya? Apa kah Luna sedang ada masalah? Ayu bertanya di dalam hatinya.


Sesampainya di depan pintu ruangan Luna, ayu langsung mengangkat tangan nya dan mengetok pintu didepannya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" suara Luna terdengar dari dalam. Ayu memegang gagang pintu lalu menekan serta mendorongnya kedalam. "Pagi ibu Luna, tadi kata nya saya disuruh keruangan ibu?" Tanya ayu setelah menutup pintu ruangan Luna.


"Duduk dulu, yu" Luna meminta ayu duduk di kursi yang ada didepan mejanya, ayu berjalan menuju kursi didepan meja Luna dan menariknya lalu menduduki kursi.


"Laporan yang kemarin yang aku kasih udah selesai dibuat kan yu?" Tanya Luna. "Udah Bu. Tinggal di print saja." Ayu membuka tas nya dan mengeluarkan laptop miliknya. Dan menyambungkan kabel printer ke laptop miliknya.


Ayu menyerahkan laporan tersebut diatas meja Luna.  Luna langsung memeriksanya. "Makasih ya yu." Ucap Luna bahagia. "Sama-sama Bu, kan itu tugas saya. Ada lagi yang musti saya kerjakan Bu?" Tanya ayu.


"Untuk saat ini belum ada. oh iya yu, kamu mau kan bantuin saya buat ngurusin laporan kafe? Manager yang kemarin ternyata udah mengelapkan dana kafe. Lumayan banyak uang yang telah dia gelapkan." Ucap Luna dengan wajah penuh dengan amarahnya.


"Maksud kamu, pak Setyo udah mengelapkan uang kafe lun?" Tanya Luna tidak percaya.


"Iya, pak Setyo udah mengelapkan uang milik kafe. Walaupun enggak banyak itu sudah merugikan kafe milik aku. Terlebih lagi pak Setyo ternyata memotong bonus gaji para karyawan. Dan anehnya para karyawan tidak menyadarinya. Untung saja aku langsung melihat laporan keuangan kafe dengan teliti. Dan ada banyak keganjalan dilaporkannya. Maka nya aku minta kamu untuk membuat ulang laporan tersebut."ungkap Luna yang penuh dengan amarah.


"Pak Setyo juga sudah aku pecat kemarin. Aku meminta pak Setyo untuk mengembalikan semua uang yang telah dia ambil."


"Syukurlah, kalau begitu. Sebenarnya kemarin waktu membuat ulang laporan keuangan. Aku sempat bingung. Kok ada beberapa angka yang tidak sesuai dengan data yang sudah kamu kasih ke aku. Malahan aku melihat ada kerugian di laporan tersebut."


"Tapi untung saja kamu sudah menyelesaikan nya." Ungkap ayu.


"Iya yu, gara-gara itu papa marah besar sama aku. Katanya aku enggak becus menjalankan kafe ini. Dan papa menyuruh aku untuk menerima lamaran laki-laki itu." Ungkap ayu dengan wajah sendu nya.

__ADS_1


"Ya ampu lun, yang sabar ya. Aku enggak tahu harus bicara apa sama kamu. Karena ini masalah keluarga kamu. Aku enggak berani ikut campur didalamnya." Ucap ayu.


"Enggak apa-apa yu. Kamu cukup dengerin aja keluh kesah aku. Dan bantu aku kasih solusi jika memang kamu bisa kasih solusi yang baik untuk aku. Jadi sekarang aku minta tolong sama kamu buat jadi manager sementara di kafe aku, sampai aku menemukan manager yang sesuai. Dan untuk masalah kamu di dapur. Kamu enggak usah khawatir. Kamu mau kan bantuin aku saat ini." Ucap Luna memelas.


"Iya lun, nanti aku bantuin kamu kok. Kamu tenang aja ya. Aku bisa kerjain saat pekerjaan aku didapur selesai."


"Aaah.... Syukurlah" Luna tersenyum dengan bahagia.


"Kalau begitu aku ke bawah dulu ya lun, siap-siap kerja dulu."


"Ya sudah kamu kerja dulu, nanti aku akan suruh orang buat kasih laporan ke kamu biar nanti bisa kamu kerjakan."


"Ok siap."


Ayu langsung berjalan kebawah menuju lokernya dan Menganti pakaian dinasnya dan berjalan menuju ke dapur untuk memulai pekerjaannya.


Sore harinya setelah Menganti pakaian, ayu siap-siap untuk pulang. Di depan kafe Lukas berdiri didepan mobil, Lukas melihat ayu yang sedang keluar dari dalam kafe. Lukas langsung berjalan ke arah ayu.


"Nona ayu"


"Maaf bapak siapa ya?"


"Perkenalkan saya Lukas asisten nya pak max. Kita pernah bertemu sebelumnya."


Ayu yang merasa tidak asing dengan tampang Lukas, menghenyitkan dahinya sambil mengingat-ingat wajah tersebut. "Ah... Pak Lukas, ada apa ya bapak mencari saya?" Tanya ayu setelah mengingat nya.


"Pak max ingin berbicara dengan nona ayu dan mengajak nona ayu untuk malam malam di restoran. Jika nona ayu tidak keberatan."


"Kalau boleh tahu, pak max ingin berbicara apa ya dengan saya?" Tanya ayu bingung.


"Untuk masalah apa nya saya kurang tahu. Jika nona ayu ingin tahu, sebaiknya nona ayu ikut saya menemui pak max. Bagaimana nona ayu?" Ujar Lukas dengan sopan.


Ayu yang penuh dengan kebimbangan, bingung untuk memutuskan. Karena kesan pertamanya bertemu dengan max sangatlah tidak menyenangkan. Tapi ayu sangat penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh max dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2