Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Mau nikah siri atau sah


__ADS_3

Setelah semuanya selesai ayu menyerahkan cek yang langsung di ambil sama ibu Aminah. Ayu tidak mau berlama-lama lagi tinggal di tempat yang membuat sesak dadanya. Ayu menyalami tangan kedua orang tuanya untuk yang terakhir kalinya. Dan segera keluar menuju mobil milik max.


Sesampainya di mobil ayu langsung menangis, ayu mengeluarkan segala sesak di dadanya. Max hanya duduk diam disampingnya. Max membiarkan ayu menangis terlebih dahulu sebelum menenangkan nya. Max keluar dari mobil saat melihat pengacara yang sedang berdiri didepan mobilnya dan membicarakan nya di luar mobil. "Terima kasih om atas bantuannya. Tolong semuanya om yang urus. Kalau ada berkas-berkas yang kurang om bisa langsung hubungi Lukas."


"Tenang saja max, om tahu kok. Kalau bisa sebaiknya kamu tenangkan ayu dulu. Kalau kamu butuh bantuan om, kamu hubungi om saja. Biar bagaimanapun Daddy kamu temen baik om."


"Iya om, terima kasih banyak. Salam buat Tante ya om."


"Nanti om sampai kan salam dari kamu. Om pamit dulu. Jaga diri kamu, dan jaga wanita itu. Walaupun ayu terlihat kuat diluar tapi sebenarnya ayu lemah di dalam. Kamu beruntung bisa mendapatkan wanita seperti ayu."


"Terima kasih nasehatnya om." Sambil Max menjabat tangan pengacara yang di kenalkan oleh Daddy nya kepada max.


Max menyalakan sebatang sigarete dan menghisapnya, max memberikan waktu yang cukup lama buat ayu menangis dan menunggu nya diluar mobil. Setelah tangisan ayu mereda, max kembali masuk kedalam mobil. "Kita pulang sekarang ya yu?"


"Ke.. kontrakan dulu max. Ayu mau ambil barang dulu."


"Enggak perlu yu, aku sudah suruh orang buat ambil semua barang-barang kamu disana."


"Hah... serius kamu max?" Tanya ayu kaget.


"Iya serius yu."


"Ya ampun... mati gue... mati gue..." teriak ayu panik.


"Kenapa yu?" Tanya max dengan wajah heran.


"Kamu... kamu kenapa ambil keputusan sendiri sih... issssh gemas deh... gimana sama pakaian dalam gue..." jawab ayu dengan kesal kepada max. Ayu enggak habis pikir kalau max akan mengambil tindakan tanpa bilang-bilang.

__ADS_1


Max yang mendengar kekesalan ayu hanya bisa menjawab dengan santai. "Udah kamu tenang saja, mengenai pakaian dalam. Kamu tinggal beli lagi kan bisa. Begitu saja kok repot sih."


Ayu hanya bisa memutar kedua bola matanya, "orang kaya mah bebas. Enggak punya tinggal beli, beda sama orang kere. Mikir-mikir dulu kalau mau beli." Batin ayu.


"Kamu lapar yu?" Tanya max sambil mengemudikan mobil miliknya.


"Hmmm lapar sih."


"Ya sudah kita pulang ya? Kebetulan aku sudah suruh Lukas buat antarin makanan kerumah."


"Hmmm...." jawab ayu singkat. "Ngapain juga nanya kalau udah situ siapin sih." Batin ayu ngedumel.


"Kamu kapan mulai masuk kerja lagi yu?"


"Mungkin beberapa hari lagi, aku mulai kerja. Kenapa?"


"Oh... ada pekerjaan kah?"


"Enggak aku mau ngurus masalah rumah tangga aku dengan Claudia." Jawab Max sambil mulai menceritakan semua masalah rumah tangga yang sedang max hadapin kepada ayu tanpa di kurangin atau di lebihkan. Max menceritakan apa adanya. Ayu hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan budiman buat max.


"Apa kamu enggak apa-apa aku tinggal sementara." Tanya max setelah menceritakan semuanya.


"Enggak apa-apa kok max. Kalau kamu balik, sebaiknya aku kembali ke kontrakan aku saja. Aku enggak perlu tinggal di tempat kamu." Ucap ayu menolak untuk tinggal ditempat max.


"Enggak yu, kamu harus tetap tinggal di tempat aku. Kamu enggak perlu memikirkan macam-macam. Aku enggak akan menelantarkan kamu. Aku akan tetap bertanggung jawab sama kamu. Aku sudah suruh orang buat siapin semua kebutuhan kamu. Jadi kamu tenang saja ok." Tolak max.


"Tapi max..."

__ADS_1


"Enggak ada tapi-tapian yu. Kalau kamu mau, kamu bisa ikut sama aku ke Amerika, gimana? Kamu mau enggak? Anak-anak aku mau berkenalan dengan kamu."


"Haaah.. serius max? Anak-anak kamu udah tahu tentang aku? Kok bisa?" Tanya ayu kaget dengan ucapan max.


"Ya bisa lah. Aku sudah cerita tentang kamu sama anak-anak dan juga ke dua orang tua aku. Mereka berharap kamu mau ikut sama aku kesana. Hanya saja aku takut jika Claudia mengetahui segala sesuatu tentang kamu. Claudia malah akan mempermasalahkan hubungan kita. Dan dia akan melakukan apa saja sama kamu." Jawab max jujur. Biar bagaimanapun max mementingkan keselamatan ayu untuk sekarang.


"Se.. baiknya aku tetap disini max. Aku belum siap jika harus berhadapan dengan istri kamu itu." Tolak ayu dengan perasaan takut biar bagaimanapun max masih berstatus suami orang. Walaupun max dan Claudia saat ini hubungan mereka sedang merenggang.


Sesampainya di penthouse, max mengajak Lukas untuk berbicara di dalam ruang kerjanya. Sedangkan ayu menyiapkan semua makanan yang sudah di beli oleh Lukas.


"Luk, segera siap semua nya secepatnya. Gue mau menikah dengan ayu sebelum kita balik ke Amerika." Ucap max saat berada di dalam ruangan.


"Iya tenang saja semua udah disiapkan kok. Elo mau status ayu gimana?"


"Gue mau ayu jadi istri gue." 


"Iya gue tahu. Elo mau ayu jadi istri gue. Tapi istri yang bagaimana? Istri sah secara hukum atau bagaimana mas bro."


"Ya secara hukum lah. Emang ada cara lain ya Luk?" Tanya max bingung. Karena max tidak pernah mengetahui tentang pernikahan secara siri.


"Ya ada lah. Elo bisa nikahin ayu secara siri. Tapi itu hanya akan merugikan ayu. Ayu hanya terdaftar sebagai istri elo secara agama saja. Jadi bagaimana?" Tanya Lukas mengulang kembali pertanyaan nya.


"Gue mau ayu terdaftar sebagai istri gue yang sah. Gue mau ayu mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan sebagai istri. Dan gue mau anak-anak gue nanti tidak bermasalah dalam segi hukum."


"Oke siap berarti gue harus segera minta pihak kita disana menyiapkan segala hal dengan sangat baik. Gue harus urus sekarang, gue enggak mau nanti Daddy dan mommy marah-marah sama gue. Apalagi Daddy dan mommy udah mengetahui tentang ayu. Keponakan gue yang cantik-cantik juga sudah memaksakan gue buat secepatnya mengurus semua itu." 


"Thanks ya Luk, sorry kalau gue ngerepotin elo terus buat bantu gue mengurus semuanya. Gue enggak mau sampai pihak Claudia mengganggu hubungan gue dan juga ayu. Gue enggak mau kejadian dulu terulang kembali. Gue hanya bisa mempercayai elo." Ucap max dengan rasa penuh penyesalan karena selama ini max merasa dirinya selalu merepotkan Lukas dalam segala hal.

__ADS_1


Max teringat akan hubungan nya dengan salah satu wanita sebelum max dipindahkan ke Indonesia oleh kedua orang tuanya. Max sempat dekat dengan salah satu wanita setelah Claudia memutuskan untuk meninggalkan max dan anak-anaknya serta memulai perselingkuhan antara Claudia dan mantan suaminya yang tidak max ketahui. Walaupun akhirnya perselingkuhan itu diketahui oleh max, hanya saja Claudia tidak mau max menceraikan dirinya. Max sudah menyerahkan seluruh harta atas nama miliknya kepada Claudia. Tetapi Claudia tetap menolaknya. Claudia akan melakukan segala macam cara agar hubungan max dan wanita tersebut kandas ditengah jalan. Claudia tidak segan-segan untuk menerornya atau bahkan mengancam wanita itu. Max sudah melakukan berbagai macam cara agar Claudia segera mau untuk melepaskan nya. Akan tetapi Claudia selalu mengunakan kedua putrinya sebagai alasan agar max tidak menceraikan dirinya. Dan mengancam akan membunuh dirinya sendiri. 


__ADS_2