Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Kemarahan Max


__ADS_3

Max yang emosi melihat tingkah laku sesil  membuat max ingin segera pergi meninggalkan nya. Setelah kepergian ayu dan Luna, max langsung segera melepaskan tangan sesil dengan kasar. Dan berjalan menjauhi sesil menuju mobil miliknya. Sesampainya dimobil, max langsung menyalakan mesin mobil dan meninggalkan mall menuju apartemen pribadinya yang berada di tengah kota. Sesil yang tidak mengerti akan perubahan sifat max membuatnya menjadi uring-uringan dan bergegas menyusul nya.


"Max... Max... Tunggu dong... Max..." Teriak sesil menyusul max sambil berlari mengejarnya sehingga membuat banyak orang yang memandangi mereka. Langkah kaki max yang panjang membuat dirinya harus berlari agar dapat menyusul max, di tambah lagi saat ini dia sedang mengunakan high heels.


Sesil yang tertinggal jauh dari max merasa kesal karena melihat mobil max yang sudah melaju dari tempat parkirnya. "Sialan Lo max, berani-beraninya gue di tinggal sendirian." Geram sesil.


"Awas saja nanti, saat elo minta jatah sama gue, elo harus mencium kaki gue baru gue akan kasih service yang sesuai dengan kemauan elo." Gumam nya kembali dengan rasa penuh percaya diri.


Sesampainya di apartemen, max langsung menghubungi Lukas. (Hallo max) sahut Lukas dari seberang sana.


*Percakapan dalam bahasa Indonesia saja ya kak. Pusing kalau harus menggunakan bahasa Jerman.


(Hmmm.) Jawab max


(Ada apa boss?) Tanya Lukas yang sudah mengenal max sedari kecil. Jadi Lukas sangat memahami bagaimana sikap dan sifat max luar dalam.


(Gue mau ganti sekretaris baru.) Ucap max.


(Hah... Maksudnya apa max?) Tanya Lukas bingung sambil memastikan kembali ucapan max.


(Gue mau elo pecat sesil dari kantor. Gue mau cari sekretaris baru.) Ucap max yang langsung mematikan telepon miliknya.


Lukas yang memang sejak dulu tidak menyukai hubungan max dan sesil, langsung tersenyum bahagia. "Akhirnya dipecat juga iblis wanita bermuka tebal." Gumam Lukas bahagia. 


Dengan segera Lukas melaksanakan apa yang telah max perintahkan kepadanya. Sekali max memerintahkannya maka Lukas harus segera melaksanakan semua perintah max. Max memiliki sifat yang sama dengan Daddy nya. Hanya saja Daddy max tidak berprilaku seperti max yang suka gonta-ganti pasangan bahkan suka celup sana celup sini.

__ADS_1


Sehabis menelepon Lukas, max terduduk di kursi dengan pandangan kosong. Sosok paras wajah milik ayu hadir didalam pikirannya. Bahkan sekelebat kejadian tadi membuat rahang wajah max mengeras akibat ulah sesil. Ingin rasanya max menarik dan memeluk tubuh milik ayu. Tapi max sadar, ayu bukan lah wanita murahan seperti wanita-wanita lain yang pernah datang dikehidupan nya.


Dengan perasaan yang penuh dengan kegalauan, max kembali menghubungi Lukas dan memintanya untuk mencari tahu tentang ayu. Lukas yang mendapatkan perintah dari max merasa bingung. 


(Elo serius max? Gue harus cari tahu tentang wanita itu?) Tanya Lukas


(Gue serius, gue mau semua data-data Tentang ayu sudah ada di tangan gue besok pagi) perintah max yang sudah tidak bisa di ganggu gugat.


(Ok, gue usahkan besok pagi sudah ada di tangan elo. Tapi gue minta satu hal sama elo. Jangan pernah elo merusak wanita baik-baik hanya karena nafsu elo saja.) Ucap Lukas.


(Gue tahu, gue enggak akan pernah merusak wanita baik-baik jika wanita itu tidak duluan yang menyerahkan dirinya. Gue juga punya anak perempuan jadi gue juga paham akan hal itu. Lagi pula elo tahu sendiri yang menyerahkan dirinya sendiri ke gue ya wanita-wanita itu kan? Bukan gue) ujar max. Lukas yang tahu akan kebenarannya sependapat dengan apa yang max bicarakan. 


Jika bukan wanita-wanita itu yang duluan menyerahkan dirinya maka mana mungkin max akan mau. Istilah kata mana ada sih kucing yang menolak di kasih ikan. 


(Ya sudah nanti gue akan mencari tahu semua tentang ayu. Gue berharap ayu bisa merubah sikap dan sifat elo. Kalau begitu gue tutup dulu masih banyak pekerjaan yang harus gue lakukan. Belum lagi sesil sedang membuat ulah di kantor.) ucap Lukas.


(Biasalah, sesil enggak menerima jika dirinya di pecat. Dia ingin mendengar langsung dari mulut elo kalau dia dipecat. Kalau cari pasangan yang sehat kek. Jangan wanita sakit seperti sesil, yang merasa dirinya seperti nyonya di perusahaan) terang Lukas dengan kesal akibat ulah sesil.


Max yang mendengar kekesalan Lukas hanya tersenyum kecil. Bagi max, Lukas bukan hanya sebagai seorang asisten tapi juga seorang kakak yang akan selalu menasehati, menjaganya dan melindunginya.


(Sudah biarkan saja. Kalau gitu, gue tutup dulu telepon nya. 30menit lagi gue akan kekantor, siapin aja semua berkas-berkas yang bakalan gue periksa dan tanda tanganin.) Ucap max. Lukas yang mendapatkan angin segar dari max tersenyum bahagia. Akhirnya dirinya akan terbebas dari semua berkas-berkas yang sudah menumpuk di mejanya yang membuat otaknya panas dan mengeluarkan asap tebal.


(Baiklah) ucap Lukas yang langsung segera mematikan telepon dari max.


Max meletakkan handphone miliknya diatas meja, dan berjalan menuju kamar mandi miliknya. Max segera membersihkan dirinya dan mengganti baju kerja miliknya. 30 menit kemudian max bejalan menuju parkiran mobil dan mulai melajukan mobil miliknya menuju kantor. 

__ADS_1


Sesampainya di kantor pemandangan yang sangat memalukan terpampang jelas di hadapan max, sesil dengan penampilan yang acak-acakan terus memaki semua orang yang berusaha untuk mengusir nya dari dalam kantor. Sesil yang melihat max, langsung segera merapikan pakaian nya dan berjalan kearah max dengan angkuhnya.


"Max...." Ucap sesil bahagia dan merangkul tangan max dengan tangan nya.


"Kenapa kamu masih ada disini?" Tanya max jengah seraya melepaskan rangkulannya.


"Loh kok kamu nanya begitu sih max, jelas saja aku masih disini. Bukan kah aku masih sekretaris kamu dan juga pacar kamu max?" Ucap sesil yang mulai tersulut emosinya.


"Bukan kan aku sudah menyuruh Lukas untuk memecat kamu?" Ujar max geram.


"Oh jadi kamu yang menyuruh Lukas untuk memecat aku? Kenapa max? Kenapa kamu memecat aku?" Dengan penuh emosi sesil berteriak di depan max. Sehingga membuat semua orang yang berada di sana memandangi mereka. Semua mata tertuju kepada sesil, banyak yang tidak suka dengan sikap arogan sesil yang selalu mengembor-gemborkan jika dirinya akan menjadi nyonya di perusahaan itu.


"Kenapa? Karena aku sudah tidak membutuhkan kamu lagi untuk berada di perusahaan ini. Bahkan. Semua tugas pekerjaan tidak pernah kamu kerjakan dengan benar." Ucap max


"Hahahaha... Kamu bilang aku tidak melakukan tugas aku dengan benar? Bukan kah selama ini aku selalu melakukan tugas aku dengan benar, melayani kamu di ranjang? Bahkan aku melayani kamu saat dikantor dan dimana pun yang kamu mau?" Ucap sesil penuh dengan emosi bahkan membeberkan semua urusan pribadi mereka di hadapan semua orang. Sontak semua karyawan membicarakan mereka sambil berbisik-bisik.


"Cukup sesil. Kamu saya pecat. Mulai detik ini kamu sudah tidak perlu untuk datang ke perusahaan lagi. Satpam bawa wanita ini pergi dari kantor ini. Saya tidak mau melihat wanita ini lagi berada didalam perusahaan." Perintah max.


Satpam yang dari tadi berada disana langsung menarik sesil keluar dari dalam perusahaan. Sesil yang mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan menurut nya langsung meronta-ronta. Setelah max menyuruh para satpam untuk mengusir sesil, max melangkahkan kaki nya menuju lift. 


"Max...."


"Max...."


"Kami enggak bisa memecat aku dan memperlakukan aku seperti ini... Aku pacar kamu max... Max..." Teriak sesil.

__ADS_1


"Brengsek, awas kamu max.. aku akan menghancurkan kamu.." teriak nya lagi.


Orang-orang yang menonton kejadian itu tidak ada satu pun yang merasa iba terhadap sesil, mereka bahkan memandang rendah sesil dengan tatapan mencemooh. Selama sesil bekerja di perusahaan, sesil bersikap sombong dan arogan sehingga banyak rekan kerjanya yang tidak menyukai nya. Terlebih lagi saat sesil dekat dengan boss mereka. Membuat mereka muak bahkan sesil selalu membuat beberapa rekan kerjanya kehilangan pekerjaan akibat fitnah yang dibuat oleh sesil.


__ADS_2