
Ayu hanya bisa menahan gejolak emosi di dirinya. Ayu mencoba untuk menenangkan dirinya dengan menarik nafas beberapa kali. Ya tuhan cobaan apa lagi ini.
Setelah tenang ayu memutuskan untuk kembali pulang ke kontrakannya, sesampainya di kontrakan ayu langsung membersihkan dirinya dan memakan sarapan yang telah ayu beli saat kembali pulang tadi. Selesai sarapan ayu membersihkan seluruh kamarnya dan membuang sampah yang tersisa.
Ayu merebahkan dirinya di atas kasur sambil memikirkan semua masalah yang sedang ayu hadapin. Ayu melihat mobile banking miliknya dan mengecek saldo yang tersimpan. "Hanya ada dua puluh lima juta rupiah. Haaah kalau dikirim ke ibu semua sudah tidak ada lagi uang yang tersisa di rekening. Hadewh gimana ini..." Gumam ayu lirih sambil memikirkan gimana hidupnya untuk bulan ini dan bulan depan.
Dengan kegalauan ayu, ayu berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan uang tambahan untuk kelangsungan hidupnya. "Masa sih gue harus minta sama max? Enggak mungkin dong. Max enggak ada kewajiban untuk memberikan gue uang walaupun ada perjanjian antara gue dan max. Dan juga Gue belum menikah sama max kan?" Batin ayu.
"Pinjam sama Luna? Enggak enak juga kalau gue minjam sama luna. Utang gue kemaren juga belum gue lunasin. Arggggh..." Kesal ayu sambil berguling-guling di atas kasurnya hingga ayu terjatuh di lantai.
Gedebuk...
Aaaah.. sakit...
Ayu terjatuh dengan posisi tengkurap, Untung saja kepalanya tidak terjedot ke lantai. Hanya kedua tangan nya dan kedua kakinya yang sakit akibat menahan beban tubuhnya. Ayu mendudukkan tubuhnya dan menggosok kan siku tangannya yang sakit.
"Sialan.. sakit banget" gumam ayu kesal.
"Kenapa sesial ini sih hidup gue."
"Masa gara-gara berguling-guling badan gue sakit semua. Dasar lantai sialan." Maki ayu sambil memukul lantai yang tidak bersalah meluapkan semua kekesalannya.
Ayu merasakan telapak tangannya sakit karena ayu memukul lantai yang tidak bersalah. Dan memandangi telapak tangannya yang memerah akibat ulahnya sendiri. Aaaaaah.
Ting
Ayu mengambil handphone miliknya dan melihat pesan yang masuk, "max?" Gumam ayu. Ayu langsung mengklik pesan tersebut.
(Yu, lagi apa? Kamu sudah makan siang belum? Kalau belum mau saya makan siang bareng saya?)
Ayu langsung mengetikkan beberapa kata untuk membalas pesan dari max. (Lagi mumet... Belum makan... Boleh makan dimana?) Balas ayu singkat.
(Mumet kenapa? Memang nya kamu enggak jadi pulang ke kampung?)
(Enggak jadi pulang, bapak kakinya keseleo.)
__ADS_1
(Kalau gitu saya jemput kamu di kontrakan ya?)
(Jemput aja)
Ayu langsung mengganti pakaian dan merapikan dirinya yang tadi berantakan karena uring-uringan akibat kegalauan nya sendiri.
Tak beberapa lama ayu menerima pesan dari max. (Saya sudah di depan kontraka.) Ayu segera meraih tas selempang miliknya dan segera keluar dari kamarnya tak lupa ayu mengunci kamar dan memasukkan kunci kedalam tasnya. Ayu berjalan menuju depan kontrakan, dilihatnya mobil mewah miliknya yang sudah terparkir didepan kontrakan. Ayu membuka pintu depan mobilnya, dan mendudukkan dirinya di kursi depan.
"Sudah siap?" Tanya max.
"Sudah." Jawab ayu singkat. Ayu memasang sabuk pengaman. Karena diwajibkan buat pengendara mobil dan penumpang mengenakan sabuk pengaman agar tidak di tilang polisi. Hahahah..
Max melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, "mau makan dimana yu?" Tanya max.
"Dimana aja boleh." Jawab ayu pendek sambil melihat kearah samping.
"Kamu kenapa yu? Kok jawabnya singkat terus?" Tanya max heran.
"Enggak apa-apa. Lagi bad mood aja kok."
"Enggak apa-apa kok. Kalau pun ada masalah, cuma masalah keluarga."
Jawab ayu yang enggan menyebutkan masalahnya kepada max. Max yang mendapatkan jawaban dari ayu hanya bisa menghenyitkan kedua alisnya.
"Yu, kalau ada masalah kamu bisa cerita ke saya. Siapa tahu saya bisa bantu kamu." Ungkap max.
"Aku mau jual keperawanan ku max?" Jawab ayu langsung spontan tanpa sadar. Ayu sedari tadi melamun memikirkan gimana caranya agar ayu bisa mendapatkan uang dengan cepat tanpa harus utang sana sini.
"Haaaaah." Max yang terkaget dengan jawaban ayu yang langsung menginjak rem mobil. Sehingga mobil berhenti mendadak. Ayu yang lagi melamun kaget akibat ulah max yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.
Tit.. tit.. bunyi klakson mobil mulai terdengar dari belakang. Max yang tersadar mulai melanjutkan kembali mobilnya dan memilih untuk berhenti di pinggir jalan.
"Maksud kamu apa yu tadi bilang seperti itu?" Tanya max setelah mematikan mesin mobil.
"Lah kok berhenti disini max?" Tanya ayu bingung.
__ADS_1
Max memutar kan bola matanya, karena ayu mengalihkan pertanyaan. "Kamu jawab dulu pertanyaan saya ayu. Maksud kamu apa tadi bilang seperti itu?" Ulang max lagi.
Ayu tergugup karena max masih membahas apa yang tadi ayu ucapkan tadi. Max terus menunggu jawaban ayu sambil memandangi wajah ayu yang terlihat gugup. "Jawab saya ayu. Maksud kamu apa berbicara seperti itu?" Ulang max kembali.
"Aku... Aku... Aku..."
"Aku? apa ayu?"
"......"
Max yang melihat ayu memainkan jari-jari tangan nya sambil menundukkan kepalanya karena gugup hanya bisa mendesah pelan. Haaaaah...
"Saya akan beli keperawanan kamu seharga lima miliar, tapi kamu harus tinggal serumah dengan saya sekarang tanpa harus menikah dan mengenai perjanjian yang sudah kita sepakati, saya anggap batal. Bagaimana? Apa kamu setuju? Kalau kamu setuju saya akan langsung memberikan uang nya sekarang?"
Ayu yang mendengar ucapan max hanya bisa menatap kakinya tanpa berani melihat kearah max. Ayu menyadari ucapannya akan membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri. Ayu merasa harga dirinya hilang tak berbekas.
"Bagaimana? Apa kamu setuju? Kalau kamu setuju saya akan bawa kamu langsung ke mansion milik saya. Dan kita memulai transaksi. Kamu menyerahkan keperawanan kamu kepada saya. Dan saya akan memberikan uang nya langsung ke kamu?" Tanya max kembali.
Ayu bingung untuk menjawab pertanyaan dari max. Jika saja kedua orang tua bisa memahami tentang keadaan dirinya dan tidak memaksa kehendak mereka terhadap ayu. Mungkin ayu tidak akan memilih jalan buntu seperti ini. Ayu masih berperang terhadap dirinya sendiri. Max yang melihat ayu masih terdiam, segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju mansion miliknya.
Sesampainya di apartemen mewah yang terletak di pusat kota. Max yang sudah memakirkan mobilnya langsung mematikan mesin mobil. Max masih melihat ayu yang masih diam dengan tatapan kosong. Ayu masih berperang dengan dirinya sendiri. Max memegang tangan ayu. Mendapatkan sentuhan tangan yang dingin dari max, ayu tersadar. Ayu melihat keadaan disekitarnya nya. Terdapat banyak mobil yang sedang terparkir didepan.
"Sudah sadar?"
"Ini dimana?"
"Di pakiran mobil apartemen."
"Kok ke apartemen? Bukan kita mau makan siang?"
"Bukan nya kamu mau jual keperawanan kamu?" Tanya max balik.
"Ahhh.. itu..."
"Kenapa kamu enggak jadi menjualnya?" Tanya max sambil menatap wajah ayu yang mulai memerah akibat malu.
__ADS_1
Ayu menundukkan wajahnya yang merah karena malu akibat ulahnya yang berbicara spontan tadi.