Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Malakukan nya


__ADS_3

Setelah pesan nya terkirim ayu langsung segera mematikan handphone miliknya dan memasukkan nya kedalam tas. Ayu sudah membuat keputusan ini, apapun yang akan terjadi ayu harus siap menerima konsekuensinya.


Clek.


Max keluar dari kamar dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek sambil mengusap usap kepalanya yang basah habis keramas. "Enggak dimakan yu cemilannya?" Tanya max bingung karena ayu tidak menyentuh sedikit pun cemilan di atas meja.


"Hehehe.. lupa max." Jawab ayu sambil nyengir.


"Dimakan lah yu, sebentar lagi Lukas sampai kok." Tawar max sambil duduk di kursi sofa.


Tok..


Tok..


Tok..


Max berjalan kearah pintu dan membuka pintu, terlihat Lukas yang berdiri dengan beberapa kantong plastik yang berisi makanan lalu menyerahkannya kepada max.


"Masuk dulu Luk?" Tawar max


"Gue langsung balik saja dulu. Lagi banyak kerjaan di kantor. Elo enggak kekantor lagi?" Tanya Lukas.


"Kayak nya enggak Luk, lusa saja gue ke kantornya. Untuk berkas-berkas, nanti gue tanda tangan in pas masuk kerja. Gimana sama pengacaranya? Udah elo hubungi kan?"


"Udah, ini surat perjanjian buat ayu dan orang tuanya. Tinggal di tanda tangani saja. Nanti tinggal diserahi ke pengacara." Jawab Lukas sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.


Max mengambil amplop dari tangan Lukas, "thanks bro."


"Gue balik kekantor dulu. Inget pesan gue, jangan sakiti hati perempuan." Pamit Lukas sambil menasehati max.


"Tenang saja, kali ini gue serius kok. Semua tergantung dari perempuan nya."


Setelah kepergian Lukas, max masuk kedalam sambil menenteng bungkusan makanan, dan menyiapkan nya di atas meja. Tak lupa pula max menyerahkan amplop coklat kepada ayu. Ayu mengambil amplop dan membuka nya.


"Ini buat apa max?" Tanya ayu bingung.

__ADS_1


"Buat di tandatangani sama keluarga kamu yu. Kamu baca dulu perjanjiannya, kalau ada yang kurang kamu bisa bilang sama saya biar di perbaiki kembali."


Ayu membaca isi perjanjian dengan serius, seusai membacanya ayu memasukkan nya kembali ke dalam amplop. "Gimana yu? Ada yang mau di perbaiki?" Tanya max.


"Enggak ada max. Udah cukup kok."


"Ya sudah kalau begitu kita makan dulu."


Max mengajak ayu ke ruang makan, ayu melihat banyak kotak makanan diatas meja. "Dimakan yu, kalau kurang masih banyak kok makanan nya." Tawar max sambil duduk dan membuka salah satu kotak makanan.


Hmmm...


Ayu duduk di salah satu kursi di depan max dan membuka kotak makanan. "Ayam geprek?" Gumam ayu bahagia.


"Kamu suka yu?" Tanya max


"Suka banget max. Kok tahu saja sih kesukaan aku? Makasih ya max." Jawab ayu sambil tersenyum.


"Sama-sama "


Sehabis makan ayu merapihkan semua bungkus makanan dan membuang nya di tempat sampah, lalu mencuci tangannya di wastafel. Setelah selesai ayu kembali duduk di sofa.


"Yu, boleh minta nomor rekening kamu?"


"Boleh."


Ayu menuliskan beberapa angka di kertas kosong yang sudah dikasih oleh max. Dan menyerahkan nya kepada max. Max mengirimkan nya kepada Lukas dengan cara di foto.


"Kamu tunggu sebentar ya yu. Nanti uang nya akan langsung masuk kedalam rekening kamu."


"Makasih ya max."


"Sama-sama".


Karena suasana yang canggung, max menyalakan televisi. Max berusaha untuk mengontrol dirinya di hadapan ayu. Begitupun dengan ayu, ayu berusaha untuk tetap tenang. "Hmmmm yu, gimana sama pekerjaan kamu? Apa kamu mau bekerja di perusahaan saya?" Tanya max memecah keheningan.

__ADS_1


"Pekerjaan baik kok max. Untuk saat ini ayu masih betah kerja di kafe, walaupun gaji ayu bisa dibilang lumayan. Itu cukup untuk sebulan. Ayu juga ada pekerjaan sampingan pengetikan. Dan hasilnya juga lumayan buat tambahan." Jawab ayu jujur.


"Oh... kalau kamu tertarik kamu bisa bekerja di perusahaan saya. Saya bisa memberikan gaji yang cukup besar dan juga posisi yang bagus buat kamu."


"Enggak usah max, ayu hanya lulusan sekolah menengah atas dan rencananya ayu pengen melanjutkan kuliah ayu dan membuka usaha sendiri. Tapi ya gitu, itu cuma rencana ayu. Heheheh"


Ting.


Ayu membuka handphone miliknya dan melihat notifikasi yang muncul di beranda. (Telah dikirim uang sebesar lima miliar dari rekening 5533xx). Ayu membuka aplikasi mobile banking nya dan memasukan id dan kata sandinya. Ayu mengecek saldo didalam rekening nya. Mata ayu membulat melihat nominal yang tertera di dalam rekening nya. Lima miliar dua puluh lima juta rupiah.


Ayu spontan melihat ke arah max, "kenapa yu? Udah masuk ya uang nya?" Tanya max.


"Udah masuk max. Terima kasih ya?"


"Hmmm kalau begitu kamu bisa memberikan uang itu besok sama keluarga kamu. Dan meminta mereka untuk menandatangani surat perjanjian nya. Besok saya akan mengantar kamu kok." Tawar max.


"Makasih max... terima kasih banyak."


Ayu yang bahagia tanpa sadar memeluk tubuh  max, dan mencium pipi max. Max yang terkejut dengan reaksi ayu terdiam kaku. Ayu yang tersadar dengan kelakuanan nya, terdiam dan canggung. Max yang tidak ingin melewatkan kesempatan emasnya langsung memegang tengkuk ayu dan mencium bibir ayu. Ayu yang mendapatkan ciuman di bibir nya, terdiam kaku. "Kamu ikutin saya yu?" Ucap max yang matanya mulai terbawa suasana. Ayu pun mengikuti gerakan max yang awalnya kaku menjadi seirama dengan max serta membalasnya.


Max mengeksplor seluruh gigi ayu, tangan max mulai gentayangan di tubuh ayu. Ayu yang mendapatkan sentuhan dari max tubuh ayu kaku. Ayu merasakan sesuatui yang belum pernah ayu rasakan. Ciuman max mulai turun dari bibir ke tengkuk ayu, perasaan geli mulai muncul dari dalam diri ayu. Max yang mulai berg*ir*h menggendong ayu dan membawanya kedalam kamarnya. Max meletakkan ayu diatas kasur dan melanjutkan aksinya, "kamu siap ayu?" Tanya max yang sudah berg*ir*h.


Ayu menganggukan kepalanya memberikan jawaban kepada max. Max melepaskan seluruh pakaian dari tubuh ayu dan tubuhnya. Max memberikan sentuhan sentuhan yang membuat ayu serasa terbang ke atas awan. Suara erangan mulai keluar dari mulut ayu. Membuat max tambah berg*ir*h.


Saat max mulai melakukan aksinya saat ayu sudah mulai basah. Ayu merasakan sakit yang luar biasa. Ayu mencengkram pundak max dengan kuat. "Kamu tenang saja ayu, saya tidak akan menyakiti kamu. Terima saya di dalam tubuh kamu. Kamu nikmati saja ayu." Ucap max di telinga ayu. Ayu menganggukkan kepalanya dan mulai menenangkan tubuh dan pikiran. Melihat ayu yang sudah mulai bisa menerima, max menekan dengan kuat.


Arrrgh...


Max menerobos masuk dalam tubuh ayu yang sempit dan k*ncang. Ini yang pertama kali buat ayu, max mencium bibir ayu dengan lembut dan memberikan sentuhan kepada ayu sambil mulai melancarkan aksinya dengan pelan. Suara mulai terdengar dari mulut ayu, max memacu kecepatan nya. Bunyi suara terdengar kembali di setiap max melancarkan aksinya. "aku mau keluar max."


"Keluarkan saja ayu." Jawab max


"Aaaaaaahhhh..."


Max merasakan jepitan yang sangat kuat, max merasakan dirinya juga ingin melepaskan sesuatu dan langsung mengeluarkan lahar panas.

__ADS_1


Ayu yang sudah penuh dengan keringat, dan beberapa air mata yang keluar dari sudut matanya terkulai lemas. Max mencium sudut mata ayu dan bibir ayu. "Terima kasih ayu. Kamu istirahat dulu." Ucap max. Ayu menganggukkan kepalanya karena lemas. Max mengeluarkan dengan pelan dan menutupi tubuh ayu dengan selimut. Max merebahkan tubuhnya di samping ayu dan meletakkan tangannya di bawah leher ayu serta memeluk nya.


__ADS_2