Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Cantik


__ADS_3

Ayu yang sudah penuh dengan keringat, dan beberapa air mata yang keluar dari sudut matanya terkulai lemas. Max mencium sudut mata ayu dan bibir ayu. "Terima kasih ayu. Kamu istirahat dulu." Ucap max. Ayu menganggukan kepalanya karena lemas dengan pelan dan menutupi tubuh ayu dengan selimut. Max merebahkan tubuhnya di samping ayu dan meletakkan tangannya di bawah tengkuk ayu serta memeluk nya.


*****


Pagi harinya ayu terbangun, ayu merasakan tangan hangat yang sedang memijat salah satu gundukan ditubuhnya. Tanpa sadar ayu mengeluarkan suara erangan yang sangat merdu miliknya. Max yang sejak tadi terbangun dari tidurnya mengurut lembut gundukan ayu dan memainkannya dengan lembut tak lupa pula max mencium punggung ayu yang polos.


"Engh .. max .."


"Hmmmm..." max memutar badan ayu dan mencium bibir ayu yang terbuka sedikit.


Max mulai memainkan lidahnya kedalam mulut ayu. Max mulai melancarkan serangan nya kembali. Entah sudah berapa lama ayu hanya bisa menerima semua yang max lakukan terhadap dirinya. 


Setelah selesai dengan kegiatannya max menggendong ayu yang sudah terkulai lemas dan berjalan menuju kamar mandi, max meletakkan ayu kedalam bathtub dan mengisi air hangat untuk ayu berendam. Air hangat membuat seluruh tubuh ayu nyaman dan rileks. Melihat ayu yang sedang berendam, berjmax menuju shower di sebelah bathtub untuk segera membersihkan dirinya. 


Setelah membersihkan diri, ayu mengambil handuk dan menyeka air di tubuhnya dan menutup tubuhnya yang polos begitupun dengan max yang hanya menutupi tubuh bagian bawahnya. Sedangkan perut nya yang terbentuk kotak-kotak terpampang jelas di mata ayu. Max ingin menggendong ayu kembali. Hanya saja ayu menolaknya, ayu malu dengan tindakan max yang menurut ayu terlalu berlebihan. Rona merah di pipi ayu membuat max ingin kembali memakannya. Hanya saja max masih berusaha untuk berpikir dengan jernih, "kamu sudah lapar yu?" Tanya max.


"I..iya max" jawab ayu gugup.


"Baju untuk kamu sudah aku siap di atas kursi, kamu pakai ya. Tadi pagi Lukas sudah memberikannya kepadaku." 


"Makasih max. Memang kamu tahu ukuran tubuh ayu?" Tanya ayu bingung.


"Ya tahu lah, tadi malam kan aku sudah melihat dan mengukur nya "

__ADS_1


Blusssh, mendengar jawaban max yang gamblang sontak membuat rona merah di seluruh wajah ayu terlihat seperti tomat yang sudah matang.


Ayu yang malu ingin segera berlari mengambil pakaian yang baru dibeli oleh max, hanya saja ayu merasakan sakit dari bawah tubuhnya dan ayu masih sedikit lemas akibat aktivitas mereka semalam. Ayu hanya bisa berjalan pelan sambil menahan sakit. Max yang melihat ayu seperti itu langsung segera menggendong ayu dan meletakkan nya di atas kasur. Max mengambil paper bag berisi pakaian baru untuk ayu dan memberikan nya kepada ayu.


"Makasih max."


"Masih sakit ya?" Tanya max.


"Iya masih. Tapi enggak apa-apa kok."


"Kamu pakai dulu bajunya dan tunggu disini, aku mau menyiapkan sarapan buat kita. Kamu mau makan apa?" Tanya max.


"Kamu mau masak? Memangnya kamu bisa masak?" Tanya ayu balik.


"Lalu??"


"Ya dipesan lah ayu. Zaman sekarang kan bisa pesan makanan lewat online. Tadi aku sudah pesan makanan, hanya tinggal nunggu. Sebentar lagi juga sampai kok." Terang max sambil mengenakan pakaian di tubuhnya lalu pergi keluar kamar untuk segera mengambil sarapan buat mereka yang sudah sampai.


Setelah kepergian max, ayu mengambil pakaian dari dalam paper bag dan mengenakan nya. Dress pendek sebatas lutut berwarna peach dengan lengan pendek serta sepasang pakaian dalam wanita yang berwarna cream melekat sempurna di tubuh ayu. Ayu menyisir rambut nya yang masih sedikit basah dan menggerai nya. Lalu ayu berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan. Ayu melihat max yang sedang memindahkan kotak makanan ke atas meja.


Max yang memang pendengarannya cukup tajam tahu kalau ayu sedang berjalan mendekati nya. Max memalingkan wajahnya dan melihat ayu yang sangat cantik mengenakan pakaian yang telah diberikannya. Max terpanah melihat ayu, ayu yang melihat max sedang memandangi nya hanya bisa tertunduk malu dengan rona merah di wajahnya.


"Kenapa?" Tanya ayu gugup.

__ADS_1


"Kamu cantik yu." Jawab max jujur. Max berjalan mendekati ayu dan menjulur tangannya kebelakang tengkuk ayu, lalu menariknya dan  mencium bibir ayu dengan lembut. Ayu terkejut dibuatnya, ayu hanya bisa terdiam kaku tanpa membalasnya. Max melepaskan ciumannya dan memandangi wajah ayu dengan lembut. 


"Kita makan dulu yuk? Kamu pasti sudah laparkan?" Tanya max sambil mengandeng tangan ayu dan menuntun nya menuju meja makan. Ayu hanya menganggukan kepalanya. Max menarik kursi untuk ayu, ayu mendudukkan dirinya diatas kursi yang sudah di tarik oleh max.


Max duduk di hadapan ayu. Max membuka salah satu kotak makan dan memberikan nya kepada ayu. "Makan dulu ya? Nanti kalau kamu udah kenyang baru lanjut lagi." Goda max sambil menaikkan kedua alisnya.


Blush..


Sontak wajah ayu yang sudah merona semakin bertambah merona. Ayu mengambil kotak makannya dan langsung melahap nya. Max tersenyum melihat tingkah ayu yang gugup serta malu-malu. 


Selepas makan, ayu segera membersihkan semua kotak makanan dan membuang kedalam tempat sampah tak lupa pula mencuci tangannya. Max hanya memandangi ayu sambil duduk di kursinya tadi. Menurut max ayu sangat cantik dan mempesona. Membuat max ingin segera mengurung ayu untuk dirinya sendiri.


"Hmm max, kapan kamu mau antarin ayu?" Tanya ayu yang melihat max sedang memandangi dirinya tanpa berkedip sedikitpun. Ayu menunduk malu karena di tatap langsung oleh max.


"Terserah kamu, kamu sudah tahu mereka dimana sekarang? Kalau sudah tahu, kita langsung kesana saja. Aku bakalan anterin kamu kok " jawab max yang masih setia memandangi wajah ayu.


"Hmmm... belum di jawab mbak ratna max. Menurut kamu enaknya gimana? Apa aku langsung kekontrakan nya saja." 


"Ya, kalau memang menurut kamu baiknya kesana. Ya sudah kesana saja. Biar kamu tenang. Sekalian aku ingin berkenalan dengan seluruh keluarga kamu." 


Mendapatkan jawaban dari max ayu segera berdiri lalu berjalan menuju kamar max dan mengambil handphone miliknya. Ayu mencoba menghubungi nomor handphone milik mbak ratna. Hanya saja nomor panggilan nya tidak terhubung sama sekali. Ayu mencobanya berulangkali. Dengan kesal, ayu menghubungi handphone milik adiknya Anton dan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya dan kondisi bapaknya. 


Setelah mendapatkan kabar dari Anton, ayu segera mengajak max untuk menuju kontrakan mbak Ratna sambil membawa amplop coklat yang sudah disiapkan oleh max dan lukas tak lupa pula ayu meminta agar supaya max mengantarnya ke bank untuk menyiapkan uang buat kedua orangtuanya. Selama di perjalanan. perasaan ayu sangat buruk. Ayu tidak menyangka sama sekali bahwa keluarga nya sangat tega membohongi dirinya. Untung saja ada Anton yang mau memberikan kabar dan kondisi tentang bapak dan ibu kepadanya. Walaupun ayu harus memberikan uang jajan tambahan kepada Anton, ayu tidak mempermasalahkan nya, lagi pula Anton merupakan adik kandungnya sendiri. 

__ADS_1


__ADS_2