Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor

Aku Istri Kedua Tapi Aku Bukan Pelakor
Ambisi Ratna


__ADS_3

"Ibu, kenapa ibu tega sama ayu. Apa salah ayu? Apa ayu bukan anak ibu? Apa ayu enggak boleh bahagia? Apa ayu enggak boleh memiliki masa depan ayu sendiri. Kenapa Bu... Kenapa ibu sama bapak begitu tega sama ayu... Kenapa..." Ucap ayu dengan air mata yang terus mengalir deras dari matanya.


Sedih, kecewa bercampur menjadi satu didalam hati ayu. Ada rasa dendam yang muncul, tapi sebisa mungkin ayu menekan rasa benci itu. Biar bagaimanapun mereka kedua orang tua ayu. Dan ayu sangat menyayangi mereka. Ayu yang terus menangis sepanjang malam tertidur dengan air mata yang masih membasahi wajahnya.


Ayu terbangun saat mendengarkan suara adzan, ayu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mulai melaksanakan kewajibannya. Selesai sholat ayu merapikan mukenah miliknya dan meletakkan nya di atas meja rias miliknya. Ayu memandangi kedua matanya yang sudah membengkak bagaikan mata ikan akibat menangis. "Untung saja libur, kalau kerja pasti nanti di sidang sama Luna" gumam ayu lirih


Tanpa sengaja ayu melihat bungkus makanan yang masih terletak di meja, ayu berjalan dan membuka bungkus plastik. Ayu mengambil burger dan  menciumnya. "Hmm masih bisa dimakan." Batin ayu. Ayu langsung mengigit dan menghabiskan nya. Pada lapar membuat ayu menghabiskan semua makan yang ada dibungkus plastik.


Ayu merapikan semua sampah bungkus makanan dan mencuci tangannya lalu membuangnya ke tong sampah di depan kontrakan nya. Beberapa penghuni menyapa ayu dan berbincang sejenak dengan ayu. Ada beberapa orang yang kenal dekat dengan ayu melihat mata sembab ayu, hanya saja mereka tidak berniat untuk bertanya sama ayu apa penyebabnya. Dan ayu tidak perlu menjelaskan alasannya.


Ayu cukup senang tinggal di lingkungan tempat tinggalnya sekarang, karena mereka bukan orang-orang yang kepo terhadap urusan orang lain. Dan menghargai privasi masing-masing. Setelah berbincang-bincang ayu berjalan menuju kamar miliknya. Ayu mengambil handphone miliknya dan melihat beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab. Ayu membuka aplikasi hijaunya dan melihat semua pesan yang masuk. Ada banyak pesan yang diterima ayu dari ibu, bapak dan kedua kakaknya serta beberapa pesan dan max.


Ayu membuka satu-satu pesan tersebut dan membacanya. Emosi ayu langsung naik dikala membaca pesan dari mbak ratna yang memaksanya dan mengancamnya agar supaya ayu mau pulang ke desa bersama ke dua orang tuanya. Ayu tidak menggubris nya. Apa hak mbak ratna untuk mengancamnya, jika mbak ratna mau kenapa tidak mbak ratna saja yang menikah dengan juragan Gunawan. Kenapa harus dia.


Lalu Ayu membuka pesan dari max, dan membalasnya. Ayu memberitahu kepada max masalah yang sedang dia hadapin sekarang, biar bagaimanapun ayu merasa max bisa membantu nya. Ayu merasakan perasaan nyaman dan aman saat bersama max dan ayu juga merasa max laki-laki yang bisa melindungi nya.


(Kamu enggak usah khawatir ayu, saya yang akan mengurus semuanya. Kamu tenang saja, oke) balas max.

__ADS_1


Ayu lega mendapatkan jawaban dari max, walaupun untuk saat ini ayu belum ada rasa cinta terhadap max. Dan ayu juga belum membuka hatinya untuk max. Ayu hanya menganggap max sebagai orang yang bisa melindungi nya.


(Kamu sedang apa ayu?) Max mengirimkan pesan kembali, ayu langsung membalas pesan max (lagi di kontrakan, kan sekarang lagi cuti max. Ada apa max?)


(Enggak ada apa-apa. Cuma nanya saja. Kalau begitu saya lanjut kerja dulu nanti saya hubungi kamu lagi. Selamat berlibur ayu)


(Terima kasih max, selamat bekerja juga)


Setelah membalas pesan dari max, ayu langsung menutup aplikasi hijaunya. Ayu memutuskan untuk melanjutkan lagi pekerjaan nya, biar bagaimanapun ayu harus menghasilkan banyak uang untuk masa depan nya.


"Bu, ayu enggak membalas pesan Ratna. Padahal ayu sudah membaca pesan yang Ratna kirim" adu ratna ke ibu.


"Dasar anak kurang ajar. Dia pikir, dia siapa hah! Sudah biar kan saja nanti kita jemput ayu di kontrakan nya saat pulang nanti. Biar bapak mu saja yang mengajari anaknya itu." Gerutu ibu membalas jawab Ratna. Ratna yang mendengar jawaban ibu tersenyum kecil. "Mampus kamu ayu, demi uang kamu harus mau berkorban untuk keluarga. Biar kami bisa hidup enak dan kaya." Batin Ratna bahagia.


Ratna membayangkan dirinya akan mendapatkan rumah dan mobil barunya dari hasil pernikahan ayu. Kehidupan menjadi orang kaya yang selalu Ratna impikan sebentar lagi akan terwujud. Ambisi Ratna untuk menikah dengan orang kaya akan tercapai, dan menikmati kehidupan mewah.


"Iya Bu, biar bapak saja yang berbicara dengan ayu. Bu, Ratna boleh minta uang ibu buat beli baju dan tas enggak Bu? Temen Ratna mau ajakin Ratna belanja ke mall. Bolehkan Bu?" Rayu Ratna sambil memeluk sang ibu.

__ADS_1


"Hmm.. ya sudah kamu mau minta berapa? Uang tunai yang ada di tangan ibu enggak sampai dua juta loh sayang. Ibu belum sempat ambil uang tunai di bank." Desah ibu.


"Ya Bu, Ratna butuh uang dua puluh juta. Enggak enak dong Bu sama temen-temen Ratna nantinya kalau Ratna beli barang-barang murah. Ratna pasti nanti akan di kucilkan sama pergaulan dikampus Bu." Rengek Ratna kepada sang ibu.


"Lalu gimana dong sayang. Kamu mau jalan jam berapa sama temen-temen kamu? Kalau begitu kami sekarang antar ibu ke ATM ya. Sekalian Kamu tolongin ibu ambil uang lalu kamu transfer uang buat uang belanja kamu." Jawab ibu khawatir akan Ratna yang nanti di kucilkan sama temen-temen nya.


"Ratna nanti jalan abis magrib Bu. Ya sudah yuk kita ke ATM nanti Ratna bantu ibu buat tarik tunai sekalian Ratna transfer uang ke rekening Ratna." Ucap Ratna bahagia.


Ratna sangat tahu kalau selama ini ibu mempunyai simpanan uang yang cukup banyak dari hasil penjualan beberapa hektar tanah sawah milik keluarga ibu tanpa sepengetahuan bapak. Dan juga ibu mendapatkan uang bulanan dari ayu sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah. Belum lagi dari hasil pertanian milik bapak yang setiap bulan di pegang oleh ibunya. Dan sisa dari uang yang mereka dapat dari ayu hasil kebohongan tentang penyakit ibu. 


Ibu dan Ratna bergegas Menganti pakaian dan segera ke ATM. Ratna mengambil uang tunai untuk dipegang ibu sebanyak tiga juta rupiah, lalu mentransfer uang ke rekening miliknya sebesar tiga puluh juta rupiah tanpa sepengetahuan ibu. "Lumayan tambahan sepuluh juta buat pegangan." Batin Ratna bahagia. Ratna menyerah uang tunai kepada ibu berserta ATMnya.


"Ini Bu uang dan ATM nya" ucap Ratna.


"Terima kasih sayang, uang kamu sudah kamu transfer ke rekening milik kamu kan nduk." Tanya ibu.


"Sudah Bu. Makasih ya ibu sayang. Nanti pulang nya Ratna bawakan ibu makanan enak deh. Ratna janji." Jawab Ratna sambil memeluk dan mencium pipi ibu. Ibu yang di peluk dan dicium Ratna sangat bahagia. Bagi ibu Ratna adalah permata hatinya, dan anak kesayangan nya. Berbeda dengan ayu, ibu sangat membenci ayu dan tidak pernah menyayanginya. Buat ibu ayu merupakan anak sial.

__ADS_1


__ADS_2