
Malam harinya ayu meminta alamat tempat tinggal mbak ratna sama adiknya yang paling bungsu anton. Untung saja mbak ratna tidak curiga kalau ayu sudah menghubungi Anton terlebih dahulu mengenai kesehatan ibu dan juga keberadaan mereka. Sedangkan Anton termasuk anak yang cukup cuek dengan urusan yang menurut dia bukan urusan nya. Disitulah keuntungan bagi ayu untuk tetap berkomunikasi dengan Anton.
Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal mbak ratna dari anton, ayu langsung menghubungi Luna untuk meminta ijin agar tidak masuk kerja besok paginya. Ayu harus mengetahui apa maksud dan tujuan mbak ratna dan ibu meminta uang yang sangat besar kepada dirinya
Luna yang telah mendengarkan masalah yang sedang terjadi dengan ayu memberikan ijin kepada ayu agar ayu bisa mendapatkan jawaban atas semua masalah yang sedang ayu hadapin. Ayu sangat bersyukur karena Luna merupakan boss yang sangat baik dengan semua karyawan nya. Bisa saja ayu meminjam uang kepada Luna, hanya saja ayu tidak ingin menyusahkan Luna.
Pagi harinya ayu bersiap-siap untuk menuju tempat tinggal mbaknya Ratna. Setelah siap ayu berjalan menuju depan jalan raya besar sambil menunggu transportasi umum yang sering melewati jalan dekat tempat tinggal nya. Tak beberapa lama angkot yang ayu tunggu lewat, ayu langsung menaiki angkot dan duduk.
Mobil yang ayu tuju berjalan menuju terminal, ayu harus ke terminal dulu dan naik bus lagi. Sesampainya di terminal ayu berjalan menuju bus tujuan tempat tinggal mbak ratna. Ayu duduk di bangku paling depan bus menurut nya tempat duduk itu lah yang paling nyaman. Ayu bisa melihat jalan yang akan dia lewati. Sesampainya di daerah tempat tinggal mbak ratna. Ayu berjalan menuju alamat kontrakan tempat tinggal mbak ratna, ayu menanyakan alamat yang telah ayu catat diselembar kerta dan menunjukkan nya kepada orang.
"Permisi Bu, alamat ini dimana ya?" Tanya ayu sama salah satu penjual toko kelontong.
"Oh yang itu neng? Neng lurus aja lagi nanti ada gang neng nya masuk aja kedalam. Nanti ada kontrakan yang berjejer. Disitu neng tempatnya." Jawab ibu penjual kelontong.
"Terima kasih Bu, permisi." Jawab ayu sopan.
"Iya neng, sama-sama." Jawab ibu nya.
__ADS_1
Ayu berjalan mengikuti petunjuk dari ibu penjual kelontong. Sesampainya di depan kontrakan, tanpa sengaja ayu melihat mbak ratna berjalan masuk menuju kedalam kontrakan nya dengan menenteng plastik belanjaan. Untung saja ayu dengan sigapnya ngumpet saat dirinya melihat mbak ratna.
Ayu mengendap-endap ke depan kontrakan mbak ratna, untung nya pintu rumah tidak tertutup jadi ayu bisa melihat dan mendengar percakapan dari dalam.
"Bu, kalau misalkan ayu enggak jadi kirim uang ke ibu bagaimana? Jadi gagal dong rencana kita jalan-jalan ke mall dan berbelanja perhiasan?" Ucap mbak ratna sambil mengunyah makanan.
"Kamu itu kalau makan di kunyah dulu baru ngomong. Anak cewek kok enggak ada tata Krama nya sama sekali." Jawab bapak.
"Ya maaf pak, Ratna kan penasaran, habisnya kayak nya ayu pelit Banget sama ibu nya sendiri." Ucap mbak ratna.
"Ayu enggak mungkin sampai pelit sama ibu, apa lagi kan kamu bilang kalau ibu sakit."jawab ibu Aminah.
"Ya enggak mungkin lah pak, lah wong ibu sehat begini."ujar ibu
"Tapi ibu kan ngomong sama ayu kalau ibu nya sakit, gimana kalau pada saat ibu bilang begitu ada malaikat lewat yang mendengar ucapan ibu. Ibu bisa beneran sakit loh Bu." Ucap bapak yang tidak menyukai kebohongan istri dan anaknya.
"Lagi pula bukannya ibu sering dikirimkan uang sama ayu? Kemana uang itu Bu? Selama ini bapak enggak pernah tanya loh sama ibu?" Tanya bapak ke ibu
__ADS_1
"Ya sudah di pakai lah buat belikan handphone dan baju baru buat Ratna pak. Lagian wajar lah ibu membahagiakan anak ibu sendiri. Toh kan uang dari saudaranya juga."sewot ibu ke bapak. Ratna senyum-senyum mendengar pembelaan dari ibunya.
"Yo wess, bapak harap ibu jangan terlalu suka berbohong sama ayu, biar bagaimanapun ayu itu harus tetap bersama kita dan nurut sama kita. Kalau sampai ayu membangkang dari kita, ayu pasti akan menolak untuk menikah dengan jurangan. Ibu mau Ratna yang menikah dengan juragan Gunawan?" Tanya bapak. Ratna yang mendengar ucapan bapak sontak pucat Pasih membayangkan dirinya menikah dengan juragan yang kaya raya di kampung nya.
"Ya ibu enggak mau lah pak? Masa anak kesayangan kita yang harus menikah dengan juragan sih. Ibu mau Ratna menikah dengan anak orang kaya di kota. Bukan di kampung." Ujar ibu marah ke suaminya.
"Maka dari itu, ibu jangan sampai membuat ayu kecewa dan sedih. Ibu seharusnya membuat sayang sama ayu agar semua rencana kita tercapai Bu. Kalau ayu jadi istri juragan secara tidak langsung bapak akan mendapatkan keuntungan dari juragan." Ungkap bapak.
"Iya ibu paham pak." Jawab ibu.
Ayu yang mendengar percakapan keluarga nya sontak menutup mulutnya, air mata mengalir tanpa dia sadari, ayu berusaha keras untuk menggerakkan tubuhnya pergi dari kontrakan mbak ratna diam-diam. Setelah ayu cukup mempunyai kekuatan mengerakkan tubuhnya ayu segera menjauh dari kontrakan mbak ratna dan kembali pulang menuju kontrakan miliknya.
Selama di perjalanan pulang, ayu berusaha menahan sesak didalam dadanya. Kenyataan pahit yang dia dengar langsung dari mulut ibu dan bapaknya membuat dirinya hancur sehancur nya. Ayu selalu berpikir apakah hanya demi kekayaan dan kehormatan kedua orang tuanya, ayu harus mengorbankan dirinya menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakeknya. Apakah ayu harus mengikuti kemauan kedua orang tuanya sebagai bakti seorang anak untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Apakah ayu tidak berhak memilih kebahagiaan nya sendiri. Apakah ayu tidak berhak menikah dengan orang dia cintai. Haruskah dirinya menjadi pengganti mbak ratna, menikahi juragan kaya raya di kampung nya.
Apa hanya mas, mbak dan adiknya yang berhak mendapatkan kebahagiaan mereka sendiri, sedangkan dirinya tidak berhak. Oh tentu saja tidak Ferguso. Ayu berhak untuk memilih kebahagiaan nya sendiri, ayu harus bangkit dari keterpurukan nya. Ayu harus bisa mencari kebahagiaan nya sendiri.
__ADS_1
Ayu menghembuskan nafas untuk menetralkan sesak didalam dadanya. Ayu mengepalkan kedua telapak tangannya dan memberikan energi positif kedalam dirinya. Ayu harus membuktikan kepada kedua orangtuanya ayu pantas untuk mencari kebahagiaan nya sendiri, ayu tidak mau menjadi pengganti untuk kakaknya. Ayu akan membuktikan kepada semua orang ayu pantas untuk mencari kebahagiaan.
Sesampainya di kontrakan, ayu langsung membersihkan dirinya dan menjalankan kewajibannya. Aku membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya membuat makalah salah satu mahasiswa yang membutuhkan tenaganya.