
Pagi itu,Lisda yang duduk sendiri di sudut teras rumah dengan memegang ponsel ditelapak tangan.Mengecek sesuatu diponsel.itu.Mungkin membuka sosial media atau membaca pesan singkat.Pesan singkat yang ia terima dari salah satu teman sekolahnya dulu bernama ainul Yang rumahnya pun tidak jauh dari rumah Lisda.Ainul yang memutuskan untuk mengajak Lisda untuk kuliah.Karna tau juga masalah hidup Lisda dan kisah percintaan perempuan itu.Ia begitu berantusias untuk mengajaknya mendaftar disuatu kampus dikota.Mengingat perkataan orang tua Lisda pun mempunyai keinginan untuk anaknya bisa lanjut ke bangku kuliah.tapi Lisda anak yang begitu mengerti keadaan keluarga makanya ia memilih untuk tidak lanjut walaupun sebenarnya ia juga begitu sangat ingin kuliah tetapi pikirnya ia sudah tidak mampu apalagi ia berada di permasalahan percintaannya yang membuat pola pikirnya tidak stabil.
Ainul yang tiba-tiba saja datang menghampiri Lisda kerumahnya.dengan berjalan kaki dan menuju ke arah Perempuan itu dengan bibir tersenyum.
"Aku tau kamu nggak ada niatan kuliah.tapi orang tua kamu kan pengen juga kamu biar lanjut ke bangku kuliah dan mereka juga tidak begitu keberatan.mereka juga bakal nge usahain kan biaya kuliahnya kamu nanti bagaimanapun caranya yang penting kamu lanjut.Dan aku juga tau kamu nggak suka organisasi an Apalagi di kampus yang menurutmu cuma bikin ribet ini.Iya kan?"Nada suara Ainul agak menekan.
"Lah,udah tau aku nggak suka Kenapa masih ngajak daftar?"
"Nah itu dia .Aku ngajak kamu masuk dibangku perkuliahan dan masuk organisasi kampus,biar kamu bisa mengubah pola pikirmu itu.Biar kamu tahu,kalau perkuliahan dan organisasi itu menyenangkan.Hal paling pentingnya biar kamu nggak terus menerus kepikiran Rey .Kamu lagi patah hati.Orang patah hati butuh kesibukan.Kalau udah sibuk,biasanya sih bisa mengurangi tingkat kegalauan.Makanya aku mau kamu ikut daftar.Aku daftarin kamu sematasa karna aku sayang kamu."jawab Ainul sambil tersenyum.
"Jadi kamu udah daftarin aku?Kamu nggak bisa seenaknya gitu dong Nul!Aku kan belum mengatakan aku siap dan aku juga belum mengatakan hal ini kepada orang tuaku."Jawab Lisda penuh kesal.
"Aku udah cerita sama orang tua kamu tentang semua ini.dan mereka menyetujuinya.Mereka juga tau kalau kamu sebenarnya memang juga punya keinginan untuk lanjut kebangku kuliah".
"Jadi?"
"Nggak pakai jadi-jadian.Ini formulirnya.Ntar malam isi formulirnya!Nanti kita balikin bareng.Satu lagi Organisasi Bergabung di koran kampus nanti siapa tau kemampuan menulis puisi kamu bisa tersalurkan!".
Aruna terdiam pada malam hari.Tatap matanya Sendu.
Formulir pendaftaran anggota baru itu masih belum di isinya.Masih terlipat rapi diatas meja belajarnya.Ia memikirkan bahwa apakah ia mampu melanjutkan Pelajaran di bangku kuliah dengan perasaan yang berkecamuk dibuat oleh lelaki itu .yang membuat perasaanya semakin hari tidak stabil.
__ADS_1
Lisda mengambil formulir itu.Menatap kertas itu lamat-lamat.Ingin menaruh lagi,tetapi sesuatu hal dalam dirinya menahan.Ia tetap memegangi kertas formulir itu.
"Aku memang harus bisa .Aku nggak boleh kayak gini terus.Aku harus bisa seperti ibu yang kuat,dan ayah yang tegar.Bukankah darahku tetesan dari darah mereka?Nggak seharusnya aku lemah kayak gini.Kisah dengan Rey sudah berlalu.Dan seharusnya semua kututup rapat .serapat dia menyembunyikan kebohongan nya selama ini,"Bisik batinnya sedih.
Air mata yang sedari dari tadi mengalir tanpa ia sadari,disapunya dengan jemari sebelahnya yang tidak memegang formulir itu.Ia takut formulir itu basah sebab air matanya.
Ayo Lisda!Bisiknya kepada diri sendiri Dibacanya formulir itu,lalu di isi satu persatu kolom yang ada.Lengkap.Selesai.
Pagi jatuh lagi dikampung ini.Kampung yang lambat bertumbuh,akan tetapi kehidupan manusia berjalan begitu cepat.Terlihay beberapa orang pergi bekerja,selebihnya ada yang sekedar berjalan-jalan pagi.Beberapa remaja dan orang dewasa muda terlihat Lalu lalang dengan kendaraannya.mereka mungkin ingin ke sekolah, ke kampus,atau entah ke mana.
Lisda sudah diatas kendaraan motornya menuju kampus di kota.Dan tak lupa ia menjemput Ainul untuk bersama-sama ke kampus itu.
Ketika sampai di jalan dengan gerbang kampusnya.
Universitas Negeri Sinjai.
Lisda menarik napas,lalu membatin "Hari ini semua akan di mulai lagi.Ini hari pertama untuk kehidupan baru aku harus lebih baik dari hari sebelumnya.Rey kamu harus tau,kau bukan perempuan lemah yang bisa terus kamus bohongi.
Suasana kampus sudah mulai ramai,beberapa orang mahasiswa terlihat berlarian,mungkin mereka takut telat.Hari itu ia tidak tidak peduli arah mana yang akan dituju.Yang penting dia punya teman bicara.Ia harus punya kesibukan agar bisa mengalihkan rasa sedih atas Rey.agar tidak di permainkan oleh ingatannya sendiri.
Ia menjalani Kuliahnya dengan sangat aman dan tidak ada kendala sampai dengan hari seterusnya.
__ADS_1
sementara lelaki asing itu duduk diatas lantai gedung fakultas kampus.Kebiasaan yang masih ia lakukan sekali.tidak sesering dulu.sejak kekasihnya meninggal,memang jarang ia duduk dilantai gedung paling atas itu.kecuali saat perasaannya hancur.rindu akan perempuan itu datang seperti sekarang.saat dadanya sesak dengan kenangan yang pulang pada saat-saat yang tak seharusnya.Hanya dengan menikmati momen diatas gedung itu.Ia bisa merasakan sedikit lega.merasakan dadanya lebih lapang.Rindu itu terasa sedikit terbayar.
setiap kejadian ada hikmahnya.Sejak kejadian kekasihnya meninggal sore itu.Satpam penjaga gedung mengenalnya dengan baik.Bahkan ia diberi hak bebas datang kapan pun ia mau ke tempat itu.kapan pun ia ingin menikmati rindu.sesekali ia malah ditemani satnpam penjaga gedung itu.mereka menjalin persahabatan yang unik.
lelaki itu lebih suka datang malam hari ke atas atap gedung fakultas .seperti malam itu.ia ditemani satpam penjaga gedung.
"Sudahlah ...bro.jangan menyiksa diri terus.berusahalah untuk melupakan kejadian pahit dihari lalu.Anjla kukira sudah bahagia disana." ucap satpam itu sambil meminum kopi hitam dicangkirnya.
Mereka sudah saling mengenal sejak lama.tetapi baru menjalin persahabatan yang aneh beberapa waktu setelah kecelakaan itu terjadi.dulu saat Anila masih hidup,pasangan itu adalah mahasiswa langganan yang membuat satpam itu kesal.tetapi sekarang tidak lagi.
"Iya.Bang.Saya paham.Hanya saja saya mungkin belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan Anila." Jawabnya dengan kepala tertunduk.
"Sampai kapan kamu akan tetap begitu?Kasihan orang tuamu.Mereka pasti mengkhawatirkanmu.mungkin sudah saatnya kamu memikirkan masa depanmu,kuliahmu.hidup ini pilihan,kalau kamu nggak memperhitungkannya,kamu akan kalah." sesekali lagi sesapan kopi hitam itu di cangkirnnya.
"Hehe..ternyata Abang bijak juga yah."
"Kamu di nasehati malah ketawa.Saya kerjaannya saja yang satpam.Tapi masalah petuah hidup,saya juga banyak belajar dari orangtua saya.Ayo bro,cepat kamu selesaikan kuliahmu.lalu temukan Anila yang abaru." Ia menepuk bahu anak muda itu.
"Iya Bang.Semoga.terima kasih atas nasihat nya.Bang,kapan-kapan saya yang traktir Abang kopi deh,jangan Abang melulu." ucapnya sambil berterimakasih.Satpam itu sudah sangat baik padanya.Bahkan hampir selalu mentraktirnya kopi hitam.
"Biasa saja kamu.Nggak usah.Kalau butuh nasihat cerita saja.Oh iya,saya harus kembali ke lantai satu.Biasa,panggilan tugas.Kamu jangan aneh-aneh disini.Jangan bunuh diri."
__ADS_1
"Haha..Si Abang.Ada-ada saja.Mana mungkin saya bunuh diri.Hati-hati Bang.Selamat Bertugas!"
Embun malam mulai turun menusuk tulang.Dingin malam itu.Ia menikamati setiap perasaan rindu yang menyerang dirinya.Sesekali dia bicara pada bintang-bintang,seolah-olah bintang mengerti apa yang ia katakan.Begitukah ia,menjadi lelaki yang kadang sulit dimengerti setelah hari sedih itu melanda.Tidak ada orang lain yang sepenuhnya mampu mengerti dia,mungkin dia yang mengerti dirinya sendiri.