AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU

AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU
Jatuh cinta lagi?????


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,pikirannya mengarah pada Anila.Kali ini mulai tenang.Menikmati setiap ingatan yang datang.Pelukan Lisda mampu melepaskan rindunya pada Anila.ia tak pernah merasa senyaman saat Lisda memeluknya pelukan yang dulu hanya mampu diberikan oleh Anila.


*Mungkinkah tuhan mengirimkan Lisda sebagai pengganti dirimu,Anila?" batinnya.Ia diam dan masih menyandarkan kepalanya dipunggung kursi. "Tidak mungkin.Bukan begitu.Lisda adalah seseorang yang hadir saat ini,aku nggak boleh menyamakanmu dengannya.Walau sebenarnya kalian memiliki kesamaan .Apa aku jatuh cinta lagi,Anila?Apa menurutmu aku jatuh cinta pada Lisda?Ah.Nggak mungkin!" Adit mencoba membantah dirinya sendiri.


Ia berusaha melawan perasaannya sendiri.Sebenarnya Adit hanya takut terjebak pada perasaan yang salah.Baginya,saat ia mencintai seseorang yang baaru,ia ingin karena memang cinta akan orang itu,bukan karena orang itu mirip dengan seseorang yang pernah ia cintai di masa lalu.Tetapi,seseorang itu mampu membuat perasaan nyaman dengan apa adanya dia.Walau kenyataannya banyak yang jatuh cinta pada orang baru karena ia memiliki kesamaan dengan orang yg pernah mereka cintai di masa lalu.Dan Adit takut akan hal itu.


Satu persatu benda kenangannya bersama Rey ia masukkan ke dalam kotak.Lisda mencoba menguatkan diri.Ia semakin ingin melupakan Rey.Ia sadar,selama ini ia menyiksa diri untuk memikirkan orang yang tidak memikirkannya.Hal yang sama dengan menuang segelas air putih ke dalam laut.Tak ada arti,hanya membuang- buang tenanga.


Segala kenangan yang akan dibuang,bersama warna gelap kotak.Bukan tentang cemburu,bukan tentang rindu,bukan tentang rasa cinta lagi.Lisda paham.Usaha itu tentang bagaimana segala sesuatu yang pernah kita miliki harus disimpan rapi di ingatan.Karena tidak ada ingatan yang bisa di hapus sesuka kita.Ingatan hanya bisa disembunyikan disudut hati.Lalu diendapnya di ruang gelap pikiran.


"Aku harus bisa,Rey.Aku harus bisa merelakanmu.Membiarkanmu hidup dalam pelukan orang lain.Mungkin memang sudah saatnya untuk mencoba membuka hati untuk orang baru.Orang yang lebih tahu bagaimana cara menghargai setua.Orang yang lebih tahu bagaimana cara menjaga hati.Meski aku tahu,aku nggak akan bisa melupakanmu semudah kamu melupakanku.tapi,akankah jika aku menemukan orang baru.akankah aku jatuh di lubang yg sama kembali?akankah seribu alasan yang ia ucapkan untuk bisa datang di hidupku seperti apa yang kamu lakukan kepadaku?Ah.Nggak mungkin.Semuanya orang nggak sama.Semuanya nggak sejahat itu.Dan aku akan lebih bisa memantaskan diri untuk bisa pantas di dampingi seorang lelaki yang Baik.


"Lisda,aku di depan rumah kamu!" pesan singkat ponselnya.


"Adit?!" Lisda kaget dengan pesan yang ia baca. "Ngapain dia di sini malam-malam gini."


Belum sempat ia menemukan jawabannya,pesan dari Bagas berikutnya sudah datang lagi.


"Buruan keluar.Aku udah minta izin sama mamah untuk ngajak kamu keluar." Lisda yang penasaran berjalan menuju pintu rumahnya.


Ternyata benar,dari dalam rumah terlihat seorang lelaki dan ibu sedang bercakap.Akrab sekali kelihatannya.Lisda berjalan lebih dekat lagi.Ia bingung kenapa ibunya malah akrab seperti itu dengan Bagas,padahal mereka baru pertama kali bertemu,bukan?


"Mamah,Bagas," Lisda mendekatu dua orang yang terlihat akrab itu.


"Eh,kamu.Ini Nak Adit,Nungguin kamu dari tadi." Mamah Lisda tersenyum.


"Mamah kenal Adit?"


"Bukan,tadi dia datang pas Mamah lagi duduk di teras.Dia ngenalin diri,terus ngobrol sama Mamah.Dia ngobrolin tentang kamu."


"Lah,kamu udah lama di sini?" Mataanya menatap Adit dalam.


"Baru tiga puluh menit.Tadi kenalan dulu sama mamah kamu.mamah kamu orangnya asyik.Oh iya,aku mau ngajak kamu keluar,sebentar .ada yang mau aku tunjukkan ke kamu.Mau,ya?" Adit menatap Lisda dengan tatapan mata berharap.


Lisda hanya menatap ke arah mamahnya.Ia tak memberikan jawaban apa pun pada Adit.Hanya menunggu isyarat dari mamahnya.

__ADS_1


"Ya udah.Pergi aja.Tapi,jangan pulang larut malam," Ucap mamahnya


"Nak Adit,titip lisda,ya." Mamahnya membolehkan


"Tunggu ya,Dit.Aku siap² dulu," pinta Lisda.


"Sip.Tapi nggak pakai lama ya dandannya.Takut kalau kelamaan,nanti pulangnya telat.Besok nggak di bolehin lagi sama mamah ngajak kamu pergi," ucap Adit sambil tersenyum.


"Biasa saja Na Adit.Yang penting kamu jagain anak Tante.Ya udah,Tante ke dalam dulu,ya Kamu tungguin Lisda.Jangan pulang terlalu larut ya." Mamah Lisda berjalan menuju ruang tengah.


Lisda naik ke jok motor Adit.Ia bahkan tak bertanya lagi hendak di bawa ke mana.Ia hanya mengikuti ke mana saja Adit akan membawanya,berharap malam itu suasana hatinya bisa lebih baik dari yang ia rasakan sebelumnya.


Dirasakannya angin malam yang berhembus menyentuh kulitnya.Dingin.Menusuk hingga tulang. Lisda memang jarang keluar malam.Dulu.ketika pacaran sama Rey,mereka juga jarang keluar rumah.Dan sekarang ia keluar rumah malam hari naik motor bersama Adit.Kulitnya kedinginan,tetapi ia merasa senang bisa menikmati udara malam yang bebas.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam.Adit menikmati udara malmam.Merasakan tangan Lisda yang pelingkar di pinggangnya.Lisda menikmati setiap embusan angin yang menerpa wajahnya.Karena udara malam terasa dingin ia menyandarkan tubuhnya ke pundak Adit.Meresapi aroma tubuh Adit.Wangu parfumnya yang Khas Ada rasa tenang saat ia menyandar di pundak Adit.


Motornya berhenti di pinggir jalan. "Lisda",ucap Adit mengarahkan kepalanya ke arah samping berhadapan wajah Lisda. "Kita sudah sampai", Lanjutnya.


Lisda turun dari motor,melihat ke sekelilingnya.Beberaoa puluh meter di hadapan mereka di seberang muarazada bukit yang di hiasi lampu-lampu yang menyala.Lisda menoleh ke arah kanan,ada lampu-lampu kapal yang menyala bak bintang diatas hamparan laut.Di dekat mereka berdiri ada sepasanv kursi yang terbuat dari papan,berada di dekat sebatang pohon kepala yang tingginya hanya dua meter.Pohon kelapa diingkari lampu kelap-kelip yang menyala berwarna warni.Setiap detik warnannya berubah ubah.


"Kok bisa nemuin tempat kayak gini?"


Lelaki itu hanya tersenyum menatap ke arah Lisda.Ia menggandeng tangan Lisda,menarik Lisda ke bibir muara yang mengarah ke laut.


"Oh,iya.sebelun aku jawab pertanyaan kamu,kita duduk dulu."


Mereka duduk dan Adit mulai bercerita.


"Aku menemukan tempat beberapa bulan yang lalu.waktu itu mau motret momen senja di ujung jalan ini.Dan aku terpukau oleh tempat ini.Tapi sayang,aku baru bisa mengajakmu ke sini saat malam,seharusnya sore tadi.Pasri lebih mengagumkan.Kita bisa menatap senja membakar diri bareng." Adit Tersenyum melihat lepas ke arah laut.


"Oh,iya.Kalau gitu kamu harus ngajak aku lagi kapan-kapan ke sini,dan pas momen senja datang."


"Pasti.Nanti akan aku ajak kamu ke sini."


"Janji?"

__ADS_1


"Janji!"


Tak ada canggung sedikit pun di antara mereka.taak ada perasaan sebagai senior-junior lagi.


Mereka milih duduk melantai dintepi muara menghadap ke arah laut.Duduk bersila diatas tikar yang sengaja di sediakan penjaga tempat ini,seorang perempuan dengan seseorang anak laki-lakinya yang terlihat masih sekolah dasar.Ia bahkan telah mengenal Adit.Memang beberapa kali Adit selalu datang ke tempat itu.Sendiri.Ia datang sekadar melepas penat dan menikmati senja dengan kamerannya.Kali ini ia datang dengan seorang perempuan.ibu itu sempat tersenyum dan berkelakar saat Adit datang Lisda.


"Kamu sejak kapan suka pantai?" tanya Lisda mengarahkan kepalanya pada Adit sambil duduk menghadap laut,menatap lampu-lampu kapal.


"Bukan cuma pantai .Aku juga suka gunung.Aku nggak ingat sejak kapan.Tapi memang sudah sejak lama.*


"Ah,iya?Aku juga suka Gunung Lo." kata Aruna sambil senyum .Keliatan senang dan Tidak menyangka kalau dia dan Adit memiliki kesamaan suka gunung dan senja.


"Lalu kenapa suka senja?" tanya Lisda.


"Karena senja itu selalu memberi kejutan.Ia datang setiap sore,tapi senja nggak pernah datang dengan suasana yang sama persis setiap hari.Selalu ada kejutan di setiap kedatangannya.Sama halnnya malam,bintang,langit.Mereka penuh kejutan,aku suka segala hal yang memiliki kejutan." Adit menatap ke arah langit.


"Ternyata kamu punya pola pikir yang aneh,ya." Lisda tersenyum.


"Jarang banget loh,ada orang kayak kamu.Apalagi lelaki.suka memikirkan hal-hal yang kadang nggak terpikirkan oleh kebanyakan orang.Lelaki biasanya nggak mau mikir ribet," ucap Lisda.


"Nggak gitu juga,sih.Secara umum,aku sama aja kayak yang lain.Aku hanya ingin menikmati setiap ciptaan tuhan dengan caraku sendiri," jawab Adit.


Lisda hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Adit.Ia melihat Adit memang berbeda dari kebanyakan orang yang ia temui.Walau awalnya ia suka berpikir bahwa Adit lelaki aneh,seperti yang ia ucapkan saat pertama kali bertemu disuatu senja di pantai.tetapi malam itu,semuanya mulai berubah.Ia mulai sering mendengarkan lelaki itu.


Malam semakin larut.


"Pulang yuk.Nggak baik perempuan cantik kelamaan diluar rumah malam hari."


Lisda hanya tersenyum mendengar ucapan Adit.


Adit menarik tangan Lisda pelan.Lisda mangikuti saja Sebenarnya Adit ingin menghabiskan malam di tempat ini,tetapi Adit sudah berjanji ke Mamah nya Lisda.


Mereka meninggalkan tempat itu.Melaju menikmati udara malam yang dingin.Merasakan suasana hatinya yang sudah mulai membaik dari sebelumnya.


"Terima kasih,dit," Bisik Lisda mengarahkan bibirnya ke telinga Adit.Lelaki.itu hanya menjawab dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2