
Beberapa burung Pipit terlihat santai di atas ranting,Angin yang berembus cukup kencang,sesekali membuat mereka hilang keseimbangan.Terbanv,lalu kembali lagi ke ranting yang sama.Sepertinya,burung-burung itu tidak menyadari ttelah menjadi objek foto Disaat.dari tadi Adit asyik menjepretkan kamera,hingga ia tidak sadar sudah berjalan beberapa ratus meter dari lokasi tenda.Tetapi akhirnya,burung-burung Pipit benar-benar terbang menjauh.Kaget dengan bunyi ranting patah yang terinjak kaki Adit.
Dari jauh seseorang juga memerhatikan.Di mata perempuan itu ada sesuatu yang dalam.Bak harapan yang tak pernah padam.Bak cinta yang tak pernah karam.Seseorang yang membiarkan dirinya tenggelam dalam perasaan yang terus ia pendam.Seseorang yang tak juga berani mengatakan,aku cinta kamu.Seseorang yang selalu yakin,jika mencintai adalah usaha mempertahankan perasaan yang dimiliki.Dan ia pula ,hati bisa terasa lebih sakit daripada semestinya.Tetapi,keyakinan membuat ia mencintai seperti itu.Baginya tak ada yang perlu di sesalkan karena telah mencintai.bukankah mencintai adalah usaha memperjuangkan,memahami dan kadang juga usaha tetap bertahan dalam perasaan sakit sendiri?
Putri tersenyum,tersenyum penuh makna.Baginya Adit adalah lelaki istimewa.Meskipun kadang ia tahu apa yang dipikirkan Adit adalah hal tak masuk akal.Lelaki itu,sesekali waktu terlalu larut dengan fantasi-fantasi anehnya.Tetapu bukankah hidup kadang adalah fantasi yang tak perlu di jelaskan oleh teori ilmiah manappun.Kadang hidup tidak butuh logika siapa pun.Hidup hanya tentang bagaimana membuat diri kita bahagia.Suatu waktu,kita tidak perlu peduli jika pun kita dianggap aneh hanya karena apa yang kita pikirkan tidak dipahami pikiran manusia umumnya.Selama itu bukan hal yang merendahkan orang lain,bukan hal yang mencampuri urusan orang lain.Selama keanehan itu bisa kita nikmati tanpa perlu berhubungan dengan siapa pun.Tidak ada yang salah dengan itu.Hal yang penting,kita hanya perlu bahagia dengan apa yang kita punya.Putri tahu,Adit selalu bisa membuat dirinya bahagia dengan caranya.
Dua tahun ia telah mendalami apa saja kebiasaan Adit.Meski.hampir tak pernah ia berduaan dengan Adit,kecuali untuk urusan kerjaan.Ia hafal.betul semua kebiasaan lelaki itu.Tentang Adit yang mengagumi senja dan akhir-akhir ini sedang mencoba menikmati pagi.Juga tentang Adit yang sering pergi ke tempat-tempat yang bahkan ia tak pernah ke sana.Tentang pikiran-pikiran liar Adit perihal bintang-bintang di langit,bulan,matahari,mata kucing,dan hal-hal tidak penting bagi orang pada umumnya,tetapi selalu punya makna tersendiri bagi Adit.
Putri selalu mengikuti perkembangan Adit akan hal-hal semacam itu.Mencari tahu apa yang terjadi pada Adit.Seperti kebanyakan orang jatuh cinta lainnya.Selalh ingin tahu tentang apa saja yang di sukai dan tidak disukai oleh orang yang ia sukai.
Puas memerhatikan Adit dari jauh,ia kembali bergabung ke tenda.Membiarkan Adit menikmati dunianya.Daun-daun pohon megono yang tumbuh di sekeliling lokasi camping mereka,berjatuhan di tiup angin.Daun-daun menguning yang memang sudah saatnya jatuh,lelah bertahan pada ranting.Daun-daun yang menua dan Ikhlas dijatuhkan.tetapi,Putri masih sepertu daun hijau yang tetap saja tegar bertahan dengan segala yang terjadi.Bertahan untuk cinta yang tidak pasti.
Bahkan,saat seseorang memberitahu bahwa Adit sedang dekat dengan calon anggota baru,ia hanya tersenyum.Sebegitunya ia percaya pada perasaan yang ia miliki.Ia percaya semua sudah memiliki takdir sendiri.Keyakinan untuk mencintai tanpa perlu menuntut apa pun.Jatuh cinta tanpa perasaan ingin memaksa mengikat.Ia hanya ingin merasa tetap dekat,meski pada suatu ketika ia merasa begitu jauh.
"Put,kayaknya ada yang lagi dekat sama Adit.deh.Tadi,aku nggak sengaja dengan dua calon anggota itu sedang bercerita tentang Adit.Yang namanya,Lisda.yang aku dengar;dia suka sama Adit.Bahkan,gosipnya,mereka pernah jalan berdua..."
Ia mendengar berita itu dari mita.Perempuan yang mementori kelompok ( yang ada Aruna di dalamnya).terlihat antusias berbagi cerita .Meski ia bicara seperti orang berbisik pada Putri.Selama ini,diam-diam Mita memerhatikan sikap Putri.Sebagai sesama perempuan yang hampir setiap hari bertemu di sekretariat,ia tahu kalau Putri sejak lama memendam rasa pada Adit.
"Lalu?"jawab Putri dingin.
"Kamu nggak cemburu?"
"Cemburu?Buat apa?aku bukan siapa-siapanya Adit.Nggak ada hak juga aku cemburu .Masalah perempuan lain yang suka pada Adit,kayaknya bukan hal baru lagi."
__ADS_1
Putri berusaha terlihat tegar.Walau sebenarnya jauh di dalam hati dia tak suka keadaan seperti itu.Ia tetap saja merasa cemburu saat ada perempuan lain yang mencuri perhatian Adit.
"Tapi ini beda,Put.Di Adit merenspons..."
"Udahlah,Mita.Cukup!Aku nggak mau dengar lebih banyak lagi.Kamu tahu kan Mit,bagaimana aku?Suara Putri menahan sesuatu dengan getar.
Mita mengangguk,ia memeluk Putri,merasa menyesal telah memberitahukan hal itu.Tapi putri lagi-laagi bersembunyi di balik senyuman yang seolah tak pernah habis.Ia membalas pelukan Mita.
"...Semuanya akan baik-baik saja," bisiknya.
Di lapangan,calon anggota sedang sibuk mengumpulkan bahan bakar untuk bahan api unggun nanti malam.Beberapa ranting pohon yang tumbuh di pinggir area camping mereka kumpulkan beberapa orang pergi mencari ban bekas di bengkel yang tak jauh dari lokasi camping.semuanya terlihat sibuk dengan ganggung jawab masing-masing.
Putri sudah kembali bergabung di tenda panitia memerhatikan calon anggota yang sibuk dengan tanggung jawab masing-masinh.Di sebelahnya ada beberapa orang teman yang duduk menghadap ke lapangan;Edi,Dita,Rahma,dan dibaris ke empat,ada Adit.Lelaki ini duduk memerhatikan calon anggota.Matanya tertuju ke arah seseorang yang ada di lapangan,menuju Lisda yang sibuk menyusun ranting-ranting kecil bersama beberapa teman lelakinya.
Putri adalah orang yang tidak suka mengikut campurkan urusan pribadi dengan organisasi dan pekerjaan.ia selalu menempatkan sesuatu dengan kapasitas masing-masing.Berusaha bersikap seperti biasa.Berusaha tidak terlihat sedanv merasa cemburu.
Dari kejauhan,terlihat Citra berbisik pada Lisda .Lalu Lisda tersenyum melihat ke arah tenda.Ada sepersekian detik mata mereka saling menatap.Ada getaran yang menjalar di dada Lisda.Juga di dada Adit.sebelum akhirnya Lisda memilih menolehkan wajah yang merona merah jambu ke arah lain,lalu mengajak Citra ke tenda.
Tak ada yang sadar apa yang baru saja terjadi.Hanya mereka berdua yang tahu.Lisda tersenyum.Seseorang yang dari tadi dicari akhirnya ia temukan dengan sebentuk senyuman dibibirnya.Bibir yang melengkung setengah lingkaran itu mampu menghilangkan rasa lelah.ternyata,jatuh cinta mampu memacu semangat lebih dari dua kali lipat
waktu terasa begitu ceappt berlalu.langit yang tadinya biru memutih.Kini berubah kemerah-merahan.Awan-awan terlihat berdiam diri dilangit seolah tidak bergerak.layaknya seseorang yang sedang lelah dan memilih istirahat.
Malam datang menjelang,Denting suara gitar terdengar mesra di area perkemahan.Area camping anak-anak malam itu.Lagu-lagu Band mengalun bebas dimulut mereka tak ada yang peduli dengan notasi atau suara yang fals.Mereka bahagia,ceria,bersenang-senang.
__ADS_1
Api semakin menyala ditengah lingkaran posisi duduk mereka.Membakar ranting dan ban bekas yang menumpuk.Seolah mengikuti keceriaan mereka malam itu.Adit sibuk dengan kameranya.Ia tidak ikut duduk karena memang bagian dari tugasnya mengabadikan setiap momen yang terjadi malam itu.Dibantu dua orang temannya yang juga fotografer.
Tak jarang kamerannya mengarah kepada senyum Lisda yang mengembang dalam keceriaan malam itu.sesekali Citra menggoda Lisda.
"Ciiee...Yang lagi jadi objek foto," bisiknya pada Lisda.
Satu,dua,cubitan mendarat di pinggang Citra."Apaan sih?Nanti kedengeran oleh yang lain.malau tahu." wajahnya merona di antara remang cahaya api yang menyala garang.Api yang seperti gejolak cemburu.
Semuanya terlihat gembira malam itu.senyum-senyum puas memamer di wajah mereka Rasa lelah yang dari pagi menyiapkan segala hal.seakan terbayar oleh suasana malam yang hangat Tetapi,tidak begitu dengan seseorang yang memerhatikan mereka dari jauh Putri yang dari tadi memilih istirahat ditenda.Memberikan alasan sedang kurang enak badan pada teman-temannya.ia memilih sendiri ditenda Menikmati semua yang terjadi dari jauh.Sengaja tidak ikut kedalam kegembiraan itu Hatinya sedang tidak bersahabat dengan keceriaan .Ada legam yang semakin dalam.Ia takut malam itu tidak mampu membuat perasaannya terkendali.
Ia menatap Adit yang terlihat bahagia.Telah lama ia tidak melihat Adit sebahagia itu.Bahkan sejak Anila meninggal,ia tidak pernah melihat raut wajah Adit seperti itu.Semenjak kepergian Anila,lelaki itu lebih banyak terlihat dingin.Malam itu Adit terlihat begitu lepas.Lelaki itu seakan menemukan dirinya lagi.Bahagia kembali.
"Apa kamu sudah menemukan alasan untuk bahagia lagi?"suaranya terdengar lirih,ia berusaha menghadirkan senyum di bibirnya.Berusaha agar tidak sedih.Ia berhasil memaksa bibirnya tersenyum.Tetapi,ia gagal menahan air matanya yang terlanjur mengaliri pipi.
"Dit,mungkin aku perempuan paling bodoh dalam urusan ini,Mengharapkan kamu yang juga nggak tahu apa yang aku rasakan.Dan lebih bodoh lagi,aku nggak pernah mampu mengatakannya padamu.Tapi satu hal yang aku tahu,kamu paham akan itu;cinta bukan hanya tentang menyatakan,bukan hanya tentang memberi tahu kepada orang yang kamu cintai.tapi tentang bagaimana kamu mempertahankan perasaanmu pada orang yang kamu cintai.Seperti yang kamu lakukan untuk Anila dari dulu.Seperti yang aku pertahankan padamu hingga sekarang.Kamu sadar nggak sih,kalau aku belajar banyak tentang cinta dari kamu.Lalu kenapa kamu nggak belajar menyadari kalau aku mencintaimu?"
Putri menyeka bias air mata.Berusaha membuat hatinya berdamai.Setidaknya sekarang ia tahu satu kenyataan lain.Ia tahu siapa yang mulai disukai Adit.
Malam terus berjalan menuju larut.Udara mulai terasa dingin.Api yang tadi menyala garang kini tinggal bunga-bunganya saja.Acara api unggun telah selesai. Beberapa orang kembali ke tenda memilih istirahat.Beberapa orang lagi masih asyik berbicara dengan teman-teman mereka.Menikmati malam dan udara yang dingin dengan sisa tenaga mereka yang berlebih.
Terasa banyak bahagia di dada mereka.Tetapi tak ada yang menyadari,di dada Putri luka kembali menganga Merobek setiap sudut dinding yang bertahan diatas nama cinta.
Ketika kamu benar-benae jatuh cinta pada seseorang.Maka kamu akan selalu punya alasan untuk mempertahankan apa yang kamu rasa Putri pernah membaca hal itu dan ia percaya.
__ADS_1