
Pagi jatuh lagi di kampung ini,Kampung yang lambat bertumbuh .akan tetapi,kehidupan manusia berjalan begitu cepat.Terlihat beberapa orang pergi bekerja,selebihnya ada yang sekadar berjalan-jalan pagi.Beberapa remaja dan orng dewasa muda terlihat Lalu lalang dengan kendaraanya .mereka mungkin ingin ke sekolah ,ke kampus,atau entah ke mana.
Lisda sudah diatas kendaraan motornya menuju kampus dikota.Dan tak lupa ia Menjemput Ainul untuk bersama sama ke kampus itu.
Ketika sampai dijalan depan gerbang kampusnya.
Ia diam sejenak,menatap gerbang kampus.
Universitas Negeri Sinjai
Lisda menarik napas.Lalu membatin, "Hari ini semua akan di mulai lagi.Ini hari pertama untuk kehidupan baru Aku harus lebih baik dari hari sebelumnya.Rey kamu harus tahu,aku bukan perempuan lemah yang bisa terus kamu bohongi.
__ADS_1
Suasana kampus sudah mulai ramai .Beberapa orang mahasiswa terlihat berlarian .Mungkin mereka takut telat.hari itu ia tidak peduli arah mana yang akan dituju.Yang penting dia punya teman baru untuk diajak bicara.Ia harus punya kesibukan agar bisa mengalihkan rasa sedih atas Rey.Ia harus punya teman bicara agar tidak di permainkan oleh ingatannya sendiri.
Ia menjalani Kuliahnya dengan sangat aman dan tidak ada kendala sampai dengan hari seterusnya.
sementara lelaki asing itu duduk diatas lantai gedung fakultas kampus .Kebiasaan yang masih ia lakukan sesekali .Tidak sesering dulu.Sejak kekasihnya meninggal,memang jarang ia duduk di lantai gedung paling atas itu.Kecuali saat perasaan rindu akan perempuan itu datang seperti sekarang.Saat dadanya sesak dengan kenangan yang pulang pada saat-saat yang tak seharusnya .Hanya dengan menikmati momen diatas gedung itu,ia bisa merasakan sedikit lega.Merasakan dadanya lebih lapang.Rindu itu terasa sedikit terbayar.
Setiap kejadian ada hikmahnya.Sejak kejadian kekasihnya meninggal sore itu,Satpam penjaga gedung mengenalnya dengan baik .Bahkan ,ia diberi hak bebas datang kapan pun ia mau ke tempat itu ,kapan pun ia ingin menikmati rindu.Sesekali ia malah ditemani satpam penjaga gedung itu.Mereka menjalin persahabatan yang unik.
Lelaki itu lebih suka datang malam hari ke atas atap gedung fakultas.Seperti malam itu,ia ditemani satpam penjaga gedung.
Mereka sudah saling mengenal sejak lama.Tetapi baru menjalin persahabatan yang aneh beberapa waktu setelah kecelakaan itu terjadi.Dulu saat Anila masih hidup,pasangan itu adalah mahasiswa langganan yang membuat satpam itu kesal.Tetapi sekarang tidak lagi.
__ADS_1
"Iya,bang.Saya paham.Hanya saja,saya mungkin belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan Anila,"Jawabnya dengan kepala tertunduk.
"Sampai kapan kamu akan tetap begitu?Kasihan orangtuamu.Mereka pasti mengkhawatirkanmu.Mungkin sudah saatnya kamu memikirkan masa depanmu,Kuliahmu.Hidup ini pilihan.Kalau kamu nggak memperhitungkannya,kamu akan kalah,".Sesekali lagi sesapan kopi hitam itu di cangkirnya.
"Hehe..Ternyata Abang bijak juga,ya."
"Kamu dinasehati malah ketawa.Saya kerjanya saja yang satpam,tapi masalah petuah hidup,saya juga banyak belajar dari orangtua saya.Ayo Bro,cepat kamu selesaikan kuliahmu.Lalu temukan Anila yang baru."Ia menepuk bahu anak muda itu.
"Iya,Bang.Semoga.TerimahKasih atas nasihatnya,Bang.Kapan-kapan saya yang traktir Abang kopi deh,jangan Abang melulu,"ucapnya sambil berterimakasih.Satpam itu sudah sangat baik padanya,bahkan hampir selalu mentraktirnya kopi hitam.
"Biasa saja kamu.Nggak usah.Kalau butuh nasihat cerita saja.Oh iya,saya harus kembali ke lantai satu.Biasa,panggilan tugas.Kamu jangan aneh-nahe di sinimJangan bunuh diri."
__ADS_1
"Haha..si Abang,ada-ada saja.Mana mungkin saya bunuh diri.Hati-hati,Bang.Selamat bertugas!"
Embun malam mulai turun menusuk tulang.Dingin .malam itu,ia menikmati setiap perasaan rindu yang menyerang dirinya.Sesekali dia bicara pada bintang-bintang.Seolah binta mengerti apa yang ia katakan.Begitukah ia.Menjadi lelaki yang kadang sulit dimengerti setelah hari sedih itu melanda.Tidak ada orang lain yang sepenuhnya mampu mengerti dia.Mungkin hanya dia yang mengerti dirinya sendiri.