
di Kos nya Putri,menatap ke arah luar kamar.Kamarnya berada dilantai dua.Di balik kaca yang di hiasi air hujan ia teringat Adit.Entah kenapa kenapa akhir-akhir ini ia begitu sering dari biasanya.Ia juga tidak mengerti,tetapi Putri tidak ingin melawan perasaan yang tumbuh di dalam hatinya.Karena semakin ia lawan rasa itu semakin dalam terasa.Dan akhirnya hanya membuat dadanya kembali terasa sakit.Ia masih menyesalkan dirinya kenapa tidak pernah berani mengatakan apa yang ia rasakan pada Adit.
Memendam perasaan kadang membuat seseorang merasa sakit.tetapi setidaknya ia masih memberi celah bersyukur pada dirinya.Pada apa yang ia putuskan beberapa tahun lalu.Saat merelakan kebahagiaannya dikorbankan demi kebahagiaan sahabatnya.Anila.Sebab baginya,menyimpan perasaan kadang lebih baik daripada menyatakannya.Karena pada dasarnya,jatuh cinta diam-diam memendam perasaan pada seseorang bukanlah perasaaan yang di pinta.Bagi Putri,perasaan itu anugerah mahasemesta.
Cinta adalah cara Tuhan mengisi hati dengan hal-hal yang kadang tidak pernah kamu Pikirkan.Ia pernah membaca dan mendengar kalimat itu entah dari buku apa dan dari siapa.Tetapi ia ingat kalimat itu dengan jelas.Membekas di kepalanya sejak bertahun lalu.Kadang,beberapa orang ingat isi buku yang dia baca,tetapi lupa siapa penulisnya.
Malam semakin larut,hujan tidak usai.Putri merebahkan tubuhnya di tempat tidur,memeluk guling.Lalu menikmati setiap perasaan yang menyerangnya malam itu.Ia mengingat Adit dengan sedih.Dulu rasa ini juga datang saat-saat Adit terpuruk oleh kematian Anila.
Putri pernah menatap mata Adit,berbisik dalam hati.
"Kamu terlalu sibuk meratapi kehilanganmu akan dia.Lalu tidak menyadari,pelan-pelan aku merasaa semakin kehilangan kamu juga."
Adit tidak tahu.Apa yang di sembunyikan dengan rapat oleh Putri.
"Jatuh hati,memang kadang membuat kamu harus menahan hati,Tapi percayalah,tidak ada jatuh hati yang membuat orang mati.Bahkan saat patah hati pun tidak akan menyebabkan kamu mati," ia ingat,begitu kata ibunya.
__ADS_1
Putri pernah bertanya, "Lalu kenapa ada yang patah hati,kemudian bunuh diri?"
Ibunya tersenyum kala itu.
"saat patah hati.Hal yang membunuh orang bunuh diri,bukan rasa patah hatinya.Namun kebodohan orang itu sendiri!"
Putri selalu mengingat petuah ibunya,Satu hal yang ia takutkan dari perasaannya bukan patah hati.Tetapi ia takut menjadi bodoh karena terlalu dalam jatuh hati.Karena itu,ia memilih seolah ia tidak jatuh cinta pada Adit.memilih menampilkan sisi biasa .Walau kadang,ia tidak mampu mengontrol diri untuk tidak merindukan Adit.Walau sesekali ia tetap saja salah tingkah saat berhadapan dengan Adit.
Sejak menjadi Redaktur Organisasi Koran,mau tidak mau,harus Intens Berkomunikasi dengan Adit.Setiap jelang koran terbit edisi awal bulan.Ia harus lebih sering berhadapan dengan beberapa anggota organisasi,termasuk dengan Adit,Sebab beberapa hal harus mereka diskusikan dan selesaikan.Hal itu kadang membuatnya akan kerepotan mengendalikan perasaannya.Semakin sering ia menatap Adit ,rasa itu semakin dalam.
"Kenapa jatuh dan cinta ini harus ke kamu?"
Segumpal tetes bening mengalir di kelopak matanya.Membasahi bantal yang ia tiduri.Ia sampai di ujung sesak yang menghantam ulu hati.Disetiap rasa sesak itu,selalu berakhir dengan air di lingkaran kelopak mata.
Di sisi lain,Putri selalu terlihat kuat di mata teman temannya.Bahkan,Adit pun tak pernah tahu kalau Putri pernah menangis seperti itu .Di Kos nya dia merendam suaranya di kamar sendirian.Melepaskan rasa penatnya menanggung perasaan.Di dunia yang berbeda ,saat di kampus ia adalah perempuan tangguh.Ia di pilih jadi redaktur,karena ia tangguh,karena ia mampu.Tetapi masalah hati,tetap saja mampu membuatnya menangis.
__ADS_1
Ia masih ingat saat Anila curhat padanya,tentang perasaannya pada Adit.Saat pertama kali Putri memutuskam untuk menyimpan perasaannya sendiri.Bagi Putri,tidak ada yang lebih baik dari persahabatan.Seperti kata kebanyakan orang yang ia dengar,pacar gampang di cari ,tetapi menemukan sahabat terbaik tidak segampang itu.
Malam itu terlihat wajah Anila berseri saat menceritakan perasaannya terhadap Adit.Lelaki yang ia suka.Yang tidak pernah di sadari Anila.Lelaki itu juga disukai sahabatnya.Putri mendengarkan Anila bercerita panjang lebar.Berusaha terlihat ikut senang perihal apa yang diutarakan Anila.Berpura-pura bahagia melihat sahabatnya bahagia.Meski,seharusnya ia memang harus ikut bahagia tanpa perlu berpura-pura.Andai saja lelaki yang di sukai Anila bukanlah lelaki yang sama dengan yang ia sukai.Tetapi,cinta tidak pernah bisa di tebak pada siapa ia datang,pada siapa ia akan menetap .Hingga akhirnya,ia memilih untuk mengubur rasa yang ada di hatinya dalam-dalam.
Beberapa hari kemudian,Anila menceritakan ia baru saja jadian dengan Adit.Putri hari itu tidak tahu harus bersikap bagaimana.Beruntung ia sukses melewatinya menyembuhkan perasaan sedih yang menyeruak .Memberi raut wajah bahagia pada sahabatnya.
"Selamat Ya," ucapnya memeluk Anila.Ia berusaha sekuat tenaga untuk terlihat baik-baik saja.Berusaha tetap mampu melengkungkan bibirnya
Namun,semua itu tak bisa ia tahan lama-lama Bola matanya memanas,dadanya terasa begitu sesak.Setelah Anila pergi,Putri segera mengurung diri.Ia tidak pernah sanggup membayangkan orang uang dia cintai jadian dengan sahabat sendiri Dan itu mendadak jadi kenyataan .
Ia tidak dapat memisahkan perasaan bahagia atau sedih.Akhirnha matanya tidak kuat menahan Tetes.
Malam ini semua kenangan kembali hadir di kamarnya,di ruang ingatannya .Hujan turun semakin lebat.malam beringsut larut.Dan perasaan sedih yang sama datang lagi
Putri masih memikirkan bagaimana ia bisa lepas dan bebas dari rasa yang membuatnya sesak ini dari bertahun-tahun.Berapa kali ia mencoba dan memikirkan hal itu semua tapi masih tetap tidak bisa.apakah karna putri juga sering kali bertemu dengan Adit bahkan ia sering kali memerhatikan Adit dengan diam-diam.Lantas bagaimana hal melupakan bisa terjadi bertemu dan memerhatikan Adit masih sering ia lakukan.
__ADS_1
Ia menangis disetiap malam nya.Bahkan malam ini pun ia sangat mengeluarkan air mata yang hebat.