AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU

AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU
Sulit


__ADS_3

Suasana kelas dikampus mulai ramai.Terlihat beberapa mahasiswa bergegas keluar kelas setelah dosen mereka keluar kelas terlebih dahulu.Mungkin karena rasa lapar atau mungkin karena harus menemui seseorang yang sedang menunggu .Atau karena tugas kuliah untuk jam selanjutnya belum mereka selesaikan,belum mereka Print,belum mereka bikin.Entahlah.


Lisda dan Ainul pun masih saja sibuk dengan buku bacaan mereka.Sejak tadi,mereka tidak serius memerhatikan dosen yang sedang mengajar di kelas mereka yang pertama kalinya.Bahkan setelah dosen itu keluar,mereka masih asyik dengan kegiatan masing-masing .Hari itu mereka baru saja belajar mata kuliah filsafat.Bagi mereka pelajaran filsafat seperti itu tidak terlalu menarik.Bukan karena kuliah filsafat adalah kuliah ilmu berpikir;mempertajam pemikiran.Tetapi,mereka tidak suka karena cara penyampaian dosen yang mononton.Metode pengajar dosen-dosen zamaan dahulu,yang tidak lagi sesuai dengan apa yang mereka butuhkan saat ini.Bukan karena mereka terlalu pintar atau sok pintar.Hanya saja bagi mereka proses kuliah itu baiknya dilakukan dengan cara diskusi seperti yang dilakukan dosen lain.Mereka cukup begitu pintar saat disekolah SMA.soal pelajaran begini saja mereka cukup mengerti .Kelas itu sungguh membosankan bagi mereka.


"Hei,duluan,ya,"ucap salah seorang teman lelaki mereka yang terakhir keluar kelas.Ia tampak terburu-buru.


"Oh iya.Hati-hati," jawab Lisda tersadar kalau perkuliahan telah berakhir


Keterlaluan memang sampai mereka tidak sadar kalau perkuliahan mereka sudah berakhir.Tetapi,begitulah mereka.Mereka lebih tertarik dengan kehidupan sendiri.Mereka lebih tertarik dengan kehidupan sendiri.Membaca buku,misalnya.Dan untung dosen itu juga begitu peduli dengan mahasiswa cuek seperti mereka.


"Eh,Ainul." Lisda mendekat menepuk bahu Ainul.Sontak Ainul kaget ternyata dari tadi ia juga tidak sadar kalau perkuliahan sudah berakhir.


Tampa pikir panjang Ainul bergegas berdiri.Lisda menurut saja ke mana langkah Ainul.Merek berjalan berdua dari kelas kuliah,Melewati kantor jurusan bahasa Indonesia,Kantor jurusan mereka.Lalu mereka berjalan melewati fakultas Taknik,Fakultas tempat Rey Kuliah.Lisda yang begitu dulu tamat sekolah dbanding Rey. tetapi ia lambat memasuki Bangku kuliah .Kebetulan Kampus mereka begitu sangat dekat.


"Sepertinya Rey sedang sibuk atau bahkan sibuk dengan kekasih barunya.Rey kan juga terkenal Playboy," Lisda membatin.


Tanpa ia sadari langkahnya semakin pelan.Ia keasyikan memerhatikan sekitar,beraharap matanya menemukan Rey.Tetapi sepertinya,harapan itu tidak terkabul.Entah di mana lelaki itu.

__ADS_1


Ainul berhenti,tersadar kalau lisda sudah tertinggal.


"Lisda!"Panggil Ainul.Tetapi perempuan itu tetap tidak sadar dengan panggilan Ainul."Lisda!" ucapnya lebih keras.


"Oh iya,maaf," jawab Lisda mempercepat langkah.


Ainul memperlambat langkah .Hingga Lisda berjalan beriringan disebelah Kananya.Ia tahu Lisda sedang memikirkan Rey saat itu.Terlihat jelas dari gerak gerik sahabatnya itu.


"Kamu masih mikirin dia,ya?" tanya Ainul pelan.ia sebenarnya takut mengingatkan lagi tentang Rey ke perempuan itu.Ia takut jikalau Lisda terbawa hati lagi.


Lisda tidak menjawab.


"Aku nggak tahu,apakah aku bisa melupakan Rey.Terlalu banyak kenangan yang ada di antara aku dan Rey.Dia membuatku bisa ikhlas tentang Alfareza.dan sekarang ia membuatku trauma kembali.bagaimana aku bisa mencintai lelaki lain lagi setelah kepercayaan dan ketulusanku terhadap lelaki selalu di sia-siakan.


Ainul menepuk pelan bahu Lisda. "Kamu sabar,ya.Kamu pasti bisa lebih baik," ucapnyaa mencoba menguatkan Lisda.


langit sedang terbakar oleh hangat cahaya matahari petang

__ADS_1


Barisan awan yang menggumpal beranjak pelan-pelan menyusuri ujung langit .Senja seolah sedang menceritakan kisah pilu seseorang.


Ia berdiri ke arah langit.Dari tempat ia berdiri.Ada hamparan atap rumah penduduk yang berada disekitar kampus dan beberapa pohon yang terlihat dan atas gedung itu.Sebuah kamera terus saja ia bidikan pada ujung langit yang penuh rahasia.Seperti rasa hatinya rahasia yang ia simpan sendiri.Tentang rasa sedih yang masih menghujam jantung.Rasa pilu yang masih ia sembunyikan dari ingat-bingar dunia.Ia yang terus berusaha terlihat baik selama ini.Seolah ia telah pulih sepenuhnya atas kejadian yang merampas Anila.Tetapi sebenarnya,perasaan terdalam dari dirinya tidak seperti yang ia tunjuka.perasaannya belum benar-benar pulih.


Beberapa kali ia menjepretkan kamerannya,membayangkan Anila di ujung bidikan potret itu.Kekasih yang begitu ia cintai.Kekasih uang membuatnha mengerti.kadanv mencintai bukan hanya perkara sekedar bersama.Tetapi juga tentang kesiapan untuk sebuah perpisahan untuk sebuah perpindahan.Tetapi,itulah cerita yang paling baik hakikatnya .cerita yang sudah menjadi Skenario Tuhan.


Baginya,pernah bersama Anila adalah hal terindah.ia menatap ke arah ujung langit.Tempat senja membakar diri.Matanya berbinar,ia begitu rindu akan perempuan itu.Perempuan yang kini hanya ada dalam kenangan.Entah sampai kapan ka akan seperti itu.Bertahan dengan rasa sesak di dada saat sendiri.Berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain.


"Kamu benar,ada saatnya kita harus belajar melupakan.Ada saatnya kita harus melepaskan .Ada kadang,harus pindah dari tempat yang membuat kita nyaman selama ini.Pindah bukan karena kita tidak nyaman lagi.Tapi,karena jika terus bertahan di tempat itu tidak membuat Kitaa jadi lebih baik.


Ucapan Anila yang terekam jernih di ingatan lelaki itu.


Ia berjalan menuruni tangga.Sudah agak gelap.Sudaj saatnya ia pulang kembali ke Kos kampusnya.Menyelesaikam kewajibannya sebagi manusia; Mandi,makan dan kewajiban sebagai mahasiswa; ia harus mulai serius dengan kuliah dengan tugas-tugasnya.


Dikamar ia meletakkan kamera ditempat biasa.Dimeja kecil,disebelah cangkir yang masih menyisakan ampas kopi semalam.Ia belum mencuci cangkir itu,ada kenangan disetiap cangkir kopi.kenanvan yang tidak perlu di buang dengan terburu-buru.Biarkan ia tenggelam dihati hingga ditemukan oleh kisah baru kembali.Atau biarkan kenangan tetap disana.Hingga rasa siap dalam diri telah hadir untuk memulai kisah baru.


Malam berlalu begitu saja.Barangkali karena kelelahan.Lelaki itu tertidur di meja belajarnya.Ia terbangun,dengan kepala masih agak pusing.sebelum ketiduran tadi,ia sedang mengerjakan tugas dari organisasi kampusnya.Menyusun konsep untuk materi koran yang diterbitkan di bagian koran edisi mendatang. Beberapa foto dengan tema-tema senja dan kenangan yang tak kunjung pulang-pulang telah selesai ia kerjakan.Foto-foto itu menceritakan tentang senja; yang dalam hal itu di presentasikan dengan sosok perempuan yang menunggu kenangannya pulang.Tentang senja yang tak pernah lelah untuk datang tiap sore.Lalu pulang saat malam datang.tentang senja yang singgah di puncak gedung tempat ia biasa mengenang Anila.

__ADS_1


"Aku nggak akan pernah melupakanmu.meski nanti ada seseorang sepertimu.kamu akan tetap memiliki tempat tersendiri."Bisiknya seolah Anila ada di sana.


__ADS_2