
Langit sedang terbakar oleh hangat cahaya matahari petang.Barisan awan yang menggumpal beranjak pelan-pelan menyusuri ujung langit.Senja seolah sedang menceritakan kisah pilu seseorang.
Ia berdiri ke arah langit .Dari tempat ia berdiri,Ada hamparan atap rumah penduduk yang berada disekitar kampus dan beberapa pohon yang terlihat dan atas gedung itu.Sebuah kamera terus saja ia bidikan pada ujung langit yang penuh rahasia.Seperti rasa hatinya rahasia yang ia simpan sendiri.Tentang rasa sedih yang masih menghujam jantung.Rasa pilu yang masih ia sembunyikan dari ingar-bingar dunia.Ia yang terus berusaha terlihat baik selama ini.Seolah ia telah pulih sepenuhnya atas kejadian yang merampas Anila.Tetapi sebenarnya,perasaan terdalam dari dirinya tidak seperti yang ia tunjukan.Perasaannya belum benar-benar pulih.
Beberapa kali ia menjepretkan kameranya,membayangkan Anila di ujung bidikan potret Itu.Kekasih yang begitu ia cintai.Kekasih yang membuatnya mengerti,kadang mencintai bukan hanya perkara sekedar bersama,tetapi juga tentang kesiapan untuk sebuah perpisahan untuk sebuah perpindahan. tetapi itulah cerita yang paling baik hakikatnya.Cerita yang sudah menjadi Skenario Tuhan.
__ADS_1
Baginya,pernah bersama Anila adalah hal terindah.Ia menatap ke arah ujung langit.Tempat senja membakar diri.Matanya berbinar,ia begitu rindu akan perempuan itu.perempuan yang kini hanya ada dalam kenangan.Entah sampai kapan ia akan seperti itu.Bertahan dengan rasa sesak di dada saat sendiri.Berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain.
"Kamu benar,ada saatnya kita harus belajar melupakan.Ada saatnya kita harus melepaskan.Ada kadang,kita harus pindah dari tempat yang membuat kita nyaman selama ini.Pindah bukan karena kita tidak nyaman lagi,tapi karena jika terus bertahan ditempat itu tidak membuat kita jadi lebih baik.
Ia berjalan menuruni tangga.Sudah agak gelap .Sudah saatnya ia pulang kembali ke Kos kampusnya.Menyelesaikan kewajibannya sebagai manusia;mandi,makan,dan kewajiban sebagai mahasiswa;ia harus mulai serius dengan kuliah,dengan tugas-tugasnya.
__ADS_1
Dikamar ia meletakkan kamera ditempat biasa.Dimeja kecil,disebelah cangkir yang masih menyisakan ampas kopi semalam.Ia belum mencuci cangkir itu.Ada kenangan di setiap cangkir kopi .Kenangan yang tidak perlu dibuang dengan terburu-buru.Biarkan ia tenggelam di hati hingga ditemukan oleh kisah baru kembali.Atau biarkan kenangan tetap disana,hingga rasa siap dalam diri telah hadir untuk memulai kisah baru.
malam berlalu begitu saja.Barangkali karena kelelahan,lelaki itu tertidur dimeja belajarnya.Ia terbangun dengan keplala masih agak pusing.Sebelum ketiduran tadi,Ia sedang mengerjakan tugas dari organisasi kampusnya,Menyusun konsep untuk materi koran yang akan diterbitkan di bagian koran edisi mendatang.Beberapa foto dengan tema "senja dan kenangan yang tak kunjung pulang" telah selesai ia kerjakan.Foto-foto itu menceritakan tentang senja; yang dalam hal itu dipresentasikan dengan sosok perempuan yang menunggu kenangannya Pulang.Tentang senja yang tak pernah lelah untuk datang tiap sore.Lalu pulang saat malam datang.Tentang senja yang singgah di puncak gedung tempat ia biasa mengenang Anila.
"Aku nggak akan pernah melupakanmu,meski nanti ada seseorang sepertimu.Kamu akan tetap memiliki tempat tersendiri," bisiknya seolah Anila ada disana.
__ADS_1