AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU

AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU
Kenangan


__ADS_3

Rey menatap beberapa fotonya bersama Lisda.Kemudian membaca beberapa pesan yang pernah dikirim Lisda untuknya.Masih disimpan.


Ia terdiam sejenak,menatap uraian kata di satu pesan pendek dari Lisda.


Perlahan,ia menikmati setiap kenangan yang dihadirkan setiap benda-benda itu.Kenangan yang disuguhkan dengan lembar-lembar surat.Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Lisda.Sesuatu yang mungkin datang di waktu yang tidak tepat lagi.Akan tetapi ia sadar satu hal,ia sudah terlalu sering menyakiti perempuan itu.Lisda berharap ia akan menjadi obat Setelah mantan Sebelum Rey.tetapi ternyata dia luka terhebat dari sebelumnya.Ia mencurangi perempuan itu.Ia sadar,semua mungkin akan menjadi sia-sia .Lagi pula sekarang ia sudah bersama orang lain.Pacar diam-diam yang kini sudah tak perlu ia sembunyika. pada siapa pun.Tetapi rasa bersalah itu tetap saja menghantui Rey.


Siapa pun yang pernah menyakiti seseorang .sesungguhnya tidak akan pernah bisa lepas dari dosa-dosa itu.Kebohongan bisa di sembunyikan pada setiap orng .namun tidak pernah bisa di sembunyikan dari diri sendiri.


Ia mengetik pesan dinponsel,pesan yang akan ia kirim pada Lisda.Setelah selesai pesan itu dihapus lagi,ditulis lagi,dihapus lagi,begitu terus sedari tadi.Ponselnya bergetar,satu panggilan dari Alif,kekasih diam-diamnya yang kini tak salafi jadi kekasih diam-diam.Kini mereka terlihat tanpa perlu di sembunyi lagi.Alif berhasil memberikan hal yang diinginkan Rey.Perempuan menggairahkan itu mampu membuat rey takluk dalam pelukannya.


"Halo,sayang.Kangen." Suara itu terdengar beberapa detik setelah Rey menerima panggilan telepon dari Alif.


"Aku juga,Sayang.Aku juga kangen."


"Ketemuan,yuk!Atau aku yang datang ke kamu.


"Kamu kesini aja.Aku lagi beres-beres."


"Ya udah,tiga puluh menit lagi aku nyampe di Kos Kamu.Aku bawain makanan,ya.Sayang kamu....."

__ADS_1


"Sayang kamu juga." Telepon di tutup.


Rey kembali menatap ke arah benda-benda yang pernah Lisda Berikan padanya.Semuanya masih terlihat berantakan setelah tadi ia keluarkan dari kotak yang juga diberikan oleh Lisda.


Dulu Lisda menyiapkan semuanya dengan Serapi mungkin.Agar benda-benda itu tidak berserakan.Lisda adalah perempuan yang detik.Ia telah menyiapkan kotak untuk benda-benda yang ia berikan pada Rey.


Rey kembali mengetik pesan yang ingin ia sampaikan pada Lisda sedari tadi,tetapi hasilnya sama seperti sebelumnya,dihapus dan dihapus lagi.


"Sudahlah,sepertinya kamu memang nggak perlu tahu.Aku sudah telah sering membuatmu sakit.Semoga kamu baik-baik disana,Lisda,"Ucap Rey seiring sesak yang tiba-tiba mengalir bersama darah di dadanya Perasaan yang sudah lama tak ia rasakan,Perasaan yang tidak pernah ia dapatkan Dari Alif.Kekasih barunya.


Beberapa saat sebelum Alif datang.Satu persatu benda dari Lisda itu kembali ia masukkan ke dalam kotak .Ia tak ingin Alif tahu hal itu.Bisa-bisa Alif cemburu dan mengamuk kalau tahu Rey masih menyimpan benda dari Lisda.Ia menyimpan dan menutup rapi lagi kotak itu,menaruh kotak itu ditempatnya kembali.Bagaimanapun perempuan tidak akan suka jika lelaki yang bersamanya masih menyimpan benda-benda dari mantan kekasihnya.Meski ia mendapatkan lelaki itu dengan cara merebut paksa,Hal yang tidak di sadari perempuan seperti ini;tidak semuanya akan benar-benar dilihatkan padanya.Sebab dari awal saja ia dan lelaki itu sudah memulai dengan menutup-nutupi beberapa bagian hidupnya.


"Iya.Mah.


Lisda segera membuka pintu kamarnya.ia tahu pasti mamahnya telah menyiapkan makan malam mereka.Mereka selalu menyempatkan makan malam bersama Karena hanya itu quality time mereka.Siang hari lebih banyak di habiskan oleh Lisda di kampus.dan biasanya juga ia hanya nginap di Kos dekat kampusnya.Apalagi sejak mendaftar di salah satu organisasi kampusnya waktunya semakin banyak tersita.


Hampir tiap waktu sehabis kuliah.Lisda datang ke sekretariat tempat organisasi koran kampusnya.Sekadar mengabrakan diri dengan senior.Atau mencari info apa saja perihal tugas-tugas sebagai calon anggota.Dan yang paling penting mengisi absen yang menjadi salah satu syarat yang harus mereka lalui dalam proses itu.Kegiatan seharian itu kadang membuat ia kelelahan sampai dirumah.Lansung tertidur setelah mandi,lalu baru akan terbangun saat mamahnya memanggul untuk makan malam.


Ia berjalan menuju ruang makan.Di dapur ada meja makan;

__ADS_1


"Kamu akhir-akhir ini terlalu sibuk sekali Jangan terlalu di forsir tenaganya,nanti kamu sakit.Mamahnya suka khawatir kalau kamu pulang magrib.Apalagi sekarang kamu pulang sendiri."ucap mamahnya cemas.


Lisda sekaranv dirumah hanya tinggal bertiga bersama mamah dan adiknya.Ayahnga kini sedang bekerja diluar kota.Dari hal itu dulu Lisda tidak ingin untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah karena tidak mah terlalu membebani orang tuanya terutama ayahnya.Tetapi keinginan dan dukungan dari orang tua nya juga yang membuat Lisda berubah fikiran.Serta dorongan dari teman-temannya..Sesuatu yang di khawatirkan juga karena jika Lisda berangkat ke kampus bahkan kegiatan kampus sangat padat ia tidak bisa pulang kerumah dan hanya mamah dan adiknya saja di rumah.


Kampus Lisda pun bisa di bilang lumayan jauh sekitar 1 jam an dari rumah ke kampusnya.


"Iya Mah.Aku baru gabung organisasi.Aku ikut koran kampus.Masih calon anggota.Kegiatannya cukup banyak Mau nyoba perbanyak kegiatan positif.Lagi bosan kalau ke kampus cuma buat kuliah." jelas Lisda.


"Iya.Mamah paham.Tapi kamu perempuan nggak baik keseringan pulang malam.Apalagi kamu pulang naik motor sendirian.Kamu tahu sendirilah.Berita di media sosial akhir-akhir ini.Kalau sudah malam.Banyak kejadian yang tidak di inginkan.


"Eh kok,mamah perhatikan akhir-akhir ini mamah nggak pernah liat Rey lagi.ya?kenapa dia nggak pernah datang ke rumah lagi?kalian baik-baik saja.kan?Apa masih berantem!"Tanya mamah yang mengira Lisda dan Rey bertengkar seperti biasa


Mengingat mereka berdua ada hubungan keluarga.Makan tak salah jika Rey sering main kerumah Lisda dan sangat di kenali oleh orang rumah.


Lisda berhenti menelan makanannya sejenak berusaha menenangkan hati untuk menjawab pertanyaan mamah.dulu juga Rey selalu memberikan kesan yang baik pada keluarga.terkhusus orang tua nya Lisda


"Baik Mah.Tapi sekarang kami sedang sibuk dengan kuliah masing-masing.Aku juga sedang sibuk dengan organisasinya yang baru ini.Rey juga sibuk dengan kuliahnya Kita lagi mikirin masa depan Mah ." jelas Lisda.


Lisda terus berusaha terlihat tenang.Sebenarnya ia tak mau membohongi mamahnya.Tetapi untuk saat ini hanya itu yang ingin ia katakan.Takut mamah akan bertanya lebih banyak lagi dan akan membuat ia semakin sulit untuk menjelaskan Lisda tersenyum untuk mengisyaratkan ia sedang baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2