AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU

AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU
Bimbang


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari Sabtu.semua telah siap dengan barang bawaan masing-masing.Ransek pribadi dan perlengkapan camping sudah di bawa.Suara riuh terdengar memecahkan pagi yang hening.Dua kendaraan yang akan membawa mereka telah terparkir dipinggir jalan depan sekretariat.Sopirnya pun sudah terlihat siap untuk berangkat,Berdiri di sebelah bus sambil menikmati kopi yang di sediakan panitia.Beberapa calon anggota terlihat sudah tidak sabar ingin segera berangkat.Sementara beberapa yang lain masih asyik memeriksa ,memastikan agar tidak ada yang tertinggal.


Dari jauh Adit memerhatikan Lisda yang sibuk memeriksa kelengkapan barang bawaan.Lisda mengenakan celan training dan kaus hitam polos .Rambutnya dibiarkan tergerai.Cantik.


Ainul Asyik mengabadikan momen persiapan keberangkatan mereka dengan sebuah kamera digital.


"Lisda." Ia memanggil Lisda.Lalu menjepretkan kamera saat Lisda tersenyum kepadanya .


Setelah semua selesai,mereka di minta berkumpul berbaris di depan sekretariat untuk mendengarkan pengarahan dari pembina organisasi mereka .Sekaligus akan melepas keberangkatan mereka untuk acara camping calon anggota satu tahap sebelum tugas akhir ,membuat majalah kampus yang akan mengukuhkan mereka sebagai anggota muda.Seperti yang di katakan seorang pembina organisasi pada umumnya ,diminta agar berhati-hati,jangan terlalu gembira,jaga sikap,dan jangan lepas kendali diri .


Mereka bergegas naik ke atas Bus kampus yang sedari tadi menunggu.Ada dua bus yang di siapkan panitia.Mereja di bagi menjadi dua kelompok di sesuaikan jumlah bus.Begitu juga senior yang mengawal mereka juga di bagi menjadi dua kelompok; bus satu dan bus dua.


Lisda senang ,ia bisa satu bus dengan Ainul.Tetapi tiba-tiba ,ada sesuatu yang kurang rasanya " dimana dia?" bisiknya .ia mencoba mencari pandang di mana lelaki itu.Setelah di perhatikan,ternyata Adit naik di bus yang ke dua Satu bus dengan Putri.


"Heh,merhatiin siapa,sih?Dari tadi celingak-cekinguk Mulu kaya orang kesurupan?"


"Kamu ini.Jangan ngagetin.deh!"


"Kamu liat siapa?Adit?"


"Argg.!.....Ainul.Jangan keras-keras." ia membekap mulut Ainul.


Beberapa teman melirik ke arah mereka.Tetapi sepertinya,mereka tidak mengerti apa yang di bicarakan Lisda dan Ainul.


"Dia di bus dua.Udah.Nikmatin aja perjalanan ini,nanti juga ketemu disana," ucap Ainul sambil membuka bungkusan kacang yang ia pegang.


"Hei,aku punya kacang.Ada yang mau?" Soraknya pamer


Beberapa temannya terlihat berebutan di atas bus yang terus melaju Musik lagu Minang kesukaan pak sopir juga mengiringi perjalanan mereka .


Beberapa orang sibuk berfoto,meskipun bus mereka sedang melaju.Semuanya terlihat senang.


Di bus ke dua,Putri memerhatikan Adit yang tertidur di bangku sebaeus di hadapannya.Ia sengaja berdiri untuk melihat lelaki itu.Adit terlihat sangat kelelahan.Mungkin karena semalam ia tidak tidur sama sekali,karena sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda saat ia pergi bersama Lisda Hari itu,pergi ke bukit batu yang kemudian menempuh hujan lebat.


Lalu Putri segera duduk kembali.Mengambil satu buah novel dari dalam tas tangannya.Membuka lembar-lembar novel itu.tetapi,dibalik novel yang dibacanya.Pikiran pada Adit tidak pernah berlalu.Novel itu hanya topeng agar ia terlihat terlalu mengamati Adit.Orang yang jatuh cinta pandai sekali menyusun strategi.Selalu bisa menikmati momen mencuri pandang orang yang ia cintai dengan cara-cara yang tidak biasa.Seperti Putri,selalu punya cara agar ia terlihat tak begitu memerhatikan,walau sebenarnya Adit Tak pernah luput dari perhatiannya.


Hebatnya orang yang jatuh cinta diam-diam.ia bisa menyembuhkan perasaannya di balik senyuman.Bahkan,Bisa terlihat seperti tidak terjadi apa-apa saat hatinya tergores luka,seperti halnya Putri.

__ADS_1


Satu jam perjalanan berlalu.Akhirnya bus yang mereka tumpangi menepi di sebuah area perkemahan "Bumi perkemahan Padang pohon Karet,"


Mereka Turun dari bus.Saling membantu menurunkan barang bawaan mereka.Yang perempuan sibuk dengan barang bawaann kecil-kecil.Perlengkapan memasak dengan semacamnya.Sementara laki-laki sibuk menurunkan peralatan mendirikan tenda,dan ransel-ransel berukuran besar dan berat.


Di hadapan mereka,terhampar tanah luas setengah lapangan bola kaki yang di tumbuhi rumput hijau.Rumputnya masih terlihat lembap akibat embun yang turun semalam.Disebelah kanan dari arah jalan tempat bus terparkir.Berdiri sebuah bangunan.Ukurannya seperti gedung sekolah dasar di desa-desa jauh.Tidak terlalu besar,tetapi mampu menampung semua anggota camping jika saja kehujanan.Gedung itu biasanya memang dipakai oleh orang-orang yang camping disana sebagai alternatif bila cuaca buruk.Tetapi,saat mereka sampai cuaca cukup cerah.Sepertinya gedung itu tidak akan di pakai hari itu.


Langit membiru disela awan tipis.Hangat udara pagi menjilati kulit mereka.Dari lapangan hijau itu,mereka melihat sekeliling lokasi perkemahan .Hamparan bukit di sebelah kiri terlihat jelas,memukau siapa saja yang memandang disana.Disebelahnya lagi,berdiri bukit Indarung yang terlihat gundul.Barangkali karena selalu ditambang perusahaan dikota ini.


Selain pemandangan bukit gundul.yang menyedihkan itu.Buki yang terus di jarah kepentingan asing dan tangan-tangan manusia seperti hantu selebihnyaa adalah pemandangan yang menangkan jiwa,yang menyejukkan mata.


Dari tadi ternyata Adit belum juga turun dari bus.Putri yang tadinya sudah turun dan membantu panitia dan calon anggota lain,kembali naik ke atas bus mencari Adit.


"Adit.Bangun!Kita udah sampai." Putri menepuk bahu Adit.


Lelaki itu mengucek mata,menormalkan Kepala uang masih kaget saat terbangun. "Kita sudah sampai?Maaf,aku ketiduran.Kepalaki agak pusing tadi."


"Ya,nggak apa-apa.Semua sudah di bereskan anak-anak .Ayo buruan turun,kita ngumpul tadi."


"Baik.Kamu duluan aja.Aku nyusul."


"Oke,de." Putri beranjak. "Jangan tidur lagi!" ucapnya sambil pergi meninggalkan lelaki itu.


seseorang berdiri di depan barisan panitia dan calon anggota.


"Baik,semua tolong perhatikan saya!Kita akan berada di sini selama dua hari satu malam.mendieikan tenda dan menjalankan rentetan acara yang sudah di susun oleh panitia.Saya harapkan pada teman-teman dan adek-adek semua,agar menjaga sikap sebagai mana mestinya.jangan ada yang berbuat aneh-aneh.jika ada pertanyaan silahkan hubungi panitia.Kalau sudah paham,kalian boleh mulai mendirikan tenda sekarang.Setelah itu silahkan istirhat.Lalu kita akan mulai rentetan acara hingga malam.Nanti malam,kita akan melaksanakan acara api unggun," tutupnya.


Terdengar tepuk tangan senang dari calon anggota yang berbaris.Kemudia semuanya sibuk mendirikan tenda sesuai dengan kelompok masing-masing mereka telah di bagi per kelompok kecil (beda dengan kelompok di bus) untuk mendirikan tenda.


Masing-masing kelompok di mentori oleh satu orang senior untuk mendampingi.Ainul dan Lisda tergabung dalam satu kelompok.Mereka di Mentori oleh perempuan bernama Sasa,Salah seorang reporter.Sasa pernah lulus ke salah satu Universitas ternama di Makassar untuk mengikuti konferensi pers mahasiswa se Indonesia.


Lisda terlihat senang di Mentori oleh perempuan berprestasi itu.Baginya.Kesempatan itu akan menjadi hal yang membanggakan.Begitu juga Ainul.Terlihay Antusias bertanya pada Sasa di sela kesibukan mereka mendirikan tenda .


"Kak,nanti kami boleh tanya banyak hal,kan?"


"Boleh.Ainul.Itu kan tugas kakak disini."


"Boleh tentang apa aja,kan?"

__ADS_1


"Iya.Asal jangan pacar kakak aja."


"Hahahah...Tenang,kak," Ainul tertawa diikuti tawa teman-teman satu kelompok dengannya.


Diam-diam Lisda Melirik kestiap sudut di hadapannya.Matanya mencari seseorang yang tak juga ia lihat, "Kemana dia?" Bisiknya dalam hati.


Tenda mereka selesai didirikan,beberapa tenda kelompok lain juga hampir selesai.Bagi kelompok yang sudah selesai mendirikan tenda di beri waktu istirahat.sebelum nanti akan lanjut menjalani rentetan acara yang sudah di siapkan panitia.Sasa pamit untuk kembali bergabung dengan teman-teman panitia.


"Nanti saya akan kembali." ucapnya.


Semua mengangguk,menatap Sasa yang berjalan meninggalkan tenda mereka.


Lisda masih sibuk membidikkan matanya.Ia belum melihat seseorang yang ia cari.Darintadi ia mencari sosok Adit.Bahkan sejak turun dari bus ia tak melihat lelaki itu.Ainul menatap Lisda.Tajam.Sadarnkalau sahabatnya itu tadi tadi tidak fokus pada kelompok mereka.Ia memerhatikan Lisda yang terlihat sibuk menatap khawatir ke arah luar.Sesekali menatap ke arah tenda senior.


"Lisda,kamu cari siapa?*


"Hah.Nggak!Nggak cari siapa-siapa,kok."


Lisda kembali menyibukkan diri,berpura-pura membereskan ranselnya.


"Udah,nggak usah bohong.Di sini cuma ada kita berdua.Teman-teman lagi keluar,shalat.Gantian.Nantu giliran kita." Ainul menatap sahabatnya yang bahkan tidak sadar kalau yang lain sedang meninggalkan tenda.


"Dia ke mana,ya? ucap Lisda terlontar begitu saja.


"Adit?"


"Siapa lagi."


"Kamu sudah sejauh mana dengan dia?"


"Belum jauh.Belum ada kejelasan juga."


"Gantung gitu?"


"Gimana ya....kadang dia datang,aku nyaman.Tapi....." Kalimat Lisda berhenti.


"Aku bingung.Ainul.Akhir-akhir ini sering kepikiran Adit.Kalau lagu sama dia,rasanga.,nyaman aja.Dia baik dan penuh kejutan.Tapi kadang,terlihat asing juga.Di satu sisi,kadang-kadang aku masih kepikiran Rey lagi...."

__ADS_1


"Lisda....Kadang kita harus berani memutuskan untuk jatuh cinta pada orang baru.Agar kita nggak menjadi sesuatu yang terjebak dalam masa lalu.Jangan bermain dengan hatimu,nanti dia patah lagi,dan lebih parah melukai.Cobalah pikirkan dengan kepala tenang,dengan perasaan baik.Masa lalu terkadang memang suka membuat kita ragu untuk melangkah maju.Menghalangi kita untuk memulai.hal.batu.Dan,saat itu terjadi,kita di tuntut tegas pada diri kita sendiri.Ingin menetap terus pada hal-gal yang tidak lagi di miliki,atau mencoba langkah baru untuk kembali memiliki.Pikirkanlah dengan matang!"


Ainul tersenyum,ia tahu Lisda sedang bingung dengan keadaan yang sedang dijalani.Wajar saja,sebab seseorang yang terjebak masa lalu akan selalu kebingungan saat bertemu dengan cinta yang baru.Ia hanya perlu waktu untuk memahami dan menerima diri.Meyakinkan diri agar tidak terlalu lama bimbang dalam urusan hati.


__ADS_2