AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU

AKU,KAMU,SAHABATKU,DAN ORANG BARU
Pandangan pertama


__ADS_3

"Ayo,Lisda.Buruan.Udah telat,nih! "Ainul menarik tangan Lisda.Mereka sudah telat datang ke acara kumpul perdana calon anggota baru dari organisasi kampusnya yaitu koran kampus.


Mereka berlari kecil menuju lokaasi tempat berkumpul dari jarak tiga puluh meter,Ainul melihat teman temannya sesama calon anggota sudah berbaris di depan sekretariat koran kampus itu.Citra menarik Ainul agar lebih cepat lagi.Lisda hanya mengikuti Ainul dengan usaha melangkahkan kaki lebih cepat lagi.Ia tidak terlalu bersemangat hari itu.Entah kenapa badannya terasa lemas.Mungkin karena malamnya ia tidur agak telat dan dari malam yang biasa.Ia sibuk menuliskan hal-hal seperti yang biasa ia lakukan.Ia menulis dikertas warna-warni yang kemudian dilipat menjadi bentuk hati itu.


Mereka terlambat dari ditegur lalu menjalankan hukuman.Setelah mendapat teguran dari senior dan lari dua keliling sekretariat.Mereka akhirnya diperbolehkan untuk bergabung dengan calon anggota lain yang sedang berbaris.Hari itu agenda perkenalan senior.Satu per satu senior sudah mulai dikenalkan oleh Putri Sebagai senior yang memimpin acara temu kumpul calon anggota itu.Senior yang sering bertemu dengan mereka di sekretariat beberapa senior,mulai dari yang jarang bertemu,jarang di sekretariat ,sampai yang selalu sibuk pun sudah di perkenalkan.


Mata Lisda tertuju pada sosok lelaki yang berada beberapa meter di hadapannya.Lelaki dengan tampilan cuek,rambut agak berantakan,meskipun ia terlihat sedikit menarik perhatian.Di tangannya terlihat selembar kertas dan sebuah pensil.Ia duduk disudut ruangan sisi kanan,tidak ikut bergabung dengan senior yang lain.Dan sepertinya belum diperkenalkan oleh Putri.Pikiran Lisda melintas pada kejadian senja waaktu itu.Saat itu ia pertama kali bertemu lelaki itu.Lelaki yang sok tahu dan berhasil membuatnya kesal menggerutu .Meski apa yang dikatakan lelaki itu ada benarnya juga.


"Lisda!" tegur putri.Lisda terlihat salah tingkah mendengar panggilan putri.Ia kaget.lamunanya di buyarkan oleh suara putri.


"Iya,Kak!" jawabnya kembali mengonsentrasikan diri.


"Kamu fokus,ya!"


"Baik,Kak.Maaf."


"Baiklah,semua senior yang berdiri Disini sudah saya kenalkan pada kalian.Tapi,ada seseorang yang belum saya kenalkan.Dia paling asing kelihatannya di organisasi ini.Kalian akan menemukan sendiri bagaimana asingnya dia.Meski demikian,ia merupakan salah satu Anak organisasi itu yang paling bisa dibanggakan.Dia punya banyak karya bagus.Saya panggilakan,Kak Adit." Suara putri sedikit keras saat nama lelaki itu di sebutkan.


Lelaki yang sedang mencoret-coret dikertas itu lantas berdiri menuju sumber suara.Ia berusaha memberikan senyuman seadanya.Dari tadi sebenarnya ia ingin bergabung dengan yang lain.Tetapi pekerjaan yang belum selesai membuatnya harus mengasingkan diri sendiri di dalam ruangan saat yang lain berbaris.


"Ini kak Adit.Nanti kalian bisa belajar tentang dunia fotografi padanya.Kalau kalian yang suka senja,mungkin menyenangkan berkenalan dengannya.Ia lelaki penyuka senja," Terang putri.


Putri tersenyum menatap ke arah Adit.Dan semua calon anggota menyapa Adit dengan sambutan ramah. "Hai,Kak Adit," ucap mereka serentak,kecuali Lisda.

__ADS_1


"Jadi dia senior disini..." Kepala Lisda mulai dipenuhi dengan pikiran terkaan.


Acara kumpul ini selesai.


Lisda dan yang lainnya masih berusaha bersosialisasi dengan beberapa senior agar lebih akrab.Lisda memilih duduk di kursi depan teras sekretariat.Tadinya,Ia beralasan kepada Ainul kepalanya pusing.Ia tidak kuat terlalu banyak bergerak.Jadi,ia memilih menunggu Ainul di kursi itu.


Beberapa saat kemudian seseorang datang.


"Hei.Sepertinya saya pernah melihat kamu".


Suara itu mengagetkan Lisda.Tetapu ia hanya diam tidak merespons apa.yang di ucapkan Adit.


"Kita pernah bertemu,kan?"Bagas menatap tajam Lisda, "Kamu perempuan patah hati itu,kan?" Dua berhasil mengingat.


"Lain kali jangan suka melamun seperti kemarin,kamu bisa jadi korban orang-orang seperti saya," ucapnya.


Lisda hanya membalas dengan senyum seadanya,lalu berucap, "Nama saya Lisda.Bukan perempuan patah hati.Saya tidak sedang patah hati.Kakak salah orang!" Jawabnya kesal.


"Ya sudah ,tidak usah di bahas.Nggak penting juga bagi saya,Tapi,perlu kamu tahu,kamu nggak bisa bohong paada saya.Meski kamu bisa membohongi hatimu sendiri".


Lelaki itu pergi meninggalkan Lisda.


Setelah kepergian Adit,Lisda tersenyum dan merasa aneh.Ia seperti menemukan seseorang yang menyebalkan sekaligus mengagumkan .Lelaki yang kaku dan formal.diakuinya,sedikit terlihat pintar.Tetapi dia tidak tahu bagaimana sebenarnya lelaki itu.,sebab dia paham;tidak ada yang benar-benar bisa menilai sikap seseorang hanya dari pandangan pertama.

__ADS_1


beberapa orang terlihat sibuk berlarian.Sebagian bermain bola kaki dipasir.Ada juga yang berjalan berdua,yang berdua itu sepertinya sedang kasmaran.Tak peduli orang yang sekitar mereka.mungkin,mereka pikir pantai ini milik mereka.orang-orang yang sedang jatuh cinta memang suka seperti ini.


seperti biasa,Adit melakukan ritual sebelum menikmati senja.menghirup.udara pantai,merasakan buliran udara bercampur garam menyusup melalui air laut yang menguap itu masuk mengeliri paru-paru.memejamkan mata dan menikmati hening.beberapa saat kemudian barulah ia mengeluarkan kamera dari tas.berharap sebentar lagi senja datang dengan kisah.Kali ini ia menikmati senja di pantai bukan lagi di gunung.kisah yang akan ia abadikan dalam rekaman lensa.ia selalu memaknakan senja sebagai hal istimewa.bagi adit.senja punya banyak wajah,ia percaya di sisi lain senja akan bermakna bahagia.


Meski selama ini yang ia tahu senja adalah rasa sedih yang menutup kisah dengan cara sendiri.Senja ibarat perpisahan yang dilakukan dengan warna warni.perpisahan yang di rayakan dengan membakar langit.membuaraikan bias cahaya berwarna di gumpalan langit.memburaikan biasa cahaya berwarna di gumpalan awan.cahaya berwarna yang akhirnya saling melepaskan,saling meninggalkan.senja adalah bagian dari perpisahan yang manis juga dramatis.Meski sebenarnya perpisahan tetap memisahkan dan yang terpisah pasti selalu diiringi sedih,diakui atau tidak begitu adanya.


Dulu Adit dan Anila suka menikmati senja di pegunungan dan pantai ini.sejak Anila pergi selamnya.ia harus menikmati senja bersama kenangan.bersama luka.sesekali bersama air mata yang ia tahan agar tak tumpah di pelopak mata.Air mata yang jatuh ke dalam dirinya.membenamkan rasa sedih yang sudah di relung batin.


Disetiap tempat yang pernah di datangi dengan seseorang yang berarti.tempat itu akan selalu menyimpan banyak arti.Adit terkadang merasa dia masih melihat Anila berlari dengan wajah senang.mengejarnga dengan kelelahan lalu kemudian cemberut.Adegan-adegan yang meski tidak terekam lensa kamera.tetapi direkam oleh ingatan sepenuh jiwa.


rasa rindunya ia abadikan dalam sepi jepretan yang ia ambil.membayangkan selalu ada Anila dalam setiap foto senja yang ia rekam.meski tidak ada yang bisa melihatnya.hanya Adit yang bisa memaknai.ia bahkan sesekali memejamkan mata untuk memotret langit dan membayangkan raut wajah Anila.


Hal-hal semacam itu tak pernah di duga Adit.ia juga tak terlalu banyak berharap orang-orang akan sedemikian antusias dengan hati jepretannya.Bagi adit,Anila adalah alasan kenapa ia masih sering mengunjungi senja di pantai itu,kenapa ia masih sering memotret disana.


Senja berjalan pelan,hingga pada saat malam merenggutnya.membenamkan dalam bibir lautan.lalu,beberapa lampu kapal mulai menyala ditengah lautan.lampua-lampu kapal penangkap ikan memburaikan kerlap-kerlip kapal itu adalan sesuatu yang di hasilkan oleh perpisahan itu.


setelah perpisahan selalu ada kemungkinan kisah baru yang datang lebih indah.kadang kita hanya tidak melapangkan dada menerima semuanya.ada hal-hal justru tidak terlihat .tetapi ia begitu nyata .selepas kehilangan.akan selalu ada kedatangan yang lebih indah.atau lebih buruk.kita tetaplah orang yang berhak memilih jalan seperti apa yang ingin kita tempuh setelah itu.


"Dia perempuan yang pernah kutemukan disini.untuk apa pertemuan itu sesungguhnya?" Adit membatin.bertanya pada ingatan yang melintas dipikiran.ingatan perihal pertama kali ia bertemu Lisda.pertemuan yang tak begitu indah.tetapi berkesan baginya.


"Sepertinya dia lucu juga." Adit tersenyum.


sejenak mengingat lisda.tiba-tiba ppikirannya kembali pada Anila.Ada perasaan sedikit aneh, kali ini ia tidak merasakan sedih seperti biasanya saat mengingat perempuan itu.entah kenapa ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda saat ingatan tentang Anila dan Lisda datang secara bersamaan.

__ADS_1


senja yang terbakar itu sudah usai.ia masih ingin disana untuk beberapa saat lagi.untuk menikmati perasaan-perasaan baru yang merasuki perasaannya saat ini.


__ADS_2