Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Bagas


__ADS_3

"Ingat kontrak kita ya, jangan selingkuh loh!", seloroh Reya.


" Iya istri ku" jawab Azka sambil duduk di sebelah Reya.


Wajah Reya memanas. bagaimana pun, panggilan istri tetap terasa 'agak gimana... gitu' untuk Reya. Reya menggeser posisi duduk nya sedikit menjauh dari Azka.


Azka mengerutkan dahinya, dia tidak berkomentar apa apa atas tindakan Reya yang jelas masih menjaga jarak dengannya.


"Jadi Azka, kita mau makan apa?", tanya Reya.


" Ada rekomendasi?" Azka balik bertanya.


Reya menimbang nimbang, "Order gofood gimana?"


Azka menatap datar, " Rekomendasi Ditolak"


"Lah terus kita makan apa dong? masa iya kita yang lagi Backstreet makan berdua di kantin kantor? nggak lucu itu namanya", cerocos Reya.


Azka tertawa, entah kenapa dia selalu terhibur saat Reya seperti ini. Azka berdiri dan menarik tangan Reya.


"Kita mau kemana kang?", Reya heran melihat Azka yang menarik nya kesebelah rak buku.


"Wahhh" Reya melongo saat ternyata Azka membawanya ke dalam lift pribadi miliknya.


Reya menatap Azka dengan mata berbinar binar, "Pak presdir, kamu keren banget yaampun! ada lift pribadi nya lagi! aku nggak tau tuh kalau ada lift pribadi kayak gini di dalam kantor kita!", Reya penuh antusias.


Sedangkan Azka hanya diam, Malas menanggapi Reya yang sedang heboh.


Lift itu langsung menuju basement, Azka dan Reya berjalan masuk kedalam mobil milik Azka.


"Kamu mau makan apa?", tanya Azka dari balik kemudi nya.


Reya baru membuka mulut nya, tapi Azka sudah menyelamatkan lebih dahulu, "Jangan bilang terserah" Peringat Azka.


Reya merengut, sial! kenapa Azka tau apa yang mau Reya jawab sih? tapi tidak apa lah, sudah kadung basah sekalian saja berenang!


"Terserah.. hehe", jawab Reya. sebenarnya Reya penasaran, Laki-laki dingin seperti Azka ini bagaimana reaksinya kalau menghadapi perempuan super ribet yang selalu mengandalkan kata 'terserah' dan 'nggak papa'.

__ADS_1


Azka Menghela napas, ,"mau makanan Jepang, Perancis, korea, atau Indonesia?"


Widih! canggih banget si bambang! enggak bisa Reya biarkan, Reya akan terus mempersulit Azka!


"Yahh masa cuma empat pilihannya?", ucap Reya.


"Kalau empat aja kamu enggak bisa nentuin, gimana lagi lalu aku kasih delapan pilihan?", tanya Azka tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan di depan nya.


' Hemm... benar juga ya?', pikir Reya. " yaudah deh makan di restoran Jepang aja", ucap Reya pada akhirnya. Yahh, emang dasarnya Reya bukan tipikal cewek yang ribet sih, jadi ya... mau enggak mau Reya jadi sepemikiran dengan Azka.


Azka tersenyum tipis, lalu mengemudi menuju restoran Jepang yang di sudah di resevasi oleh asisten nya tadi. Azka memang sudah me reservasi tempat di beberapa


restoran untuk berjaga jaga kalau Reya sedang ingin yang aneh aneh.


Sampai di depan tempat yang di tuju, Dua orang itu turun dari mobil, Mereka di sambut ramah di tempat itu, dan langsung diarahkan menuju ruangan VIP.


Reya melihat sekelilingnya dengan tatapan kagum, Reflek perempuan itu mengeluarkan handphone nya dan memotret spot spot cantik yang lumayan kalau di jadikan set dalam novel berikut nya.


Reya duduk di depan Azka sambil memasukkan handphone nya kedalam tas.


"Eh.. iya udah", jawab Reya kikuk. Yaampun, Reya lupa kalau ada Azka disini! yah... ketahuan deh katrok nya. Nggak papa deh sama suami sendiri aja kok. hehe suami ya?


Azka menatap aneh ekspresi istri nya yang berubah ubah itu. Tapi dia tidak mau ambil pusing, Reya tetap imut kok.


"Makan apa?" tanya Azka.


Reya menatap buku menu, "Ada rekomendasi enggak, ka?"


Azka memangil pelayan dan mengatakan kalau dia pesan yang biasa. Wah.. Azka memang langganan disini ya?


Tidak lama berselang, makanan yang mereka pesan datang. Seperti yang lalu lalu, mereka berdua menyantap makanannya dalam keheningan, tidak ada yang berinisiatif memulai obrolan.


Makanan sudah habis, Reya mengelap sudut sudut bibir nya dengan tisu. "Azka, aku ke toilet sebentar ya", ucap Reya sambil membuka pintu yang ada di sebelah kanannya.


Azka mengangguk. Reya berjalan dengan cepat. kalau tidak salah tadi Reya melihat toilet di.... Nah disana!


Reya langsung masuk kedalam toilet. maklum ya, namanya juga kebelet!

__ADS_1


air seni sudah di keluarkan, sekarang Reya sudah lega...


Reya menyempatkan dirinya untuk mengecek penampilan nya di cermin lalu keluar dari toilet. namun di tengah jalan dia menabrak seseorang.


"Ahh maaf", ucap Reya, tubuh nya sedikit terhuyung, begitu dia melihat siapa orang yang di tabrak nya, tubuh nya langsung membeku.


Bagas? Reya menatap laki-laki di depan nya tidak percaya. kenapa Bagas ada di sini!


"Reya?", Bagas Bagas menatap Reya dengan tatapan penuh kerinduan. Laki-laki itu memegang pundak Reya dengan kedua tangannya.


"Kamu kemana aja Reya? setengah tahun lebih aku cari kamu! kamu kemana aja selama ini...", Bagas terus membombardir Reya dengan semua kata katanya. Reya berusaha melepaskan kedua tangan Bagas dari pundaknya, tapi Bagas justru memeluk Reya.


Reya berusaha mendorong Bagas, berani beraninya laki-laki ini memeluknya!


Reya marah tapi di bandingkan itu dia lebih sedih, Reya sangat mengenal pelukan ini, pelukan ini yang ada untuk nya saat Reya hampir bunuh diri dulu, pelukan ini adalah pelukan yang dulu menjadi penyemangat hidupnya. pelukan ini yang dulu selalu menenangkan nya.


Bagas pernah menjadi bagian terpenting dalam hidup Reya, tapi setelah penghianatan yang Bagas lakukan...Reya tidak mau jatuh ke dalam pelukan ini lagi...


Reya mengepalkan tangannya, semua kenangan mereka telah berujung penghianatan! tapi kenapa Reya masih punya perasaan rindu seperti ini?


"Lepaskan aku Bagas!", Suaranya terdengar gemetar. Reya mulai takut dengan perasaan nya sendiri, Kenapa Reya begitu lemah? kenapa perasaan nya pada Bagas tidak bisa mati begitu saja?


Reya takut...


" Kenapa Reya? kenapa kamu kabur dari aku, aku janji kita bakal kayak dulu lagi, Kita lupakan semuanya ya. Aku janji nggak akan mengulang kesalahan ku lagi", ucap nya.


Lupakan katanya? Bahkan semua kata kata yang Bagas Ucapkan, bahkan dia sama sekali tidak meminta maaf?


"Lepaskan aku br*ngs*k!" Reya mendorong Bagas, tapi bagaimana pun kekuatan Reya tidak Sebanding dengan kekuatan Bagas yang seorang laki-laki.


Tiba-tiba pelukan Bagas terlepas, Reya merasa tubuhnya di tarik, sedangkan Bagas terhuyung kebelakang. Ternyata Azka lah yang telah melepaskan pelukan Bagas pada Reya.


Azka menatap Bagas dengan tatapan jijik. "Apa kau tidak mendengar kata kata nya hah? Br*ngsek", ucap Azka dingin.


Reflek, Reya mundur dan bersembunyi di balik punggung Azka. tubuh Reya gemetaran.


Azka menatap Reya, lalu kembali menatap Bagas dengan tajam....

__ADS_1


__ADS_2