
Reya mengikat rambutnya, lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga. Reya kesiangan! padahal sebelum nya reya belum pernah bangun sesiang ini.
gagal deh rencana berangkat pagi, padahal Reya sudah berstatus istri! yah.... walaupun bohongan, tapi tetap aja harus ngurusin suami, masakin suami, ngurusin rumah... eh, kok...
Reya memandangi meja yang penuh dengan makanan.
kenapa udah ada makanan? banyak banget pula!
Merasa pundak nya di tepuk, Reya langsung berbalik. Azka menatap Reya yang membeku di tengah tangga, "Kenapa berhenti di tengah jalan?"
"Siapa yang masak?", Reya balik bertanya.
Belum sempat Azka menjawab, Reya sudah mendahului nya, "Kamu katering ya? yaampun Azka, Terus terusan katering itu mubazir. Besok biar aku yang masakin ya", ucap Reya panjang lebar.
Azka hanya tersenyum meng iya kan. Reya dan Azka duduk dimeja makan. Reya menatap semua makanan diatas meja dengan sayang, Reya memang suka semua makanan itu, tapi kalau menghabiskan semuanya pagi ini... huh, bisa bisa perut Reya meledak.
Reya memilih untuk sarapan dengan Sandwich tuna. Reya melirik Azka, ingin tau apa sarapan yang dia makan. Ternyata Azka memakan makanan yang sama dengan nya.
setelah makan, mereka berdua berangkat. Di sepanjang perjalanan, Azka dan Reya hanya diam. Azka yang introvert ditambah reya yang malas membuka pembicaraan sama dengan keheningan.
sampai di depan kantor Reya, mobil berhenti. "Kamu selesai jam Lima kan? nanti aku jemput ya", ucap Azka.
Reya mengangguk, Menyalami Azka, lalu turun dari mobil.
Azka memandangi punggung Reya menghilang di pintu masuk, lalu pergi dari tempat itu.
Reya berjalan masuk kedalam kantor.
"Mbak Reya!"
Reya menoleh dan mendapati Mila memanggil manggil nya. Jangan bilang Mila mau mengajaknya bergosip, resepsionis satu itu memang paling up to date tentang gosip terbaru,Reya bukan tukang gosip sih, tapi kok penasaran ya?
Reya menghela napasnya, lalu mendatangi perempuan itu. Mila tersenyum lebar, "Mbak, denger denger embak baru menikah ya? denger denger juga nikah nya sama om om ya? Tajir banget ya mbak, makanya embak nya mau?"
Kamprett! Reya di bombardir dengan pertanyaan tentang dirinya sendiri!
Reya menatap sekeliling nya dengan perlahan, benar saja, semua orang sedang menatap nya dengan tatapan aneh.
Sial! oke oke... tenang Reya.. tenang. Reya berusaha menenangkan dirinya sendiri, tarik napas dalam-dalam, lalu buang, Tarik napas sekali lagi... lalu buang kembali.
"Haha.. dengar Hoax dari mana lo pagi pagi?"
__ADS_1
"Denger dari mana mana mbak! Apa lagi barusan mbak pergi kekantor diantar pakai mobil mewah, bukan mobil biasanya. Saya sih awalnya enggak percaya tapi...." Mila terus menerus nyerocos tanpa memperdulikan pendengar nya yang memejamkan matanya sambil memijat kening.
Reya merasa pusing, cobaan macam apa lagi ini? Belum setahun dia bekerja di perusahaan ini, gini banget cobaan nya.
Reya pergi meninggalkan Mila tanpa memperdulikan panggilan panggilan dari Mila.
sampai di dalam kubikelnya, Reya menjambak rambutnya sendiri. Bukan masalah kalau suaminya di rumor kan jelek, aneh, tua atau apa pun, toh juga suami (kontrak) nya itu ganteng dan tajir. masalah nya, tatapan aneh dan bisik bisikan teman sekantor nya ituloh.
Reya berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak kelepasan dan memaki teman kerjanya.
Reya memutuskan untuk menelpon Yura, "Yura, Gue di gosipin nikah sama om om tua tapi tajir!"
Di seberang sana, Yura terbelalak kaget, "Apa! BUAHAHAA!!"
Reya memutar bola matanya, bukannya membantu, sahabat nya itu justru malah menertawakan nya. "Ketawa terosss",
"sorry sorry... ini lucu banget tau enggak! Azka kan kemarin baru tiga puluh empat tahun, Om om tua apa nya? Om om hot sih iya!", Ucap Yura sambil tertawa ganjen.
Yura satu satu nya bukan anggota keluarga yang hadir di hari pernikahan Reya dan Azka, Jelas Yura tahu bagaimana tampang Azka.
"Om om hot kepala lo!"
"Iya iya, Sorry. jadi gue bisa bantu apa nih?", tanya yura.
sial!
Sambil berjalan keluar, Reya menjawab pertanyaan Yura, "Gue mau minta tolong lo dengerin omelan gue!"
Di seberang sana, Yura hanya bisa menghela napas, gini nih, sebelnya sama Reya, selalu minta tolong temen untuk dengerin dia maki maki, kebiasaan lagi, kalau nahan marah, biasanya lo gue nya keluar.
Melihat Reya keluar, Lia yang sedang duduk di kubikel nya langsung menulis pesan di grup chat nya.
Lia :guys, gosip sudah di konfirmasi. Reya barusan ngomongin om om di telepon!
Yani : Tuh kan! Gue bilang juga apa! Dari awal gue sih udah tau ya kalau tuh cewek memang enggak bener.
Yulfan : Jadi istri siri nya pejabat deh kayaknya.
Dina : iya iya, gue tadi lihat di depan kantor, Si Reya yang kalian bilang itu diantar pakai mobil mahal.
Nola :*send picture
__ADS_1
Dina : Nah iya yang itu!
Lia :Gila banget enggak sih!
Yani :ya gila lah! Ayo cepat sebar di grup chat kantor!
Pembicaraan mereka terus berlanjut...
Reya berjalan kedalam toilet, beberapa perempuan di depan wastafel yang tadi memegang handphone nya langsung menatap nya dengan aneh.
Masa bodoh!
Reya langsung masuk ke toilet paling ujung, menutup pintu nya, lalu melanjutkan pembicaraan nya dengan Yura yang tadi sempat tertunda.
"Gue kesel banget! tau enggak tadi gue masuk toilet aja, semua orang yang lihat gue langsung ngeliatin! emang gue punya dosa besar ke mereka!"
"Kamu sih, enggak dengerin gue waktu mau ngelamar pekerjaan di perusahaan itu!, kan udah ku bilang, itu perusahaan memang bagus, tapi juga udah jadi surganya tukang gibah!"
"Yah gue kan butuh uang! mana peduli gue sama gosip!"
"Lah sekarang lo perduli"
"Sekarang kan yang jadi bahan gibah nya gue!"
"Yaudah lo sabar aja, Kan lo lagi butuh uang!", telak Yura.
Skakmat!
Reya menjambak rambutnya sendiri. "Apa besok gue pamer suami di kantor aja ya?", Reya mulai memikirkan ide gila.
"Terserah! kalau gue sih oke aja, toh juga suami mu bukan suami ku", Ucap Yura santai.
"Lo bantuin kek!", Reya kesal.
"Gue bisa bantu apa, nek? Gue udah bantu ya, kan elo minta gue bantu dengerin elo ngomel tadi", Canda Yura.
Reya mendengus, "Mekasih ya Yura, kamu pengertian banget!", Sarkas nya.
"Sama-sama", Jawab Yura sambil tertawa, membayangkan ekspresi reya saat ini.
Reya mematikan panggilan, lalu memperbaiki ikatan rambutnya dengan kesal. Setelah itu melangkah kan kakinya keluar dari bilik toilet.
__ADS_1
Reya menarik napas. mulai saat ini kantor sudah berubah menjadi medan perang...