
Azka berjalan menuruni tangga, dari situ ia bisa melihat omanya begitu sibuk mengatur meja. apa oma akan kedatangan tamu penting?
"Tolong tukar kursi ini dengan kursi yang lebih empuk" perintah oma pada salah satu pelayan.
"Pagi oma" sapa azka.
Oma berbalik dan memeluknya, "Cucu kesayangan oma kenapa sudah bangun!"
"Aku bukan bayi lagi oma" peringat Azka.
"iya iya, tapi kenapa kamu sudah bangun! kamu pasti masih capek, kan tadi malam kamu.... " oma tidak melanjutkan kata katanya dan malah tertawa genit.
Azka mengerutkan dahinya, heran dengan gelagat aneh dari omanya itu.
Oma mendekat ke arahnya dan berbisik, "Oma bangga sama kamu! reya masih tidur? pasti dia kecapean, apa reya masih kuat jalan turun kebawah?" bisik oma nya dengan semangat.
"Kamu sih enggak lihat situasi, reya masih capek karena jetlag langsung kamu serbu aja! reya masih kuat sarapan di meja enggak? apa perlu makanannya oma antar ke kamar?" lanjut Oma nya
azka menepuk jidat nya, Oh my God oma...
oma salah paham! tapi azka tidak tau saja kalau kemarin oma nguping di depan pintu kamar nya di jam tiga pagi.
"Oma, bukan gitu, oma salah paham, sebenarnya azka sama reya... "
Oma mengibaskan tangannya, "hush, oma bukan anak kecil azka, oma lebih ngerti keadaan nya"
"Pagi oma!" reya dengan semangat menuruni tangga.
Spontan Azka dan oma menoleh kearah reya yang sudah segar dan terlihat begitu bersinar pagi ini.
oma menatap Reya dengan penuh binar, "Istri kamu kuat, kamu enggak salah pilih perempuan" bisik oma sambil menyikut cucunya itu.
Azka yang tadinya terpesona seketika buyar karena kata kata oma nya. "oma, please!" bisik Azka. tapi sepertinya Oma sama sekali tidak memperdulikan kata kata cucu nya itu.
"Pagi sayang" oma langsung menyambut reya. " gimana tidur kamu tadi malam? nyenyak?"
"Nyenyak oma"
"Bener nih? cucu oma enggak nakalin kamu kan?"
__ADS_1
"Oma" peringat azka.
"Ayo makan" oma menarik reya untuk duduk di samping nya. mata oma yang tajam langsung menelusuri Reya dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.
Aneh, kenapa tidak ada tanda tanda atau bekas kegiatan mereka semalam ya?
Oma mengerutkan dahinya yang memang agak keriput. apa mungkin foundation? ya.. mungkin Reya memakai foundation untuk menutupi nya. tanpa sadar oma menggunakan paham. reya masih muda, wajar kalau dia malu.
azka memperhatikan gelagat oma nya hanya bisa menggeleng kan kepalanya. oma berjiwa muda di depannya memang paling sulit di lawan. tapi azka hanya khawatir kalau oma nya kecewa jika terlalu berharap pada dirinya dan Reya.
Sedangkan Reya hanya bisa bingung melihat menu hari ini. sejak kenapa di di depannya di sediakan segelas susu? sedangkan oma dan azka tidak. apa mereka sudah menghabiskan susu sebelum reya turun dari kamar?
Sarapan selesai dengan cepat karena azka tiba tiba meminta izin pada oma untuk membawa reya pergi bahkan sebelum makanan nya habis. yahh... walau sebenar nya reya juga kurang berselera untuk makan sih, tapi tetap saja itu bukan lah hal yang sopan untuk menyela di tengah jam makan. untung nya oma baik hati.
Reya menyipitkan matanya, dan menatap azka dengan sengit. "tumben nyetir"
"Saya sering nyetir sendiri kok, kencan pertama kita juga saya nyetir sendiri" jawab Azka tanpa mengalihkan perhatian nya dari jalanan.
"Masa sih?" gumam reya. "Emm kita mau kemana?"
"Ke kantor" jawab Azka.
mendengar nada kecewa dalam suara reya, mau tidak mau Azka jadi menoleh ke arah reya yang sedang manyun sambil menunjukkan tatapan tidak Terima ke arah nya.
"Iya, kita nanti ke mana pun yang kamu mau, tapi sekarang kita ke kantor ku dulu ya, ada berkas yang harus aku ambil" Jelasnya.
Walaupun masih manyun, akhirnya reya menganguk. Azka kembali menatap jalanan seperti semua, padahal dalam hati dia sangat ingin menggigit pipi reya saking gemas nya.
'tahan azka' Azka berusaha menenangkan jantung nya sendiri.
Reya menatap jalanan paris, suasana nya begitu berbeda dengan Indonesia. ya iyalah iklimnya saja sudah berbeda, dasar Reya.
Lima belas menit perjalanan sudah mereka lalui, Reya akhirnya kembali menatap Azka yang fokus ke jalanan. "Ka, masih jauh enggak?"
"Sebentar lagi kita sampai" jawab nya.
"Ah pasti bohong, kemarin kamu bilang kantor nya enggak jauh, nih jauh nih" cerocos Reya.
"Enggak jauh Reya, yang jauh itu dari Indonesia ke sini"
__ADS_1
"mmm, iya juga ya. eh! kok aku setuju sih!" Reya menatap sangar ke arah Azka yang menahan tawa.
"Azka, ini...! "
"Lucu" potong Azka sambil mengelus puncak kepala Reya. Reya membeku, di depan matanya Azka mengelus puncak Kepala nya sambil tersenyum hangat!...........apa apaan ini!! dia kira reya peliharaan nya apa!
Reya kembali menatap Azka dengan sengit. "hmm?" Azka menaikan alisnya, sedangkan wajahnya masih dengan senyuman hangat.
ekspresi sangar reya luntur, apa apaan ini! kenapa Azka manis banget sih? tidak tahan, reya mengalihkan pandangannya ke luar.
Azka tertawa terbahak bahak, sambil mengacak rambut reya, "kamu maunya ke mana?"
"Disney Land" jawab Reya asal. habis dia sudah kelewat kesal sih.
"Yakin?" Azka mendekatkan bibirnya ke telinga Reya, "nggak mau ke tempat yang romantis aja?"
"Azka!" peringat Reya sambil mendorong Azka menjauh dari dirinya. ada apa dengan Azka hari ini? kenapa dia tiba tiba jadi begini? apa dia tadi pagi sempat terbentur sesuatu? entah lah, yang jelas Azka aneh, sangat aneh!
Sampai di depan kantor, sepasang 'suami-istri' itu turun dari dalam mobil. Reya mengekori Azka masuk ke dalam gedung. Azka menghela napas lalu menarik reya untuk berjalan di sampingnya.
Mati matian reya menahan diri untuk tidak terperangah saat menatap setiap orang yang ada dalam gedung itu. yaampun! mereka tinggi sekali!! "
Reya yang tinggi badan nya hanya 158cm seketika merasa dirinya seperti kurcaci.
Ternyata selama ini bukan Azka yang seperti raksasa tapi memang reya yang mini.
Azka menarik reya, membawa reya kedalam ruangan pribadi nya. Laki laki itu memencet satu tombol yang membuka sebuah kamar yang tersembunyi di balik lemari dan dinding ruangannya,"Tunggu di sini, saya ada sedikit urusan"
"Disini?"
"iya"
"Diruang rahasia ini?"
Azka menepuk jidat nya sendiri, reya terlalu berlebihan. "iya, tapi ini bukan ruang rahasia, reya"
"Azka, ini tuh kaya ruang rahasia konglomerat yang ada di novel novel yang aku baca! tempat rahasia mereka untuk selingkuh sama sekertarisnya!" ucap Reya penuh semangat.
Namun saat reya berbalik, dia mendapati Azka tepat di depan nya, sambil menatap nya tajam, "Tempat selingkuh dengan sekertaris, heh? "
__ADS_1