
"Sebuah syarat?" Reya mengernyit. Azka mengangguk. "Apa syarat nya?"
Azka tersenyum,"Gampang kok, Buat kan aku seribu candi"
Gubrakk!!
Reya menatap horor kearah Azka yang tertawa terlingkal pingkal. 'Mungkin kebanyakan laki laki yang terlihat Cool sebenarnya hanyalah laki laki yang mempunyai selera humor yang aneh' pikir Reya.
"Bercanda", ucap Azka di sela sela tawa nya. Azka menghela napas untuk menghilangkan sisa sisa tawa nya. Ini orang bercanda nya aneh banget, dah.
"Azka serius" peringat Reya.
"Iya iya, Minggu depan kau ikut aku kemanapun aku pergi..", ucap Azka.
Belum selesai Azka mengucapkan syarat, Reya sudah memotong "Beres bos", jawab Reya sambil melakukan hormat.
"...dan makan siang bareng setiap hari mulai hari ini" Lanjut Azka.
"Apa? mana bisa begitu! Bisa bisa aku di tuduh yang enggak enggak sama orang sekantor!"
Azka mengedikkan bahunya. Reya frustasi, kenapa harus ini sih permintaan nya? Kayak Novel-novel yang pernah Reya baca saja.
"Kalau...", ucapan Azka langsung di potong oleh Reya, "Oke oke!" Reya memijat keningnya, "Tapi pasti kan enggak ada orang kantor yang mergokin kita" setelah selesai bicara Reya tiba-tiba merasa dirinya terdengar seperti selingkuhan. ehh?
Azka ingin menolak, tapi membayangkan hal hal yang mungkin terjadi dalam hubungan Backstreet ini, mau tak mau dia jadi setuju.
Azka mengulurkan tangannya, "Oke, kalau begitu kita deal?"
walaupun agak ragu, Reya akhirnya menyambut uluran tangan Azka, "Deal"
Setelah berjabat tangan, Azka menepuk lembut puncak kepala Reya, "Good Girl"
Reya mendengus, menarik tangannya, lalu berbalik keluar dari ruangan Azka.
Di sepanjang jalan Reya menimbang nimbang tentang 'Kalau Reya minta Black card pada Azka, apa Azka mau mengabulkan nya?'
Reya menggeleng kan kepalanya untuk menghilangkan hayalan itu.
"Dari mana lo?", Rina menjegat Reya di depan pintu.
__ADS_1
"Saya dari kamar mandi", Jawab Reya. Reya tidak bohong kok, Reya tadi memang menyempatkan dirinya ke toilet terlebih dahulu sebelum balik ke ruangan divisi nya.
Lagi pula, tidak mungkin juga kan kalau Reya bilang baru dari ruangan presdir? pasti Reya akan di interogasi habis-habisan oleh senior jablai nya ini.
Rina hanya mengangkat alisnya, "Yasudah deh kalau begitu", ucap nya lalu pergi dari depan Reya.
Reya hanya menggedikkan bahunya dan lanjut melangkah masuk kedalam ruangan divisi nya.
" Yaampun, kak Rina beruntung banget!", ucap Lia.
Yaampun, Ini kan masih jam kerja, kenapa malah pada bergosip seperti ini? Reya menatap heran ke arah orang orang yang masih bergosip itu.
Reya ingin menegur sih, tapi mendengar nama Rina disebut sebut, kok Reya penasaran ya?
"Beruntung apa?" tanya Reya.
"Itu loh Re, Kamu tau enggak, tadi selama presdir lagi pidato, kan presdir beberapa kali melirik ke arah kita. gue kirain siapa yang dilirik, eh ternyata mbak Rina!", ucap Daniel penuh semangat. Daniel ini memang orang nya rada melambai, mulut nya lebih banci lagi, gambreng kayak bulek buleknya Reya.
'Ngelirik mbak Rina? Azka melirik mbak Rina? kapan?' Setelah Reya mengingat ngingat penyambutan presdir tadi, Reya menepuk jidat nya sendiri. Ya Iya lah Rina merasa di lirik sama Azka, kan posisi Rina tadi tepat di depan Reya!
"Kenapa lo tepuk jidat Re?", tanya Ana.
Lia menepuk tangannya, "Justru karena jawaban dia kita jadi tau kalau dia yang lagi di lirik!"
"Memang kalian tanya apa?", Reya makin penasaran.
"Tadi kita nanya, 'mbak Rina, tadi embak sadar enggak kalau presdir ngelirik kearah kita terus?'
nah, dia jawab, 'Oh, mungkin karena gue ada di dekat divisi kalian kali ya? presdir emang ramah banget sama gue kalau gue lagi pergi ke pusat jadi mungkin tadi dia ngodein gue kalau ada yang mau di omongin'
Nah, gitu katanya! jelas banget kan kalau mereka ada apa apa! ", jelas Ana panjang lebar.
Daniel mengangguk super setuju dengan kata-kata Ana. Sedangkan Lia sibuk mengetik kan sesuatu di handphone nya, mungkin sedang nyebar gosip?
"Oh gitu', Reya mengangguk ngangguk sambil tersenyum, menahan tawa karena bahan gosipan luar biasa mereka, luar biasa lucu! Buahahaha!!
Reya berbalik ke kubikel nya, membuka youtube, menonton kompilasi video lucu lalu tertawa terbahak bahak.
Mendengar tawa Reya yang agak keras, Daniel mengintip kubikel Reya, laki-laki itu menatap Reya aneh, "Memangnya selucu itu ya, Re?"
__ADS_1
Reya mengusap Air matanya yang sudah keluar, Reya mengangguk lalu menaikan dua jempolnya, "Lucu banget niel, sumpah! luar biasa!", ucapnya di sela sela tawanya.
Daniel hanya menggelengkan Kepalanya melihat Reya melanjutkan tawanya.
Reya yang masih merasa geli, memegangi perut nya yang mulai sakit karena terlalu banyak tertawa.
****
"Cieee yang ngelirikin Rina", Ucap Reya yang baru saja masuk kedalam ruangan Azka. Tentu saja mulai hari ini Reya akan makan siang bersama Azka di ruangan nya, karena itu Reya dangan kesini.
Sepanjang jalan yang Reya lalui menuju ruangan Azka, semua orang sedang membicarakan kira kira apa hubungannya Rina dan presdir Azka. Bahkan di dalam lift, orang dari berbagai divisi saling bersautan menggosipkan skandal asmara antara presdir dan Rina!
Luar biasa ya! Tidak salah kalau prusahaan ini di anggap sarang tukang gibah. Bahkan gosip yang hanya dibicarakan lima orang empat jam lalu sekarang sudah menjadi bahan gibahan satu kantor.
Mendengar kata kata Reya Azka yang sedang berkutat di depan komputer nya langung mengerutkan dahinya, " Ngelirikin siapa?"
"Rina loh Rina", jawab Reya sambil mendarat kan bokongnya diatas sofa empuk di ruangan Azka.
Azka berusaha mengingat ingat siapa si Rina ini, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat nya, "Enggak kenal", Jawab Azka.
Reya mendelik, " Seriusan?! dia ngakunya kamu ramah banget loh ke dia kalau dia lagi ke pusat"
Azka hanya menatap Reya. Reya masih penasaran, "Coba deh ingat ingat lagi, Rina itu yang cantik, putih, rambut sepunggung, tinggi semampai, body aduhai dan dua tahun lebih tua dari pada aku"
Azka menatap Reya malas, ini perempuan kenapa semangat banget denger suaminya digosipin ngelirik perempuan lain?
"Coba deh di ingat ingat lagi"
Azka menatap Reya datar. "Aku bukan orang yang ramah, Reya"
"Oh ya? masa sih dia berani banget bikin skandal bareng bos sendiri", Sindir Reya.
Azka berdiri dari kursinya, "Kau cemburu?"
"Tidak, tapi ingat kontrak kita, jangan selingkuh", Ucap Reya main main.
" Iya istri ku", jawab Azka sambil duduk di sebelah Reya.
Deg..
__ADS_1
Wajah Reya memanas, ini kenapa Azka tiba-tiba duduk nya nempel banget.