Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Sosialita


__ADS_3

GILA GILA GILA!


Reya menatap pria yang berdiri di podium untuk memberikan beberapa 'wejangan' pada semua staff itu dengan tatapan tak percaya. Ini nggak mungkin kan? enggak enggak ini pasti mimpi!


Reya mencubit punggung tangan nya, aduh sakit! Berarti ini bukan mimpi dong!!


sekali lagi Reya melirik perempuan dari divisi


lain yang sedang berdiri di sebelah nya, "Mbak, beneran nih dia... "


perempuan di sebelah nya langsung menyela, "Untuk kesekian kalinya, aku jawab iya. Dia..Presdir.. kita", perempuan itu benar-benar menekankan tiga kata terakhir. seperti nya perempuan itu sudah jengah karena reya terus menerus menanyakan pertanyaan yang sama.


Masih sulit mempercayai ini semua. tapi, bukan kah ini berarti... Reya sepangkat dengan semua sosialita itu?


Reya membayangkan semua istri istri pejabat yang pernah dia baca di novel novel.


Oh... My... God..


Udah lama Reya enggak nge-halu...


apa ini pertanda Reya sudah bisa mulai menulis novelnya lagi?


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan meriah dari sekitar nya. Oh..Azka sudah selesai bicara ya?


Satu chat masuk, Reya mebuka handphone nya perlahan.


Azka :Nanti langsung keruangan ku ya


Reya melirik Azka nya tersenyum sekilas ke arah nya.


Behhh ganteng bener.......


Semua wanita di kantor dari yang jomblo sampai yang bersuami langsung mupeng karena melihat Senyuman Azka.


Tapi seganteng ganteng nya Azka, Belum tentu Reya bisa luluh. Perempuan gagal menikah mana yang gampang move one? kalau pun ada pasti mereka akan memiliki trauma untuk jatuh cinta...


"Perasaan aku aja atau presdir kita tadi senyum ke arah sini?"


"Gue juga lihat", ucap yang lain.


Reya Berdecih, Nggak tau aja mereka kalau presdir itu omom pejabat yang dari kemarin mereka gosipin.


***


Penyambutan telah selesai, semua Staff kembali ke ruangan Masing-masing kecuali satu orang perempuan yang masih mencari ruangan atasan nya.


Reya clingak clinguk, takut kalau ada orang yang memergokinya ke ruangan presdir lalu akan membuat gosip baru di kantor.


Tapi....

__ADS_1


Dimana ruangan Azka?


Reya memukul kepalanya sendiri. "Aduh Reya, kamu bodoh banget sih! masalah kayak gini aja kami enggak tau!", batinnya.


Malu bertanya memang sesat di jalan sih, tapi kalau saat bertanya tukang gibah datang gimana? Hahh Reya jadi paham kenapa gibah itu berdosa.


Triing...


Satu chat masuk. Pesan dari Azka ternyata.


Azka :kamu dimana? kenapa belum datang ke ruangan saya?


Reya : Aku nggak tau ruangan mu bapak di sebelah mana.


Azka berdecak, alasan macam apa itu? apa jangan jangan reya tidak mau bertemu Azka? Azka menggelengkan kepalanya, Masalah ini tidak bisa dibiarkan, kalau memang Reya agak takut atau karena Azka adalah seorang presdir, maka Azka harus menghilangkan perasaan itu dari Reya. atau dia tidak akan pernah bisa masuk kedalam hati Reya..


Azka tidak tau saja kalau Reya benar-benar tidak tau posisi ruangan nya.


Azka membalas pesan Reya.


Azka : Ruangan ku ada dilantai dua puluh satu.


Reya :oh oke.


Setelah membalas pesan dari Azka, Reya kembali mengetuk kepala nya. kenapa tidak kepikiran untuk bertanya pada Azka diri tadi coba?


Di depan ruangan Azka ada dua orang bodyguard, dan dan sekertaris yang tadi datang bersama Azka.


Nyonya?


Reya melirik ke arah sekertaris yang masih tersenyum ke arah nya. Apa perempuan itu tau kalau Reya adalah istrinya Azka?


Ah... mungkin saja, bisa jadi sekretaris itu salah satu orang kepercayaan nya Azka.


Dua orang bodyguard langsung menyingkirkan dari depan pintu, memberi jalan pada Reya.


Reya membalas senyuman wanita itu lalu melangkah masuk kedalam ruangan Presdir.


Mata Reya bertemu dengan Azka yang sedang mengecek laporan di mejanya.


"Ada apa?", tanya Reya.


"Ada apa apanya?", tanya Azka balik.


"Ada apa memanggilku kemari?"


Azka berdiri dari tempat duduk nya. laki-laki itu berjalan kearah Reya, lalu membawa nya duduk di atas sofa.


"Maaf aku belum cerita kalau aku adalah presiden direktur di Zeus grup", ucap laki-laki itu.

__ADS_1


" Tidak masalah sih, tapi... kenapa kau mengajak ku menikah kontrak dengan mu padahal dengan status mu sebagai presdir kau bisa dengan mudah mendapatkan wanita yang Wow"


"Sepertinya kau lupa kalau kau tidak salah satu poin dari kontrak yang kau tanda tangani melarang mu untuk bertanya", ucap Azka sambil tersenyum. "Lagi pula, wanita yang wow itu memang nya seperti apa?", Azka balik bertanya.


Reya memutar bola mata nya, " wanita yang wow itu, yang wow wajah nya, depannya, belakang nya, kiri dan kanan nya", ucap Reya gamblang.


Azka menyeringai jahil, "Menurutku milik mu juga cukup wow kok"


Reya memelototkan matanya, apa apaan pria di depannya ini! memang dia tau apa tentang tubuh Reya?!


Reya mendengus, Azka tertawa.


Setelah tawa nya reda, Azka menatap Reya, "Kudengar kau kemarin di gosip kan yang tidak tidak di kantor"


Reya Mendelik, "Kau tau?"


Azka mengangguk, "Tentu saja aku tau, aku yang punya perusahaan ini"


Reya menatap Azka malas, "Iya deh pak presiden direktur"


Azka kembali tertawa. Aneh, Azka bahkan belum tentu bisa tertawa lebih dari lima kali dalam setahun, tapi dia sangat mudah tertawa saat bicara dengan Reya.


"Jadi, apa kau merasa terbebani dengan status ku sebagai presiden direktur? nyonya?"


tanya Azka terdengar main main.


Reya mendecakkan lidah nya, "Buat apa aku harus terbebani? aku justru mulai berfikiran untuk berubah menjadi seperti ibu ibu sosialita yang hobi menghamburkan uang mulai besok", ucap Reya.


"Ibu ibu sosialita? Kau mau mencoba jadi sosialita?", tanya Azka.


Reya menggedik kan bahunya, "kenapa tidak?"


"Kau yakin?",


Tiba tiba reya membayangkan hidup yang penuh dengan arisan, pamer dan kebohongan seperti yang dia tonton. "Tidak yakin sih", jawab Reya.


"Kenapa tidak yakin? mau tidak mau kau bahkan lebih kaya di banding para sosialita itu", ucap Azka. "apa pun yang kau mau akan aku beri selagi aku mampu", tambahnya.


"Begitu kah? kalau begitu aku mau kita merahasiakan hubungan kita di sebagai suami istri saat di kantor", ucap nya.


"Kenapa?", tanya Azka. entah kenapa Reya merasakan kedinginan.


"Tidak apa apa, tapi aku harus membiasakan diri dulu. kalau tiba-tiba aku menjadi istri presdir, aku rasa aku akan sedikit kesulitan"


Azka menimbang nimbang, dia tidak bisa memaksa Reya. Sebuah ide muncul di kepala Azka. "Baiklah, tapi ada syaratnya", Azka tersenyum misterius.


Reya menyipit, melihat senyuman Azka perasaannya jadi tidak enak. "syarat?"


Azka menaikan alisnya, "iya syarat"

__ADS_1


"Apa syarat nya?"


syarat nya adalah.....


__ADS_2