Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Hari minggu


__ADS_3

Minggu akhirnya tiba, sesuai syarat yang sudah Reya setujui, dia akan mengikuti Azka kemanapun dia pergi hari ini.


Azka memasukan satu persatu kopernya dan Reya kedalam bagasi mobil.


Reya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, "Ka, kita mau kemana sih? pakai acara bawa koper segala" ucap nya sambil menatap malas Azka yang sibuk berkutat dengan bagasi.


Azka hanya diam, malas menjawab pertanyaan Reya. Reya mendecakkan lidah nya, "Azka, kalau di tanya itu jawab kek, jangan bikin orang penasaran napa sih"


"Udah lah, kamu ikut aja" Azka menutup bagasi lalu membukakan pintu untuk Reya. "Masuk"


Reya menghela napas frustasi, lalu masuk kedalam mobil. setelah Reya masuk, Azka memutari mobil lalu duduk di depan kemudi.


Mesin sudah di hidup kan, mobil mereka pun berjalan keluar dari komplek perumahan yang mereka huni.


Sepanjang jalan, Reya terus berusaha menebak nebak kira kira mau kemana Azka membawa nya?


Sesekali Reya melirik ke arah Azka yang memfokuskan perhatiannya pada jalan di depannya.


Hemm...Azka memakai pakaian yang cukup kasual hari ini, Reya juga memakai pakaian kasual, Berarti mereka tidak akan pergi ketempat yang bersifat resmi kan?


Apa mungkin Azka berniat membawanya ke rumah saudara nya ya? tapi saudara yang mana? saat pernikahan mereka saja Reya tidak banyak melihat saudara yang cukup dekat dengan Azka.


Reya ikut memfokus kan diri nya ke jalanan yang ada di depannya. Beberapa menit kemudian, mobil yang Azka dan reya naik mendekati bandara.


Reya memdelik," Ka, Kok kita ke arah sini? kamu mau bawa aku kemana sih?" Azka melirik kearah Reya dan tersenyum misterius.


Mobil berhenti, Azka keluar dari mobil, mengeluarkan koper mereka Dari bagasi, lalu menyerahkan koper milik Reya pada Reya.


"Azka ... jawab!" Reya mulai menuntut. azka menghela napas, " Iya, iya, aku jawab, kita mau berkunjung kerumah oma.


Reya mengedarkan pandangannya ke sekitar. "Rumah oma kamu ada di mana?"


"Paris"


"Paris?!"


"Iya paris" Jawab Azka.


Paris?..paris...paris.....


What! paris katanya!

__ADS_1


"Kok paris sih ka? Paris? Ngapain kita ke paris ka?!” ucap Reya tidak percaya.


“Ke rumah oma”, azka menoleh ke arah Reya. “Belum pernah ketemu sama oma ku kan?”


Iya juga ya? Selain bertatap muka saat hari pernikahan, Reya sama sekali tidak mengenal satu pun keluarga Azka.


Reya menggeleng, ia berusaha mengingat semua wanita paruh baya dari keluarga Azka yang hadir di di pernikahan nya. tapi sepertinya tidak ada satu orang pun yang berpotensi menjadi omanya ini. Mau bagaimana lagi? Dari ekspresi hangat Azka, sepertinya laki laki ini sangat menyayangi oma nya. Sedangkan pada semua kerabatnya sendiri yang datang ke pernikahan mereka...


Yah...banyak sih yang sepertinya berusaha terlihat akrab dengan Azka, tapi Azka nya yang tampak dingin dan berusaha mengacuhkan mereka.


“memang nya oma enggak datang ke acara nikahan kita?” tanya Reya.


Azka menoleh ke arah Reya. “Enggak” jawabnya.


Kok lama lama kesal ya? Ini orang kalau jawab pertanyaan bisa sekalian lengkap enggak sih? Reya tetap berusaha sabar, lalu kembali bertanya. “Kenapa oma enggak datang? Oma sakit?”


“Hemm...kesehatannya kurang memungkin kan untuk datang ke indonesia”, Jawab Azka pada akhir nya.


“Oh gitu..” mengangguk mengerti, perempuan itu menepuk bahu Azka “Semoga oma cepat sembuh ya ka”


Azka tersenyum hangat sambil menatap Reya, “Iya, makasih ya”


Reya jadi agak salah tingkah sendiri. Reya hanya diam lalu melanjutkan langkah kaki nya. Mulai memikirkan apakah konflik dalam keluarga azka ini sama atau tidak dengan drama korea yang dulu sering dia tonton atau bukan.


Ada beberapa penjilat, ada orang yang berpura pura akrab, ada pula yang menatap benci secara diam diam. Reya memandang Azka yang berjalan di sebelahnya. Azka ini sebenarnya orang yang seperti apa sih?


Reya menggelengkan kepala, berusaha menghapus pemikiran itu dari dalam kepalanya, tidak baik untuk melanggar privasi Azka.Azka melirik geli melihat Reya yang menggeleng geleng , entah apa yang di pikirkan oleh kepala kecil nya itu.


Paris ya?


Reya berusaha membayangkan apa saja yang bisa dia lakukan di paris. Haaahhh pergi kerumah oma nya malah kayak bulan madu deh jadi nya. Mau bagaimana lagi? Paris romantis sih!


Pikiran Reya mulai ngelantur lagi...


Eh..tunggu dulu! kalau tujuan mereka adalah rumah oma azka yang ada di paris, berarti baju yang reya bawa....


Reya medelik, sadar kalau semua baju yang dia bawa kelewat kasual. Perempuan itu berjalan cepat kedepan azka, dan merentangkan tangan, menghalangi langkah Azka.


Azka menaikan sebelah alis nya, menahan geli menatap kearah Reya yang ada di depannya. "Kenap.."


"Ka, kita balik sebentar yuk" ajak Reya.

__ADS_1


Azka hanya menatap Reya, Reya menghela napas kesal, sepertinya dia harus jujur, "Ka, kalau ke paris, kayaknya aku bakal salah kostum deh. Kita balik sebentar ya. sebentaaaarrrr aja" pinta Reya.


Azka melangkah maju dan mengacak rambut Reya dengan gemas. "Nanti kita beli pakaian di sana ya"


Reya terbelalak, "Yah... nggak bisa gitu dong, ka! aku mana punya uang"


Azka menarik Reya agar kembali berjalan, "Aku yang beli kan"


Reya mengerutkan dahi nya, "masa pakai uang mu?"


"Uang ku uang mu juga" balas Azka malas.


Reya masih tidak terima, "Enggak bis gitu Azka..."


Azka balas menatap Reya, "Kenapa enggak bisa? kamu itu istri ku" potong nya.


Deg...


Reya sedikit tersentak, lalu balik menatap Azka yang menatap nya serius. beberapa detik kemudian, Azka melangkah meninggalkan Reya masih terdiam


Kok Azka seenak nya bilang kalau Reya itu istri nya sih? kan pernikahan mereka cuma sebatas kontrak?


Memang sih, pernikahan mereka sah di mata hukum dan agama, tapi kontrak tetaplah kontrak, bukan?


Reya menghela napas kesal, namun tiba tiba perempuan itu mendelik, dia menyadari satu hal yang sangat penting.


Kalau uang Azka adalah uang Reya juga, berarti Perusahaan Azka adalah perusahaan Reya juga?


BUAHAHAHA....


seketika jiwa matre Reya meronta ronta. perempuan itu berlari mengejar Azka yang Jaraknya sudah agak jauh dari nya.


Mendengar derap langkah kaki dibelakang nya, Azka langsung menoleh kebelangkang dan mendapati Reya sedang berlari ke arah nya. "Jangan lari lari Reya" peringat Azka.


Reya tersenyum lebar ke Arah Azka. "Azka, kalau uang mu uang ku juga, berarti perusahaan mu perusahaan ku juga?"


Azka menepuk jidat, hanya bisa meng iya kan pertanyaan Reya.


"Black card mu black card ku juga dong" ucap Reya semakin semangat..


"punya mu sudah ku sediakan sendiri" jawab azka malas.

__ADS_1


Dan begitu lah...


Sepanjang perjalanan menuju paris Azka terus di serang dengan pertanyaan pertanyaan aneh dari Reya yang matre nya sedang dalam mode on..


__ADS_2