Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Rumah oma


__ADS_3

Yeay Paris!


Pesawat yang Reya dan Azka tumpangi mendarat di paris pukul 8:55 pm.


Reya berjalan sempoyongan sambil bergelendot pada Azka. Jetlag luar biasa. Anggap lah Reya katrok, tapi dia memang belum pernah pergi sejauh ini dari indonesia.


Azka yang membantu Reya untuk berjalan tersenyum geli, "Capek?"


Reya mendengus, "Banget"


Jelas lah Reya capek, dia bahkan tidak bisa menghitung berapa jam dia di dalam pesawat.


Tak lama berselang, beberapa orang yang memakai jas hitam datang dan mengawal Reya dan Azka. Wahh pertama kali Reya merasa hidupnya seperti difilm film yang pernah dia tonton dimana peran utama nya di kawal banyak pengawal.


Azka merasa kasihan pada Reya yang sepertinya sangat kelelahan, "Mau di gendong?" tanya Azka. Reya mendelik,


"Nggak usah, aku enggak papa"


Sambil melangkahkan kaki nya, Reya sibuk melihat sekelilingnya, Paris Charles de Gaulle memang seperti yang dia perkirakan, Segala hal yang ada di bandara ini rasa nya membuat Reya berteriak 'Wow' tapi sayang nya Reya masih terlalu lemas, lagi pula malu juga kalau katrok nya kelihatan.


Saat ini bandara tidak terlalu Ramai. Tiba tiba Reya mengingat kopernya yang hanya berisi jins belel celana hitam, kardigan, kemeja dan kaus berwarna putih polos. Wahh.. pakaian macam itu mau di pakai ke paris?


Sebenarnya bisa saja sih, tapi pasti bakal jomplang kalau berdiri di samping Azka yang penampilannya selalu terlihat wow.


"Mau keliling?" tanya Azka yang ternyata dari tadi memperhatikan Reya. Reya menggeleng, dia sih mau saja, tapi dia tidak sanggup kalau harus berjalan keliling. keluar bandara saja rasanya sudah setengah mampus.


Mereka menaiki mobil berwarna hitam yang sudah menunggu mereka di depan bandara terbesar di paris itu. Beruntung nya, hanya butuh waktu kurang dari setengah jam untuk mencapai rumah oma Azka.


Sepanjang jalan Reya terus memperhatikan semua yang mobil mereka lewati. Semua Bangunan bangunan disini ajaibnya bisa menambah kesan klasik Romantis kota Paris.


Reya teringat dengan Restoran Gustous yang ada di film Ratatouille yang pernah dia tonton beberapa tahun lalu, dimana seekor tikus bisa menjadi Cheff.


Kira kira sekarang tikusnya masih hidup tidak ya?

__ADS_1


Tapi, walau pun masih hidup, Reya tidak akan pernah mau makan masakannya barang sedikit pun, karena...Ugh, Reya benci tikus.


Saat ini paris sedang memasuki musim semi, sayang nya bunga bunga belum bisa bermekaran, dan udara terasa dingin.


Mobil yang Azka dan Reya naiki masuk kedalam halaman luas sebuah mansion besar dengan gaya klasik yang sangat elegan. Mansion ini benar benar besar dan mewah!


Ini hunian gede banget ya, siapapun pemilik nya dijamin dia berstatus sultan!


"Selamat datang di rumah oma" ucap Azka.


Yes! Reya cucu menantu nya Sultan!


Terserah deh nanti dia jadi oma yang sombong dan galak, atau Rendah hati dan penyayang yang penting status Reya tetap cucu Sultan! HUAHAHAHA!


"Kenapa?" Azka heran dengan Reya yang menyeringai tiba tiba. Reya menggelengkan kepalanya, "Hehe kayaknya otak ku ikutan Jet lag"


Azka menghela napas lalu menyandarkan kepala Reya di bahu nya.


Dag .. dig .. dug .. dag .. dig .. dug .. dag .. dig .. dug ..


Apa apaan ini !


Reya ingin menarik kepalanya, tapi sayangnya dia terlalu lemas. Mobil mereka akhirnya berhenti di depan pintu mansion megah itu. Azka membantu Reya turun dari mobil. "Kenapa wajah mu sangat merah? apa kepalamu sangat sakit?" tanya Azka sambil berusaha menutupi nada khawatir dari dalam suara nya.


Aku begini juga gara gara kamu bambank!!


"Sakit sedikit" Jawab Reya asal. Azka menggandeng Reya masuk kedalam Rumah itu, dua orang body guard bertubuh kekar yang berjaga di depan pintu langsung menyingkir dan memberi hormat pada Azka yang lewat begitu saja sambil membawa Reya.


"Grandma!" panggil Azka dengan penuh antusias. Azka mendudukkan Reya di atas sofa Azka berjalan kesana kemari sambil memangil oma nya.


Hahhh... sepertinya kepala Reya kemasukan banyak angin gara gara terlalu lama naik pesawat, kalau tidak, kenapa Azka yang maskulin sekarang bisa terlihat sangat imut?


Reya menggelengkan kepalanya. dan yah, berkat Azka juga Reya jadi banyak menggeleng selama dua puluh empat jam terakhir.

__ADS_1


Seorang Wanita paruh baya cantik berjalan menuruni tangga yang mewah nya begitu Amaizing sambil tersenyum. Wah... sultan emang beda ya, tangga aja di buat mewah.


"Azka" panggil nya dengan wajah yang di penuhi senyuman. Semakin dekat Semakin jelas pula kalau nenek ini sangat cantik, usia bahkan tidak bisa menghilangkan ke cantikan nya. Berapa coba usia oma nya ini? umur Azka saja sudah tiga puluh tahun lebih. Reya jadi penasaran apa merek skincare yang di pakai oma.


Perempuan itu memeluk Azka dengan penuh kasih sayang, sepertinya perempuan itu sangat rindu dengan Azka.


"Selamat akhirnya kau bisa menikah dengan orang yang selalu kau tunggu" ucap oma dalam bahasa perancis yang tidak Reya pahami. Azka tersenyum dan balas memeluk oma.


"Oma, kenalin ini Reya" wanita itu tersenyum sayang sambil menatap Reya , "Reya, apa kabar, oma sudah lama ingin ketemu dengan kamu" ucap nya sambil memeluk Reya dengan hangat. pelukan keibuan yang membuat Reya kangen pada ibu nya.


"Oma" peringat Azka.


Oma melepas pelukannya terhadap Reya, " kenapa? aku hanya ingin mengenal istri cucu ku!" omel oma.


Fiyuuhhh, akhirnya mereka bicara bahasa indonesia. Reya sampai keringat dingin tadi karena memikirkan apa jadinya dia kalau diajak oma bicara dalam bahasa perancis.


Oma menggenggam kedua tangan Reya, "Reya, oma ini bicara sangat banyak dengan mu"


"Oma, Reya masih terlalu capek karena perjalanan jauh" ucap Azka sambil menarik Istrinya dari si oma.


"Yaudah deh, kamar kalian sudah oma siap kan di lantai tiga di kamar utama ya" ucap oma.


Azka hanya mengangguk lalu merangkul Reya menaiki tangga itu satu persatu.


Jatung Reya kembali bertalu talu, kok Reya jadi gini sih kalau dekat Azka? Enggak! ini enggak bisa di biarkan, Azka bahaya untuk jantung.


Reya berniat menjauhkan dirinya dari Azka, toh juga tenaganya sudah pulih sedikit karena duduk di sofa mahal tadi. Tapi sayang, Azka menahan tubuh Reya, hingga Reya tidak bisa menjauhkan dirinya dari pria berstatus suaminya itu.


Reya berbisik, "Ka, aku bisa..."


"Ssstt..Oma memperhatikan kita" potong Azka. Reya mendelik, Spontan Reya menoleh kebelakang dan mendapati oma memperhatikan mereka sambil tersenyum.


Reya membalas senyuman oma dan kembali melanjutkan langkahnya, "Benar ka! kok kamu bisa tahu sih?"

__ADS_1


"Dia kan oma ku"


"Hemm... benar juga"


__ADS_2