
Azka menatap tajam ke arah Bagas, tentu Azka tau siapa laki laki yang baru memeluk istri ny itu. Ya...laki laki itu hanyalah sampah.
Bagas menatap sengit kearah Azka yang melindungi Reya yang besembunyi di balik punggung nya.
"Siapa pun dirimu, tolong jangan ikut campur urusan kami" geram Bagas.
"Apa hak mu melarang ku ikut campur?" Azka dingin.
"Aku adalah kekasih Reya dan kami akan menikah, jadi bisa kah kau pergi dan jangan ikut campur?" balas Bagas.
Menikah katanya? yang benar saja!
Reya berdecih, "Kau bukan kekasih ku! memang nya siapa yang mau menikah dengan mu? menikah kau sana dengan wanita wanita yang sudah kau tiduri!"
"Kau dengar? pergilah!"
Beberapa orang berseragam hitam mulai masuk dan memblokir sekitar area toilet. Dahi Bagas berkerut, menatap bingung kearah beberapa laki laki itu, tapi segera dia memfokuskan pikirannya kembali pada orang orang di depan nya.
"Sudah ku bilang, bisakah kau tidak ikut campur?"
geram Bagas.
"Kenapa aku tidak bisa ikut campur jika itu menyangkut istri ku?"
"Hahaha...istri?", Bagas tertawa sumbang, candaan macam apa ini? mana mungkin Reya sudah menikah. Namun begitu melihat ekspresi serius di wajah Reya, Bagas sadar ini bukanlah lelucon.
"Azka adalah suamiku, Bagas", ucap Reya.
Bagas menatap Reya tidak percaya, "Enggak mungkin, Kamu bercanda kan!"
Reya tetap dengan ekspresi seriusnya.
"Enggak, ini enggak mungkin, Reya. jangan bilang kamu tidur sama sembarang laki laki cuma untuk membalas perbuatan aku ke kamu"
Degg..
Reya menatap Bagas tidak percaya, Bagaimana bida laki laki itu bicara seperti itu pada Reya.
"Astaga..Reya aku pikir kamu selalu nolak tidur bareng aku karena kamu perempuan terhormat yang berusaha menjaga kehormatan kamu ternyata kamu enggak lebih dari...."
__ADS_1
PLAKKK
Satu tamparan pedas mendarat di pipi Bagas, Mata Reya berkaca kaca, "Tutup mulut kamu b*******, kau benar benar ********* ! Bisa bisa nya kamu ngomong kayak gitu? aku enggak nyangka kamu se ********* itu!" Reya mengeluarkan hampir semua sumpah serapah nya, memaki Bagas yang berdiri di depannya.
Bagas mengusap pipinya, menatap marah kearah Reya, "Iya! Aku memang ********* !!! kamu tau? sekertarisku itu perempuan kesekian yang sudah aku tiduri selama kita pacaran! kamu enggak jauh lebih cantik dari pada...."
"Cukup" ucap Azka dan langsung menendang perut Bagas. Bagas terjatuh kebelakang, tubuh nya langsung di pegangi oleh orang orang berseragam hitam yang tadi.
"Geret dan lempar dia keluar" perintah Azka. Laki laki itu membawa Reya kembali menuju ruangan yang mereka pesan tadi.
****
Reya murung, Dada nya sesak, perempuan mana yang tidak sakit hati saat dianggap murahan oleh laki laki yang pernah menjadi orang yang sangat dicintainya?
Bahkan mungkin saat ini masih tersisa rasa cinta di hati Reya untuk Bagas. Reya jatuh cinta pada Bagas bukanlah tanpa alasan.
Bagas adalah cinta pertama Reya, Bagas muncul dalam hidup Reya saat Reya masih remaja, Bagas yang memberikan bahunya saat Reya butuh bersandar, Bagas lah yang ada saat Reya membutuhkan dukungan, Bagas yang merangkulnya saat Reya sendirian, Dan Bagas pulalah yang membantunya saat Reya jatuh dalam keterpurukan.
So...mengerti kenapa Reya sangat mencintai Bagas?
Saat Melihat sendiri bagaimana Bagas ternyata menyelingkuhinya, Reya mengalami perang batin yang sangat melelahkan.
Pada akhirnya Logika memenangkan pertempuran itu, Karena Reya sadar, Walau pun Reya memaafkan Bagas dan Bagas berjanji tidak akan mengulangi itu lagi. Bukan tidak mungkin Bagas akan berselingkuh lagi.
Sepuluh tahun pacaran berakhir dengan rasa hancur yang sedemikian rupa, Reya menghabiskan tiga bulan untuk menangis setiap malam atas penghianatan orang yang dulu sangat di cintanya.
Reya memijat keningnya lalu menatap Azka yang terus menatapnya dari tadi. "Maaf ya ka, gara gara aku kamu jadi merasa enggak nyaman"
Azka diam sejenak menatap wajah pucat Reya. Laki laki itu menghela napas lalu menatap Reya yang masih menunduk, "Ikut aku" ucapnya lalu berdiri dan menarik tangan Reya.
Reya meraih tas nya di atas meja, lalu mengikuti langkah kaki Azka.
****
Sampai di tempat tujuan, Reya menatap sekeliling "loh, ini di mana, ka? kok kita enggak balik ke kantor?"
Azka hanya bisa menghela napas maklum. Bagaimana tidak maklum? Di sepanjang jalan Reya hanya diam dan melamun, sesekali perempuan itu menghapus air mata yang tanpa sengaja mengalir ke pipi nya. Jadi mana mungkin sadar kalau Azka mengarahkan mobil nya menuju pantai?
Pantai itu sangat sepi, hanya ada Reya dan Azka di sana. Deburan ombak, langit biru, pasir putih...
__ADS_1
Bagaimana bisa pantai secantik dan seindah ini tidak ada pengunjung nya?
Reya menatap Azka yang sudah melepas Jas nya, hanya kemeja putih yang tergulung sampai siku dan dasi yang sudah di longgarkan.
"Kok kita di sini sih, ka? mau ngapain coba? Ayo balik ke kantor, jam makan siang hampir selesai!" Ucap Reya dengan suara parau nya. Reya mengusap air matanya yang tanpa sengaja meleleh ke pipinya.
Azka menatap Reya, "Kamu mau ke kantor kayak gitu?"
"Terus gimana dong? ini kan masih jam kerja!" ucap Reya, rasa stress dan frustasi yang dia tekan sejak di restoran tadi mulai lepas. Air mata Reya kembali mengalir.
"Kalau aku di pecat gimana! kamu sih enak kamu bos, lah aku?!" omel Reya, menangis sambil menghentak hentakkan kakinya pasir seperti anak kecil.
Azka menatap perempuan yang sedang menangis di depannya,lalu menarik perempuan itu kedalam pelukannya. membiarkan Reya menangis sepuasnya, terus menangis dan bersandar di dadanya, membiarkan perempuan itu melepas semua stress dan Frustasinya.
Reya yang pada awalnya meronta dan memukuli dada Azka akhirnya menangis habis habisan sambil memeluk Azka. Menangisi Kisah cinta sepuluh tahun yang kandas karena penghianatan, menangisi ucapan Bagas yang membuatnya seakan dirinya adalah wanita murahan. Menangisi kenapa harus bagas yang dulu selalu hadir untuk nya. Menangisi segalanya....
Reya bersandar di dada bidang Azka, langit sudah berwarna oranye, Burung burung beterbangan kembali menuju sarangnya, sedangkan Azka dan Reya masih duduk di pantai. berselonjor di atas pasir putih.
"Ka", panggil Reya.
"Hemm", Azka hanya menjawab dengan gumaman.
"Aku enggak akan di pecat kan?" tanya Reya.
"Enggak" jawab Azka singkat.
"Ka" panggil Reya lagi.
"Hemm"
"Besok aku buatin bekal aja ya, supaya kita enggak perlu makan di luar"
"Iya"
"Ka" panggilnya lagi.
"Hemm"
Reya diam sejenak, "Kalau nanti akhirnya ada perempuan yang berhasil bikin kamu jatuh cinta kamu kasih tau aku dulu ya , jangan selingkuh"
__ADS_1
Azka tidak menjawab, laki laki itu hanya diam dan mengacak rambut Reya yang memang sudah berantakan.