Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Suami ku presdir!


__ADS_3

Azka melangkah masuk ke dalam rumah nya. pasti sekarang istrinya sudah tidur. Azka menggelengkan Kepala nya, Istri? lucu sekali...


Yah... Reya aninditha, Wanita yang selama ini dia cari. Wanita yang berhasil membuat nya bangkit dari keterpurukan hanya karena dengan lima menit ocehannya.


Azka berhenti melangkah dan berhenti di didepan kamar perempuan yang sekarang berstatus istri nya itu. Seperti hari hari yang lalu, Azka mengeluarkan kunci dari saku nya, lalu membuka pintu itu.


Reya sedang lelap dalam tidur nya. Azka tersenyum menatap wajah polos wanita itu. Kalau saja Reya tahu bagaimana kacaunya Azka saat menemukan Reya dalam keadaan hampir menikah dengan orang lain...


Perlahan Azka naik keatas tempat tidur itu, lalu memeluk Reya yang sedang berbaring


****


Ring.. ring... ring..


Reya membuka mata nya dengan perlahan. perempuan itu menghela napas lelah. Sudah pagi ternyata.. kenapa malam berlangsung berlangsung begitu cepat? apa karena Reya terlalu malas untuk pergi ke kantor ya?


Sambil mengulet, Reya berusaha mematikan alaramnya yang terus berdering.


sekarang kamar itu terasa hening, Reya bangkit, lalu berjalan menuju kamar mandi.


***


"Mau aku antar?", tanya Azka.


"Enggak usah ka, aku mau mampir ke rumah Yura sebentar", tolak Reya.


"Kamu lagi ada masalah enggak di kantor?"


Reya mengernyit mendegar pertanyaan Azka barusan, tapi perempuan itu langsung menggeleng sambil tersenyum, "Enggak enggak, aku... enggak masalah kok", bohongnya.


Azka diam menatap Reya, tentu saja Azka tahu kalau istri nya itu bohong, Tapi pada akhirnya laki-laki itu hanya mengangguk.


Reya langsung berdiri dari tempat duduk nya, " Ka, aku duluan ya", ucap Reya sambil menyalami Azka.


Azka hanya menjawab dengan gumaman.


Disepanjang jalan, Reya berusaha memfokuskan pikiran nya pada jalanan di depannya, tapi sayang nya itu adalah hal yang sulit untuk di lakukan saat ini. pikiran Reya bercabang-cabang.


saat ini kantor sudah menjadi medan perang, dia bahkan harus menyiapkan mental sebelum berangkat ke kantor.


Lalu kebohongan nya pada Azka tentang pergi ke rumah Yura juga menjadi beban pikiran untuk Reya. apa Reya mampir ke rumah yura saja ya?


Di perempatan, Reya berbelok ke komplek perumahan yang di tempati Yura.

__ADS_1


Ting.... Tung....


Jegrek


Pintu terbuka, Yura yang sudah siap dengan seragam kantor nya membeku menatap perempuan yang bertamu tak ingat waktu di depan nya.


Dengan cepat wajah Yura berubah sumringah, "Pagi ndoro!"


"Apaan sih", ucap Reya sambil menatap datar Yura.


" Kamu yang apaan, masih pagi udah main main kerumah orang! aku bukan pengangguran tau!", Cerocos Yura.


Reya memutar bola mata nya, "Memang aku bilang mau main? aku itu mau jemput kamu tauk! yaudah deh kalau enggak mau", Reya langsung memutar badan nya dan mulai melangkah pergi.


Yura terbelalak. What! Reya kesambet apa? tapi kesambet apa pun terserah lah, yang penting, rejeki tidak boleh ditolak!


Yura langsung berlari dan menghadang langkah Reya.


" Et.. et.. tunggu dulu, Niat baik itu nggak boleh dilaksanakan setengah setengah neng, jadi... tunggu sebentar ya", setelah mengucapkan hal itu, Yura langsung berlari masuk kedalam rumah nya, lalu keluar lagi dalam keadaan siap pergi ke kantor.


Yura terus menerus melirik Reya yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Reya pura pura tidak sadar, tapi lama lama dia merasa jengah juga jika terus menerus di lihat seperti itu.


"Apa?", tanya Reya tanpa menoleh dari jalanan di depannya.


"Aku bejat salah, aku baik juga salah", ucap Reya.


" Ya enggak gitu juga kali, maksud ku itu, kenapa kamu enggak dianterin suami ganteng mu itu?"


"Kau tau sendiri kan masalah nya karena apa?", Reya balik bertanya.


"Tapi Reya, walaupun sekalipun kamu memang menikah sama om om, kamu seharusnya enggak memperdulikan semua omongan mereka, Kalau setiap hari lihat kamu diantar setiap hari lama lama semua orang juga bakal terbiasa", Nasehat Yura.


Reya memijat kening nya, "Nggak tau deh, Ra. pusing banget kepala ku"


Setelah mengantarkan Yura, Reya melakukan mobil ke kantor nya. Yah...Reya bekerja di salah satu perusahaan milik Zeus grup.


Setelah memarkirkan mobilnya, Reya berjalan masuk ke dalam gedung itu. Jujur saja Reya malas sekali harus bertemu semua tukang gosip itu.


"Mbak Reya!", Reya menoleh dan mendapati Mila melambai kan tangan kearah nya.


Sial sial sial!


Kenapa manusia satu itu harus jadi resepsionis kantor ini sih!

__ADS_1


Reya pura pura buru buru dan dan tidak memperdulikan panggilan panggilan dari Mila. paling paling yang mau Mila katakan hanyalah...


'Mbak Reya datang naik mobil sendiri? kok enggak diantar suaminya lagi sih mbak? jadi embak memang nikah sama om om? istri keberapa mbak?'.


golok mana golok? baru membayangkan apa yang kira kira akan Mila katakan saja sudah membuat Reya ingin membunuh orang.


Reya melangkah dengan mantap, Reya sudah siap jika dia akan mendengar bisikan bisikan orang orang disekitarnya yang sedang membicarakan dirinya.


Sampai diruang kerja nya, Semua rekan satu tim nya sedang bergosip. Hah...Reya sudah menduga hal ini. tapi tunggu... yang sedang mereka gosip kan bukan Reya, tapi...


"Kamu tahu enggak! katanya temanku yang kerja di dalam Perusahaan inti Zeus grup, pak Dirgantara itu hot banget loh!"


"Yang bener? di foto foto nya sih emang ganteng sih, tapi memang se hot itu?"


"Udah nikah belum ya?"


"Kayaknya belum sih"


"lah kok kayak nya?"


"Dia pernah di gosipin gay, enggak pernah ada scandal jalan bareng cewek lagi! jadi siapa tau dia memang jeruk makan jeruk"


"hah.. sayang banget ya", mereka menghela napas.


Reya terus menguping, dari balik kubikel nya. 'Kenapa mereka semua pada ngomongi presdir sih?' pikir nya.


Reya membuka handphone nya untuk mencari hiburan, namun satu pesan dari atasannya membuat Reya paham kenapa semua orang sedang menggosipkan presdir mereka yang tidak pernah Reya cari tahu itu.


"Presdir dari Zeus grup akan mulai mengawasi perusahaan ini secara langsung, jadi persiapkan diri kalian!", isi pesan itu.


'Pesan macam apa ini?'


Tapi ya... apa boleh buat, namanya juga dia bos nya. Reya pernah melihat foto Presdir nya itu sekilas saat mencari tahu tentang perusahaan ini. itupun sudah setengah tahun yang lalu, jadi mana bisa Reya ingat wajahnya!


Reya sudah masuk kedalam barisan para karyawan, namun saat presdir datang, mata Reya terbelalak tak percaya menatap pria tampan yang telah menarik seluruh perhatian di tempat itu.


Tidak tidak! ini tidak mungkin!


Reya menepuk pundak orang yang ada di samping nya, "Jangan bilang dia presdir nya", ucap Reya.


Perempuan itu menatap Reya aneh, "Tapi dia memang presdir nya"


OMG..Aku istri presdir!

__ADS_1


__ADS_2