
*Dear Reya..
Aku awalnya punya Rencana untuk ajak kamu ngomong hal penting hari ini, tapi enggak bisa karena aku akan di promosikan di cabang yang ada di sulawesi dan pindah ke sana mulai besok. karena itu aku akan menyampaikan semua nya lewat email ini.
Aku tau aku salah karena selingkuhin kamu, tapi semua itu bukan sepenuhnya salah ku...
kamu.. setelah semua kebersamaan kita, kamu selalu nolak untuk tidur dengan ku. aku laki laki re, Kamu seharusnya lebih pengertian dan lebih tau kebutuhan ku
Dan sekarang kamu udah menikah dengan laki laki lain?aku enggak yakin kamu bakal bahagia dengan dia, tapi aku tetap berharap nanti pada saat kamu tau kalau suami kamu itu juga laki laki b********, kamu enggak Sehancur dulu lagi....*
Apaan nih? Dia nyumpahin gue supaya di selingkuhin?!
Reya membaca ulang email itu dan menatap layar komputernya tidak percaya. Lah kampret! Sialan bener bagas ini! Kurang ajar banget si bagas ini!
Lagian ya, susah susah Reya menenangkan dirinya kemarin, sekarang masih pagi dan mood nya sudah di hancurkan!
Reya membanting mouse yang ada di tangannya dengan kesal. Daniel yang memang tempat duduknya bersebelahan dengan Reya, berjengit, "Ati ati neng, properti kantor loh tuh" peringatnya Daniel.
Reya memutar hanya bola mata dengan kesal, lalu menutup email itu.
*****
"Sudah kau urus laki laki itu"
"Sudah pak, mulai besok dia akan di pindahkan oleh prusahan Adijaya ke cabang mereka yang ada di sulawesi. Jawab asisten nya itu. Azka mengangguk puas, lalu mengizinkan bawahannya itu untuk undur diri.
Mengirim Bagas pergi jauh dari hidup Reya adalah pilihan terbaik. Tentu saja kepergian Bagas yang begitu tiba tiba merupakan hasil dari campur tangan azka.
Azka menyeruput kopi nya...
Sejauh apa pun Bagas ingin kembali mengejar, atau mengganggu hidup Reya, Azka memastikan kalau Bagas akan menerima tawaran ini. tentu saja bagas akan pergi, dia akan mendapat promosi besar besaran jika dia bersedia di tempatkan di cabang.
Tapi Bagas Juga tidak tau kalau Azka juga Sudah memastikan kalau Azka sudah memastikan kalau laki laki itu tidak akan kembali lagi, setidak nya dalan waktu yang sangat lama..
****
Azka memperhatikan Reya yang sibuk membuka rantang makanan satu per satu.
yap, sekarang sudah jam makan siang, dan mereka sedang berada dalam ruangan Azka.
__ADS_1
Azka mendapat laporan dari asistennya kalau Reya melakukan beberapa kesalahan dalam pekerjaan nya hari ini. laporan bertypo, presentasi yang kurang memuaskan dan beberapa hal lain. Remeh memang, tapi azka khawatir kalau itu karena Reya sebenarnya belum cukup kuat untuk berangkat kerja hari ini.
Seperti biasa, dua orang itu makan makanan nya dalan keheningan, tidak ada yang berniat membuka pertanyaan selama makan siang sedang berlangsung.
"Re, aku dengar kamu hari ini ngelakuin beberapa kesalahan waktu kerja ya?", ucap azka sambil mengelap bibirnya dengan tisu.
Reya memejamkan mata dengan kesal. kenapa azka harus bahas tentang ini sih?
"Kan sudah aku bilang, kalau kamu belum kuat sebaiknya jangan masuk kerja dulu" Azka bermaksud perhatian, tapi sayang nya kata katanya di salah artikan oleh Reya yang sedang emosian terhadap segala hal.
"Jadi maksud mu, aku kerja nya nggak becus dan cuma jadi beban perusahaan ?gitu?" Reya sewot.
Azka bingung, "Bukan re, maks...."
"Yaudah deh kalau memang kayak gitu" Reya langsung melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan presdir dengan kesal, di iringi panggilan panggilan dari azka yang di abaikan nya.
*****
Kesal kesal kesal!
Reya jengkel setengah mati, sejak pagi dia jadi tidak sabaran dan terus mengamuk ke sana sini, semua orang pun sudah di omeli nya. dari mulai teman kerja, OB, sampai meja dan komputer.
Rina berdiri di depan reya dengan pogah nya. untung dia atasan, kalau bukan, pasti sudah Reya tampar pakai beberapa map yang ada di atas meja.
"Kamu gimana sih kerja nya? Aku tahu ya gimana presentasi mu tadi, memalukan!", ucapnya dengan intonasi suara yang begitu bosy, seakan dirinya lah bos nya, atau dia menganggap dirinya sendiri sebagai istri bos?
Sebenarnya presentasi Reya tadi tidak memalukan, hanya saja sedikit kurang memuaskan. Tapi mau bagaimana lagi, yang namanya salah, walau dengan alasan apa pun nama nya tetap salah bukan?
Reya memaksa senyuman untuk muncul di bibirnya, "Iya maaf, lain kali saya akan berusaha lebih baik" ucap nya.
Rina menatap Reya merendahkan, "Kamu harus bersyukur satu divisi dengan ku. kamu tahu? kalau bukan karena aku juga bekerja di divisi ini, presdir kita tidak akan segan segan memecat mu dari perusahaan kita karena kinerja mu yang buruk itu" ucap nya sombong.
Omong kosong!
Pantas saja semua orang mengira Rina benar benar pacarnya presdir, jadi dia ngaku ngaku begini toh.
Reya tertawa hambar, "Memang nya Mbak Rina ngapain sampai sampai berhasil nyelamatin saya dari pemecatan?" Reya sama sekali tidak mau repot repot menutupi nada mengejek dalam suaranya.
Semua orang yang sejak tadi menguping seketika terkesiap. 'Berani banget si Reya ke calon istri nya presdir?!' kira kira begitulah isi pikiran mereka semua.
__ADS_1
Rina tertawa, "Kamu enggak tau siapa aku?"
"Kenal, kamu hanya Rina, orang satu divisi yang kebetulan punya pangkat setingkat di atas kami" ucap Reya. Wajah Rina merah padam, Rina hanya bisa marah pada Reya.
Nah, Sudah Reya duga, Rina tidak berani membantah, karena dia juga sama sekali tidak pernah mengatakan secara gamblang dari mulutnya sendiri kalau dia punya hubungan Presdir misterius mereka, tapi dia juga yang menyebar rumor. Jadi dia bisa berdalih jika sewaktu waktu rumor ini tidak menguntungkannya lagi.
Reya menatap Rina di depan nya, "Kenapa muka mu kayak gitu, ha?" ejek nya.
"Jadi, lain kali lo enggak usah sok berjasa deh di depan kami semua, kalau pun lo emang calon istri presdir, itu juga enggak ada hubungannya sama pekerjaan kita di perusahaan. Kita semua di sini kerja pakai otak masing masing ya, bukan minjam minjam otak lo!" Omel Reya.
Wajah Rina makin merah karena amarah, perempuan itu langsung keluar dari ruangan itu.
Hening.....
Setelah itu suara riuh rendah memenuhi ruangan itu, seperti biasa, bergosip.
"Ati ati loh neng, Entar di aduin sama lakik nya, lakik nya presdir kita loh" ucap daniel dari samping kubikel nya.
"Napa! dia laporin ke lakik nya? gue laporin balik ke lakik gue!!" Reya sewot.
"Cie si om om", ejek daniel.
Reya mengambil buku yang ada di atas meja, dan menapuk wajah daniel, "Cih si kampret!" balas Reya sadis.
Semua temannya masih asik bergosip, sedangkan Lia sibuk menyebar gosip terpanas melalui grup chat nya.
Ana berjalan ke arah Reya,"Re, lo kenapa sih sewot banget hari ini? biasa nya juga si rina nyerocos apa pun nggak lo ladeni"
hemm iya juga ya...
"Iri dia, si om enggak se-Hot si pak Bos", Sahut daniel.
"Si kampret" Reya kembali memukuli daniel.
Ana terkesiap saat melihat rok Reya, "Re" bisik nya.
Reya menoleh, ana memberi isyarat untuk mengecek rok nya. dan benar saja ada noda darah di rok nya.
pantas Reya dari tadi terus mengamuk, ternyata dia PMS
__ADS_1