
saat reya berbalik, dia mendapati Azka tepat di depan nya, sambil menatap nya tajam, "Tempat selingkuh dengan sekertaris, heh?"
"Eh?" Reya balik menatap Azka. Reya mundur selangkah, saat azka semakin menyudutkan nya. "Ih.. itu tuh cuma isi novel kok ka! " reya berusaha mendorong tubuh azka.
Azka tersenyum miring, dan menaikan sebelah alis nya,"Oh ya? memang apa judul novel yang kamu baca itu?"
Reya mati matian menyamarkan ekspresi panic nya. "pokok nya novel! kamu nggak bakal paham azka! "
Azka mencondongkan tubuhnya, mendekatkan dirinya ke telinga reya, "Kalau pun itu novel dewasa, bukan kah umurmu sudah cukup untuk membaca nya?" bisik nya.
Reya terbelalak, sepontan perempuan itu memukuli laki laki yang ada di depannya."Azka!.. pergi.. pergi sana! pergi.. pergi.. pergi!!!!! "
Azka sama sekali tidak kesakitan karena pukulan reya, pria itu justru tertawa terbahak bahak karena reaksi lucu dari istrinya itu.
Setelah menertralkan ekspresi nya, Azka berjalan menuju ruang rapat, yah, sebenarnya dia berkunjung ke perusahaan ini bukan hanya karena berkas, tapi juga karena rapat dadakan yang dia buat mumpung sedang di Perancis.
Azka membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam ruangan rapat tersebut.
***
Dalam ruangan putih itu reya berjalan mondar mandir di dalam ruangan bernuansa putih itu, perempuan itu menggigit gigit jari nya, gelisah dan sedikit panik.
Kenapa semakin lama semakin parah? yap! lambat laun reya semakin terpesona oleh Azka.
sejak awal perjanjian di tanda tangani, reya amat sangat sadar kalau Azka sangat tampan dan mempesona, tapi dia tidak memperkirakan kalau Azka punya berbagai sisi yang bisa membuat nya menjadi panik seperti ini!
"Aghhr!! " reya merebahkan tubuh nya di atas tempat tibur, mati matian perempuan memutar otak, mencari solusi dari masalah yang sedang di hadapi nya.
Bagaimana dia tidak panik?! pernikahan yang dia jalani hanyalah sebuah pernikahan kontrak, tapi hampir sebulan menikah, dia sudah kelewat nyaman dengan keberadaan Azka di sekitar nya. semakin kesini jantung nya mulai tidak karuan saat azka mulai menjahili nya. dan parahnya akhir akhir ini Azka mendadak touchi!
Reya bisa apa!!
Frustasi, reya berguling guling di atas ranjang, menggulung dirinya dengan selimut.
"ottoke" gumam reya sambil terus berguling.
Reya menghela napas keras, lalu berhenti berguling.
"tenang reya, jangan fokus pada masalah, fokuslah pada solusi" perempuan itu mulai bermonolog.
reya mengangguk, "Yah... orang yang sukses selalu fokus pada solusi"
Reya berusaha memikirkan solusi dari masalah yang di hadapinya,
satu menit.....
lima menit....
Sepuluh menit.....
setengah jam...
__ADS_1
solusi tak kunjung di temukan..
"Argghhh!!!"
"keep calm reya, kalau aku nggak bisa menemukan solusi maka ambil lah hikmah" reya berusaha menenangkan dirinya sendiri.
tiba tiba reya sumringah, "Yah, setidaknya selama sebulan terakhir aku sama sekali sudah nggak mikirin bagas lagi"
Tapi jatuh ke Azka juga bukan pilihan yang bagus ucap hati nya.
menyadari kenyataan tersebut, reya lagi lagi menggeram frustasi. Ini semua gara gara Azka!
buat apa di pake acara tebar tebar pesona di depan muka reya! walaupun sudah menikah, reya sadar dengan pernikahan kontrak nya dirinya tetaplah jomblo. jomblo identik dengan jablai. yah.. walaupun author budiman kita yang jomblo bukan jablai, tapi tetap saja, rata rata jomblo itu jablai!!!
sial! kenapa reya jadi jablai nya!!!
oke, supaya bisa tenang, mari pikirkan kembali hikmah yang bisa reya ambil dari pernikahan ini.
reya menghela napas, "Setidaknya aku sudah bisa move on dari Bagas"
"Kamu sudah move on dari bagas?"
"ASTAGA!" Reya melompat dan langsung berbalik kearah pintu, dia medapati Azka sedang menatap nya dengan tatapan aneh.
"Sejak kapan kamu disitu?"
Azka mengedik kan baju nya, "Baru saja?"
"Jadi... kau sudah move on dari bagas?"
"su... dah?" jawaban reya justru terasa seperti pertanyaan. Azka hanya bisa menghela napas, lalu mendatangi reya yang digulung seperti risoles.
Azka mengulurkan tangannya, merapikan rambut reya yang menjuntai keluar dari ikat rambut nya.
"Kau bergulat dengan tempat tidur ya?"
Reya menggeleng geleng supaya Azka menjauhkan tangannya dari kepala reya, tapi laki laki itu justru memegang kedua sisi wajah reya lalu menyelipkan rambut nya kebelakang telinga nya.
"Kamu kenapa?"
"Aku kenapa? .. aku.. nggak sabar main perosotan di Disney Land! Yuhu!! "
Azka menahan tawa, "Main perosotan di Disney Land?"
"Iya... hehe"
"Oke ayo pergi sekarang" Azka mengulurkan tangannya dan mengangkat reya yang masih di gulung dengan selimut.
"Azka! " teriak reya kaget.
"Hahaha" Azka terbahak, menjahili reya mungkin akan menjadi hobi barunya.
__ADS_1
"Azka turunin aku!"
"kenapa aku harus turunin kamu?"
reya terdiam sejenak, "Karena kita sebentar lagi harus main perosotan di Disney land?"
***
Tahan Azka..
Azka berusaha tidak mencium perempuan di depan nya. laki laki itu menurunkan reya dari gendongan nya, lalu menepuk nepuk puncak kepala gadisnya.
dia jadi mengingat pergolakan batin yang dia alami sebulan ini. Azka mengira dengan dia menikahi reya, setidaknya dia bisa menjaga reya, tapi lambat laun dia merasa semakin serakah, dia menginkan Reya seutuhnya, hati dan jiwanya.
karena itu dia memutuskan untuk mengubah pernikahan kontrak ini menjadi pernikahan yang sesungguhnya secara perlahan lahan.
Azka menunduk lalu menyentil dahi reya, "Ayo kita cari perosotan di Disney Land"
"Memang nya ada perosotan di Disney Land?"
Reya justru balik bertanya.
"Kalau nggak ada nanti saya buat supaya di sana ada"
Reya tercengang mendengar jawaban Azka, tanpa sadar perempuan itu bertepuk tangan, apa ini? jni kah yang di sebut the power of Sultan?
"Ayo"
"Azka tunggu, Rambut ku berantakan banget!.." Azka berhenti melangkah, ia menarik ikat rambut reya lalu merapikan rambut perempuan di depannya.
"Oke sudah cantik" ucapnya setelah selesai.
Azka menarik tangan reya dan membawa nya dari 'Ruangan Rahasia itu'.
***
berjalan keluar dari ruangan Azka, reya kembali dihadapkan pada realita kalau dirinya bertubuh pendek
Reya terpukau menatap kaki kaki jenjang yang lalu lalang di sekitar nya.
Azka memutar bola matanya, dia sepenuhnya nya sadar kalau akhirnya akhir ini reya sangat mudah teralihkan oleh sesuatu di sekitar nya. karna itu juga Azka memanfaatkan kesempatan ini untuk terus berada di sekitar reya.
Azka menarik tangan reya dan membawanya ke dalam lift khusus.
"Kamu dari tadi mikirin apa sih?"
"Itu.. emm.. karyawan perempuan di sini cantik cantik ya, tinggi semampai lagi! mulus mulus juga, pasti kamu betah banget di sini" ucap reya penuh semangat.
Azka menaikkan sebelah alisnya lalu menunduk, mendekatkan bibir nya ke telinga reya, "Tipe saya itu yang mungil kaya kamu kok, jadi jangan cemburu ya"
RIP jantung.....
__ADS_1