Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Malam pertama di Paris


__ADS_3

Reya membuka mata nya dengan perlahan-lahan, ia ingin bangun dari posisinya dan mencari segelas air untuk menghilangkan dahaga nya. Tapi sayang, tubuh nya terlalu remuk untuk bangun.


Susah payah reya mendudukkan tubuh nya, dan bersandar di sandaran tempat tidur nya. menatap jam.


Jam tiga pagi?


Reya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, dan mendapati Azka sedang tidur sofa besar dekat jendela.


hem.. padahal Reya sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Azka sampai sebelum tidur tadi, tapi begitu dia bangun tidur mudah sekali menemukan laki laki raksasa ini.


Reya tau dia tidak akan kuat berjalan dari kamar ke arah dapur. tapi dia yakin kalau dia masih kuat kalau cuma berjalan ke sofa.


Kaki reya terasa lembek, punggung nya terasa remuk, kepalanya sakit. tapi diantara semua itu, tenggorokan nya lah yang paling emergency.


Reya merangkak dari atas tempat tidur, ber pegangan pada meja, dinding bertumpu pada semua hal yang bisa dia jadi kan tumpuan.


Mengulurkan tangannya, Reya berusaha menggoyang kan bahu lebar Azka, berharap laki laki itu bangun dari tidurnya.


berhasil! bulu mata azka bergetar, kelopak matanya terangkat, menampakkan mata nya yang merah.


Tersenyum, laki laki itu mengulurkan tangannya, meraih reya dan mengurung reya dalam dekapan nya.


"Akh.. uhuk"


Sial. padahal reya kaget setengah mati, tapi bahkan dia tidak sanggup berteriak kaget karena haus nya yang lebih dominan.


"Bahkan kau terasa begitu nyata sekarang, "gumam Azka.


Reya mengernyit, dia tidak paham ucapan Azka, terlebih dalam posisi terjepit diantara dada, kedua lengan dan kaki.


"Azka... "


Azka membenamkan wajahnya di leher Reya. membuat reya sedikit sesak.


Tidak ada jalan lain lagi. Reya tidak punya pilihan lain selain cara yang satu ini. reya menggerakkan tangannya dan mencubit pinggang Azka dengan keras.


Mata Azka terbuka lebar, akhirnya pria itu sadar sepenuhnya. tubuh lembut ini, aroma ini, ini semua.....Reya ada dalam pelukannya!!!


Azka melepaskan reya dan langsung mendudukan tubuh nya. Tapi sayang penampilan Reya membuat azka semakin runyam.


Mata berair, wajah merah, rambut sedikit berantakan, dan piyama yang kancing atasnya terbuka.


Apa apaan ini!!


Azka panik, kenapa Reya ada dalam pelukannya? kenapa reya tidur dengannya? kenapa bisa begini? padahal dia sudah sebisa mungkin menghindar dari reya agar hal hal yang tidak di inginkan tidak terjadi.


Azka membuka mulut nya, "Reya, kenapa kamu...?"


"Azka.. haus" ucap Reya dengan suara sangat serak.


Azka otomatis mengangguk, dan langsung berjalan cepat ke arah kulkas yang ada di dekat pintu.

__ADS_1


Reya terbelalak. kemana mata nya selama ini? kenapa dia tidak pernah sadar kalau di situ ada kulkas dan repot repot berjalan ke dapur?


reya menepuk dahinya sendiri.


Azka menyodorkan sebotol air dingin pada Reya. reya tersenyum sambil meraih botol itu, dan dengan cepat meneguk nya.


Azka menatap heran kearah wanita yang sedang meneguk rakus air di depannya. sehaus itu kah dia?


Reya menghapus air di sudut bibir nya, sambil kembali menyodorkan kembali botol air mineral yang isinya kurang dari setengah itu.


Reya nyegir, "thankyou"


Azka menerima kembali botol itu dan meletakkan nya diatas meja.


Reya berusaha bangkit dari tempat dari sofa, dan kembali tertatih tatih ke arah tempat tidur.


"perlu bantuan? " tanya Azka.


"Engg.... Azka!"


belum selesai Reya menjawab, Azka sudah mengangkat tubuh Reya. "Azka aku bisa sendiri" ucap reya sambil berusaha untuk turun.


Azka menatap reya yang meronta ronta dalam gendongannya. "Yakin mau di turunin?"


Reya mengangguk kurang yakin, Azka menaikan sebelah alisnya, ia melangkah ke arah tempat tidur tanpa menurunkan reya.


Reya berdecih.


"Yakin mau lanjut tidur di sofa? emang badan kamu enggak pegal?" tanya Reya prihatin. Reya yang tidur di atas ranjang saja badannya terasa seremuk ini. bagaimana dengan Azka yang dari tadi di terus menerus di tempeli oleh reya?


Azka kembali menunduk dan mengurung reya diantaran kedua tangannya, reya panik! tapi yang membuat reya semakin panik adalah kata kata Azka selanjutnya.


"Yakin mau menyuruh ku tidur di ranjang?"


seketika alaram bahaya di kepala reya berbunyi kencang. apa yang tadi dia lakukan? kenapa dia menawarkan seranjang dengan laki-laki? apa sejenak reya lupa kalau Azka itu laki-laki?


reya menggeleng cepat. Azka mengelus puncak kepala reya dan berniat meninggalkan perempuan itu di atas ranjang, tapi...


"Ah Azka!" Teriak reya


Azka menggeram frustasi, bisa bisanya disaat seperti ini rambut reya nyangkut di kancing kemejanya!


Azka ingin ikut membantu reya, tapi reya kembali menjerit, "Azka biar aku aja" ucap reya, tapi wajah rumit reya membuat Azka ingin menolong.


"Akh! azkaaa!!" jerit reya saat tubuh nya terangkat tiba tiba.Azka mengangkat tubuh reya dan memposisikan reya dalam pangkuan nya.


Reya membeku, mata nya saling beradu pandang dengan Azka. Azka menaikkan sebelah alis nya. "nggak mau lanjut ngelepasin rambut?"


Reya tersadar, nyengir kuda lalu dengan salah tingkah, dia kembali berusaha melepas kan rambut nya yang menjerat kancing kemeja Azka.


begitulah keadaan malam pertama mereka di parisparis.

__ADS_1


Namun, tanpa dua orang itu sadari ada dua orang yang menguping kejadian itu sambil tertawa genit.


****


Pagi.....


Tubuh Reya sudah mendingan sejak dia bangun tidur pagi ini. Bangkit dari tempat tidur Sultan, Reya langsung melakukan peregangan.


"Satu.. dua.. satu .. dua.. "


tiba tiba muncul suara dari belakang nya. " sedang apa?"


"Ya Tuhan!" reya langsung lompat, berbalik secepat kilat, dia mendapati azka yang sudah mengganti kemeja tidurnya dengan sweater yang kelihatan mahal. hemm.. pasti memang mahal.


Reya menggeleng kan menghapus lamunannya. " peregangan " jawab nya kemudian.


"Masih sakit?"


Reya menggeleng, " Udah sembuh kok" reya setengah bohong.


"Saya akan ada meeting dekat palace of Versailles, mau ikut?"


Reya berkedip dua kali, "kenapa nggak meeting di dekat Disney Land aja?" celetuk nya.


Azka menghela napas, lalu mengusap usap kepala reya, membuat rambut nya berantakan, sesuatu yang sudah menjadi hobinya akhir akhir ini.


Reya menyingkirkan tangan azka dan menatap laki-laki itu dengan sangar, "Jangan acak acak rambut orang sembarangan ! "


"Yang ku acak acak rambut istri ku"


"Kontrak" sahut reya.


Mendengar itu, Azka hanya tersenyum malas lalu melirik arloji nya. Laki laki itu merasa aneh. bukankan kah biasanya oma sudah ribut mengajaknya sarapan bersama? tapi kenapa sudah jam segini tapi suasana masih hening?


Melihat perubahan ekspresi Azka reya jadi penasaran, "Ada apa ka?"


Azka menggeleng, "bukan apa apa, ayo turun, mungkin oma lagi menunggu kita sarapan di bawah"


*********


**Hello, sorry bagi yang nunggu kelanjutan pernikahan kontraknya mba reya dan mas Azka.


curcol dikit boleh ya. aku berubah menjadi manusia tanpa handphone selama Lebih dari dua bulan. Gabut sih udah pasti, tapi yang paling bikin stres itu karena enggak bisa melanjutkan tulisan.


Rasanya itu kayak ngelupain sesuatu, berusaha mengingat tapi engga bisa.


jengkel banget tapi enggak bisa apa apa selain ihklas sama keadaan.


segitu aja deh, nanti kalau di lanjutin malah kepanjangan curcol dari pada cerita satu bab.


****

__ADS_1


Thanks buat yang udah baca 'aku menjadi istri presdir!', kalau ada, kalian boleh banget ngasih saran. karena rookie kaya aku masih butuh bimbingan, terimakasih 🙏**


__ADS_2