
Tet ... Tet ... Tet...
Alaram terus berbunyi membangunkan seorang wanita yang masih bergelung di bawah selimut.
Dengan mata terpejam Reya meraba atas meja, berusaha mematikan alaram yang terus berusaha membangunkan nya.
Kilk..
Ruangan itu sekarang terasa hening. Reya berusaha membuka matanya dengan perlahan...
perih...
Reya sedikit mengucek matanya, yaampun... mata Reya pasti sangat bengkak sampai sampai susah di gerakkan...
Perempuan melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia mengenakan baju kantornya.
Reya mematut dirinya di cermin. Dia tadi sudah sempat mengompres matanya dengan air dingin, tapi masih sebengkak ini. Mana bisa Reya berangkat kerja dengan mata sembab gini, Yang ada nanti muncul gosip 'Reya jadi korban kdrt suami tajir nya!"
enggak deh makasih.
Mengambil sebuah kacamata dari dalam laci lalu memakainya, sekarang sudah terlihat mendingan.
Reya melangkahkan kakinya menuju dapur, Dia akan menyiapkan bekal yang enak untuk makan siang dengan Azka.
Tanpa sengaja dia mengingat kejadian di pantai kemarin, Reya akhirnya tertidur di pantai, dan Azka yang membawanya pulang. Hemm...padahal hubungan nya dengan Azka hanyalah sebatas kontrak, tapi Azka sangat baik pada Reya. Karena itu, berarti Reya harus membalas mebaikan Azka juga kan? dan salah satu cara yang akan Reya pakai untuk membalas kebaikan Azka adalah dengan membuat bekal yang enak untuk Azka.
Eits..jangan remehkan skill memasak yang sudah Reya tempah selama sepuluh tahun lebih ya, Salah satu hoby reya adalah masak, apa pun yang dia masak bisa di jamin enak!
Setelah memakai celemek, Reya langsung mulai memasak dengan lihainya.
Azka melangkahkan kaki menuruni tangga dan mendapati istrinya sedang sibuk memasuk kan makanan ke dalam rantang.
__ADS_1
Duduk di depan meja makan. Azka menatap sandwich tuna di depannya rantang yang sedang di susun, dan perempuan yang sedang menyusun rantang di atas meja.
Fokusnya jatuh pada kaca mata yang di pakai istrinya itu, Apa Reya sudah baik baik saja?
"Kamu yakin mau masuk kerja hari ini?" Azka menatap Reya yang masih sibuk dengan rantang nya.
"He-eh" jawab Reya seadanya.
Azka terus menatap Reya ,"Nggak usah di paksain kau belum kuat"
Mendengar ucapan Azka, Akhirnya Reya balik menatap Azka lalu mendecakan lidah nya. "Mana boleh aku libur seenak nya"
Azka menghela napas, "Aku bos nya dan aku ngizinin kamu libur kapanpun kamu mau"
Reya menggelengkan kepalanya. "Enggak.. enggak.. itu terlalu nepotisme" ucapnya.
Azka mengambil sandwich di depannya dan mulai melahap nya, malas lanjut berdebat, lagi pula tidak ada gunanya memperdebatkan hal sepele.
"Enggak, aku naik mobil ku sendiri"
"Mobil mu masih di tempat parkir kantor kan?"
Reya menepuk jidatnya, bagaimana bisa dia lupa hal sepenting itu. "Gimana dong? masa iya aku pergi kerja numpang bos? bisa habis aku di gosipin lagi apa aku naik taxi aja ya?" ucap Reya.
Azka mengelap bibirnya dengan tisu, "Jangan, nanti aku suruh salah satu tangan kananku untuk anterin kamu.
*****
Ternyata yang dimaksud salah satu tangan kanan Azka itu sekertaris nya itu toh. Reya numpang mobil sekertaris Azka menuju kantor, gara gara Mobil nya tertinggal kemarin sih.
Reya ingin tanya tanya perihal Apa makanan yang disukai Azka pada sekertaris nya itu, tapi dia agak segan , mengingat betapa tinggi tingkat ke profesional an perempuan yang sedang menyetir di sampingnya itu, membuat Reya tidak enak menanyakan hal hal bersifat pribadi.
__ADS_1
Reya menitipkan bekal yang dia bawa pada si sekertaris dan langsung melangkahkan kakinya menuju kantor. Beberapa meter di depan Reya, Rina sedang berjalan dengan anggunnya. tapi kok ada yang aneh ya dengan perempuan satu itu?
Rina tampak lebih glamor dan semua orang yang ada di sekitarnya menyapanya, tapi ini bukan menyapa seperti rekan kerja biasa,ini menyapa yang hormat..
Reya masuk kedalam lift yang sudah agak penuh dan berdiri di sebelah Rina. mau tidak mau dia jadi mendengar pembicaraan rina dengan karyawan lain dong?
"Bu Rina cantik banget hari ini" Puji entah siapa.
"Makasih ya kamu bisa aja deh" ucap Rina, suaranya terdengar bangga.
"Nanti tanggal jadi nya kabar kabarin dong bu" ucap yang lain, terasa sekali kalau semua orang di sinj sangat antusias.
"Iya deh", ucap Rina sambil tertawa kecil.
lah kok?
Reya penasaran, tapi malas banget kalau dia harus ikut ikutan nimbrung pembicaraan tidak jelas mereka. Akhirnya Reya memilih diam.
Reya duduk di depan meja kerja nya, Dia membuka buka file di dalam komputer. tiba tiba satu email masuk.
Dari Bagas? Buka atau enggak ya? penasaran sih...
Buka aja deh.
Reya membuka email itu dan membaca isi nya.
Dear Reya..
Aku awalnya punya Rencana untuk ajak kamu ngomong hal penting hari ini, tapi enggak bisa karena aku akan di promosikan di cabang yang ada di sulawesi dan pindah ke sana mulai besok. karena itu aku akan menyampaikan semua nya lewat email ini.
Aku tau aku salah karena selingkuhin kamu, tapi semua itu bukan sepenuhnya salah ku...
__ADS_1
kamu.. setelah semua kebersamaan kita, kamu selalu nolak untuk tidur dengan ku. aku laki laki re, Kamu seharusnya lebih pengertian dan lebih tau kebutuhan ku...