Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Paris


__ADS_3

Di sepanjang jalan, Azka terus di bombardir oleh pertanyaan pertanyaan konyol yang terus menerus reya ajukan.


Walaupun semua pertanyaan yang dia ajukan bersifat materialistis, tapi entah kenapa ekspresi Reya seperti anak kecil yang di tawari permen. Azka pun hanya bisa menjawab iya dari semua pertanyaan yang perempuan itu ajukan.


toh juga Azka tau kalau Reya aslinya sama sekali tidak serakah.


Mereka menaiki pesawat dari Qatar airways, Transit selama sejam di Doha, dan akan mendarat pukul 20:59 waktu setempat.


Azka melirik Reya, Yang terlelap di sebelah nya. Jelas istrinya itu kelelahan, tujuh belas jam perjalanan tentu saja bisa membuat perempuan mungil seperti Reya tumbang.


Grokkk


Azka yang masih menatap Reya seketika menaikkan alis nya, Reya mengorok sekeras itu? apa posisi tidurnya kurang nyaman?


Dengan perlahan, Azka membenahi posisi kepala reya. hembusan napas yang teratur sudah cukup menjelaskan kalau posisi Reya kini lebih nyaman dari pada sebelumnya.


Tidak sampai lima menit, kepala Reya sudah kembali ke posisi sebelumnya. Azka menghela napas dan kembali membenahi kepala istri nya. sepuluh menit kemudian, kepala Reya kembali ke posisi semula.


Haaahhh....


lama lama kesal juga....


Azka menarik kepala Reya, lalu menyandarkannya di bahu Azka. Reya yang merasa nyaman semakin menempel ke arah Azka. Azka tersenyum kecil lalu balik memeluk Reya.


****


Bulu mata Reya bergetar, perlahan dia membuka mata nya. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling, Reya baru ingat kalau dia sedang ada didalam pesawat.


Reya menoleh dan mendapati Azka sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. Reya kembali menguap sambil mengucek matanya, lalu mengangkat kepalanya yang masih menopang di bahu laki laki itu.


"He... Sory ya ka, pegel enggak?" tanya Reya.


"Enggak" Jawabnya singkat tanpa mau Repot repot menoleh.


"Kalau pegel bilang aja enggak apa apa ka, biar aku pijetin" ucap Reya. perempuan itu mulai melipat selimut yang dari tadi ia kenakan.

__ADS_1


Azka memejamkan mata dan memijat keningnya, "Jangan sembarangan nawarin pijat ke laki laki dewasa kalau kamu enggak tau konsekuensinya, Reya" gumam Azka.


"Ha?apa?" Reya tidak mendengar apa yang Azka ucap kan. Azka hanya menggeleng dan mengacak rambut Reya.


Reya menatap aneh kearah azka, kenapa laki laki ini suka sekali membuat rambut nya ini berantakan? Reya menggedikkan bahu nya lalu membuka buka buku yang berisi destinasi wisata paris yang ada di depannya.


Wuihhh! menara eifel,menara Eiffel, Notre-Dame de Paris, Arc de Triomphe, Champ-elysees, Palace de Versailles, lalu....


"Mau datang ke mana duluan?" suara Azka yang tiba tiba muncul dari dekat telinganya, mengagetkan Reya. Spontan Reya menoleh kearah azka dan mendapati wajah laki laki itu sangat dekat dengan Wajah nya.


"Yaampun! Azka" Reya mengelus dada nya. berusaha meredakan kekagetannya.


"Kenapa?" tanya Azka polos. Reya menghela napas kasar. "Azka, wajah kamu itu terlalu dekat" geram Reya.


Azka menyeringai, "Benarkah?" Laki laki itu semakin mendekatkan wajah nya kearah Reya, sedang kan Reya memundurkan kepala nya menjauhi Wajah Azka. Sayangnya perempuan itu akhirnya tetap terpojok, mengingat posisi nya yang di sebelah jendela.


"Azka!" Reya menahan dada Azka dengan kedua tangannya. Azka akhirnya berhenti menjahili Reya dan tertawa geli.


"Azka, itu enggak lucu" omel Reya. "Iya maaf" ucap Azka sambil berusaha meredakan tawa nya.


Reya mendengus kesal. Sampai sekarang Reya masih belum paham dengan selera humor laki laki yang berstatus suami nya ini. Dia sering terlihat sangat dingin, selalu terlihat seperti tidak mudah di dekati. Sesuatu yang menurut Reya lucu sering kali tidak membuatnya tertawa. tapi sekarang reya paham, Azka menganggap lucu sesuatu yang membuatnya jantungan. inti nya satu, laki laki ini kejam.


ih, pake nanyak?


Reya melipat tangannya, "Enggak apa apa"


Azka mengerutkan dahi nya, "Marah?"


Reya Mendegus, "Enggak tuh"


"Kok kaya orang marah?" tanya Azka lagi. Reya makin sebal. ini orang ya, udah jelas Reya marah, pakai di tanya?


Reya hanya diam lalu menatap ke luar jendela pesawat. menatap Awan yang berwarna biru dengan awan yang putih.


Azka bingung, apa Reya benar benar marah atau tidak? Sudah sepuluh menit Reya menatap keluar terus, hemm mungkin arti nya dia benar benar marah.

__ADS_1


tapi pertanyaan nya, bagaimana cara membuat Reya tidak marah lagi pada Azka?


Azka memperbaiki posisi nya, "Apa aku tadi bercanda nya kelewatan?"


Reya masih diam, Azka menghela napas, "Maaf"


Reya melirik Azka Sedikit lalu kembali menatap jendela. "Iya"


Kok malah Reya yang merasa bersalah sih sekarang? Reya jadi bingung sendiri. apa karena belum pernah lihat ada presdir minta maaf dengan begitu mudah? karena itu jadinya sekarang Reya yang ingin menangis?


Reya kembali melirik Azka yang ada di sampingnya, dan ternyata Azka juga menatap kearahnya. Reya kaget dan langsung kembali menoleh ke arah jendela. ini kenapa jadi kayak anak SMA yang lagi curi curi pandang? Yaampun, Padahal ken Reya sudah dua puluh tujuh tahun!


Reya menghela napas dan akhirnya balas menatap Azka. "Iya, enggak apa apa. aku juga yang terlalu berlebihan" ucap Reya pada akhirnya.


Hening cukup lama, Reya sibuk membaca katalog yang tadi dia pegang. Memikirkan kira kira dia sempat untuk pergi kemana saja.


"Jadi kamu mau pergi ke mana aja?" tanya Azka.


"Ketempat tempat wisata terkenal" Jawab Reya santai. Jujur saja, Reya belum pernah ke paris. tapi dia sering Riset tentang paris untuk setting novel nya. Dia juga pernah berharap untuk liburan ke paris dengan bagas kalau mereka sudah menikah nantinya..


lah kok bagas lagi sih?! Reya menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran nya itu. Reya marah pada dirinya sendiri, karena akhirnya dia masih memikirkan bagas sampai sekarang.


Padahal jelas jelas Laki laki di samping nya jauh lebih baik dari pada peselingkuh itu. Reya melihat Azka yang sekarang ikut sibuk membaca katalog yang Reya pegang.


Azka lebih tampan dan maskulin di banding bagas, dan jelas lebih kaya. hanya itu, sisanya Reya nyaris tidak tau apa apa tentang Azka. sebenarnya dulu Reya merasa kalau dia tahu setidaknya banyak hal tentang bagas, tapi akhirnya Reya sadar kalau dia juga tidak tau apa apa tentang laki laki itu.


Nah kan, bagas lagi!


Reya memijat kepalanya dan meruntuki isi kepalanya yang harus di cuci. Azka sadar dengan tingkah Reya, "Pusing ?" tanya nya.


Reya hanya mengangguk. "Tidur lagi" ucap Azka dan langsung menyelimuti Reya.


"Lah kan aku baru bangun tidur tadi" Ucap Reya.


"Tidur aja, masih ada waktu tiga jam sebelum landing" ucap nya.

__ADS_1


Mau tidak mau Reya jadi mengangguk mematuhi ucapan Azka. Reya berusaha memejamkan matanya, tapi batinnya terus meruntuntuki dirinya yang ternyata masih memikirkan Orang yang seharusnya sudah dia lupakan.


Hati...oh hati...move on dong, please....


__ADS_2