Aku Menjadi Istri Presdir!

Aku Menjadi Istri Presdir!
Me vs gibahers


__ADS_3

Reya melangkah mantap, mata nya menajam, tangannya mengepal. Sebanyak-banyaknya mereka menggunjing dan memfitnah Reya, Reya tidak akan perduli!


Masa bodoh dengan mulut gatal semua orang itu!


"Pagi mbak" Reya menoleh dan mendapati Nola menyapa nya dengan senyuman manis.


Sial sial sial! kenapa dia harus bertemu mak rombeng saat ini sih? Asal tau saja ya, sesuatu jika sudah sampai di telinga perempuan satu ini. bakal repot urusan nya.


"Mbak, denger denger tadi dianter suami nya ya mbak?"


Reya hanya melewati nya, pura pura tidak dengar. tapi sayang nya Nola mengikuti nya dan terus membombardir nya.


"Umur suami nya berapa sih mbak? Kaya banget ya mbak? pejabat bukan?.. "


Reya menghentikan langkah nya, memejamkan matanya sejenak, lalu tersenyum manis ke arah Nola, "Nola, Mulut mu itu enggak pernah di sekolahin ya? Sadar nggak sih semua pertanyaan mu itu enggak sopan?"


"Loh kok nggak sopan sih, mbak ini kayak sama siapa aja", Ucap Nola.


Reya mendelik. Ini orang cara mikir nya gimana sih? Oh... oh.. dia ngajak perang ternyata.


"Yaudah biar kita perjelas. Nola, kalau punya otak itu di pakai, Hidup ku itu urusan ku, bukan urusan mu. jadi, nggak usah urusin hidup orang!"


"Tapi, sebagai rekan kerja kita harus saling tolong menolong", Nola tidak mau kalah.


"Hidup mu aja susah, mau sok sokan nolongin hidup orang?", cibir Reya.


"Mbak..." Ucapan Nola kembali di sela Reya, "Mbak mbak... aku bukan embak mu! ", ucap Reya, lalu melangkah pergi meninggalkan Nola begitu saja.


Reya mendengus, Orang seperti Nola sepertinya memang harus di kasari supaya berhenti mengusik hidup orang.


Nola mengepalkan tangannya, menatap Reya yang berjalan menjauh.


Reya berharap hari ini cepat berlalu, tapi sayang nya harapan hanyalah harapan, hari ini justru terasa berjalan dua kali lebih lambat dari pada seharusnya.


Reya kembali menatap jam dinding. sekarang pukul 11.00 wib.


Huh.. masih jam sebelas ya? perasaan udah lama banget Reya di kantor, tapi kok masih jam segini aja ya?


Reya mengirim pesan ke Yura,


Reya : Yura, Nanti makan siang bareng yuk, di holiday kafe. aku yang traktir.


Yura :malas ah kalau harus dengar kamu ngomel ngomel lagi.


Reya : Makan doang ra, gue udah enggak mood ngomel, gue moodnya kabur dari kantor!

__ADS_1


Yura : Oke deh, tapi traktir ya


Reya :Iya iya.


Setelah meletakkan handphone nya, Reya baru teringat kalau dia tidak bawa mobil.


"Arghh"


"Kenapa Re?", Tanya Lia yang entah sejak kapan ada di belakang nya.


"Enggak ada apa apa", ucap Reya, perempuan itu kembali melanjutkan pekerjaan nya, berusaha mengabaikan perempuan di belakang nya.


Enam bulan bekerja satu tim dengan Lia membuat Reya tau kalau, walaupun pekerjaan Lia itu bagus, Lia ini tipikal orang yang toxic. apapun gosip yang dia dengar atau dapat dengan sangat mudah menyebar dan di ketahui seisi kantor.


"Kalau ada masalah, cerita aja. siapa tau aku bisa bantu" ucap Lia dengan senyum bersahabat.


Bantu endas mu!


Beberapa rekan tim yang lain mulai melirik ke arah mereka.


"Enggak ada masalah kok, makasih ya" Ucap Reya. dia tidak mau kalau sampai ada masalah dalam kerja tim, karena masalah pribadi nya.


"Yaudah, nanti kalau mau curhat, hubungi aku ya, aku siap mendengarkan kok"


Reya bergidik, saat Lia menepuk bahunya.


Disana Yura sudah duduk menunggu Reya, "Udah dari tadi?"


"Enggak kok, gue juga baru datang"


jawab nya.


"Lo mau pesan apa? Gue salad deh", Ucap Reya.


Yura tersenyum genit, " Cieee pengantin baru lagi jaga badan"


Reya mendengus, "Berisik"


"Aku mau makan yang ini aja deh", ucap Yura sambil menunjuk salah satu menu pada pelayan.


"yaudah, kembali ke rencana awal aja, Kamu pamer kan aja Azka ke mereka"


Reya menghela napas, sahabat nya ini tidak tau saja kalau Reya dan Azka hanyalah dua orang asing yang di hubungan dengan status pernikahan, tidak lebih dari itu.


"Enggak bisa gitu Juga ra, emang apa gunanya aku pamer lakik ke tukang gibah itu? yang iya malah muncul gosip baru"

__ADS_1


"Iya juga sih, terus gimana dong?"


Reya menggedik kan bahunya, "Enggak tau, Paling aku cuma bisa mengabaikan mereka semua"


"Yaudah deh, kamu sabar sabar aja. dan kalau udah enggak tahan lagi resign aja kali, kan suamimu tajir"


Reya memutar bola matanya, Yura mulai lagi.


Jam makan siang selesai dengan cepat, Reya mendapat pesan dari Azka kalau dia akan pulang larut, jadi nanti Reya akan di Jemput oleh asisten nya.


Reya membalas chat dari Azka,


'Enggak usah, aku pesan taxi online aja'


rasanya merepotkan sekali kalau sampai harus di antar jemput seperti itu.


Dikantor semua gosip tentang Reya makin kian tidak terkendali. Tapi yang menjadi bahan gosipan tidak mau mengambil pusing dengan terlalu memikirkan hal itu, perempuan itu memfokuskan diri nya pada pekerjaan yang harus dikerjakan nya.


Bohong banget kalau bilang Reya baik baik saja. Memang perempuan mana yang tahan menjadi bahan gibahan orang sekantor.


sekuat kuat nya perempuan, pasti dia akan merasa sedih juga kalah di bicara kan yang tidak tidak.


Bagaimana pun perempuan itu perasa...


Reya rasa nya mau nangis setiap tidak sengaja mendengar teman sekantor, bahkan rekan satu tim nya bisik bisik.


Hari ini sungguh melelahkan....


Reya sampai di rumah pukul lima lewat tiga puluh menit. Setelah mandi, Reya langsung merebahkan badannya di tempat tidur.


"Apa aku resign aja ya?" Reya bermonolog dengan dirinya sendiri.


Jujur dia malas sekali berangkat ke kantor besok, tapi dia juga tidak mau lari dari masalah. sudah cukup dia selalu lari, kali ini dia harus menghadapi.


Karena terlalu lelah berfikir, Reya pun tertidur...


***


"Jadi ada gosip. seperti itu di perusahaan hanya karena aku mengantar nya ke kantor?",


Azka mengerutkan dahinya.


Leon mengangguk, " Benar pak"


"Baik lah kalau begitu, mulai besok kita akan memakai ruangan ku di cabang yang itu untuk bekerja"

__ADS_1


Leon hanya bisa mengangguk, Mau bagaimana lagi, perintah bos sekaligus atasnya nya itu mana bisa di tolak. Padahal biasanya Azka paling anti berkunjung ke cabang perusahaan dan selalu bekerja dari kantor pusat. Tapi demi istri tercinta yang baru dia nikahi, dia berubah dan seringkali menjadi aneh. tidak seperti dirinya.


Leon keluar ruangan itu, lalu menghubungi perusahaan tempat Reya bekerja untuk memberi tahukan kalau mulai besok, Presdir Azka akan datang ke sana untuk memantau perusahaan itu secara langsung


__ADS_2