ALAS ROBAN [ END ]

ALAS ROBAN [ END ]
PUSPA AYU


__ADS_3

Perbincangan Azam dan Tantri berlanjut hingga kurang lebih satu jam lamanya. Cukup untuk menjelaskan dan menghilangkan seluruh kekhawatiran yang bercokol di dada kekasihnya. Berbeda dengan Tantri yang telah merasa lega, Azam mulai memikirkan dugaannya sendiri. Alhasil, ia memutuskan untuk mengunjungi Bima pada keesokan harinya. Di rumah Bima, mereka kembali membahas tentang apa yang mereka alami dan Azam pun mengutarakan dugaannya.


"Aku juga mikir gitu Zam. Rasanya, kita memang masuk ke dimensi lain kemarin dan bis yang kita tumpangi itu, bis setan yang mana dulunya pernah mengalami kecelakaan dan semua penumpangnya tewas," jawab Bima.


"Iya Bim, gak nyangka kalau kita bakalan ngalamin hal semacam ini."


"Cukup sekali, jangan sampai terulang lagi!"


"Iya."


Pengalaman ini cukup mengguncang Bima dan Azam namun, mereka sangat bersyukur sebab masih dapat kembali dalam keadaan selamat. Bukan tanpa alasan mereka berpikir demikian, beberapa cerita yang pernah sampai di telinga mereka, beberapa kejadian manusia yang masuk ke dimensi ghaib, biasanya kembali hanya tinggal namanya saja alias meninggal. Tentu saja, ada juga yang selamat, salah satunya, Bima dan Azam.


Usai berbincang, Azam lantas pamit pulang sebab tubuhnya masih terasa lelah. Bima mengangguk seraya mengatakan bahwa dirinya pun akan lanjut beristirahat juga. Sesampainya di rumah, Azam lekas masuk ke kamar lalu tidur dengan pulas.


"Nikmatnya hidup, bisa tidur sepuasnya," gumam Azam.


...🍂🍂🍂...


Dalam mimpinya, Azam melihat seorang gadis yang sangat cantik. Dengan cepat, Azam terpana dan tanpa disadari, ia terus mendekat seraya mengajak gadis tersebut berkenalan. Gadis cantik itu tersenyum lalu mengatakan bahwa namanya adalah "Puspa Ayu".


"Namamu, sama seperti parasmu," puji Azam yang lekas membuat gadis itu tersipu malu.


Bibir Azam masih menyunggingkan senyuman saat ia terbangun.


"Mimpi indah," gumamnya kemudian.


"Andai itu nyata pasti aku.. eh, aku kan sudah punya Tantri. Hemmm... punya dua pacar juga bukan masalah haha."


"Hanya mimpi tapi terasa begitu nyata."


...🍂🍂🍂...


Keesokan harinya, Azam seolah melihat Puspa Ayu dalam beberapa kesempatan di dunia nyata meski hanya sekelebat lewat. Azam juga menceritakan hal ini kepada Bima yang hanya mendapatkan respon ejekan dari temannya itu. Bima mengatakan bahwa Azam masih belum bangun dari mimpinya. Terlalu terobsesi dengan gadis cantik dalam mimpinya. Sementara Azam, bersikeras kalau apa yang ia lihat, bisa saja benar.


"Kalau sampai benar, ini namanya jodoh Bim."


"Bangun Zam, bangun! cewek cantik banyak, saat nanti kamu ketemu sama yang lain lagi, pasti juga bakalan kayak gini."


"Ngawur! tunggu saja ya sampai kamu lihat sendiri secantik apa Puspa Ayu itu!"


"Kalau aku sih, bebas mau suka ke siapa saja. Sedangkan kamu, kamu kan sudah ada Tantri."


"Selama janur kuning belum melengkung, masih bebas memilih Bim."


Bima mendengus.


"Ya sudahlah, terserah kamu."

__ADS_1


Azam terkekekeh.


...🍂🍂🍂...


Beberapa hari berlalu, Azam kembali berkunjung ke rumah Bima. Tidak sendirian melainkan, ia mengajak seorang gadis yang kemudian, ia kenalkan sebagai Puspa Ayu. Ternyata, memang benar seperti yang Azam katakan. Puspa Ayu sungguh cantik seperti namanya. Penilaian tentang cantik memanglah relatif. Bisa berbeda antara satu dan orang yang lain tapi kali ini, Bima sependapat dengan Azam. Batinnya pun turut memuji kecantikannya.


"Saya Puspa Ayu, biasa dipanggil Ayu," ucapnya seraya mengulurkan tangan.


Bima menjabatnya seraya ganti, mengatakan namanya.


"Saya Bima, temannya Azam sejak di dalam kandungan."


Jawaban Bima lantas mengundang gelak tawa.


"Kamu percaya kan Bim sekarang?"


"E.. iya percaya."


Mereka bertiga hanya berbasa-basi sebentar sebab Azam kembali berpamitan hendak mengajak Ayu pergi jalan-jalan.


"Ke mana?"


"Ke mana saja Bim, mau tahu saja kamu."


"Ye, anak orang jangan dipulangin malam-malam!"


"Iya."


Bima menatap keduanya yang melaju menjauhi rumahnya sembari menggelengkan kepala, seakan tak percaya kalau mimpi Azam sungguh terwujud dalam dunia nyata.


"Kenapa aku tak seberuntung Azam sih?" gerutunya lalu terkekeh sendiri.


...🍂🍂🍂...


Keesokan harinya, Bima bertanya kepada Azam perihal bagaimana ia dan Puspa Ayu bisa bertemu. Azam menjawab bahwa mereka tidak sengaja bertemu saat Puspa Ayu berjalan lewat depan rumahnya. Jawaban Azam membuat Bima kian penasaran sebab, jika saat itu Puspa Ayu berjalan maka, rumahnya tidak jauh dari rumah Azam maupun Bima. Azam terkekeh dan berujar bahwa memang benar kalau rumah Puspa Ayu ada di sekitar lingkungan mereka tapi Azam menolak untuk memberi tahu sehingga, ia meminta Bima untuk tidak perlu repot bertanya perihal yang mana rumah Puspa Ayu berada.


"Memangnya kamu kira, aku mau ngapain? cuma tanya rumahnya saja gak boleh."


"Kamu ini jomblo Bim dan kamu juga sudah melihat sendiri kecantikan Ayu. Aku tidak percaya kalau hatimu, tidak bergetar.


"Cantik sih cantik tapi serius, aku gak naksir sama sekali."


"Halah, bisa saja kamu ngelesnya."


"Jujur, aku tuh jadi curiga. Kamu mimpi bertemu Puspa Ayu dan kemudian muncul di kehidupan nyata. Terlalu kebetulan gak sih?"


"Wajar kok, namanya juga takdir, jodoh gitu."

__ADS_1


"Gimana dengan Tantri?"


"Masalah itu, dipikirin sambil jalan saja. Lagian kan, aku dan Ayu masih dalam tahap awal banget. Bisa lanjut atau enggak, belum tahu. Dijalanin keduanya saja dulu dan lihat, mana yang lebih baik di antara mereka."


"Selingkuh dulu maksud kamu?"


"Ih, bahasamu gak enak banget didengar."


"Lah emang kan, itu kan maksud kamu?"


"Bukan gitu Bim, ini tuh namanya proses memilih."


"Memilih ya memilih saja, gak perlu dipacari semua!"


"Loh, kamu ini harus paham Bim! proses itu ada banyak, bisa ta'aruf, bisa pacaran, bisa juga HTS-an (Hubungan Tanpa Status). Ada banyak jenisnya dan aku memilih untuk memberi mereka status agar jelas. Kasihan juga kalau cewek digantung."


"Status sebagai selingkuhan?"


Azam tertawa.


"Kamu kenapa sih Bim, iri?"


"Sama sekali enggak, ingat karma Zam!"


"Bim, sini deh!"


Azam memandangi Bima dari berbagai sisi lalu memberikan pujian kalau temannya itu memiliki wajah yang sedap dipandang.


"Tapi, kenapa kamu gak mau pacaran sih Bim? gak suka cewek, kamu ya?" ledek Azam.


"Naudzubillah, sembarangan kamu!"


"Makanya cari pacar, biar gak gangguin aku muluk!"


"Terserah dah, terserah!"


"Jangan ngambek lah!"


"Enggak, najis."


Azam kembali tertawa terbahak-bahak.


...🍂🍂🍂...


Keesokan harinya, tanpa sengaja, Bima melihat Puspa Ayu berjalan melewati rumahnya. Melihat ada peluang, Bima lantas mengikuti langkah Ayu diam-diam. Sialnya, semakin ia ikuti, semakin cepat Ayu berjalan hingga akhirnya, membuat Bima kewalahan. Bima menggerutu beberapa kali sebelum kemudian, benar-benar kehilangan jejaknya


"Duh! padahal kan kurang sedikit lagi. Jadi penasaran gini aku? Gak tahu kenapa, feelingku gak enak banget tentang si Ayu."

__ADS_1


...🍂 BERSAMBUNG... 🍂...


__ADS_2