Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia

Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia
Kedatangan Pelanggan Misterius


__ADS_3

“Selamat da~tang~...” Suara pelayan toko tersendat di bagian akhir ketika melihat siapa yang datang.


Tentu saja terkejut, yang datang ke kafe kecilnya adalah sesuatu yang tak terduga dan misterius.


Seorang gadis cantik berusia sekitar 14 tahun dengan mata merah cerah dan rambut kelabu panjang. Dia memakai dress hitam dengan renda putih menghiasinya, seperti gaya eropa klasik. Kemudian, kulit putih dan terawatnya juga menambah kesan kecantikannya. Seolah-olah tamu yang datang kali ini adalah putri asing dari dunia lain.


“Hm, apakah ada yang salah?”


Gadis itu memiringkan kepalanya heran, yang hanya menambahkan rasa feminim kepada karakternya, bingung terhadap perubahan sikap pelayan.


“Ah, tidak, maafkan saya. Kalau begitu apa yang ingin anda pesan?”


Kembali ke kesadarannya, pelayan itu dengan profesional mulai menghilangkan semua pikiran itu dan mulai melayani pelanggan ini seperti biasa.


“Hmm, aku datang karena mencium bau yang enak dari sini. Tolong rekomendasikan saja sesuatu untuk sarapan, dan minumannya juga.”


Ketika mau memesan, gadis itu tampak bermasalah ketika melihat daftar menu yang disajikan.


‘Mungkinkah makanannya kurang sesuai dengan gaya hidup dia?’


Itulah yang mungkin dipikirkan oleh pelayan itu. Karena jika dilihat kembali, baik dari segi kecantikan kulitnya dan pakaiannya, gadis ini tentunya bukanlah gadis biasa. Pastinya dia berasal dari lingkungan kaya yang makanannya pasti sangat mewah. Wajar, jika dia tampak bermasalah dengan menu biasa seperti ini.


Kemudian seolah tak peduli lagi dengan papan menu lagi, dia mengembalikannya dan meminta rekomendasi kafe ini sebagai gantinya.


‘Apakah dia mau menilai kafe kami? Uh, ini tekanan yang berat.’


Tapi sebagai pelayan veteran, dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya.


“Ah, rekomendasi ya? Hmm, bagaimana kalau sandwich ekstra spesial? Selain enak, itu juga sehat dan mengenyangkan.”


“Baiklah, aku pilih itu.”


“Diterima. Kalau begitu untuk minumannya, bagaimana kalau Milk Tea?”


“Aku tak tahu apa itu, aku serahkan semuanya kepadamu.”

__ADS_1


Sudah kuduga dia datang untuk menilai kelayakan kami. Aku harus memberi tahu manager.


Dengan kesalahpahaman itu kemudian pelayan itu menuju ke belakang untuk memberikan pesanan kepada koki yang kebetulan juga merupakan manager atau pemilik cafe ini.


“Manager, kita sedang direview, tolong lakukan yang terbaik untuk pesanan ini. Aku juga akan melakukan yang terbaik sehingga cafe ini bisa mendapat kesan yang baik.”


“Eh?”


Manager yang bingung dengan pernyataan tiba-tiba dari satu-satunya pegawai di sini, memberikan suara ‘Eh’ panjang sebagai ganti tanggapan.


Tanpa memberi kejelasan jawaban, pegawai itu kembali ke depan untuk melayani pelanggan. Meninggalkan sendirian manager yang kebingungan.


Memutuskan mencerna kata-kata pegawai itu, manager melihat kembali catatan pemesanan.


“Hmm? Tidak ada yang aneh dengan isi pesanan. Kalau begitu apakah ada orang penting datang ke cafe kita? Padahal ini hanya cafe kecil biasa.”


Meskipun masih bingung, manager tetap memberikan masakan yang terbaik. Untuk jaga-jaga jika pelanggan yang datang adalah orang yang penting dan berpengaruh.


Kemudian, setelah selesai membuat makanan sesuai pesanan, dia memanggil pegawainya kembali.


“Sudah selesai manager?”


“Kalau begitu silakan lihat sendiri. Dia berada di meja nomor 6 paling pojok.”


“Hmm, memang benar, jika dilihat dengan baik betapa rapi dan terawatnya dia. Dia seperti putri dari keluarga kaya dan dia juga memancarkan aura elegan serta misterius. Tapi aku penasaran, dari keluarga mana dia berasal? Lagipula di sekitar sini pastinya tak ada keluarga sekaya itu dan aku juga belum pernah melihat gadis itu di sekitar sini. Mungkin, dari luar negeri kalau begitu, karena pakaiannya bergaya kebarat-baratan.”


“Memang mungkin jika dari negara lain, karena seperti yang manager bilang pakaiannya gaya barat. Apalagi rambutnya jelas menunjukkan dia bukan orang lokal.”


“Hm. Mungkin benar juga sih, bajunya agak tampak seperti gaya Eropa Klasik, bukan? Mungkin dari daerah utara yang beriklim lebih dingin.”


“Jadi dia seorang turis kalau begitu? Atau mungkin dia anak pindahan, karena dia bicara Bahasa Jepang dengan cukup lancar.”


“Hem, tak tahu. Daripada itu, cepat kirimkan pesanan sebelum pelanggan menunggu terlalu lama.”


“Ah, benar juga. Maaf kelupaan.”

__ADS_1


Setelah itu, akhirnya makanan tiba di meja gadis itu.


“Maaf menunggu. Pesanan anda sudah siap.”


“Terima kasih.”


Kemudian, sambil melayani pelanggan lain yang terheran-heran juga. Pelayan itu tetap memperhatikan gadis itu diam-diam, melihat bagaimana reaksinya terhadap makanan yang disajikan.


Tapi pelanggan itu memakan sarapannya dengan lahap dan cepat, tanpa kehilangan sikapnya yang elegan. Tanpa sadar dia sudah mengakhiri sarapannya, tidak meninggalkan sisa sedikitpun kecuali wadahnya. Tahu-tahu saja, dia sudah membersihkan mulutnya dengan tisu bersih di depannya. Orang-orang disekitarnya terkejut melihat ini, tentang bagaimana dia bisa menghabiskan sandwich porsi ekstra secepat itu. Bahkan kurang dari setengah menit.


“Terima kasih atas makanannya, ini hidangan yang enak. Kapan-kapan aku akan mampir lagi.”


Dengan mengatakan itu, pelanggan gadis itu pergi keluar cafe setelah meninggalkan pembayaran yang pas di mejanya. Meninggalkan para penonton yang terkejut.


“A,ah. Sampai jumpa lagi.”


Karena keterkejutannya, pelayan itu terlambat memberikan respon ketika gadis itu sudah benar-benar keluar dari toko.


“Abaikan kecepatan makannya. Jika dari wajah puas pelanggan, apakah artinya penilaian cafe kita bagus? Manager! Kau lihat itu, Kita berhasil! Pelanggan puas dengan masakannya! Manager? Manager? Manager!!!?”


Sementara si pegawainya dengan riang melapor keberhasilannya kepada managernya, manager masih tetap terkejut dan kebingungan dengan semua hal yang terjadi. Mengabaikan teriakan si pegawai.


“Apa itu, apa itu tadi?”


Sementara itu di luar, sambil melangkah dengan rasa bahagia dan puas. Gadis itu terus bersenandung dengan hal-hal baru yang dialaminya.


“Hmmm, enak sekali makanan zaman sekarang. Apakah dunia sudah banyak berubah, hingga makanannya pun sudah berubah seenak ini? Aku tak sabar melihat hal baru lainnya.”


Kemudian ketika gadis itu berbelok ke gang dan memastikan tak ada orang lagi. Dia menghilang dengan misterius secara tiba-tiba.


Pemandangan ini, jika dilihat oleh manusia di zaman ketika hal-hal seperti sihir mulai memudar. Pastinya hanya akan menjadi rumor horor dan banyak orang tidak akan mempercayainya.


Tapi bagaimanapun juga ini adalah kenyataan mengenai keberadaan hal-hal ajaib dan mistis lainnya. Keberadaan vampir yang terbangun kembali setelah 5000 tahun dari tidur panjangnya.


Tapi sekarang, di zaman modern ini, hal-hal tersebut hanya akan menjadi cerita fiksi. Orang-orang sudah melupakan semuanya, tentang adanya sihir ataupun ras lain selain manusia. Juga tentang keberadaan yang menakutkan dan selalu merusak, atau disebut ‘Monster’. Di zaman sekarang hanya beberapa saja yang masih memiliki pengetahuan akan semua itu. Akan tetapi keberadaan mereka tidak diketahui oleh publik dan pergerakan mereka sangat tersembunyi di balik bayang-bayang. Menjadikan dunia bawah adalah dunia khusus sihir dan yang muncul di permukaan adalah majunya dunia sains dan teknologinya.

__ADS_1


Alicia tidur selama 5000 tahun, jadi sejarah perubahan dunia tidak dia ketahui.


********


__ADS_2