
POV Karin
“Yup, silakan gunakan ponsel cerdas ini, dimanapun dan kapanpun kamu berada. Ponsel ini berfungsi sebagai tanggap darurat cepat ketika mendeteksi keberadaan monster di dekat Anda. Dan setelah pemberitahuan muncul di ponsel Anda, Anda wajib melawannya sesuai protokol pertarungan yang ditetapkan. Harap perhatikan itu.”
Satu tahun berlalu dan aku telah didaftarkan sebagai gadis penyihir pemula.
Saat ini aku berada di depan resepsionis perusahaan gadis penyihir itu dan menerima suatu perangkat ponsel cerdas yang biasa digunakan oleh para gadis penyihir. Ponsel ini memiliki banyak fitur yang kebanyakan berfungsi demi tujuan mengurangi potensi kematian gadis penyihir juga untuk penyamaran diri.
Salah satu fungsi tersebut adalah, [Transformate]. Itu secara ajaib akan merubah tampilanku mulai dari paling atas hingga paling bawah, terutama dalam berpakaian. Pakaianku secara ajaib akan direproduksi ulang menjadi pakaian baru yang mencolok. Tapi, itu bukanlah pakaian mencolok biasa, pakaian ini adalah alat sihir yang dapat meningkatkan efesiensi pertarungan gadis penyihir dengan cara meningkatkan ketahanan dan kelincahan sehingga rasio kemenangan akan meningkat.
Ada juga sepatu gadis penyihir yang bisa membuat pemakainya terbang, serta tongkat sihir yang akan membuat gadis penyihir tidak akan cepat merasa lelah akibat terus-menerus menggunakan sihir. Hal ini karena, tongkat sihir layaknya katalis yang akan mereduksi energi sihir yang digunakan hingga tingkat minimum. Sehingga kecepatan penurunan energi sihir akan melambat.
Kemudian fungsi lainnya dari ponsel cerdas ini adalah sebagai penghubung atau pemberi informasi antara gadis penyihir lainnya. Lalu juga sebagai alat pembuat dunia cermin atau [Mirror World], tempat dunia alternatif sementara untuk pertarungan antara gadis penyihir dan monster. Fungsi sisanya seperti kebanyakan fungsi dari ponsel biasa.
Aku berbalik dari meja resepsionis dan berjalan pulang. Melihat ke identitasku di ponsel cerdas itu, aku masih rank E atau peringkat pemula dari gadis penyihir. Untuk meningkatkan peringkatku, aku hanya perlu menambah banyak pengalaman. Pengalaman sendiri bisa didapat dari bertarung bersama dengan gadis penyihir lainnya atau berkontribusi dalam menjaga kedamaian masyarakat sekitar. Kemudian parameter untuk poin pengalaman yang diperoleh juga akan ditampilkan dalam identitasku di ponsel cerdas ini. Jadi bisa dipantau dengan mudah.
Melihat sekitar, beberapa gadis yang kemungkinan adalah gadis penyihir banyak yang menghabiskan waktunya disini. Karena disini juga berfungsi sebagai cafe atau restoran, mereka biasa duduk-duduk sambil menikmati makanan juga mengobrol mengenai banyak hal. Kebanyakan gadis penyihir bekerja secara berkelompok, jadi tak mengherankan jika mereka meninjau hasil pertarungan mereka disini sambil juga makan siang.
Meskipun aku adalah pemula dan tidak tahu peringkat gadis-gadis penyihir itu, aku menduga mereka adalah orang-orang hebat karena mereka adalah gadis penyihir yang telah mendaftar terlebih dahulu. Juga melihat bagaimana mereka asyik membahas monster yang baru dilawan dengan semangat, jelas mereka menang telak. Oleh sebab itu, aku menduga mereka orang hebat, setidaknya di atasku.
Termasuk ibuku sepertinya ada banyak gadis penyihir di dunia ini, mungkin melebihi ribuan. Mereka tersebar dimana-mana di segala penjuru dunia, dan perusahaan ‘Magical Girls Corp’ inilah pusatnya. Hampir dari setiap kota-kota besar di setiap negara memiliki percabangan perusahaan ini. Termasuk yang di dekat daerah ini berada di Kota Tokyo. Jadi aku harus pergi naik kereta ketika pergi kesana.
***
Sesampai di rumah, seperti biasa aku meminta ibu melatihku seperti biasa dan membawaku pergi bertarung melawan monster bersamanya.
Awalnya aku memang takut dan hanya bisa bersembunyi di kejauhan, tapi sedikit-sedikit aku berhasil mengatasi ketakutanku. Dan sekarang aku bisa berkontribusi dalam mengalahkan monster sehingga poin pengalamanku bertambah.
Karena aku telah berjanji dalam diriku sendiri, aku akan berlatih dengan keras supaya aku bisa melindungi keluarga dan temanku dengan baik.
...
“Ngomong-ngomong, Bu. Berapa peringkat ibu di asosiasi gadis penyihir?”
Saat ini seperti biasa, aku berlatih sihir di bawah bimbingan ibu, berlatih teknik sihir baru dalam atribut api. Ibu adalah seorang gadis penyihir terbaik yang pernah aku lihat. Dia sudah bisa menguasai teknik sihir 6 elemen, yaitu api, air, tanah, angin, cahaya, dan kegelapan. Jadi aku penasaran tentang peringkatnya. Peringkat gadis penyihir tercantum pada ponsel cerdas mereka, tapi itu bersifat pribadi atau mereka memang mengizinkan memamerkan peringkatnya sendiri.
“Hm, saat ini ibu masih di peringkat B.”
“Ohhh. Itu hebat, Ibu.”
“Tidak. Masih banyak orang yang lebih hebat daripada ibu. Ingatlah bahwa masih ada langit di atas langit, oke?”
“Ehhh, padahal ibu sudah terlihat sangat hebat bagiku.”
“Hahaha. Tidak, masih ada gadis penyihir di atas ibu. Misalnya mereka yang berperingkat A ke atas. Ada ratusan gadis penyihir yang saat ini terdaftar di peringkat A. Mereka adalah orang-orang hebat. Bisa dibilang kebanyakan dari mereka sudah bisa menguasai ketujuh atribut sihir, atau sudah mencapai teknik sihir tingkat tinggi. Lebih dari itu, di atasnya lagi ada mereka yang berperingkat S. Level tertinggi yang bahkan bisa mengalahkan monster level tinggi sendirian. Bahkan penguasaan mereka dalam teknik sihir semua sudah berada di level tertinggi. Hanya ada 10 dari mereka yang berperingkat S-Ranked. Mereka adalah orang yang sangat hebat. Dan mereka tersebar di seluruh penjuru dunia dengan gelar mereka sendiri-sendiri. Di Jepang sendiri ada satu dari mereka, yaitu Amano Hasegawa. Dia dijuluki [Sword Slayer of Darkness] karena dia sangat ahli dalam memanifestasikan sihir gelap dan apinya ke teknik berpedangnya. Sehingga pedang atau katana yang dia pegang memancarkan aura kegelapan atau api hitam hebat yang bahkan katanya bisa memotong dunia cermin itu sendiri. Dan terlebih, masih ada 9 lagi orang hebat seperti dirinya. Ibu sendiri masih jauh di bawahnya.”
Ibu yang saat ini kukagumi betapa hebatnya, sekarang bercerita panjang lebar mengenai gadis penyihir tingkat atas dan kelemahannya sendiri yang jauh dari kata hebat. Sejauh ini dari asosiasi maupun gadis penyihir sekitar, tidak ada yang aku lihat sehebat ibu, jadi aku tak tahu betapa hebatnya orang-orang yang ibu bicarakan itu. Meski dari penalaran sudah jelas mereka yang berada di peringkat A ke atas akan lebih hebat daripada peringkat B. Tapi sejak aku tahu ibu lah yang mengalahkan sendirian Gryphon Hitam yang menakutiku sebelumnya ketika aku sedang pulang sekolah dengan Aki. Aku menjadi lebih mengagumi ibu daripada gadis penyihir lainnya.
“Ngomong-ngomong, katanya teman baikmu sudah mendapatkan pekerjaan baru di rumah misterius itu.” Sepertinya Ibu berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
“I,iya. Dia bekerja untuk menjadi pembantu Alicia, gadis yang menempati rumah yang disebut-sebut berhantu itu sendirian.”
“Gadis asing misterius yang mengalihkan suasana berhantu menjadi normal, ya. Rumornya sudah menyebar kemana-mana, jadi ibu sudah tahu sebagian besar. Meski demikian, ibu sendiri merasa ada yang aneh dengan dirinya. Tidak ada seorang gadis muda yang mau tinggal sendirian di rumah itu, tapi dia malah menempatinya. Bukankah itu terkesan aneh. Bagaimana menurutmu, Karin?”
“Yah, aku juga menganggapnya demikian. Tapi sekarang kesanku sedikit membaik karena dia lah yang membantu Aki dan menyelamatkannya. Aku juga sudah berbincang-bincang dengannya, dan tidak ada kata-kata aneh dan terasa tertutupi. Dia hanya terlihat seperti gadis polos normal yang sedang berselisih dengan keluarganya, jadi mungkin dia anak yang kabur dari rumahnya, itu juga hanya pendapat Aki saja. Aku sendiri tak tahu detailnya. Tapi karena dia anak orang kaya, dia tidak mengalami kesulitan dalam hidup, karena sepertinya orang tuanya masih mengirimkannya uang. Jadi aku sendiri tak tahu apakah hubungan dengan keluarganya sedang baik atau buruk. Aku tak tahu lagi.”
“Fumu. Memang dia terkesan seperti anak yang kabur dari rumahnya, tapi dia tetap menerima banyak uang dari orang tuanya. Benar-benar gadis yang aneh. Yah, selama kalian bisa berteman baik dengannya, kurasa dia akan semakin terbuka sedikit demi sedikit.”
“Yah, mungki-............”
TING
Denting kecil muncul dari notifikasi di ponsel cerdas milikku.
Melihat isinya sepertinya ada monster di sekitar sini. Karena ponsel cerdas ini juga akan menjadi pemberitahuan untuk mengalahkan monster jika ada reaksi sihir dari monster terdekat. Jadi aku harus pergi melawannya, meski ini akan menjadi pertama kalinya bagiku melawan monster sendirian.
“Itu hanya kelas D, jadi tak apa. Itu juga bisa menjadi latihan nyata untukmu, Karin. Jadi berjuanglah.”
Memang, sekarang setelah sekian lama aku bekerja bersama ibu, peringkatku sudah lulus dari pemula dan menjadi peringkat D. Jadi monster yang akan muncul di notifikasi ponsel cerdas ini tidak akan melebihi tingkat ancaman D. Karena gadis penyihir akan disesuaikan dengan level lawannya untuk menghindari situasi yang tak menguntungkan.
“Jangan khawatir, ibu juga ada disini. Jadi ibu bisa membantu nantinya jika kamu butuh bantuan.”
“.......Baik. Terima kasih ibu. Kalau begitu aku berangkat dulu.”
“Ya, hati-hati!”
Kemudian aku pergi menuju ke arah monster ditemukan.
__ADS_1
Lokasinya berada di sekolah, jadi tak butuh waktu lama untuk sampai kesana. Untungnya hari sudah malam, jadi tak ada orang di sekitar sehingga tak perlu mengkhawatirkan warga sipil. Meski begitu untuk jaga-jaga, aku akan tetap membuat dunia cermin, karena itu adalah protokol wajib ketika melawan monster.
Melihatnya langsung, itu adalah monster laba-laba dengan ukuran satu meter. Sangat menakutkan dan menjijikkan jika dilihat. Aku termasuk tipe yang membenci serangga karena mereka sangat menjijikkan, tapi bagaimanapun aku harus mengalahkannya saat ini atau dia akan membahayakan kehidupan sekolah, terutama teman baikku, Aki. Aku tak mau melihat itu.
[Dark Bind]
Aku melancarkan pengikat bayangan. Mengikatnya dan membuatnya tak bisa bergerak.
Bagaimanapun sihir yang paling aku kuasai saat ini hanya sihir kegelapan. Jadi hanya ini yang bisa kulakukan.
Jadi rencanaku adalah menghentikan pergerakannya dan lalu menghabisinya habis-habisan.
[Black Bullet]
Setelah pergerakannya terhenti, aku menembakkan sihir serangan hitam ke arahnya ketika dia masih belum bisa bergerak. Jadi semua serangan itu telak mengenainya.
“Yosh....Berhasil.”
GHRAAAAUGH
“............Ti-dak mungkin.”
Tapi sayang, seperti serangan sebelumnya tidak menghancurkannya, dan entah mengapa aku merasa monster itu malah menjadi semakin besar dan kuat.
“Sialan.......”
[Dark Bind]
Aku melancarkan pengikat kegelapan lagi, membuatnya berhenti bergerak tiba-tiba ketika masih di udara.
Tapi laba-laba yang semakin kuat itu, bergetar hebat. Berjuang keras untuk bebas dari kekangan kegelapan. Dan akhirnya satu ikatan di salah satu kaki kanannya terputus.
“Kuh.....keras kepala sekali....terima ini!! [Black Bullet][Black Spear][Black Arrow].”
Aku dengan putus asa melancarkan beberapa serangan kegelapan sekaligus ke arah laba-laba itu.
Debu mengepul mengelilinginya sehingga sosok monster itu tertutupi kepulan debu tebal.
“Hah...A-pakah,......Aku,....Ber-hasil...Hah...Hah?”
Aku berharap dengan itu pertarungan telah berakhir.
TINGGG TINGGG TINGGG TINGGG
Terbalik dengan harapanku, ponsel cerdasku malah berbunyi keras seolah memberikan peringatan.
‘Segera kembali, gadis penyihir Karin! Deteksi menunjukkan monster entah bagaimana telah mendapatkan energi sihir berlebih dan akan segera melakukan evolusi menjadi monster tingkat tinggi. Diulangi, segera bagi gadis penyihir yang sedang melawannya untuk segera pergi dari lokasi. Gadis penyihir yang sesuai akan segera dikirimkan ke lokasi.’
Aku tak tahu apa yang terjadi. Dan meskipun ada bahaya, saat ini aku sedang kelelahan, jadi tak bisa bergerak.
Aku hanya merasa aku sudah berhasil mengalahkan monster laba-laba itu.
Tapi sepertinya kenyataan tak berkata seperti itu.
CRACK CRACK CRACK
“....Mus-ta-hil....” Aku tercengang dengan apa yang aku lihat.
Apa yang aku lihat sekarang adalah monster laba-laba itu muncul setelah kepulan debu hilang dan ukurannya menjadi semakin besar, melebihi dua kali lipat ukuran sebelumnya.
Kemudian dari punggungnya, terdengar suara retakan, lalu dengan menjijikkannya muncul tonjolan hitam dari punggungnya yang merekah.
Dan itu adalah, rambut?
Tidak itu adalah kepala manusia. Dari punggung laba-laba hitam itu, muncul kepala manusia berambut hitam panjang, menutupi wajahnya dan terselimuti lendir lengket yang agak menjijikkan.
Semakin lama, semakin banyak bagian tubuh manusia yang keluar. Memunculkan lehernya, kemudian ke bahu dan kedua tangannya, hingga terakhir memunculkan pusarnya.
Melihat area dada yang terpenuhi gundukkan, jelas manusia itu adalah perwujudan dari wanita.
Tapi, bagian bawah tubuhnya menyatu dengan punggung laba-laba yang besar.
Aku hanya bisa menduga, tubuh bagian atas yang berupa manusia wanita itu juga merupakan bagian dari monster laba-laba. Dan perkembangan ini kemungkinan yang disebut oleh peringatan ponsel cerdas sebelumnya.
Benar, Evolusi.
Aku tak tahu apa itu, tapi aku merasakan bahaya hebat memancar dari tubuhnya.
__ADS_1
Aku merasa bisa mati kapan saja.
Aku tak percaya, karirku menjadi gadis penyihir akan berakhir dengan cepat begitu saja dengan kesialan ini.
Aku ingin segera membatalkan dunia cermin dan segera melarikan diri, tapi keletihan tubuh ini menghambatku. Lagipula aku takut, jika monster ini tak segera ditangani, monster ini akan menyebabkan kerusakan fatal di dunia nyata.
Tapi tetap saja, katanya ada gadis penyihir tingkat tinggi yang akan segera dikirim. Aku sangat berharap mereka segera datang dan menggantikanku.
TING
Tepat ketika aku berpikir untuk diselamatkan. Keberuntungan datang ketika sebuah pesan mengisyaratkan gadis penyihir tingkat tinggi telah tiba dan aku disuruh segera membatalkan dunia cermin ini seketika.
Aku lega sejenak.
Tapi, ketika aku mau membatalkan dunia cermin. Monster laba-laba itu sepertinya sudah sepenuhnya selesai berevolusi. Wajah jahatnya sekarang telah terlihat dengan senyumnya yang menakutkan, ditambah beberapa lukanya akibat pergantian kulit tadi sudah pulih. Dan kemudian dia dengan cepat berlari ke arahku, bersiap untuk membunuhku.
Aku putus asa dan ketakutan menyelimutiku, membuat tangan yang ingin membatalkan dunia cermin berhenti bergerak. Tubuhku gemetaran, akibat rasa kematian yang semakin mendekat.
Melihat ke arah monster itu lagi, ketika dia berlari, kecepatan itu saja menyebabkan terjadinya momentum angin yang cukup besar.
Dengan demikian melihat kematian yang mendekat begitu saja. Aku mulai putus asa.
Tapi entah mengapa, sepersekiandetik dari kedatangan kematianku, aku menjadi semakin tenang. Dan aku merasa tak takut lagi dengan kematian yang datang. Karena sudah dipastikan dengan ini aku akan mati.
‘Mungkin inilah yang namanya keputusasaan.’ Atau itulah yang aku pikir.
Tetap saja, meski begitu aku berharap ibu datang, meski itu tak mungkin.
Aku hanya berharap aku bisa diselamatkan.
“.....Ma-afkan aku,...ibu..” Aku menggerakkan bibirku, seolah ingin mengatakan sesuatu kepada ibuku. Tapi waktu yang diberikan tak banyak.
Aku hanya akan menerima kematian ini sebagai pengorbanan. Setidaknya dengan pengorbananku, aku berharap monster itu akan dikalahkan begitu dunia cermin ini batal dengan otomatis akibat kematianku. Dengan begitu bahaya yang akan mengancam kehidupan sekolah, terutama Aki, telah dilenyapkan oleh gadis penyihir yang lebih kuat dariku.
Itulah yang kuharapkan.
Tepat ketika aku berpikir begitu, datang dari arah berlawanan. Datang sesuatu dengan kecepatan luar biasa menuju ke arah manusia laba-laba itu, dan......
BLURRRRR
Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi aku tahu aku terlempar jauh akibat ledakan momentum tiba-tiba. Melihat sekilas, entah bagaimana aku melihat tubuh manusia laba-laba itu malah hancur lebur, dan darah bercucuran dari tubuhnya yang hancur itu.
Untukku, ketika tubuh ini menyentuh tanah, aku terguling beberapa kali, membentur puing-puing, dan terakhir tertahan oleh suatu dinding dengan keras. Darah menyembur dari mulutku akibat perubahan momentum seketika, aku juga merasa dada dan perut ini terasa terkoyak-koyak. Tulang rusuk dan punggung terasa seperti patah dan aku tak bisa lagi menggerakkan tubuhku sekecil apapun.
Sekujur tubuh benar-benar terasa sakit, mata terus berkunang-kunang yang semakin lama semakin lebat, dan akhirnya memudarkan kesadaranku. Aku entah bagaimana merasa kegelapan semakin menelanku hingga akhir tubuhku.
Tapi kemudian aku merasa sesuatu yang hangat membungkusku dan menghilangkan kesadaranku sepenuhnya.
Tapi itu sangat nyaman sehingga aku seperti tertidur pulas.
...
..
.
Dan lalu entah berapa lama aku tertidur. Aku merasa kesadaranku perlahan memaksa untuk kembali.
...
“Di-mana..., Aku?”
Itulah kata pertama ketika aku sedikit tersadar sudah berada di tempat yang berbeda. Langit-langit putih, kasur yang empuk dan beberapa lampu yang dinyalakan entah bagaimana malah terlihat seperti bintang olehku.
“Apa-kah, ini surga?”
“Jelas Bukan! Ini hanya rumah sakit khusus di perusahaan ‘Magical Girls Corp’, yang khusus untuk para gadis penyihir yang terluka. Jadi kau dibawa kesini setelah pertarungan usai. Tapi aneh, menurut laporan kau seharusnya terluka parah, tapi kenyataannya kau tak memiliki luka sedikit pun. Tapi untunglah, dengan itu kau jadi bisa selamat tanpa ada luka serius yang menimpamu.” Wanita berjas putih yang seperti perawat, mengatakan semua itu dengan senyum meyakinkan.
“...Oh, ..Begitu.”
Tapi jawabanku begitu sederhana. Hanya saja aku masih sulit menelan situasi, jadi aku hanya mengangguk polos, menerima apa yang dikatakannya begitu saja.
“Ibumu juga akan segera datang. Jadi tunggu saja disini dan beristirahatlah, kau telah berjuang dengan baik.”
Dengan mengatakan itu, aku entah mengapa merasa tenang dan kemudian aku tertidur lagi. Berharap kali ini saja, semua hal yang menakutkan itu hanya akan menjadi mimpi burukku saja.
***
__ADS_1