Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia

Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia
Perpustakaan 2


__ADS_3

Interior yang rumit. Meski sederhana di luar, bagian dalam jelas sangat luar biasa. Aku menggunakan persepsi untuk memetakan struktur gedung ini. Gedung bertingkat tiga, dengan banyak ruangan di setiap lantainya. Sepertinya itulah yang namanya kelas. Setiap kelas dihubungkan dengan lorong panjang. Dan di setiap lorong terpasang tiga tangga yang masing-masing menuju ke lantai atas dan bawah.


Dalam peta yang tergambar di otakku, aku melihat keseluruhan struktur gedung sekolah. Dan aku benar-benar mengagumi rancangan struktural bangunan ini.


Perancangan bangunan zaman sekarang benar-benar maju dan sangat menarik. Apalagi bangunan-bangunan yang ada di kota sebelumnya. Mereka benar-benar kompleks dalam hal desain seni artistiknya.


Seni dan tiga dimensi dipertahankan dalam keadaan setimbang. Menampilkan harmoni sudut, garis, dan ruang dengan skala dan proporsi yang tepat. Bahkan detail kecil benar-benar diperhatikan. Seperti celah dan kelengkungan yang presisi pada dasar untuk mengurangi tekanan yang tidak merata.


Sungguh desain yang cerdas.


Ketika aku mengamati struktur bangunan yang rumit, aku terkagum betapa hebat dan terperincinya penyusunan semua elemen-elemen itu. Bahkan tanpa sihir pelindung, mereka akan tetap kokoh sampai bertahun-tahun lamanya.


Benar-benar kemajuan teknologi manusia yang hebat, bahkan melampaui teknik penyihir tingkat tinggi manapun.


Sekarang aku berjalan di lorong sekolah, mengikuti Aki menuju perpustakaan. Sambil mengamati desain interior gedung sekolah ini.


“Oh, iya. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan sekolah Alicia?”


Tiba-tiba ditanya seperti itu di tengah jalan.


Aku berhenti dari mengamati bangunan dan menoleh ke arahnya.


Aku bingung harus menjawab seperti apa. Tentunya jelas tidak bersekolah dan aku merasa tak perlu bersekolah juga.


Lagi pula aku tidak pernah menempuh pendidikan resmi seperti itu, bahkan sejak aku lahir sampai sekarang aku selalu belajar sendiri. Melalui pengamatan dan kesimpulan dari analisis suatu fenomena maupun peristiwa tertentu.


Di masa kejayaan manusia saat itu, memang ada sebuah konsep pendidikan dari suatu kerajaan tertentu. Mereka menyebutnya akademi, sama seperti sekolah. Tapi hanya satu jenjang dan kelas tidak dipisah-pisah seperti sekarang.


Tapi itu hanya untuk ras manusia. Meskipun aku bisa menyamar sebagai manusia dengan mengubah warna mata dan kulit, aku sudah bisa dianggap sebagai manusia. Tapi aku tak tertarik bersekolah disana, karena sangat merepotkan dan menyebalkan pastinya.


Lihat saja perbedaan perlakuan bangsawan dan rakyat biasa. Ketimpangan status benar-benar jauh. Jadi setahuku saat itu hanya bangsawan yang bisa masuk ke akademi. Sedangkan rakyat biasa yang punya bakat harus mendapatkan rekomendasi dari bangsawan tertentu untuk bisa mendaftar. Setelah mendaftar dan diterima, kehidupan sekolahnya tak bisa dibilang nyaman juga. Karena mereka yang rakyat biasa akan melewati rintangan kesabaran dari keegoisan bangsawan tersebut.


Itulah alasan ketiga aku tak ingin belajar secara resmi di institut manapun.


Ras gelap sendiri juga tidak mempedulikan hal-hal seperti pendidikan bersama, mereka juga belajar sendiri, dari orang tua mereka atau berguru dengan orang lain. Tidak pernah membuat yang namanya akademi maupun sekolah.


Makanya hanya manusia yang punya konsep pendidikan. Itu pun yang aku tahu sebelum aku tertidur. Karena mungkin atau pasti ada perubahan di setiap waktunya selama aku tertidur 5000 tahun.


“Aku tidak perlu bersekolah.” Jawabku.


“Ehhh, Kenapa?”


“Karena aku tak ingin.” Itu saja, jawaban singkat dengan nada membenarkan.


“Ehh-ehhh-ehhhhhh.........” Jiwa ibu-ibu Aki tiba-tiba keluar dan menatapku dengan jijik, seperti menatap anak nakal. Tapi jawabanku tetap bulat. Lagi pula tidak ada yang bisa memaksaku.


Aku sudah punya pengetahuan yang baik tentang dunia bekerja, baik hukum alam maupun hukum sihir. Untuk itulah aku memiliki suatu konsep teknik sihir khusus. Hanya dimiliki oleh mereka yang telah hidup lebih dari jutaan tahun. [Book of The World], setidaknya itulah nama yang diberikan untuk teknik ini.


[Book of The World] adalah pengetahuan yang terakumulasi dalam otakku yang aku kumpulkan bertahun-tahun lamanya. Sebagai pemegang ilmu pengetahuan terbanyak di dunia. Yang aku tahu hanya ada dua pemilik teknik sihir khusus [Book of The World]. Yaitu aku dan orang itu. Kami sama-sama abadi dan makhluk yang hidup terlama di dunia ini. Aku tidak menyebutnya teman, karena aku tidak berteman dengannya. Malah aku merasa terganggu dengan setiap kehadirannya.


Aku berpikir dimana dia sekarang. Karena kami sama-sama abadi, pasti dia masih ada di suatu tempat.


Tapi karena aku tertidur 5000 tahun, aliran pengetahuanku tercegat karena rentang yang sedikit lebar ini. Meski begitu, aku hanya perlu beradaptasi dengan lingkungan baru ini, yang belum tersimpan di dalam [Book of The World].


Untuk mengisinya kembali informasi dan pengetahuan baru yang kurang lengkap ini. Aku hanya perlu membaca buku atau apa pun untuk mencari informasi, baik membaca maupun melihat dan mendengarkan, maka secara otomatis semua hal yang baru akan terekam dalam otakku, tercatat dalam [Book of The World].


Bukan itu saja alasanku tak ingin bersekolah, selain karena merepotkan.


Dengan sekolah, aku merasa kehidupan bebasku akan hilang jika aku bersekolah.


Buruk?


Tidak, itu tadi hanya alasan jujurku.


Alasan sebenarnya adalah keberadaan diriku masih dalam daftar abu-abu.

__ADS_1


Aku belum punya identitas.


Jika aku bersekolah, aku pasti akan ditanyai banyak hal. Jika aku ditanyai terus-menerus, sangat merepotkan untuk memberikan jawaban pengalihan.


Aku sangat tak menginginkan hal itu.


Dan sepertinya untuk mengurus kepindahanku ke sekolah dibutuhkan berkas-berkas yang rumit. Aku juga benar-benar tak mau mengurus itu.


Lagi pula sepertinya keberadaanku benar-benar mencolok. Bahkan saat ini aku dalam suasana seperti itu. Banyak siswa yang kami lewati menatap penasaran ke arahku dan hanya karena ada Aki lah mereka tidak mendekatiku.


Aku gugup sebenarnya jika menjadi pusat perhatian.


Meski tidak sama dengan tatapan orang-orang zaman dulu terhadapku. Tapi itu sama-sama memberikan tekanan yang berat.


Hanya saat-saat seperti inilah, ada pikiran yang menyarankan diriku untuk terus mengurung diri saja.


Memang pilihan menarik, tapi saat ini prioritas diriku adalah mengisi semua informasi dan pengetahuan yang kurang lengkap dari [Book of The World]. Setelah itu, baru aku bisa mengurung diri lagi.


Aku hanya harus tabah menjalani cobaan berat ini.


Lakukan seperti biasa saja, dengan cara, ‘Abaikan! Abaikan!’.


“Oh! Aki.” Datang dari seberang lorong, muncul gadis yang lebih tinggi dari Aki. Dia berambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai di bahunya. Tampilannya yang sederhana membuatnya terlihat lebih dewasa daripada Aki.


“Yahoo! Karin-chan! Mau pulang? Maaf kali ini kita tidak bisa bersama.”


“Tidak apa-apa, aku juga sudah membaca pesannya. Jadi, apakah dia majikan yang kau bicarakan itu?”


“Benar, namanya Alicia. Dia yang menyelamatkanku dan memberiku sebuah pekerjaan.”


“Halo. Aku Karin Kurosaki. Panggil saja Karin.”


“Ah! Etto, namaku Alicia saja. Jadi panggil saja Alicia.”


“Oke, Alicia. Senang berkenalan denganmu. Terima kasih juga karena telah merawat Aki.”


“Sepertinya kalian akan ke perpustakaan, kan? Boleh aku ikut juga?”


“Ehh, Karin-chan, apakah baik-baik saja? Bagaimana dengan adikmu?”


“Tidak apa-apa. Lagi pula adikku juga sama-sama pulang terlambat, jadi aku masih punya waktu luang. Aku juga ingin mengenal lebih dekat dengan Alicia, jadi ini waktu yang tepat.”


“Begitu, kah? Bagaimana denganmu, Alicia?”


“Aku baik-baik saja. Kalau begitu, mohon bantuannya, Karin.”


“Aku juga sama, mohon bantuannya, Alicia.”


Dan begitulah, tanpa diduga kami mendapatkan anggota baru.


Meski aku hanya mendengarnya dari Aki, dia benar-benar sosok yang juga dapat diandalkan.


Entah mengapa dengan keberadaannya saja, membuat perhatian para lelaki segera teralihkan, sedangkan perhatian dari para gadis-gadis yang kami lewati semakin meningkat.


Aku tak tahu mengapa.


Meski demikian, aku tetap acuh tak acuh dengan semua perhatian yang diberikan.


Tanpa sadar sepertinya kita sudah sampai ke ruang perpustakaan dengan naik tangga sekali.


Sebenarnya ini tak terlalu jauh, hanya saja selama perjalanan kesini, banyak hambatan yang menghadang. Jadi sedikit terasa lama.


“Ini perpustakaannya Alicia.”


Setelah aki menunjukkannya dan membukakan pintu. Apa yang ada di dalam adalah beragam susunan dari buku-buku dalam lima rak yang ditempatkan sejajar sedemikian rupa. Diantara rak-rak itu ada dua meja lebar dan enam kursi mengitarinya. Suasana hening adalah yang menggambarkan ruangan ini, hanya beberapa suara saja yang terkadang terdengar jelas, meski banyak orang di dalamnya.

__ADS_1


“Tumben sekali. Banyak orang yang datang.”


“Sudah pasti. Bukankah ini fenomena wajar setiap sekolah kami akan segera mengadakan ujian akhir semester.” Dari samping pintu, muncul sosok gadis dengan kacamata. Duduk di belakang meja terdepan.


“Ah, Hasebe-san. Apa kabar?”


“Kabar baik. Kalian mau belajar juga?”


“Memang benar bahwa ujian akhir semester sudah dekat. Akhir-akhir ini aku sedikit melupakannya.”


“Meski melupakannya. Sepertinya, Shinohara-san akan baik-baik saja. Kau benar-benar selalu mendapatkan nilai bagus setiap ujian.”


“Ah, hahahaha. Itu karena aku selalu menyempatkan diri dengan benar dengan penjelasan guru di kelas.”


Aku melihat kedua pasangan itu terus berbicara dengan santainya.


Seperti melihat kebingunganku, Karin yang berada di sampingku memberitahuku.


“Dia Hasebe Rindou. Teman sekelasnya Aki. Dia juga bagian dari OSIS, yang bertugas di bidang keperpustakaan. Sehingga dia biasa disini, sebagai penjaga perpustakaan sekolah.”


“Begitu...”


Ketika aku sedang melihat baik-baik fiturnya yang santai, dia berbalik menatapku melalui kacamatanya.


Dengan tersenyum polos, dia berkata, “Bisakah kau perkenalkan gadis imut itu padaku juga?”


“Ah, dia Alicia. Dan aku bekerja untuknya sebagai pelayan rumah.”


“Ah, jadi dia orang yang kau bicarakan waktu itu?”


Aku benar-benar tidak tahu, apa yang dibicarakan Aki tentangku kepada orang-orang lain di belakangku. Aku hanya berharap itu bukan sesuatu yang buruk.


“Dia sangat imut, bukan?”


“Benar, aku jadi menginginkan adik perempuan seperti dirinya. Benar-benar imut.”


Entah mengapa ini menjadi sedikit aneh. Aku tahu aku imut, aku sendiri juga menyadarinya sebelumnya. Tapi bisakah mereka berhenti berbicara hal-hal seperti itu, aku sedikit merasa tak nyaman karenanya.


“Hei, kalian berdua, tidak bisakah kalian berhenti. Alicia menjadi tak nyaman karenanya. Daripada itu, Aki, apakah kau lupa tujuanmu datang kesini.”


Dari sampingku, sosok pahlawan muncul. Dengan tegas dia menceramahi keduanya yang membuat wajah aneh menjadi tertunduk.


“”Maaf...”” Keduanya bersama-sama membuat permintaan maaf.


“Baiklah, aku jadi lupa tujuan kami ke perpustakaan. Jadi disinilah perpustakaannya, Alicia. Kau bisa membaca buku sepuasnya.”


“Ah! Tolong jangan lupa untuk mengisi daftar pengunjung juga.” Hasebe mengingatkan di belakang Aki.


Dengan mengisi daftar pengunjung, aku sudah bebas terjun di antara tumpukan hal-hal baru yang kulewatkan. Hanya saja disini bukan untuk berbuat kebisingan, jadi harus tetap tenang saat di dalam perpustakaan.


Kulihat banyak orang-orang sedang serius membaca dan menulis sesuatu. Seperti kata mereka, hari-hari mendekati ujian sepertinya yang membuat suasana berat di sekitar mereka. Meski aku tak tahu, apa yang perlu dikhawatirkan dengan adanya ujian.


Aki dan Karin sepertinya juga sudah mulai belajar mempersiapkan ujian, melihat mereka mulai membuka-buka buku catatan mereka. Sementara aku terus menelusuri buku-buku yang aku anggap menarik. Karena hanya tiga jam tersisa sampai perpustakaan sekolah ditutup, aku harus benar-benar cermat memilih buku yang ingin kubaca pertama kalinya.


Setelah beberapa saat penelusuran, aku mengambil dua buku.


Buku itu berjudul, ‘ Rahasia Pesawat Terbang: Hukum-Hukum Dasar Aerodinamika dan Manfaat Praktisnya’. Buku ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan pergerakan udara dan pemanfaatannya. Hukum-hukum dasar pergerakan udara sudah ada dalam otakku. Aku hanya penasaran tentang bagaimana ide-ide manusia bisa membuatnya menjadi benda terbang? Itulah salah satu yang aku minati saat ini.


Buku kedua yang aku ambil adalah mengenai sejarah, terutama sejarah revolusi industri dan teknologi. Ini tentunya akan menceritakan bagaimana kisah manusia bisa menjadi umat yang modern.


Kedua buku inilah yang akan aku baca pertama kali.


Tapi sayang, aku tidak menemukan buku yang menjelaskan apa pun mengenai sihir dan ras gelap yang hilang.


Bahasan tentang mereka hanya ada di buku-buku fiksi. Sebuah buku karangan dari suatu imajinasi penulis. Jadi aku kurang tertarik saat ini. Karena itu tidak sesuai kenyataan.

__ADS_1


Oleh karena itu, sihir dan ras gelap akan aku singkirkan saja, karena sekarang kedua buku inilah yang akan menjadi tokoh utama hari ini.


***


__ADS_2