Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia

Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia
Maid 1


__ADS_3

“Harumnya... Bau enak apaan ini?”


“Arahnya dari.......situ?”


Ketika aku sedang dalam penerbangan menuju jalan pulang. Aku mencium sesuatu yang manis-manis.


Bukan bau darah akibat insting vampir, tetapi bau murni makanan manusia yang tercium harum dan menggelitik hidungku. Setelah berhasil aku telusuri asal-muasal bau ini. Sumbernya tak jauh di bawah. Kemudian aku mendarat dan segera mendekat.


[Cafe and Cake Gallery], sebuah papan nama terpasang di suatu bangunan sumber bau enak berasal.


“Mungkin ini tempatnya, kan?”


Papan nama [Cafe and Cake Gallery] jelas menunjukkan bahwa tempat ini adalah toko kue atau sesuatu yang menjual manis-manis.


KRINGG


Saat aku membuka pintu masuk, dering dari suatu lonceng yang tergantung di atas pintu bergetar. Karena posisinya, itu akan secara otomatis berdering ketika pintu terbuka. Jadi aku menduga ini hanya adalah alarm pemberitahuan ketika ada orang datang.


“Selamat datang”


Kemudian suara nyaring dari seorang gadis yang memakai pakaian pelayan menyambutku.


Pelayan ya, pakaiannya sangat mirip, pasti itu. Eh, tunggu.....


Setelah aku lihat baik-baik gadis itu memang memakai pakaian pelayan. Pakaian yang biasa dipakai pelayan dari suatu istana kerajaan di zaman dulu. Ini jelas aneh.


Setelah aku melihat banyak orang, hanya orang ini yang masih memakai pakaian gaya lama, terlebih pakaian pelayan.


Sama persis, tidak banyak yang berubah.


“Apa ada yang salah, pelanggan yang terhormat?”


“Ah, tidak ada”


“Begitu. Kalau begitu silakan ambil tempat duduk dan pilih pesanan anda tuan pelanggan.”


“Ah, karena ini pertama kali, jadi aku pesan hidangan rekomendasi toko ini saja.”


“Baik, pesanan diterima, kalau begitu silakan ambil tempat duduk anda disini dan tunggu sampai pesanan siap.”


Kemudian aku diantarkan ke meja kosong di dekat jendela. Kemudian aku duduk dan melihat-lihat sekitar sambil menunggu pesanan tiba.

__ADS_1


Aku lihat banyak pengunjung yang datang ke toko ini. Kebanyakan dari mereka datang beramai-ramai, seperti dengan teman, saudara, atau keluarga. Hanya sedikit saja yang berkunjung sendirian sepertiku.


Karena ruangan yang lebar, tempat ini tidak terlalu sibuk meski diisi banyak aktivitas pelanggan. Ketika kulihat sekitar, ruangan ini juga dihiasi oleh gambar-gambar pemandangan, lukisan, dan dekorasi-dekorasi seni yang rumit seperti patung dan karya seni serupa. Aku tidak tahu apa itu, tapi ini mungkin semacam hobi.


Gambar-gambar itu di tempel di dinding dan dibingkai, sedangkan di setiap pinggir dinding akan ada tempat untuk meletakkan dekorasi aneh itu. Ada patung kayu yang dipahat menyerupai manusia atau bukan manusia. Ada semacam cawan, mug, dan beberapa cangkir unik dengan berbagai warna dan ikon tertentu. Ada juga kerajinan tangan seperti kalung, gelang, dan aksesori yang terbuat dari manik-manik kerang, biji-bijian, atau lainnya. Sehingga manambah suasana ruangan menjadi lebih berwarna.


“Maaf telah menunggu, ini pesanan anda. Selamat menikmati.”


“Terima kasih”


Pesanan yang belum pernah kulihat, makanan seperti roti, tetapi memiliki berbagai warna dari merah, putih, dan ungu serta berbentuk segitiga. Kemudian ada minuman coklat kehijauan seperti teh dan memiliki bau harum.


“Itu adalah set rekomendasi untuk ‘velvet cake’ dan ‘matcha’, saya harap sesuai dengan selera tuan.”


Seperti menanggapi kebingunganku, pelayan memberitahuku nama makanan ini. Meski aku tidak tahu apa itu. Makan saja. Sangat memalukan bertingkah seperti orang yang tak tahu apa-apa.


“Ini...Manis dan enak.”


Itulah kesan pertama setelah satu gigitan pertama. Manisnya pas untuk orang sepertiku yang menyukai manisan. Dan teksturnya begitu lembut, sehingga mudah ditelan dan tak terlalu berserat di tenggorokan.


“Terima kasih. Senang mendengarnya jika sesuai dengan harapan tuan. Kalau begitu saya mohon undur diri.”


Sementara aku lanjut menikmati hidangan ini. Kue yang enak dan minuman yang menenangkan. Seolah-olah aku terbang ke surga, meski aku tak pernah mengalaminya.


***


“Terima kasih atas makanannya. Ini enak.”


Puas dengan kemanisan rasa, aku memberikan kesan baik saat melakukan pembayaran.


“Silakan datang kembali kalau begitu.”


......


..


Aku keluar toko dan disambut oleh langit merah.


Sepertinya matahari sudah semakin di ufuk. Karena tertutup oleh bangunan tinggi-tinggi, matahari jelas tidak terlihat, tetapi langit yang merah masih menunjukkan bukti keberadaannya.


Seperti biasa aku melenggang menuju ke gang sempit, dimana aku bisa sendirian.

__ADS_1


Terbang bukanlah satu-satunya jalan pulang. Meski lebih cepat dari cara apapun untuk pulang. Aku punya cara yang lebih efisisien dan lebih cepat.


Lagipula aku merasa ingin segera pulang. Entah karena ingin segera memeriksa belanjaan atau karena insting.


Setelah memastikan tak ada orang di sekitar, aku melepaskan salah satu teknik sihir tertinggi dari sihir ruang [Teleportation]. Ada versi lain yang lebih rendah atau versi terdegradasi dari [Teleportation] ini, namanya [Dimension Gate]. [Dimension Gate] digunakan oleh penyihir yang kurang mahir memanipulasi energi sihir, jadi untuk mengaktifkan sihir perpindahan ruang, perlu untuk membuat mantra terlebih dahulu yang fungsinya sebagai pintu penghubung dua ruang. Teknik sihir inilah yang disebut [Dimension Gate]. Ada juga teknik sihir tingkat tinggi lain, seperti [Mini World Maker] atau juga [Mirror World], kemudian ada [Dimension Storage] pemanfaatan dari sihir ruang seperti [Mini World] tetapi tanpa ada waktu yang berjalan di dalamnya. Mirip seperti [Blood Storage] yang kugunakan untuk menyimpan barang daganganku, bedanya [Blood Storage] memanipulasi ukuran dan menyimpannya ke dalam nadiku. Dan karena karakteristik ras [Blood Storage] lebih mudah digunakan dalam hal efisiensi energi sihir. Bukannya aku tidak bisa menggunakan [Dimension Storage], aku hanya lebih suka kepraktisan. Selain yang sudah disebutkan, masih banyak hal yang bisa dimanifestasikan energi sihir untuk memanipulasi ruang. Semua tergantung kreativitas pengguna, terutama oleh penyihir-penyihir tingkat tinggi zaman dahulu. Terutama itu untuk hak paten penamaan. Memiliki hak paten atas nama sihir sudah menguntungkan dalam banyak hal, seperti menemukan hak paten akan teknologi baru.


Aku sebenarnya bisa memiliki banyak hak paten jika dihitung seberapa banyak aku berkontribusi dalam membuat teknik sihir, tetapi aku menyimpannya untuk diriku sendiri. Aku tidak membutuhkannya dalam banyak hal.


Aku menggunakan [Teleportation] yang bisa memindahkan tubuhku dalam sekejap dan tiba di atas rumahku dalam ketinggian tertentu. Melihat pemandangan langit di sini jauh lebih bersih. Langit merah dan matahari jingga yang terlihat setengah benar-benar indah.


Suara serangga sudah saling sahut-menyahut, siluet burung yang berterbangan menghiasi langit di depan sang mentari senja membuatnya terlihat anggun dan elegan. Aku masih menyaksikan momen tenggelamnya sang surya itu saat ada suara yang mengganggu romansa pikiranku.


“KYAAA!!!”


Melihat ke bawah, di depan halaman rumahku ada seorang gadis yang tersungkur di tanah sambil menangis ketakutan.


Aku lihat di depannya ada seekor ular dengan moncong tegak yang siap menyembur kapan saja.


Ular itu besar dengan panjang sekitar 8 meter dan tubuhnya yang gemuk seukuran paha seorang penderita obesitas.


Ketika aku amati ular itu, ada yang aneh dengan dirinya. Sikapnya yang galak tidak seperti ular biasanya, dia sangat agresif untuk ular seperti itu.


“Fumu, jadi seperti itukah?”


Aku segera sadar jika ular itu telah dirasuki oleh monster tipe hantu. Tipe ini bisa merasuki tubuh lain dan mengendalikannya.


Pasti itu adalah sisa monster kecil yang terlewatkan di rumah ini. Karena bertipe rendah, kecil, dan transparan, hal seperti itu bisa dengan mudah melewati deteksi sihirku.


Atau mungkin dia selalu tinggal di hutan ini, dan sudah berada di tubuh ular itu untuk sekian lama.


“Ups, aku harus segera menyelamatkannya, bukan?”


Kemudian aku meluncur seperti kilat dan tanpa suara, menendang ular itu jauh ke dalam hutan dan memusnahkan monster tipe perasuk menjadi debu setelah memisahkannya, tentu semua itu aku lakukan dengan kecepatan kilat dan tanpa suara.


Aku lihat wajah imutnya terdistorsi akibat ketakutan dan kesakitannya. Sehingga dia masih belum bisa melihatku dengan jelas.


Dengan ringan aku melancarkan pada luka-lukanya sihir penyembuhan sederhana yang bisa menutup luka sekaligus menghilangkan infeksi.


“Sudah aman sekarang, apakah kau baik-baik saja?”


*****

__ADS_1


__ADS_2