Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia

Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia
Karin sang Gadis Penyihir 1


__ADS_3

POV KARIN


Namaku adalah Kurosaki Karin. Keluargaku bisa dibilang adalah keluarga biasa, jika dilihat dari sudut pandang orang luar.


Kedua orang tuaku, bekerja seperti biasa. Ayahku bekerja sebagai polisi setempat, ibu bekerja sebagai pekerja kantoran di suatu perusahaan tertentu. Mereka berdua juga dikaruniai tiga anak, satu putri dan dua putra kembar. Akulah yang menjadi putrinya dan yang paling tua, selisih jauh dari kedua adikku yang saat ini sama-sama masih berusia sembilan tahun.


Karena aku adalah anak tertua, akulah yang harus menjaga mereka dan menjadi teladan yang baik bagi mereka selama kedua orang tuaku bekerja.


Atau begitulah setidaknya yang terlihat dari luar. Dari dalam, ternyata keluarga ini bisa dikatakan memiliki rahasia. Tentunya bukan untuk semua anggota keluarga. Hanya aku dan ibu saja yang memiliki rahasia. Sedangkan anggota keluarga laki-laki dikecualikan.


Benar, ini adalah apa yang disebut gadis penyihir atau istilahnya disebut sebagai ‘Magical Girl’. Aku dan ibu adalah bagian dari itu.


Aku juga baru mengetahui ini sekitar lima tahun yang lalu. Semua hal mengenai akal sehat runtuh setelah mengetahui hal ini.


Alasannya?


Itu adalah saat ketika aku melihat sesuatu yang benar-benar menakutkan pertama kali. Ketika aku sedang berjalan pulang sekolah bersama Aki seperti biasa. Aku melihat pusaran gelap, seperti lubang hitam dalam film-film, muncul di langit ketika aku sedang iseng mendongakkan kepalaku.


Aku tercengang, tidak percaya dengan apa yang kulihat.


‘Lubang hitam apa itu?’ Dan saat aku sedang memikirkannya, dari lubang hitam muncul sesuatu yang menakutkan. Itu adalah sesuatu yang aneh tapi menakutkan. Memiliki empat sayap hitam, satu ekor, dan empat kaki dalam tubuh kekar singa jantan. Kira-kira dia berukuran lima meter dan tingginya tiga meter. Dia keluar dari lubang hitam dan mengaum ke ruang udara kosong di depannya, hingga kemudian setelah menatap sekitar dengan mata ganasnya, dia terbang dengan empat sayapnya hingga keluar dari lubang hitam.


Aku tertunduk dengan kaki gemetar karena ketakutan.


“Karin-chan, ada apa? Apakah ada sesuatu di atas?” Aki yang melihat keanehan pada diriku bertanya-tanya kebingungan dengan jari telunjuknya menunjuk ke atas dan kepalanya dimiringkan ketika menatapku.


Aki yang bersamaku sedikit menyadarkanku dari rasa takut ini. Tapi pikiran kecemasan masih menyelimuti diriku saat itu.


‘Bagaimana ini?Aku merasakan sesuatu yang buruk tentang ini. Untunglah Aki masih belum melihatnya, atau itu hanya akan membuatnnya sangat ketakutan, mengingat karakternya sendiri. Aku harus segera pergi dari sini.’


‘E, eeh....A-aku tidak bisa, berdiri....Mengapa?’


Ketika aku bertekad untuk bangkit, aku tak bisa berdiri. Masalahnya ternyata kakiku masih gemetaran, dan aku tidak bisa merasakan keberadaannya. Rasanya seperti aku kehilangan kakiku.


Aku mendongak sekali lagi ke atas, dan menjerit ketakutan ketika makhluk buas itu mulai menatapku ke bawah. Untung saja aku berhasil menahan suaraku, tapi wajah histerisku masih terukir dengan jelas.


“Apakah memang ada sesuatu di atas? Wajahmu aneh begitu.”


Ketika Aki akan mendongakkan kepalanya ke atas juga, Karin yang cemas dengan Aki, mulai merasakan mual yang hebat. Dia pusing, seolah-olah ruang sekitarnya berbelok-belok atau melekuk.


Tapi itu segera sembuh ketika dia merasakan hal normal lagi.


Dan dia melihat ke atas lagi.


‘Hahhhh......? Hilang?....???’


Benar, setelah rasa pusing hebat itu melanda diriku, lubang hitam dan makhluk mengerikan itu telah hilang, tergantikan dengan suasana yang normal.


Aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi aku ingin hal mengerikan itu hanya menjadi mimpi burukku saja.

__ADS_1


“Karin, karin, kau tak apa-apa, apakah kau demam? Kau tiba-tiba muntah. Apakah perlu untuk memanggilkan dokter?”


Aki yang sebelumnya kucemaskan malah mengkhawatirkanku. Ketika melihat ke bawah lagi, ada bekas muntahan di jalan.


Ternyata aku muntah. Dan ini sudah membuktikan bahwa hal sebelumnya bukan mimpi atau mungkin aku sedang berhalusinasi.


“Mungkin, sedikit.... Tapi entah mengapa sudah menjadi sedikit lebih baik, sekarang. Terima kasih telah mengkhawatirkanku.”


“Apakah begitu....? Jika kau merasa tak enak badan hubungi aku ya?”


“Tidak. Tidak apa-apa. Ayo segera pulang.”


Lebih baik aku cepat pulang dan melupakannya atau itu akan benar-benar menjadi mimpi burukku nanti malam.


......


Besoknya setelah kejadian itu, ibu memanggilku ke kamarnya.


Aku tidak tahu mengapa, meski aku memiliki beberapa firasat tak menyenangkan, aku segera menepisnya. Karena itu ibuku. Pasti dia hanya ingin mengobrol seperti biasa saja.


Ketika aku masuk hanya ada ibu yang sedang duduk sigap di atas kasurnya.


“Karin maaf, tapi kau akan menjadi ‘Magical Girl’, menggantikan ibumu.”


“Eh,eeehh..............?” Bukannya menjadi obrolan biasa, malahan ini menjadi pembalikan total hidup damaiku.


Sihir dan keberadaan gadis penyihir yang disebut ‘Magical Girl’, semuanya ibu jelaskan dalam kamar dua orang ini.


Dan aku hanya bisa terkejut dengan ini.


Tentu saja, karena aku percaya semua hal itu dulunya adalah apa yang disebut fiksi yang biasa ditulis dalam novel-novel. Tetapi entah bagaimana, sekarang ibu berhasil merusaknya.


Dan begitulah, meski membutuhkan beberapa hari untuk menerima dan menelan semuanya, aku akhirnya menjadi bagian dari apa yang disebut gadis penyihir oleh ibuku.


Sejak itulah aku selalu diam-diam mendapat pelajaran sihir dari ibuku setiap satu jam di malam hari tanpa diketahui oleh ayah maupun adik kembarku. Karena hanya kami berdua di keluarga ini yang mengetahui keberadaan sihir, setidaknya begitulah perkataan ibu.


Ibuku lahir dengan darah seorang penyihir. Dan gadis penyihir hanya untuk perempuan, jadi hanya akulah sang putri yang mewarisi darahnya, sedangkan kedua adik kembar laki-lakiku tak bisa mewarisinya. Atau begitulah yang ibu katakan.


Semua gadis penyihir bersatu dan bekerja di balik permukaan dunia.


Suatu organisasi yang disebut ‘Magical Girls Corp’ adalah pusatnya. Mereka menjaga perdamaian dari apa yang disebut monster.


Monster sendiri adalah suatu keberadaan yang merusak dunia dan hanya para gadis yang mewarisi darah penyihir sajalah yang bisa atau ditugaskan mengalahkannya.


Oleh karena aku perempuan dan anak seorang gadis penyihir, aku mewarisinya.


“Buktinya, kau melihat sesuatu yang mengerikan kemarin, bukan?”


“Eh, bagaimana ibu tahu?”

__ADS_1


“Tentunya, karena mengurus hal seperti itu adalah tugas kami para gadis-gadis penyihir dan ibu melihat kau berada disana waktu itu, jadi ibu memutuskan memberitahumu hal ini setelahnya saja.”


Jadi waktu itu ibu berada disana dan ditugaskan untuk memusnahkan monster sebelumnya ketika aku dilanda ketakutan.


Dan karena Aki tidak memiliki darah seorang penyihir atau dengan kata lain bukan gadis penyihir, kekhawatiranku ketika memikirkan Aki akan ketakutan juga jika melihatnya ternyata sia-sia.


Meski begitu aku bersyukur ibu ada disana menyelamatkan kami. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kami tidak diselamatkan.


Aku sangat takut untuk memikirkannya.


Kemudian, ibu bercerita mengenai keberadaan monster. Suatu keberadaan merusak yang sangat merepotkan. Pasalnya mereka tidak bisa dilihat dengan mata telanjang manusia dan mereka muncul tiba-tiba secara acak di seluruh dunia.


Jadi mereka bisa menjadi penyebab bencana aneh, misterius, dan tiba-tiba.


Untuk itulah, salah seseorang misterius yang katanya adalah gadis penyihir terkuat membuat suatu perusahaan bernama ‘Magical Girls Corp’.


Suatu persekutuan yang mengumpulkan semua gadis-gadis di dunia yang memiliki bakat sihir di tubuhnya. Perusahaan ini sendiri bekerja di dua sisi, yaitu di permukaan dan di balik bayangan.


Di permukaan, perusahaan ini bekerja sebagai agensi hiburan yang merekrut dan menyeleksi para grup idol perempuan di berbagai negara. Sedangkan di balik bayangan, seperti yang diduga perusahaan ini bekerja untuk merekrut dan mempekerjakan para gadis penyihir sebagai ‘Magical Girl’ yang bertugas membasmi para monster tanpa melibatkan dunia permukaan atau bersifat rahasia. Ini karena mereka hanya tidak ingin aktivitas kedamaian di permukaan tersendat karena keberadaan monster dan masyarakat menjadi risau karenanya.


Karena monster hanya bisa dilihat oleh para gadis yang memiliki darah penyihir atau disebut gadis penyihir. Jadi hanya gadis penyihirlah yang dipilih untuk melawan mereka.


Tentu bukan pemaksaan, tak jarang bagi para gadis untuk takut setelah mengetahui hal ini. Jadi hanya dipilih yang pemberani untuk didaftarkan ke sistem perusahaan gadis penyihir itu. Tentu juga menjadi gadis penyihir ada bayarannya dan pembagiannya tergantung level monster yang dilawan atau sesuai peringkat gadis penyihir saat itu. Sehingga gadis penyihir yang bekerja di sini akan mendapatkan uang tambahan hasil dari kerja keras meraka.


Setelah mendaftar, mereka diharuskan melawan monster yang muncul di dekatnya. Pemberitahuan monster muncul akan diberitahukan melalui ponsel cerdasnya dari sistem pusat. Tentu, keduanya disesuaikan dengan level monster dan level gadis penyihir dan ketika satu sudah diberitahu, yang lain tidak diharuskan melawan, tapi akan diberi tahu pemberitahuan juga untuk membantu gadis penyihir yang saat itu sedang melawan monster, jika keadaan menjadi buruk.


Tempat melawan monster juga disesuaikan agar tidak menggangu dunia permukaan. Melalui perangkat khusus yang disediakan di ponsel cerdas mereka. Mereka bisa melawan monster dengan bebas di dunia sementara yang kosong atau disebut dunia cermin tanpa adanya kekhawatiran kerusakan properti di dunia nyata.


***


“Kalau begitu, ayo latihan sihir gelap sekali lagi. Jika berhasil, tahun depan ibu akan mendaftarkanmu sebagai ‘Magical Girl’. Kamu bersedia, kan, Karin?”


Saat ini aku sedang berlatih sihir gelap atau sifat kegelapan unsur.


Mengenai pertanyaan ibu, aku tak keberatan maupun takut menjadi gadis penyihir.


Aku punya banyak alasan, tapi yang paling utama adalah aku tak ingin hari-hari damai keluargaku, dan temanku, Aki, terganggu. Aku tidak ingin jika sesuatu yang seperti kemarin muncul lagi, aku hanya bisa meringkuk ketakutan. Ibu juga bilang, meski manusia biasa tak bisa melihat, monster bisa melihat mereka, jadi mereka bisa membuat manusia tiba-tiba hilang atau meninggal karena alasan yang tak jelas. Aku tak ingin itu.


Itu sebabnya aku bersedia menjadi gadis penyihir, dan menjaga perdamaian dunia. Lagipula aku merasa aku harus melawan mereka untuk menghilangkan traumaku kemarin. Sebagai gadis penyihir, sebagai putri dari gadis penyihir, dan yang mewarisinya. Aku harus bertanggung jawab menyelamatkan dunia dari para monster.


Terlebih lagi, aku mendambakan hal-hal seperti sihir dan fantasi. Aku sering membaca buku-buku bertema itu. Menjadi pahlawan dan mengalahkan roh jahat di akhir cerita.


Meski begitu, aku masih lemah dan belum cukup pengalaman dalam bertarung.


Oleh karenanya, ibu diam-diam akan melatihku di malam hari selepas waktu kerjanya. Oleh karena itu, sebelum waktu pelatihan dimulai, aku berinisiatif untuk melatih fisik dan tubuh terlebih dahulu atau membentuk stamina. Itu hal dasar dalam berolahraga, bukan?


Baru setelah ibu mengatakan aku telah layak menjadi gadis penyihir, aku akan dibawanya kesana, terjun ke dunia bawah, dan menjadi gadis penyihir untuk melawan monster.


***

__ADS_1


__ADS_2