Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia

Alicia Hanya Ingin Hidup Santai Sebagai Manusia
Vampir Pergi Belanja 2


__ADS_3

Setelah keluar dari [Kikuya Jewelry Shop], aku sudah mengantongi banyak uang. Selain itu aku juga mendapat banyak informasi.


Yah, meskipun aku dianggap gadis aneh oleh Mba Resepsionis, “Baru pertama kali aku lihat gadis sepertimu yang tidak tahu apapun. Apakah kau sebegitunya terisolasi dari dunia luar?”.


Itulah yang dikatakan, tapi mau bagaimana lagi, bukan? Aku memang terisolasi dari perubahan zaman bahkan 5000 tahun. Sungguh prestasi luar biasa.


Seharusnya aku layak dapat penghargaan dari rekor tidur terpanjang, kan?


Bercanda.


Setelah keluar dan memastikan tak ada orang melihat, dengan tanggap aku memasukkan semua kotak berisi uang ke dalam dimensi lain.


Sebut saja penyimpanan darah karena nama teknik sihirnya [Blood Storage]. Dengan sihir aku bisa memanipulasi dimensi ruang dan waktu bahkan memperkecil ukuran benda. Kemudian aku bisa menyimpannya dalam pembuluh darah vampir. Tapi penyimpanan darah hanya bisa dikuasai oleh vampir tingkat tinggi, yang memiliki pemahaman yang baik tentang sifat ruang dan waktu serta pandai akan manipulasi energi sihir untuk diubah ke bentuk lain.


Dengan begini aku tak perlu repot-repot membawa banyak barang. Uang yang aku keluarkan, secukupnya saja. Aku bahkan tak perlu repot-repot membuat kartu kredit seperti yang dikatakan Mba Resepsionis tadi. Tapi untuk hidup sebagai manusia, itu mungkin perlu di masa depan. Tapi untuk sekarang tidak perlu, karena aku juga tidak tahu prosesnya. Bahkan setelah dijelaskan oleh Mba Resepsionis, aku yang belum menyentuh dasar-dasar itu, menganggap semua proses pembuatan kartu kredit akan sangat merepotkan.


Dan yang paling penting, aku belum mendapatkan tanda penduduk.


Untuk saat ini lebih baik untuk hidup dalam bayang-bayang saja. Seperti yang biasa vampir lakukan, sambil sedikit-sedikit meniru kehidupan manusia.


“Katanya, belok kiri dan jalan terus, nanti ada bangunan besar yang bertuliskan Hypermarket. Tempat aku bisa membeli kebutuhan apa pun.”


Ini juga informasi yang diberikan Mba resepsionis. Setelah bertanya, apakah ada tempat untuk membeli kebutuhan hidup. Dia menyarankan ini.


Tempatnya tidak terlalu jauh, dari kiri Toko Perhiasan itu, jalan lurus hingga menemukan bangunan besar. Lalu menyebrang jalan, tempat dimana banyak benda-benda besi berlalu lalang dengan cepat.


Aku juga diberitahu apa itu, meski dengan tatapan aneh. Itu disebut mobil. Mobil adalah kendaraan besi beroda empat yang sangat cepat. Lebih cepat daripada kereta kuda zaman dahulu. Bahkan jalan untuk melintasinya begitu mulus. Ada juga kendaraan lain, seperti motor yang beroda dua, bus, truk, dan lain-lain. Dan sepertinya masih banyak jenis kendaraan lain yang Mba Resepsionis sebut dengan ‘lain-lain’.


Mungkin suatu hari nanti aku bisa melihatnya.


Kemudian untuk menyebrang, aku harus melewati zebra cross. Sebuah garis hitam putih yang dicat di jalan. Aku hanya bisa menyebrang ketika lampu penunjuk sudah hijau dan ketika masih berwarna merah aku harus menunggu sampai hijau agar bisa lewat. Meski sedikit kurang mengerti, aku ternyata tinggal meniru orang-orang karena bukan aku saja yang perlu menyebrang. Dengan begitu banyak orang aku bisa membaur tanpa menunjukkan kecemasan.


Ketika sampai itu benar-benar bangunan yang megah dan unik.

__ADS_1


Sekali lagi aku benar-benar takjub dengan perkembangan zaman ini. Ada mobil yang cepat, tata tertib yang kompleks, gaya pakaian aneh, dan lain-lain. Semua perkembangan zaman benar-benar membuat kemudahan hidup manusia.


“Ilmu dan teknologi manusia sudah benar-benar maju, mungkin sebab kemudahan itu sihir menjadi tidak diperlukan hingga akhirnya dilupakan.”


Setelah melihat situasi sekitar, aku benar-benar yakin bahwa sihir telah dilupakan dan sekarang ras hanya berisi manusia.


Mungkin daripada mempelajari sihir yang sulit untuk dipelajari. Manusia lebih memilih yang lebih mudah dan efisien. Tapi itu semua membawa dunia ke perdamaian, jadi tak mengapa.


Dan untuk ras lain, aku tak peduli dimana mereka saat ini. Entah punah atau apa, aku tak perlu repot-repot mencari tahu. Karena yang penting, aku ingin menikmati kebebasan dan kedamaian dunia ini.


“Mari berbelanja saja untuk hidupku yang baru.”


Pertama, yang aku butuhkan adalah perabotan, seperti kursi, meja, dan tempat tidur. Tetapi sepertinya itu dijual di tempat khusus untuk toko mebel. Terlebih jika ingin memesan desainnya sendiri. Meski ada disini, tapi semua adalah hal yang sederhana, jadi hal-hal seperti perabotan kasar, aku tunda terlebih dahulu.


Jadi sekarang, beli saja yang ada disini. Mulai dari kebutuhan dasar, seperti kasur untuk tidur, sprei, bantal, guling. Kemudian aku juga perlu beberapa pakaian agar sesuai penduduk zaman sekarang. Sepertinya pakaian seperti gaun digunakan saat acara khusus, jadi pakaian kasual seperti masyarakat biasa lebih baik. Tapi, aku tentu membeli semua jenis pakaian sebagai jaga-jaga.


Selain itu aku juga membeli berbagai barang yang menarik perhatianku. Semakin aku telusuri, semakin banyak benda yang ingin aku beli.


Teknologi-teknologi hasil buatan manusia juga aku beli. Sangat menarik jika aku lihat dari fungsinya, meski beberapa dari mereka tidak aku ketahui fungsinya, tetap aku beli.


Oleh karenanya, aku perlu membagi waktu belanja ini menjadi beberapa sesi. Sesi yang benar-benar normal jika dilihat oleh orang-orang. Aku membuatnya juga berdasarkan pengelompokkan barang yang ada di hypermarket ini.


Seperti sesi pertama untuk keperluan tidur. Lanjut sesi kedua untuk keperluan memasak dan dapur. Ketiga untuk teknologi buatan manusia, aku juga bertanya-tanya untuk apa fungsinya dan bagaimana pengoperasiannya. Untung saja di setiap sesi selalu ada pegawai yang bersedia melayani untuk menjelaskan dan sebagai kasir di tempat. Jadi tak perlu bolak-balik. Dan di setiap akhir sesi, semua barang yang aku beli aku simpan di penyimpanan darah dengan tanggap ketika aku di tempat sepi, seperti toilet. Harus benar-benar tak terlihat, bahkan oleh kamera pengawas yang aku sadari sebelumnya.


Sesi terakhir adalah sesi yang paling utama tapi mudah, yaitu makanan. Hebatnya semua makanan organik sudah dikemas oleh apa yang disebut plastik, jadi dipastikan makanan higienis.


Tidak seperti zaman dahulu yang dijual apa adanya, bahkan paling-paling untuk membersihkan hanya dialirkan dengan air. Yang airnya pun belum tentu bersih.


Kemudahan zaman benar-benar memperhatikan hal kecil seperti ini.


Aku hanya beli beberapa daging untuk makananku, lagipula aku tidak suka sayur. Dan sebagai vampir sudah wajar jika aku makan daging.


Eh, bukan darah?

__ADS_1


Tentu itu juga favorit, tapi aku vampir tertinggi loh. Jauh lebih tinggi dari vampir tertinggi, vampir leluhur. Satu-satunya vampir pertama di dunia ini. Jadi aku berbeda dari vampir rendahan yang ada di bawahku.


Semua kelemahan vampir, seperti sinar matahari yang akan membakarku, atau aku akan mati jika aku tidak minum darah dan aku tidak bisa makan apa pun selain darah. Itu sangat salah.


Hal-hal seperti itu tidak berlaku untukku.


Tapi kenapa aku tidak makan sayuran?


Tentu karena aku hanya suka daging.


Jangan samakan tubuh ini dengan manusia biasa. Tubuh ini adalah tubuh yang senantiasa sehat. Tidak pernah berpenyakit, tidak pernah menua, dan selalu abadi. Jadi selalu awet muda.


Mungkin banyak orang yang iri, tetapi ini fakta vampir. Jika ada yang ingin seperti ini maka jadilah vampir dan menderita sebagai akibatnya.


Aku bisa mengubah manusia menjadi ras vampir jika aku mau. Tetapi manusia yang berubah akan menjadi vampir tingkat rendah terlebih dahulu. Dan butuh perjuangan lama untuk bisa mencapai tingkat tinggi.


Jadi makan daging tanpa sayuran sama sekali tidak masalah. Tapi untuk manusia biasa harus makan dengan sayur. Jadi jangan tiru aku.


Setelah semua keperluan yang aku butuhkan dibeli dan aku masukkan ke penyimpanan darah. Aku harus pulang.


Hingga aku merasakan hawa gelap dan negatif muncul.


Sebagai vampir yang bagian dari ras gelap, merasakan hawa negatif yang berasal dari hakikat yang sama sudah seperti insting. Ditambah dengan kekuatanku yang sebenarnya membuat jangkauan yang bisa aku rasakan begitu luas. Hingga berpuluh-puluh kilometer. Bahkan bisa mencapai ratusan jika aku sedikit serius.


Tapi kali ini aku merasakannya di dekat sini.


Meski itu sangat kroco bagiku, itu akan berbeda untuk manusia biasa.


Jadi aku pergi untuk mengintip tempat kejadian, karena ada hal yang selalu membuatku penasaran.


Yaitu, bagaimana manusia bisa hidup damai dengan adanya keberadaan seperti monster.


“Sekarang, Aku penasaran.”

__ADS_1


******


__ADS_2