
Cup
Mata mereka sama sama melotot. "AAAA MOMMY DADDY PIPI ANAKMU INI SUDAH TERNODAI." histeris Sasa tanpa berdiri.
Arka yang sudah terkejut tambah terkejut karena suara pekikan Sasa. "ckck berisik! sakit nih gendang telinga gue, kalo mau teriak nanti kalo udah berdiri." ucapnya datar "berdiri! betah Lo di pelukan gue?" Decak Arka.
Sasa melongo. "gimana Sasa mau berdiri kalo tangan Kak Arka aja meluk Sasa erat." ujar Sasa menekuk wajahnya kesal, Arka melihat ke tangannya lalu melepaskan.
"Berdiri" suruh Arka.
"Iya iya padahal nyaman tau enak." ucap Sasa cengengesan, keduanya sudah berdiri.
"AAAAA MOMMY DADDY PIPI ANAKMU INI SUDAH TERNODAI." teriak Sasa lagi.
Arka tersentak " berisik Sa, ngapain sih teriak lagi?"
"Tadi kan kata Kak Arka kalo udah berdiri teriaknya, yaudah Sasa lakuin." ujar Sasa memandang Arka polos. Arka yang tidak tahan terkekeh dan meraup muka Sasa dengan tangannya.
"Sorry yang tadi" ucap Arka menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Sasa menunduk malu. "Iya Sasa maafin, lagian itu juga salah Sasa ko."
"Bagus kalo Lo nyadar" Sasa hanya mendengus.
Keduanya lanjut naik ke rumah pohon, tapi sekarang tidak jatuh lagi yaš akhirnya setelah melakukan usaha dan sedikit drama keduanya sampai dan duduk bersama sambil melihat pemandangan. Sasa sangat terkagum kagum melihatnya matanya sedari tadi berbinar dan senyumannya tidak pernah pudar.
"Wah, kalo dilihat dari atas Sangat indah ya Kak Arka."
"Apalagi bunganya indah indah, kupu kupu nya juga cantik banyak lagi."
"Yang itu bunganya lebih indah Kak warna merah, aaa menggemaskan pokonya Sasa ga mau pulang."
"Kak Arka tau tempat ini dari siapa?"
Sasa dari tadi terus mengoceh tanpa henti padahal tidak ada respon dari Arka, karena Arka sedari tadi sibuk melihat pemandangan di depannya.Ā Bukan, bukan pemandangan alam lebih tepatnya melihat kearah sasa ia terpesona melihat wajah Sasa, kenapa saat gue liat Lo gue keinget dia kenapa lo mirip banget, bedanya dia ga cerewet kaya loĀ batin Arka.
"Kak! ko ga dijawab."
Sasa bingung kenapa dari tadi Arka tidak menjawab, Sasa yang penasaran menengok ke arah Arka dan ya Arka sedang memandanginya, mereka saling pandang 1 2 3 4 5 6 7 8 detik.
"Sasa tau Sasa cantik. Tapi engga usah liatin gitu juga kali Kak Arka." ucap Sasa mengibaskan rambutnya kebelakang.
Arka tersadar. "gr lo" ucap Arka lalu menyodorkan buku yang berjudul INDIGO ke arah Sasa dan diterima dengan senang hati oleh gadis itu.
"Terimakasih kasih Kak Arka." ujar Sasa riang.
"Udah hampir sore, kita pulang." ucap Arka berdiri.
"Eh ko ga kerasa ya udah sore aja, padahal Sasa pengen lama lama disini" cemberut Sasa.
"Pulang!" lalu Arka berjalan dahulu.
"Iya Kak Arka." saat Sasa berdiri dan mulai berjalan ia merasa menginjak sesuatu, ia pun melihat kebawah ternyata itu kertas, Sasa mengambilnya dan salah! itu bukan kertas tapi potongan gambar.
"Bukannya ini Kak Arka? terus yang cewek siapa ya, kenapa fotonya kaya disobek gitu, tanya aja kali ya ke Kak Arka."
Sasa berbalik. "Kak Arka!" teriak Sasa.
"Berisik! gue didepan Lo."
"Astaga! Kak Arka ngagetin."
"Kenapa?"
"Sasa mau nanya tadi Sasa liat Poto ini, ada Kak Arka sama cewek. Tapi yang cewek nya ke sobek. Sasa penasaran dia siapa?"
Arka memandang Sasa datar "bukan urusan Lo" ucapnya ngegas.
"Biasa aja dong, Sasa kan cuman tanya." lalu berlalu dari hadapan Arka dan Arka menghela nafas panjang.
Keduanya pergi dari rumah pohon dan sekarang mereka diperjalanan dan keadaannya hening hanya musik yang terdengar akhirnya mereka sampai di apartemen Sasa.
"Makasih Kak udah ajak Sasa ke rumah pohon itu, sumpah Sasa seneng banget apalagi disana suasananya tenang dan menyejukkan, bolehkan kapan kapan Sasa kesana lagi?" tanya Sasa sambil menunjukkan puppy eyes nya.
Arka meraup muka Sasa. "iya sama sama, terserah Lo."
"Kebiasaan ih, tangan Kak Arka itu bau tau." ucap Sasa cemberut, Arka tersenyum tipis.
"yang tadi sorry" Arka.
"Yang mana?"
"Gue ngegas sama Lo."
"it's okay, lagian Sasa juga bukan siapa siapa Kak Arka dan Sasa yakin kakak juga punya privasi sendiri. Jadi, no problem." ucap Sasa tersenyum, Arka mengangguk dan menghela nafas lega.
"Gue balik" tanpa menghiraukan Sasa mobil Arka melesat pergi. Sasa hanya memandang mobil itu pergi, lalu menelpon bodyguard untuk menjemput nya.
"Jemput saya di apartemen ****."
__ADS_1
"Baik nona" sambungan terputus.
Dan tibalah mobil jemputan Sasa lalu mereka pergi ke mansion, dan sekarang Sasa sedang di kamarnya rebahan memikirkan yang tadi lalu tersenyum senyum sendiri. Tapi tiba tiba hpnya berbunyi beberapa kali ia melihat hpnya
...GrupĀ cecanĀ aduhaiišš...
...Anda ditambahkan oleh VinaCantik...
...VinaCantik mengganti nama anda....
VinaCantik
HaiĀ cecanĀ cecan,Ā tapi cantikan gue.
LiaImut
Prett, cantik darimana nya, burik iya.
VinaCantik
SirikĀ aja Lo jamet.
BundaVira
hai personil baruĀ @sasaGemoy
VinaCantik
2
LiaImut
3
DaraDatar
4
^^^SasaGemoy^^^
^^^Hai juga sahabat Sasa yang Aduhai. š^^^
LiaImut
sahabatku, gue ada berita hot nih.
VinaCantik
LiaImut
Bacot Lo @VinaCantik, jadi Katanya besok nadien dkk balik ke sekolah.
VinaCantik
Bodoš malesĀ banget, nanti adu bacot lagi.šæ
LiaImut
Bener banget, gue yakin mulai besok kita ga akan hidup tenang, yakin gue.
BundaVira
udah jangan padaĀ ghibah,Ā tidur sekarang! besok sekolah upacara jangan lupa bawa peralatan lengkap terus sarapan dulu gue ga mau ya kalian pingsan.
VinaCantik
SiapĀ Bundakuuuu.
LiaImut
2
^^^SasaGemoy^^^
^^^3^^^
DaraDatar
4
VinaCantik
Ga ada akhlak kalian, copy Mulu.
Read 4
VinaCantik
Bangsatš¤§
__ADS_1
Read 4
Sasa cekikikan chatting dengan sahabatnya "Mereka lucu lucu."
"Tapi Sasa ga yakin kalo mereka bakal mau temenan lagi sama Sasa, setelah tau semuanya." ucapnya murung Setelah itu Sasa tertidur pulas.
ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢ā¢
Malam sudah berganti menjadi pagi dan hari ini hari Senin disekolah LHS sedang melaksanakan upacara bendera, kepala sekolah sedang berpidato. Setelah beberapa jam akhirnya upacara beres.
"Gila cuacanya panas banget kulit gue sampe merah gini" Vina.
"kaki gue juga pegel" Lia.
"Sasa haus, kita ke kantin bentar yu" Sasa.
"Kuylah" serempak kecuali Dara dia ngikut aja kaya ayam cari induknya.
Dan sekarang mereka sedang *** waktu istirahat bentar lagi bun-
Kring kring kring
Terlambat ternyata bel sudah bunyi duluan.
"Oke anak anak kita akhiri pelajaran hari ini, selamat beristirahat."
Sasa dkk sekarang sedang menuju kantin dan banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan memuja, terpesona, iri, dll. Tapi mereka tidak peduli itu. Sasa dkk duduk di tengah kantin karena hanya itu yang tersisa saking banyaknya murid.
"Sekarang kan Giliran Lia yang pesan, kita samain aja makanan nya biar ga ribet mie ayam sama teh manis dingin aja." ucap Vira, Lia pun memesan makanannya. Tiba tiba kantin heboh dengan teriakan para kaum hawa dan penyebabnya siapa lagi kalo bukan inti Decarlos.
Ditempat Decarlos
Mereka baru saja masuk kantin dan seperti biasa teriakan kuntilanak sudah menggema lebih tepatnya kaum hawa tapi mereka tidak peduli.
"gimana kalo sekarang kita duduk di tempat Sasa dkk, sekalian pdkt bos gitu." ucap Raka menaik turunkan alisnya.
"Boleh lah skuy ke Dede gemoy" semangat Lio.
"Gimana?" tanya Daniel.
"Terserah." Arka dkk berjalan menuju tempat duduk Sasa dkk.
"Ekhem boleh kami duduk disini? yang lain penuh." ujar Gibran tapi Arka dkk langsung duduk.
Ditempat sasa
Sasa dkk sedang bercanda tertawa terbahak bahak entah mereka menertawakan apa tiba tiba.
"ekhem boleh kami duduk disini, yang lain penuh."
Sasa dkk menengok ke suara itu. "ckck meskipun kami bilang tidak pun kalian akan tetap duduk." sindir Vina memutar matanya malas.
"Itu Lo tau" Raka.
"Hai guys nih pesenan kali-- lah ko ada mereka" Lia.
"Biasa, numpang duduk mereka" Vina.
Sasa dkk sudah mulai makan sedangkan Arka dkk baru pesan makanan setelah beberapa menit pesanan Arka dkk datang lalu mereka makan dengan tenang. Tapi tiba-tiba datang seorang monyet yang langsung bergelayut manja di lengan Arka dkk.
"Hai sayang, kamu kangen ga sama aku." š
"Lepas" sentak Arka dkk lalu melepaskan tangan mereka dengan paksa.
"sayang ko kamu gitu sih" š cemberut Nadien dkk.
Ya benar mereka Nadien dkk beranggota 4 orang mereka suka membully, menindas yang lemah apalagi kalo murid beasiswa.
"Dasar monyet" umpat Vina.
"Bilang apa Lo barusan!!" ucap Nadien ngegas.
Dengan polos Vina menjawab "Monyet."
"Lo ngatain gue monyet hah!" emosi Nadien.
"Perasaan gue ga bilang gitu deh, tapi bagus deh kalo Lo nyadar diri" Vina santai.
"Bangsat Lo!" Nadien sambil menendang kursi didekatnya sampai berbunyi dan sekarang mereka jadi pusat perhatian.
Muka Nadien dkk sudah merah padam karena emosi dan tatapan mereka jatuh ke kursi seorang gadis yang sedang makan dengan santai. "oohh ini, murid baru yang katanya mau saingan sama gue."
Tatapan semuanya melihat kearah Sasa termasuk Dara dkk dan Arka dkk sedangkan Sasa tidak menghiraukan mereka sudah Taukan peraturan keluarga Lesham jika sedang makan? TIDAK ADA YANG BOLEH GANGGU. Dan kenapa Dara dkk tidak membantu Sasa jawabannya karena mereka penasaran apa yang akan si polos Sasa lakukan.
Sedangkan Arka dkk entah tidak tahu.š
"Heh Lo bisu ya, JAWAB GUE BODOH!!" teriak Nadien.
"Mungkin dia takut sama Lo nad." ucap salah satu antek Nadien dan mereka tertawa.
__ADS_1
"JAWAB GUE ATAU GUE SIRAM LO!!" teriak Nadien lagi tapi Sasa tetap tenang makan dengan santai. Karena Nadien sudah kesal diabaikan, ia menyiram Sasa. tapi sebelum itu terjadi ada orang yang menghalanginya dia memakai baju serba hitam.
Siapakah dia?