
Keesokan harinya disekolah. Sasa dan Lia sedang berjalan menuju kelas Arka 12 IPA 1 ia ingin mengembalikan jaket yang kemarin ia pinjam, saat Sasa masuk ke kelas semua hening mereka melihat kearah Sasa dan Lia, Sasa tersenyum ia melihat ke penjuru kelas tapi tidak menemukan Arka bahkan inti Decarlos tidak ada satu pun.
"Permisi, Kakak senior liat Kak Arka ga?" tanya Sasa mereka semua menggeleng.
"Oh ga tau ya, yaudah deh Sasa sama Lia pergi dulu ya." mereka semua mengangguk lalu Sasa dan Lia keluar, Dan dikelas 12 IPA 1 langsung heboh.
Bidadari datang ke kelas kita woy.
Lia makin hari makin cakep aja.
Sempurna.
Jadi itu yang namanya Sasa gila cantik pantes ketua Decarlos jatuh cinta.
Meskipun gue cewek gue terpesona.
Lesbi Lo.
Bukan itu maksudnya, ibaratnya gue penggemar lah gitu.
Nadien dkk mah kalah sama sasa.
Itulah hebohnya dikelas senior sedangkan ditempat sasa ia bingung ko mereka aneh banget. " Li ko mereka aneh ya, kaya boneka aja mengangguk sama geleng doang." ujar Sasa polos.
"Sasa, mereka itu terpesona sama kita secara kan kita itu most wanted girl di LHS."
"Ah masa? tapi bodo amatlah, terus kita cari Kak Arka dimana?"
"Paling mereka di tongkrongan."
"Tongkrongannya dimana?"
"Gue tau, ayo kesana" lalu Lia menarik tangan Sasa dan berlari setelah beberapa menit mereka sampai dan ternyata tongkrongannya adalah warung biasa.
"Lia ha- ga usah tarik ha- tarik sama lari jugha kali kan Sasa haa- jadi cape." ucap Sasa ngos-ngosan.
Lia hanya cengengesan. "sorry, yu masuk" saat mereka akan masuk mereka mendengar suara perkelahian Lia dan Sasa saling tatap Lia menarik tangan Sasa untuk bersembunyi
DecarlosĀ pov
Sedangkan di warung kopi ada segerombolan anak muda yang sedang bercanda gurau tapi receh ya siapa lagi kalo bukan geng Decarlos. Disinilah tongkrongan mereka tempat ternyaman untuk bolos, kumpul bersama anggota Decarlos yang beda sekolah dan juga kadang tempat untuk tauran. Untungnya tempat ini lumayan jauh dari sekolah jadi jika tauran tidak akan terdengar sampai sekolah.
"eh eh gue punya cerita nih" ucap Aldi salah satu geng Decarlos.
"Apa apa?" kompak semuanya kecuali yang dingin.
"Tadi pagi gue berangkat sekolah pas dijalan motor gue mogok. Nah otomatis gue bingung dong ke sekolah naek apa? terus gue ketemu cewek beh cantik banget apalagi bodynya wow tapi dia mungil banget dia ngelambayin tangannya terus dia bilang kesini--"
"Gue yakin pasti dia ngajakin Lo bareng." ucap salah satu anggota.
"Ckck jangan potong ucapan gue dulu dan jawaban Lo..... salah, saat dia bilang kesini ya otomatis gue jalan kedepannya dong saat dia mau pegang tangan ya gue serahin tangan gue eh ternyata--" ucap Aldi menggantung.
"Apaan sih!"
"Jangan digantung woy, ga enak."
"Mending di tebas aja!" seru salah satu anggota lainya semuanya tertawa.
"Lanjut" Rafael.
Wajah Aldi ditekuk. "ternyata yang dia ajak itu bukan gue, tapi dia ngajakin cewek yang ada dibelakang gue." setelah mendengar cerita Aldi semuanya tertawa terbahak bahak kecuali dua kutub mereka hanya tersenyum tipis.
"Haha gila Lo kepedean amat Di."
"Asli malu anjir"
"Mending Lo nyebur aja di samudra Di."
__ADS_1
"Ngakak aing"
"Gue juga punya cerita nih." ujar Raka semua terdiam menunggu Raka cerita tapi Raka tak kunjung cerita.
"Mana ceritanya dodol" Gibran.
"Yaitu gue.punya.CERITA udah kan?" ucap Raka santai semua terdiam memandang Raka horor.
"ba*gs*te."
"Anjing."
"B*go."
"T*lol."
"Dungu."
"Ga ada akhlak Lo."
Raka terdiam lalu "KALIAN JAHAT SAMA AKOHHH, AKU ENGGA BISA DIGINIIN." teriak Raka mendramatis dan wajahnya dibuat memelas mungkin.
"Naj*s!"
"Bukan temen gue."
"Jijik."
".Garila aing."
'Maaf tulisannya kasar tidak untuk ditiru'š
Saat asik bercanda terdengar pintu didobrak mereka melihat pelakunya.
Brak
"B*ngs*t mau apalagi sih dia, ga ada kapok kapoknya ya."
"dasar banci."
"Keluar" sang ketua Arka angkat bicara semuanya keluar dan ya benar diluar ada geng petir yang jumlahnya 38 orang. Arka memandang geng petir dingin+datar bagi dia geng petir hanya hama yang haus akan kekuasaan sudah berkali kali mereka kalah tapi tidak ada kapoknya.
"Hai Arka.. gimana kaget Lo kita datang tiba-tiba" ucap Riko ketua geng petir.
"Pengecut" Arka santai.
"Haha kita bukan pengecut tapi keberanian" Riko.
"Ckck gue heran deh sama lo, Lo ga punya malu ngelawan Decarlos terus udah tau kalah terus." ucap Raka nyolot.
"kalo kalah jangan nangis terus ngadu sama Mommy kalian ya." ucap Lio tertawa sedangkan geng petir mengepalkan tangannya.
"B*NGS*T, SERANG!" teriak Riko dan terjadilah baku hantam antara Decarlos dan geng petir sudah 20 menit mereka berkelahi tapi anggota petir sudah banyak yang tepar sedangkan Decarlos masih cool cuman sedikit luka.
Bug, Bug
Arka meninju muka Riko dua kali dan Riko tersungkur ia memegang pelipis bibirnya yang berdarah dan menyekanya, dia bangkit ingin meninju Arka tapi kalah gesit Arka menendang Riko dan menginjak kaki Riko sampai bunyi.
Bug, Krek
"Mending Lo menyerah" Arka.
"Ga akan, gue akan bales semuanya." dan terjadilah perkalian sengit saat Arka lengah Riko mengambil batu berukuran lumayan dan melemparnya ke Arka, Arka yang menyadari hal itu langsung menghindar dan saat Arka menghindar Riko menendang Arka tapi sayang bukanya kena malah sepatu Riko yang terlempar karena Arka berhasil menahan kakinya lalu menepisnya, alhasil sepatu itu jatuh ke pojok dan mengenai seorang gadis.
"Aahhkk" mendengar suara teriakan itu mereka langsung berhenti berkelahi. DecarlosĀ pov and
Sasa dan Lia sedang bersembunyi. "Kenapa kita kesini bukanya kita mau ke Kak Arka?"
__ADS_1
"Ckck Sasa Lo ga liat mereka lagi berkelahi kalo kita kesana bahaya." mereka diam sambil melihat orang berkelahi, bergidik ngeri sedangkan Sasa biasa saja sampai ada sepatu terbang mengenai dahinya, dan Sasa berteriak sungguh ini sakit, Sasa dan Lia berdiri.
"Sasa lo gapapa? DAHI LO BERDARAH SA" teriak Lia heboh.
Teriakan Lia mengundang pasang mata melihat kearah mereka termasuk Arka, Arka yang entah mengapa melihat dahi Sasa berdarah merasa marah dan dia langsung memukuli Riko brutal sampai babak belur terkapar lemas.
Bug, Bug, Bug, Krek, Bug, Duk.
"Brengsek lo!! apa yang Lo lakuin sama cewek gue hah!!!" sambil memukul Riko, Arka tidak sadar dengan ucapannya sedangkan anggota Decarlos dan Sahabatnya melongo. Lia? Dia cengo, Sasa? Dia mengerjapkan matanya sambil memegang dahinya yang berdarah.
"Oh di-a cewek L-lo, ba-bagus deh sekarang gue tau kelemahan lo." ucap Riko terbata Karena bibirnya sobek.
"GENG PETIR CABUT" teriak Riko mereka pergi tapi Riko mengucapkan sesuatu yang membuat Arka marah.
"Gue belum kalah gue bakal balik lagi, Cewek lo cantik juga bodynya juga bagus, kalo udah bosen buat gue ya." Riko sambil menyeringai lalu pergi dari hadapan mereka.
"SIALAN!" teriak Arka emosi lalu ia menengok ke Sasa dan mendekatinya "Lo gapapa?" tanya Arka khawatir.
Sasa tersenyum "Sasa gapapa Kak Arka, ga usah khawatir."
"Ga usah gr, gue ga khawatir sama lo. Mending masuk ke dalam dulu kita obati luka Lo sama mereka" ajak Arka lalu memapah Sasa dibantu Lia.
Sedangkan semua orang yang melihatnya melongo ketua mereka ngomong banyak di kepala merekaĀ Arka jelas khawatir dengan Sasa tapi dia masih menyangkal, dasar ketua gengsianĀ batin mereka bersama lalu mengikuti Arka masuk.
Mereka semua sudah duduk. " perasaan yang sakit dahi Sasa deh, ko malah Sasa dipapah ya, oh Sasa tau ka Arka lagi modus ya sama Sasa." ucap Sasa.
"Ga."
"Ga ga tapi tadi bilang Sasa cewek Kak Arka."
Arka terdiam tidak menghiraukan ucapan Sasa lalu mengambil kotak p3k.
"Iya juga ngapain gue juga bantu lo kan kaki Lo ga cedera" ucap Lia baru sadar.
"Neng ini minum dulu" ucap pemilik warung namanya Bu Siti. "Makasih Bu" Sasa tersenyum lalu datang Arka.
"Sini dahi lo biar gue obati" Arka mulai mengobati dahi Sasa serius sedangkan Sasa menatap Arka terpesona.
Arka yang merasa diperhatikan oleh Sasa melihat kearah Sasa, sasa dan Arka saling tatap sedangkan mereka menjadi penonton Drakor kw sambil memakan cemilan.
Arka menaikkan alisnya. "ngapain Lo liatin gue?" tanya Arka.
"Ganteng" ujar Sasa tanpa sadar Arka tersenyum tipis lalu meraup muka Sasa semuanya melongo lagi "gue tau."
"Awhh."
"Eh sorry sorry ga sengaja." Arka khawatir dan dia meniup dahi Sasa, mereka seperti dunia milik berdua yang lain mati.
"AAAA SOSWEETTT GA KUAT GUE" teriak Lia heboh membuyarkan lamunan mereka.
"Dunia serasa milik berdua."
"Baper gue."
"Berasa liat Drakor."
"Kau menyelingkuhi aku mas" Raka mendramatis.
"Raka gila dasar homo Lo" Lia, semua tertawa mendengar ucapan Lia.
"Akumah apa atuh cuman seonggok upil" gibran.
Sedangkan Sasa mukanya sudah memerah, Arka terkekeh gemas dan mengacak rambut Sasa. "Lo juga cantik kalo wajah Lo merah gini" bisik Arka pelan dan itu membuat wajah Sasa tambah merah sampai ke telinga. Saat sedang asik bercanda ria tiba-tiba pintu didobrak kencang.
BRAKK
Mereka semua melihat kearah pintu dan mengerutkan keningnya bingung siapa mereka perasaan mereka ga punya musuh seperti itu yang cewek kenal tapi kalo cowoknya engga.
__ADS_1